Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Journal of Islamic Pharmacy

Formulasi Krim Pelembab Kombinasi Ekstrak Lidah Buaya (Aloe vera) dan Ekstrak Kulit Manggis (Garcinia mangostana L.) Leny Leny; Indra Ginting; Rachel Anastasia R Hutabarat; Suprianto Suprianto; Benni Iskandar
Journal of Islamic Pharmacy Vol 7, No 1 (2022): J. Islamic Pharm.
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jip.v7i1.14093

Abstract

Aloe vera contains flavonol compounds, saponins such as kaempeferol, quercetin and merycetin as much as 257.7, 94.80 and 1283.50 mg/kg, respectively. Saponins contained in aloe vera gel are able to clean the dirt from skin. Vitamin E in aloe vera is also able to soften, moisturize and increase smoothness of the skin. Mangosteen peel waste contains higher xanthones  compared to the mangosteen fruit itself. In 100 grams of mangosteen peel, there are 107.76 mg of xanthones which are an extraordinary nutritions for the skin because they act as antioxidants and antiaging. This study aims to formulate a combination of aloe vera flesh extract and mangosteen peel extract into a cream dosage form and observe the effect in moisturizing the skin of volunteers within 3 months of treatment.The research was initiated by making extracts of aloe vera and mangosteen peel by using the maceration method. Then the extract was formulated into cream preparations with varies concentrations of each cream A (0%:20%), cream B (5%:15%), cream C (10%:10%), cream D (15%:5% ), cream E (20%:0%). The preparations were evaluated for their physical characteristics, namely homogeneity test, pH test, organoleptic test, dispersibility test, stability test, irritation test and its effectiveness in moisturizing volunteers skin using a moisture checker.The results showed that the combination extract of aloe vera flesh and mangosteen peel can be formulated in cream preparation that is homogeneous, does not change color, and remains stable in 12 weeks of storage with a pH between 6.0-6.6. The best cream formula in increasing moisture of skin are found in cream with a combination of 15% aloe vera flesh extract with 5% mangosteen peel extract by an uplifting until 92.5%.Lidah buaya atau aloe vera mengandung senyawa flavonol, saponin seperti kaempeferol, quercetin dan merycetin masing-masing sebanyak 257,7, 94,80 dan 1283,50 mg/kg. Kandungan saponin yang terdapat dalam gel lidah buaya dapat membersihkan kotoran dari kulit. Vitamin E pada aloe vera juga mampu melembutkan, melembabkan dan menambah kehalusan kulit. Limbah kulit manggis mengandung xanthone yang lebih tinggi daripada dalam daging buah manggis. Dalam 100 gram kulit manggis terdapat  xanthone sebesar 107,76 mg dan memiliki khasiat yang luar biasa untuk kulit karena berperan sebagai antioksidan dan antiaging. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan kombinasi ekstrak daging lidah buaya dan ekstrak kulit buah manggis ke dalam bentuk sediaan krim dan mengamati efek kelembaban pada kulit sukarelawan selama 3 bulan perawatan.Penelitian diawali dengan membuat ekstrak lidah buaya dan kulit manggis yang diperoleh dengan menggunakan metode maserasi. Kemudian ekstrak diformulasikan menjadi sediaan krim dengan variasi konsentrasi masing-masing krim A (0%:20%), krim B (5%:15%), krim C (10%:10%), krim D (15%:5%), krim E (20%:0%). Sediaan dievaluasi untuk karakteristik fisiknya yaitu uji homogenitas, uji pH, uji organoleptis, uji daya sebar, uji stabilitas, uji iritasi dan uji kelembaban pada sukarelawan dengan menggunakan moisture checker.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daging lidah buaya dan kombinasi kulit buah manggis dapat di formulasikan dalam sediaan krim pelembab yang homogen, tidak berubah warna, dan tetap stabil dalam penyimpanan 12 minggu dengan pH 6,0-6,6. Formula krim terbaik yang memberikan efek peningkatan kadar air tertinggi adalah krim dengan kombinasi ekstrak daging lidah buaya 15% dengan ekstrak kulit manggis 5% dengan peningkatan hingga 92,5%.
Formulasi Sediaan Lulur Krim Dari Ekstrak Etanol Daun Pepaya (Carica papaya L.) Sebagai Pelembab Kulit Leny Leny; Singgar Ni Rudang; Indra Ginting; Heppy Taruli Simanjuntak
Journal of Islamic Pharmacy Vol 8, No 1 (2023): J. Islamic Pharm.
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jip.v8i1.20793

Abstract

Pengelupasan kulit diperlukan dalam membuang atau mengangkat sel-sel permukaan kulit yang mati dan kering serta dapat membuat tekstur kulit menjadi merata dan halus. Eksfolian fisik seperti scrub bekerja untuk mengelupaskan kulit mati secara instan. Kebanyakan orang mungkin tidak cocok melakukan eksfoliasi setiap hari, karena dapat menyebabkan kulit menjadi kering dan mudah teriritasi. Untuk itu, senyawa alami yang digunakan dalam pembuatan lulur dapat menjadi pilihan yang lebih baik dalam mengangkat sel mati sekaligus menutrisi kulit dengan banyak senyawa antioksidan. Daun pepaya mengandung senyawa kimia yang bersifat antiseptik, antiradang, antijamur, dan antibakteri. Senyawa antibakteri yang terdapat pada daun pepaya antara lain tanin, flavonoid, alkaloid, terpenoid, dan saponin. Selain itu, daun pepaya mengandung vitamin C dan E (masing-masing 68,59 dan 39,78mg/100 g). Tujuan dari penelitian ini adalah memformulasi sediaan krim lulur ekstrak etanol 70% dari daun pepaya yang memiliki kemampuan dalam meningkatkan kelembaban. Penelitian dilakukan secara eksperimental, meliputi pembuatan simplisia, ekstrak, sediaan lulur krim dan pemeriksaan sediaan secara fisik maupun efektivitasnya terhadap kulit sukarelawan. Studi menunjukkan bahwa tidak ada perubahan bentuk, warna dan bau setelah 12 minggu penyimpanan; uji homogenitas menunjukkan preparat homogen; sediaan menunjukkan kisaran pH 6,5-6,9; jenis emulsi adalah fase minyak dalam air sehingga krim mudah diaplikasikan, menyebar dan didispersikan dengan air; tes iritasi menunjukkan tidak ada kemerahan, gatal dan panas pada kulit sukarelawan. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol 70% dari daun pepaya (Carica papaya L.) dapat diformulasikan sebagai krim lulur dan dengan konsentrasi 15% ekstrak daun pepaya memberikan efek terbaik dalam meningkatkan kelembaban kulit.