Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Training on Making Healthy and Nutritious Snack Products: KEPAYA (Papaya Chips) in Bati-Bati District, Tanah Laut Regency Dyah Sri Wulandari; Ray Melvin Resubun; Irma Suryani; Mahmudah; Teresia Miranti
Community Development Journal Vol 7 No 2 (2023): Community Development Journal
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33086/cdj.v7i2.4441

Abstract

Papaya fruit is a fruit that has a high nutritional content, especially levels of vitamin C and vitamin A. Every 100 grams of papaya contains 3.65 mg of vitamin A and 78 mg of vitamin C. The whole papaya plant is very beneficial for human health. Other benefits, can be used as an alternative medicine for diseases, constipation, heart disease, cancer, high cholesterol, acne, and inflammation. Tanah Laut Regency is the largest papaya producing area in South Kalimantan, as a papaya producing area, of course the people have the potential to develop various business opportunities. The problem encountered in the community is a lack of knowledge about the other benefits of papaya fruit. chips snacks, most of the people's income is only from agriculture, from the existing problems, the team provides a solution, namely to provide knowledge about other benefits of papaya fruit, provide training on making papaya chips, and utilize the potential of papaya fruit as an effort to increase the income of the community in Bati District -Bati, with partners PKK RT 08 Liang Anggang Village through this Community Service will add references for the community to be able to do entrepreneurship from the papaya fruit they produce, a product that has a sale value, is healthy and nutritious such as making papaya fruit into chips snacks which can be enjoyed by all groups, with these various benefits, this Community Service is carried out in order to utilize the potential of natural resources in the Tanah Laut Regency area, especially the Bati-Bati District, where most of the people work as farmers. The community knows other benefits of papaya fruit which can be used as a product or other way of consuming papaya fruit, creating KEPAYA snack products, Papaya Chips which are nutritious and healthy. The results achieved from the output of this program are that it can produce a processed snack derived from papaya fruit where this papaya fruit has many benefits for our bodies and to increase the income of the people in the Bati-Bati District.
Transformasi Digital dan Strategi Ketahanan Pasca Pandemi pada UMKM di Kota Banjarmasin Dyah Sri Wulandari; Muhammad Riko Anshori Prasetya
Economic and Education Journal (Ecoducation) Vol 5 No 2 (2023): Economic and Education Journal (Ecoducation)
Publisher : Program Studi Pendidikan Ekonomi, IKIP Budi Utomo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas transformasi digital terhadap omset penjualan antara UMKM yang telah menerapkan pemasaran digital dengan UMKM yang masih menggunakan pemasaran tradisional, serta mengetahui strategi ketahanan pada masa pandemi dan pasca pandemi. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan sumber data sekunder dan primer serta dianalisis menggunakan analisis SWOT, lokasi penelitian di Kota Banjarmasin. Hasilnya Transformasi Digital efektif terhadap peningkatan omset penjualan dan dapat menjadi kekuatan UMKM untuk mengembangkan usahanya, untuk UMKM yang masih menerapkan pemasaran secara tradisional maka diharapkan terus berupaya mengatasi berbagai kendala yang dihadapi dalam betransformasi ke pemasaran digital demi berkembangnya usaha yang dijalankan. Untuk strategi ketahanan strategi yang digunakan adalah strategi Kekuatan dan Peluang SO (Strength-Opportunity) untuk dapat bertahan baik dalam masa pandemi maupun pasca pandemi, strategi SO yang dirumuskan adalah mengoptimalkan penggunaan market place, sosial media, Flatfrom digital dan lain sebagainya dalam pemasaran produk, berinovasi agar produk yang ditawarkan mampu bersaing, dan dukungan Pemerintah Kota Banjarmasin agar dapat membantu UMKM dalam kemudahan informasi mengenai izin usaha, perizinan ekspor-impor, P-IRT, sertifikasi produk halal, serta kemudahan mendapatkan bahan baku. Kebaruan pada penelitian ini adalah mengenai transformasi digital dengan menambah strategi kemampuan bertahan pada dua situasi yaitu saat pandemi dan pasca pandemi, dengan dibuatnya 2 situasi tersebut sehingga dapat menambah referensi para UMKM dalam menentuakan strategi yang tepat sesuai situasi dan objek penelitian dikhususkan untuk UMKM yang bergerak pada usaha kuliner atau makanan.
Pengaruh Tagline “Gratis Ongkir” Marketplace Shopee Terhadap Keputusan Pembelian Pada Mahasiswa di Universitas Sari Mulia Maulida Putri Andini; A Firsa Ariza; Dyah Sri Wulandari
Economic and Education Journal (Ecoducation) Vol 5 No 2 (2023): Economic and Education Journal (Ecoducation)
Publisher : Program Studi Pendidikan Ekonomi, IKIP Budi Utomo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada era digital saat ini, perkembangan teknologi internet berperan sangat penting dalam melakukan komunikasi maupun mencari informasi, searah dengan fenomena tersebut mengakibatkan munculnya berbagai e-commerce salah satunya Shopee, merupakan e-commerce dengan kunjungan situs terbanyak di Indonesia. Shopee telah memperluas lini bisnisnya dengan memulai iklan Tagline “Gratis Ongkir”. Peran tagline dalam sebuah iklan merupakan sesuatu yang ditanamkan ke dalam pikiran konsumen. Alasan utama pelanggan meninggalkan keranjang belanja mereka adalah tingginya biaya pengiriman. Oleh karena itu, Tagline“Gratis Ongkir” kirim shopee mempengaruhi keputusan pembelian karena shopee menawarkan dukungan pengiriman kepada setiap pengguna sehingga mereka dapat berbelanja tanpa membayar ongkos kirim produk. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Tagline “Gratis Ongkir” terhadap keputusan pembelian pada Mahasiswa di Universitas Sari Mulia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, pengambilan sampel menggunakan teknik nonprobability sampling dengan rumus slovin sehingga jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 104 responden. Hasil analisis regresi sederhana dengan perolehan nilai signifikan sebesar 0,000 < 0,05 dan hasil uji regresi secara parsial (uji t) diperoleh nilai uji t hitung lebih besar dari t tabel yaitu 4.396 > 1.659, Artinya variabel Tagline “Gratis Ongkir ”marketplace Shopee berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Keputusan Pembelian pada mahasiswa Universitas Sari Mulia. Jadi dapat disimpulkan bahwa Tagline “Gratis Ongkir” dapat mempengaruhi keputusan pembelian pada mahasiswa Universitas Sari Mulia.
The Influence of Product Factors, Price Factors, and Promotional Factors on Purchasing Decisions for Janji Jiwa Coffee in Banjarmasin City Noor Hasanah Putri; Dyah Sri Wulandari; Nurul Hidayah
ProBisnis : Jurnal Manajemen Vol. 14 No. 5 (2023): October: Management Science
Publisher : Lembaga Riset, Publikasi dan Konsultasi JONHARIONO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62398/probis.v14i5.339

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh produk, harga dan faktor promosi terhadap keputusan pembelian produk kopi "Janji Jiwa" di Kota Banjarmasin, mengingat perkembangan budaya minum kopi dan persaingan yang semakin kompetitif di wilayah tersebut. Dalam penelitian ini, metode kuantitatif digunakan dengan melibatkan 110 responden yang dipilih menggunakan teknik non-probability sampling. Hasil analisis data menunjukkan bahwa faktor produk tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian, sedangkan faktor harga dan promosi berpengaruh sebagian signifikan. Secara bersamaan, faktor produk, harga dan promosi memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap keputusan untuk membeli kopi "Janji Jiwa" di Kota Banjarmasin. Kesimpulan dari penelitian ini adalah faktor produk mungkin perlu mendapat perhatian lebih lanjut untuk meningkatkan pengaruhnya terhadap keputusan pembelian, sedangkan faktor harga dan promosi memiliki dampak yang signifikan dalam mempengaruhi preferensi konsumen terhadap produk kopi tersebut.
Pemberdayaan Ibu-Ibu PKK di Bantaran Sungai Desa Paku Alam Berbasis Produk Jahe Lokal Wulandari, Dyah Sri; Rahmadani, Rahmadani; Irawan, Angga
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 1 No 4 (2023): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v1i4.315

Abstract

Pendahuluan: Masyarakat Desa Paku Alam Kabupaten Banjar mayoritas tinggal di bantaran sungai Martapura dengan mata pencaharian sebagai petani, hasil pertanian yang banyak dihasilkan di wilayah tersebut salah satunya adalah tanaman jahe, masalah yang ada di desa paku alam yaitu masyarakat telah diberi pelatihan tentang kewirausahaan namun hingga kini tidak ada masyarakat yang memulai usaha dan tingginya angka penyakit hipertensi yang diderita masyarakat, urgensi dari pengabdian ini adalah kurangnya minat untuk mengembangkan usaha serta kurangnya pengetahuan tentang bahaya penyakit hipertensi.Tujuan: Dari masalah yang ada maka pengabdian ini bertujuan untuk mendapatkan kader yang dapat memotivasi masyarakat sehingga membawa perubahan yang lebih baik demi terciptanya peningkatan derajat ekonomi dan kesehatan masyarakat di desa paku alam dengan memanfaatkan hasil alam yaitu jahe dan menghadirkan teknologi yang lebih mudah untuk diaplikasikan di masyarakat dengan mitra ibu-ibu PKK.Metode: Pelatihan dan Edukasi.Hasil: Hasil dari program ini yaitu seluruh kader telah mengetahui dan mampu mempraktikkan pengetahuan dan keterampilan yang di dapat, dari pelatihan yang dilaksanakan ada berbagai produk yang dihasilkan yaitu serbuk jahe atau bahasa daerah setempat yaitu tipakan (bahasa banjar) dijadikan serbuk jahe dengan menggunakan mesin sehingga pengolahannya lebih cepat dan efesien dan diberikan nama tipakan banua karena jahe nya berasal dari daerah setempat, selain serbuk jahe yang bisa dikonsumsi, produk olahan lain pada program ini yaitu kue kering berbahan serbuk jahe yang diberi nama tipakan cookiesSimpulan: Dengan pelatihan dan produk yang diciptakan dapat manfaatkan oleh masyarakat desa paku alam sebagai produk unggulan daerah setempat.
PELATIHAN STRATEGI PEMASARAN DAN PELESTARIAN KAIN SASIRANGAN PADA KAUM MILENIAL DI KOTA BANJARMASIN Yuli, Yuliarti Rezeki; Dyah Sri Wulandari; Linda Kusumawati; Firza Ariza; Rey Melvin Resubun
Jurnal Pengabdian Eksplorasi Humaniora Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Eksplorasi Humaniora
Publisher : Program Studi Administrasi Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ekshum.v1i1.3

Abstract

Kain sasirangan merupakan kain adat suku banjar kalimantan selatan. Ada banyak motif, corak dan warna yang menarik. Kain sasirangan tidak hanya dipakai untuk acara resmi tetapi dapat dipakai pada saat santai. Kain sasirang sudah banyak dikenal oleh masyarakat di daerah kalimatan selatan tetapi juga diluar kalimantan selatan. Dalam upaya meningkatkan krativitas anak muda khususnya mahasiswa prodi manajemen Universitas Sari Mulia. Maka dilakukanlah pelatihan pembuatan kain sasirangan dalam rangka menumbuhkan semangat cinta budaya indonesia khususnya kain sasirangan. Serta meningkatkan semangat berwirausaha dari salah satu contoh dari UMKM “Dianlia Sasirangan”Ada banyak penjual kain sasirangan semua saling berkompetitif dengan menonjolkan ke khasan dari masing-masing pengrajin sasirangan. Tapi dengan seni menjual yang sesuai akan menghasilkan penjualan yang sesuai harapan. Adanya inovasi produk juga salah satu pendukungan penjualan dari kain sasirangan. Adanya pelatihan ini sangat memotivasi mahasiswa untuk berwirausaha.
SOSIALISASI RENCANA PENGEMBANGAN DESA WISATA KAMPUNG TERAPUNG UNTUK MENINGKATKAN PARIWISATA DAN PEREKONOMIAN PRODUKTIF DI DESA LOKBAINTAN LUAR Dyah Sri Wulandari; Dedek Yahya Darmadi; Saidatun Nisa; Angga Irawan
Jurnal Pengabdian Eksplorasi Humaniora Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Eksplorasi Humaniora
Publisher : Program Studi Administrasi Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ekshum.v1i1.6

Abstract

ABSTRAK: Lok Baintan  adalah salah satu desa di Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Desa ini terkenal dengan Pasar Terapung Lok Baintan. Mata pencaharian yang berada di Desa Lok Baintan sebagian besar yaitu seperti pedagang dan petani. Perdagangan merupakan mayoritas pencaharian penduduk khususnya di pasar terapung Lok Baintan. Barang yang di jual di pasar terapung ini berbagai macam seperti buah-buahan, sayur-sayuran dan lain-lain yang di petik dari hasil pertanian yang kemudian dijual di pasar terapung Lok Baintan luar. Hasil dari yang diperjual belikan di pasar terapung Lok Baintan didapatkan langsung sebagian besarnya dari bertani masyarakat setempat. Masalah yang didapatkan adalah masyarakat mengeluh bahwa menurunnya jumlah kunjungan wisatawan dipasar terapung Lok Baintan Luar hal ini disebabkan sebagian pedagang maupun penjual telah berpindah tempat ke pasar terapung di daerah lain sehingga perlunya pengembangan desa demi mengembalikan minat wisatawan untuk datang kembali ke Desa Lok Baintan Luar, melalui program ini penulis memberikan beberapa solusi yaitu dengan memberikan pengetahuan mengenai Desa Wisata dan cara mengembangkan Kawasan Desa dengan mewujudkan terciptanya Desa Wisata Kampung Terapung, dengan harapan inovasi yang dilakukan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat Kata kunci : Pasar Terapung, Desa Wisata, Kampung Terapung, Pertumbuhan Ekonomi     ABSTRACT: Lok Baintan is a village in Sungai Tabuk District, Banjar Regency, South Kalimantan Province, Indonesia. This village is famous for the Lok Baintan Floating Market. Most of the livelihoods in Lok Baintan Village are traders and farmers. Trade is the majority of the population's livelihood, especially in the Lok Baintan floating market. Goods that are sold in this floating market are various kinds such as fruits, vegetables and others which are picked from agricultural products which are then sold in the outer Lok Baintan floating market. Most of the results that are traded at the Lok Baintan floating market are obtained directly from the farming of the local community. The problem found is that people complain that the decrease in the number of tourist visits to the Lok Baintan Luar floating market is due to the fact that some traders and sellers have moved to floating markets in other areas so that the need for village development is to restore tourist interest in coming back to Lokbaintan Luar Village, through the program In this article, the author provides several solutions, namely by providing knowledge about Tourism Villages and how to develop Village Areas by realizing the creation of a Floating Village Tourism Village, with the hope that the innovations carried out can increase the economic growth of the community Keywords: Floating Market, Tourism Village, Floating Village, Economic Growth
DESAIN ALAT PENGUNTIP BRONDOLAN KELAPA SAWIT DENGAN MEKANISME MANUAL MENGGUNAKAN METODE DFM (DESIGN FOR MANUFACTURE) Wulandari, Dyah Sri; Maulana, Yassyir; Trianiza, Ice; Noor, Irawan; Ramadhan, Muhammad Ashri
Journal of Industrial Engineering and Operation Management (JIEOM) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jieom.v7i2.17567

Abstract

Penguntipan brondolan kelap sawit secara manual memakan waktu yang relatif lama serta membuat para pekerja merasa lebih lelah karena harus terus membungkuk selama proses penguntipan yang mengakibatkan produktivitas kerja dan hasil panen menurun, hal ini dapat diatasi dengan menggunakan alat brondolan, masalah yang ditemui dilapangan adalah alat brondolan yang telah ada dan digunakan oleh berbagai industri kelapa sawit di Kalimantan Selatan dirasa masih belum maksimal dari segi kemudahan penggunaan, ukuran, bentuk dan biaya, oleh karena itu melalui penelitian ini dilakukan pembaharuan desain alat brondolan kelapa sawit dengan metode DFM (Design for Manufacture). Hasilnya setelah dilakukan analisis menggunakan metode DFM (Design for Manufacture), alat brondolan yang didesain dan dibuat memiliki keunggulan tidak lagi menggunakan sistem lempar namun menggunakan metode menguntip yang akan meningkatkan proses pengambilan brondolan sawit. Alat ini didesain dengan mengedepankan keringkasan dalam hal penggunaan dan easy assemble, agar mudah melakukan penggantian part yang mengalami kerusakan. Biaya produksi alat penguntip brondolan kelapa sawit lebih hemat dari pada alat penguntip brondolan kelapa sawit sebelumnya.Kata Kunci:  Alat penguntip Brondolan, Kelapa Sawit, Design for Manufacture
Dampak Transformasi Digital Pada Pasar Tradisional Wulandari, Dyah Sri; Tomanggor, Agustina Hotma Uli
Jurnal Riset Inspirasi Manajemen dan Kewirausahaan Vol. 8 No. 1 (2024): JURNAL RISET INSPIRASI MANAJEMEN DAN KEWIRAUSAHAAN
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia (STIMI) Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35130/jrimk.v8i1.516

Abstract

This study aims to determine the impact of digital transformation on traditional markets, using descriptive qualitative methods with secondary and primary data sources with research locations in South Kalimantan. The result is that Digital Transformation has two impacts, namely positive impacts and negative impacts and there is still a lack of ability to transform digitally in some MSMEs in traditional markets, for the positive impact on MSMEs that have implemented digital marketing is that it makes it easier for consumers to transact both directly and online, marketing distribution becomes wider, and is able to increase turnover, While the negative impact on MSMEs that are not or have not been able to transform digitally is a decrease in sales turnover which has resulted in some MSMEs closing shops in traditional markets, from the data obtained in traditional markets in the South Kalimantan region in the last 5 years that the number of traders or MSMEs in traditional markets has relatively decreased from year to year, consumer visits to traditional markets have also decreased along with the development of technology changing the way consumers interact from face-to-face to traditional markets to digital marketing. With this research, it is hoped that MSMEs that have not yet digitally transformed can start doing digital marketing and for MSMEs that have done digital marketing to be able to improve their abilities to the maximum for the development of their business in the future.
PELATIHAN PEMBUATAN SERBUK JAHE DENGAN MENGGUNAAN MESIN PADA IBU-IBU PKK DESA PAKU ALAM Sri Wulandari, Dyah; Herlina, Firda; Adawiyah, Robiyatul; Maulana, Yassyir; Trianiza, Ice
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.30504

Abstract

Desa paku Alam merupakan salah satu daerah penghasil jahe di Kalimantan Selatan, ibu-ibu yang tergabung dalam PKK desa paku alam menjadikan jahe salah satu sumber usaha yaitu menjadikan nya serbuk jahe yang dijual ke sekitar daerah setempat, masalah yang dihadapi adalah proses pembutan serbuk jahe yang memerlukan waktu yang lama, maka pengabdian ini fokus membantu ibu-ibu PKK Desa Paku Alam dalam pembuatan serbuk jahe dengan menggunakan mesin, harapannya para ibu-ibu dalam menggunakan mesin pembuat serbuk menjadi lebih efektif efesien serta serbuk jahe yang dihasilkan mampu bersaing ditingkat lokal maupun nasional, dengan metode pelatihan dan pendampingan hasilnya rata-rata 85% peserta pelatihan yang dilaksanakan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu PKK dalam membuat serbuk jahe dengan menggunakan mesin.