Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Asesmen Autentik Setting Pembelajaran Berdiferensasi Dalam Pembelajaran Jarak Jauh Mewujudkan Merdeka Belajar SMP PGRI Mawah kasliyanto, kasliyanto; Sampulawa, Sriyati; Darmawati, Siti; Zurimi, Safarin
JIKAP PGSD: Jurnal Ilmiah Ilmu Kependidikan Vol 6, No 2 (2022): Mei (JIKAP PGSD)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jkp.v6i2.33308

Abstract

The purpose of the research is for the development of authentic assessments of differentiated learning settings in distance learning to realize legitimate, reliable, objectiv and practical learning freedom. The Development Model of the assessment tool used in this study refers to the 4-D model consisting of defining, designing, developing, and deploying as discovered by Thiagarajan. The subjects in this study included 40 students of class VII of PGRI Mawah Junior High School. The trial was conducted using a pre-experimental design type one-shot case study. Data analysis techniques use qualitative descriptive. Instrument validation by experts and education practitioners using check list sheets with a likert scale of 1 (very lacking) – 4 (excellent). The test before the trial uses the validity formula of Gregory's contents, while the validity test after the trial (empirical validity) uses SPSS software with bivariate pearson analysis. Test the reliability, objectivity and practicality of the instrument using SPSS. Authentic assessment of differentiated learning settings in distance learning to realize independent learning both use guidelines and authentic assessment tools and instruments meet valid, reliable, objective and practical criteria for use because they have gone through revisions and trials.
Peningkatan Hasil Belajar Materi Operasi Hitung Aljabar melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Active Learning (SAL) Siswa Kelas VII SMP Negeri 5 Kepulauan Manipa Pelenusa, Irwan; Kasriana, Kasriana; Kasliyanto, Kasliyanto; Ode, Rasid
JURNAL ASIMILASI PENDIDIKAN Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Asimilasi Pendidikan
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENDIDIKAN (LPP) ARROSYIDIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61924/jasmin.v3i3.63

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep Aljabar siswa melalui penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe Student Active Learning (SAL). Penelitian dilakukan dalam dua siklus menggunakan pendekatan tindakan kelas. Pada siklus I, dari 26 siswa hanya 9 siswa (34,61%) yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), sedangkan 17 siswa (65,38%) belum tuntas. Observasi menunjukkan kendala pada proses pembelajaran, termasuk kurangnya bimbingan guru dan keterlibatan siswa. Perbaikan dilakukan pada siklus II dengan meningkatkan bimbingan guru, perhatian merata kepada siswa, pemberian sanksi tegas, dan kesempatan lebih luas bagi siswa untuk aktif. Hasil Tes Akhir pada siklus II menunjukkan peningkatan signifikan, yaitu 21 siswa (80,76%) mencapai KKM dan hanya 5 siswa (19,23%) yang belum tuntas. Rata-rata nilai meningkat dari 59,74% pada siklus I menjadi 80,25% pada siklus II. Peningkatan ini mencerminkan keberhasilan model SAL dalam membangun pemahaman konsep melalui interaksi aktif dan kerja kelompok. Dengan demikian, pembelajaran Kooperatif Tipe SAL efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep Aljabar siswa. Penelitian dihentikan pada siklus II karena indikator keberhasilan telah tercapai, yaitu lebih dari 75% siswa tuntas.
Differences in Students' Algebraic Thinking in Online and Offline Learning Abdillah, Abdillah; Mastuti, Ajeng Gelora; Kasliyanto, Kasliyanto; Buamona, Rasna
JTAM (Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika) Vol 7, No 3 (2023): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jtam.v7i3.13916

Abstract

Mathematics teachers still have to create their creativity in online and offline learning. Therefore, mathematics teachers must pay attention to the assignments given to their students. One of the higher-order thinking skills that teachers must consider is algebraic thinking. This study aims to describe students' algebraic thinking as impact of online and offline learning. Researchers want to see the difference in algebraic thinking between students who are given online mathematics learning and students who are given offline mathematics learning. This study uses a qualitative research approach. Participants in this study consisted of 30 students taken from 2 junior high schools taken in the city of Ambon. The research procedure carried out in this research process is the stage of giving questions and thinking hard, as well as the interview stage. The interview guide was made based on indicators of algebraic thinking (Herbert & Brown, 1997). The results showed that the algebraic thinking skills of students who were subjects of online learning were said to be incomplete because they experienced construction holes at the stage of looking for patterns and generalizations. In contrast, students who were subjects of offline learning had complete algebraic thinking according to the algebraic thinking process.
Improving Teacher Digitalization Skills Through Training and Assistance in Creating Virtual Laboratories Assisted by Macromedia Flash to Support the Independent Curriculum: Peningkatan Keterampilan Digitalisasi Guru Melalui Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Laboratorium Virtual Berbantuan Macromedia Flash untuk Mendukung Kurikulum Merdeka Nirmala, Wa; Bahalwan, Farida; Kasliyanto, Kasliyanto; Hulopi, Fauzia; Kolengsusu, Haris
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/454RI.mattawang2091

Abstract

Merdeka Belajar is an Indonesian government program that aims to improve the quality of education in Indonesia which has the main pillars, namely strengthening literacy, one of which is digital literacy and increasing teacher competence in using technology. Therefore, teachers need to develop and apply technology to conduct school learning. Lack of understanding in using technology is a problem for teachers at SMA Negeri 62 Central Maluku, becoming a significant challenge in efforts to improve the quality of learning at the school. To enhance the quality of learning in schools, especially in science learning, namely by carrying out virtual or digital-based learning activities, one of which is a virtual laboratory. Service activities aim to improve teachers' digitalization skills, supporting the Merdeka curriculum. The activity method is in the form of training and assistance in creating a virtual laboratory, which includes several stages, namely: preparation stage, team coaching stage, training and mentoring stage, and evaluation stage. Based on the pre-test and post-test, digitalization skills/skills in using Macromedia Flash increased by 86%. This can be seen from the very satisfying results of the learning media produced. With limited time, participants could produce simple virtual laboratory learning media with the help of Macromedia Flash. Abstrak Merdeka Belajar adalah program pemerintah Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia yang memiliki pilar utama yaitu penguatan literasi salah satunya literasi digital dan peningkatan kompetensi guru dalam penggunaan teknologi. Oleh sebab itu, guru perlu mengembangkan dan menerapkan teknologi dalam melakukan pembelajaran disekolah. Kurangnnya pemahaman dalam menggunakan teknologi merupakan permasalahan guru-guru di SMA Negeri 62 Maluku Tengah menjadi sebuah tantangan yang signifikan dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah tersebut. Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah khususnya pada pembelajaran IPA yaitu dengan melakukan kegiatan pembelajaran secara virtual atau berbasis digital salah satunya adalah laboratorium virtual. Tujuan kegiatan pengabdian adalah meningkatkan keterampilan digitalisasi guru dalam mendukung kurikulum Merdeka. Metode kegiatan berupa pelatihan dan pendampingan pembuatan laboratorium virtual yang meliputi beberapa tahap yaitu: tahap persiapan, tahap coaching tim, tahap pelatihan dan pendampingan, tahap evaluasi. Berdasarkan pree test dan post test, keterampilan digitalisasi/keterampilan penggunaan macromedia flash meningkat sebesar 86%. Hal ini dapat dilihat dari hasil media pembelajaran yang dihasilkan sangat memuaskan. Dengan waktu yang terbatas, peserta mampu menghasilkan media pembelajaran laboratorium virtual berbantuan macromedia flash yang sederhana.