Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Distilasi

PENGARUH KONFIGURASI ELEKTRODA DAN KINETIKA PROSES ELEKTROKOAGULASI METHYLEN BLUE Ariyanto, Eko
Jurnal Distilasi Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh methylen blue dapat menggangu kesehatan lingkungan. Proses pengolahan limbah methylen blue diteliti dengan menggunakan proses elektrokoagulasi. Proses elektrokoagulasi menggunakan reaktor batch dengan volume 1 liter dengan voltase 12 volt dan 5 A dan jarak antar plat adalah 2 cm. Elektroda yang digunakan adalah besi dan alumunium dengan konfigurasi Fe-Fe (katoda) Al-Al (anoda), Fe (katoda) Al-Al-Al (anoda), Fe-Fe-Fe (katoda) Al (anoda), Al-Al (katoda) Al-Al (anoda), dan Fe-Fe (katoda) Fe-Fe (anoda). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konfigurasi Fe Al-Al-Al menhasilkan laju penurunan konsentrasi methylen blue lebih tinggi dibandingkan dengan susunan konfigurasi elektroda yang lain. Kinetika elektrokoagulasi menunjukkan bahwa laju penurunan konsentrasi methylen blue berlangsung pada orde 2
PENGARUH KONFIGURASI ELEKTRODA DAN KINETIKA PROSES ELEKTROKOAGULASI METHYLEN BLUE Ariyanto, Eko
Jurnal Distilasi Vol 1, No 1 (2016): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jd.v1i1.902

Abstract

Pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh methylen blue dapat menggangu kesehatan lingkungan. Proses pengolahan limbah methylen blue diteliti dengan menggunakan proses elektrokoagulasi. Proses elektrokoagulasi menggunakan reaktor batch dengan volume 1 liter dengan voltase 12 volt dan 5 A dan jarak antar plat adalah 2 cm. Elektroda yang digunakan adalah besi dan alumunium dengan konfigurasi Fe-Fe (katoda) Al-Al (anoda), Fe (katoda) Al-Al-Al (anoda), Fe-Fe-Fe (katoda) Al (anoda), Al-Al (katoda) Al-Al (anoda), dan Fe-Fe (katoda) Fe-Fe (anoda). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konfigurasi Fe Al-Al-Al menhasilkan laju penurunan konsentrasi methylen blue lebih tinggi dibandingkan dengan susunan konfigurasi elektroda yang lain. Kinetika elektrokoagulasi menunjukkan bahwa laju penurunan konsentrasi methylen blue berlangsung pada orde 2
PENGARUH JUMLAH KOTORAN SAPI DAN SAMPAH ORGANIK TERHADAP PEMBIAKAN EM4 PADA PROSES ANAEROB Ariyanto, Eko; Kalsum, Ummi; Ruliansyah, M. Wahyu
Jurnal Distilasi Vol 6, No 1 (2021): Jurnal Distilasi
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jd.v6i1.3375

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang jumlah penduduknya mencapai 238.518.000 jiwa pada tahun 2015, data ini diambil setiap 5 tahun sekali. Hal tersebut menyebabkan lonjakan penggunaan bahan makanan tepatnya di kota palembang seperti sayur mayur dan sebagainya yang banyak dikonsumsi masyarakat yang semuanya akan menghasilkan sampah, pada tahun 2020 sampah di kota palembang adalah 1.400 ton / per tahun. hari. Dikhawatirkan akan menimbulkan masalah bagi masyarakat yang tentunya berdampak pada kesehatan. Sampah yang tidak dibuang dengan baik dapat menimbulkan penyakit seperti diare, disentri, kudis, jamur dan lain-lain. Seperti kita ketahui, rata-rata petani di Indonesia menggunakan pupuk anorganik yang dapat merusak unsur tanah dan senyawa lainnya. Melihat dari kondisi tersebut, kami memiliki solusi dengan mengolah sampah organik menjadi Struvite (pupuk organik) dengan menggunakan metode Anaerobik. Sampah organik merupakan sampah yang mengalami pelapukan dan mudah terurai yang biasa disebut dengan kompos. Kompos berasal dari limbah daun dan sayur yang dijual di pasaran. Berbagai macam teknologi dan metode telah digunakan untuk mengurangi pencemaran yang disebabkan oleh limbah, antara lain dengan menggunakan proses mebran dan penyerapan. Namun, karena biaya peralatan yang digunakan, itu banyak uang dan sedikit mahal. Metode ini terbagi menjadi dua yaitu metode anaerobik dan metode aerobik. Pengolahan limbah yang prosesnya tidak memerlukan adanya oksigen sebagai syarat kelangsungan hidup bakteri sehingga bakteri tersebut disebut bakteri anaerob. Proses pembuatan pupuk struvite dapat dilakukan dengan dua cara yaitu proses aerobik dan proses anaerobik. Proses aerobik merupakan proses yang membutuhkan oksigen agar fermentasi dapat terjadi, sedangkan anaerob adalah proses yang tidak membutuhkan oksigen sehingga bakteri akan disebut sebagai bakteri anaerob.