Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

IDENTIFICATION OF ELECTROMAGNETIC FIELDS RADIATION INTENSITY ON MEDIUM VOLTAGE NETWORK EQUIPMENT Siregar, Niko; Kurnianto, Rudi; Imansyah, Fitri; Yacoub, Redi; Kusumawardhani, Eka
Telecommunications, Computers, and Electricals Engineering Journal (TELECTRICAL) Vol 1, No 1: June 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/telectrical.v1i1.69919

Abstract

This research is about how to identify electromagnetic fields radiation intensity with measuring the electric fields and magnetic fields then compare it to the radiation exposure standards for public from ICNIRP. With the experimental method directly to the 15 randomize research sites in Pontianak city, each measurement   on 1 site done on 4 sides, front, back, right and left of the objects and each sides done measurement 5 times on different distance from 1 "“ 5 m.   The objects that has been measured are Transformer, which is very high value of electromagnetic fields compare it to any other medium voltage network equipment. The results still so much lower value than the exposure standards for public, but according to Anies reference there will be some effects about this if the public been exposed to radiation for too long, there are psychological and physicalogical effects. Hopefully this research could be referred to the public to consider the dangers exposed to radiation exposure of electromagnetic fields by medium voltage network equipment.
RENCANA PENGEMBANGAN PEMETAAN KEBUTUHAN PELANGGAN ICONNET BERDASARKAN KONDISI EXISTING BERBASIS AMARTA Febrianti, Putri Adhelia; Imansyah, Fitri; Pontia W, F. Trias; Marpaung, Jannus; Kusumawardhani, Eka
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 2: Juli 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i2.59002

Abstract

Aplikasi Manajemen Resource Tertata (AMARTA) merupakan sebuah program pemetaan atau peta online berbasis web (Web-Based) yang digunakan secara khusus oleh PT. ICON+ dalam melakukaan pendataan atau pengelolaan aset. Dalam penelitian ini diperlukan Teknik analisis kondisi perencanaan pemetaan pelanggan ICONNET dengan menggunakan aplikasi AMARTA. Dengan melakukan pendataan atau pengelolaan aset dan membuat letak titik sebaran data pada setiap pelanggan ICONNET didapatkan hasil pendataan atau pengelolaan aset, dengan membuat letak titik sebaran dan peta sebaran pelanggan ICONNET serta rencana pengembangan pada cluster Sungai Jawi dengan menggunakan AMARTA. Pendataan aset aktivasi pelanggan ini merupakan penginputan dan pengerjaan perangkat Outside Site Plan (OSP) jaringan. Perangkat OSP adalah semua perangkat atau komponen yang berada di luar Point of Presence (PoP), seperti Optical Distribution Frame ODF (ODF), tiang, kabel serat optik, splice closure atau Joint Box (JB), dan sebagainya. Adapun pengerjaannya yaitu seperti penarikan kabel, penyambungan core (splicing core), dan sebagainya. Untuk penelitian yang dilakukan terhadap rencana pengembangan pemetaan pada cluster Sungai Jawi dapat disimpulkan bahwa cluster Sungai Jawi terbagi menjadi 3 polygon yang dimulai dari Gg. Harapan "“ Gg. Rumput Permai. Fiber Distribution Terminal (FDT) pada cluster ini terletak pada SMAN 2 Pontianak dan memiliki total FAT sebanyak 66. Kabel yang digunakan yaitu kabel 24 core dan 6 core dengan total pemakaian kabel sepanjang 11.900 m dan penggunaan tiang sebanyak 117. Perangkat ONT pada cluster ini menggunakan merk Raisecom. Titik sebaran cluster Sungai Jawi pada AMARTA hanya berupa pole, FAT, splitter, splice closure, cable. Jarak kabel drop wire dari FAT menuju ONT pelanggan rencana pengembangan jarak terdekat 75 m dan jarak terjauh 200 m dengan rata rata layanan yang dipilih oleh pelanggan 10, 20 dan 50 Mbps.
ANALISIS QUALITY OF SERVICE (QoS) PADA JARINGAN INDIHOME KOTA KETAPANG Hajirin, -; Imansyah, Fitri; Kusumawardhani, Eka; Pontia W, F. Trias; Yacoub, Redi Ratiandi
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 2: Juli 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i2.57052

Abstract

Jaringan indihome merupakan teknologi informasi yang berkembang sangat pesat dan didukung dengan teknologi komunikasi yang handal. Untuk melayani kebutuhan ini, PT. Telkom Indonesia sebagai salah satu penyedia jasa layanan dan akses mempunyai layanan IndiHome yang dapat digunakan untuk suara, data, dan video. Layanan ini disebut dengan triple play. Penggunaan layanan Internet yang beragam sifatnya secara bebas dapat mengakses semua aplikasi yang ada dalam internet. Penyebabnya bandwidth yang ada telah terambil banyak untuk memenuhi user pertama dan kedua karena untuk melihat video secara online atau download yang membutuhkan bandwidth yang cukup besar, sehingga untuk user ketiga mengalami delay. QoS adalah kemampuan sebuah jaringan untuk menyediakan layanan trafik yang melewatinya. Hasil dari penelitian ini merupakan data pengukuran QoS pada layanan IndiHome 10 Mbps yang memberikan kesimpulan bahwa IndiHome 10 Mbps sudah cukup stabil tetapi sangat dipengaruhi oleh gangguan (noise) dimana jumlah pengguna yang sangat banyak dapat menurunkan nilai QoS Hasil pengukuran menunjukkan penurunan kualitas jaringan dialami pada pelanggan daerah Kota Ketapang. Penurunan kualitas jaringan disebabkan oleh gangguan pada fiber optik hal ini diperlihatkan dari indikasi gangguan pada alikasi Wireshark Pada penelitian ini untuk kualitas jaringan yang diperoleh nilai rata-rata pengukurannya masih berada dalam standar acuan yang disarankan PT. Telkom Indonesia.
ANALISIS PENGARUH BESAR DIAMETER ANTENA MICROWAVE TERHADAP KINERJA BTS (BASE TRANSCEIVER STATION) (STUDI KASUS BTS DI PONTIANAK) Pradhesta, Lena Endriana; Imansyah, Fitri; Kusumawardhani, Eka; Marindani, Elang Derdian; Pontia W, F. Trias
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 2: Juli 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i2.56170

Abstract

Microwave atau gelombang mikro merupakan gelombang elektromagnetik yang merupakan bentuk dari pancaran radio yang ditransmisikan melalui udara dan diterima dengan menggunakan antena yang berbentuk bundar yang dipasang di atas tower. Antena microwave berfungsi untuk menerima dan menyalurkan gelombang radio, bisa dari BTS ke BTS atau pun dari BTS ke BSC. Kinerja BTS sendiri salah satunya dipengaruhi oleh ukuran diameter antena microwave. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh   besar   diameter   antena  microwave  terhadap  kinerja   BTS  dengan membandingkan besar diameter di beberapa lokasi yang berbeda dengan jenis provider yang sama. Adapun untuk nilai parameter sinyal disesuaikan dengan perhitungan link budget  yang  nantinya  akan  dibandingkan  dengan   data  yang   dimonitoring  melalui StarWeb   LCT, agar data atau sinyal  tersebut dapat ditransmisikan dengan   maksimal. Berdasarkan hasil analisa, besar diameter antena microwave berpengaruh terhadap nilai RSL, frekuensi, dan jarak pancar sinyal. Antena microwave yang memiliki diameter 0.3 m mampu memancarkan sinyal sejauh 1-2 km, diameter 0.6 m mampu memancarkan sinyal sejauh 3-4 km, diameter 0.9 m mampu memancarkan sinyal sejauh 9-12 km, dan diameter 1.8 m mampu memancarkan sinyal sejauh 17-19 km yang artinya semakin besar ukuran antena microwave yang digunakan, maka jarak pancar sinyal akan semakin jauh.
KLASIFIKASI PENYEBAB JERAWAT BERDASARKAN AREA PADA WAJAH MENGGUNAKAN METODE GRAY LEVEL CO-OCCURRENCE MATRIX (GLCM) Pakpahan, Kristin Karuniawaty; Yacoub, Redi Ratiandi; Kusumawardhani, Eka; Marpaung, Jannus; Imansyah, Fitri
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 2: Juli 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i2.57088

Abstract

Bagian penting dari tubuh manusia salah satunya adalah kulit wajah. Kulit wajah digolongkan menjadi beberapa jenis diantaranya ialah kulit normal, kombinasi, berminyak, kering, serta sensitif. Selain sebagai pelindung kulit juga digunakan sebagai indikator yang dapat mengidentifikasi suatu penyakit seperti penyakit kulit. Penyakit kulit merupakan masalah kesehatan masyarakat, terutama di negara kita. Salah satu penyakit kulit yang banyak menyerang masyarakat adalah jerawat. Pada tugas akhir ini, dibangun suatu program yang dapat mengidentifikasi penyebab jerawat bedasarkan area pada wajah. Sebelum proses pengidentifikasian citra terlebih dahulu di preprocessing kemudian dilanjutkan dengan mendeteksi area wajah dahi, antar alis, hidung, pipi dan dagu dengan menggunakan algoritma Viola Jones.   Metode Gray Level Co-occurrence Matrix melakukan ekstraksi tekstur dari menggunakan fitur contrast, energy, correlation, dan homogeneity. Hasil identifikasi dengan ekstraksi tekstur akan digunakan sebagai acuan dalam proses identifikasi penyebab jerawat bedasarkan area pada wajah. Data pada penelitian ini sebanyak 107 data citra jerawat bedasarkan area pada wajah. Sebanyak 84 area wajah yang terdeteksi jerawat. Hasil dari penelitian ini adalah sistem dapat mengidentifikasi penyebab jerawat bedasarkan area pada wajah dengan baik terhadap data citra dengan tingkat akurasi sebesar 78,50%.
ANALISIS QOS (QUALITY OF SERVICE) PADA LAYANAN INTERNET JARINGAN BIZNET HOME KOTA PONTIANAK Apriza, Uray Dini; Tjahjamooniarsih, Neilcy; Imansyah, Fitri; Pontia W, F. Trias; Kusumawardhani, Eka
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 2: Juli 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i2.57249

Abstract

Untuk menjamin komunikasi internet yang stabil dan baik diperlukan layanan internet yang mumpuni. Tentunya semakin besar bandwidth yang digunakan, maka semakin cepat pula informasi dapat diakses dari internet. Quality of Service (QoS) mengacu pada kemampuan suatu jaringan untuk menyediakan layanan yang lebih baik pada trafik jaringan tertentu melalui teknologi yang berbeda-beda. Pada penelitian ini menganalisis QoS jaringan layanan Internet Service Provider (ISP) Biznet. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui performa layanan jaringan tersebut dengan menggunakan parameter QoS yaitu parameter throughput, packet loss, delay dan jitter dengan standarisasi TIPHON. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan aplikasi wireshark untuk mengukur parameter QoS pada beberapa pengguna Biznet Home paket 50 Mbps di Kota Pontianak. Dari semua rekapitulasi kualitas kecepatan transfer data pada paket 50 Mbps yang di Biznet Home dapat disimpulkan dari keempat parameter bahwa kenaikan throughput dapat disebabkan jumlah paket data yang diterima, semakin besar paket data yang diterima maka akan semakin meningkatnya nilai throughput sedangkan menurunnya throughput dapat disebabkan oleh tingginya nilai packet loss, delay dan jitter. Nilai packet loss mengalami perubahan peningkatan dapat disebabkan terjadinya kelebihan paket data di dalam jaringan sehingga policing control akan membuang kelebihan paket data sedangkan penurunannya dapat disebabkan paket data yang dikirim atau diterima nilainya sama. Nilai delay mengalami perubahan peningkatan dapat disebabkan besarnya nilai paket yang akan dikirim, apabila paket yang akan dikirim kecil maka nilai delay akan mengalami perubahan penurunan. Nilai jitter mengalami peningkatan dapat disebabkan oleh tingginya nilai delay, sedangkan apabila nilai delay rendah maka akan menghasilkan nilai jitter yang rendah.
ANALISIS KESTABILAN SISTEM LAYANAN ICONNET BERDASARKAN PANJANG KABEL Aulia, Nizza; Imansyah, Fitri; Elbani, Ade; Marpaung, Jannus; Kusumawardhani, Eka
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 2: Juli 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i2.56277

Abstract

Iconnet merupakan solusi konektifitas yang memberikan nilai lebih bagi pelanggan. Solusi yang di berikan berupa komunikasi data yang menghubungkan lokasi pelanggan di berbagai wilayah Indonesia. Jaringan end to end fiber optic akan menjamin kelancaran pertukaran informasi yang cepat dan aman sesuaidengan kebutuhan pelanggan, dengan jaringan yang dibangun secara ring terbentang luas di seluruh wilayah Jawa, Bali, Kalimantan, Sumatera, NTB dan Sulawesi untuk kemudahan  komunikasi  data   dan  informasi  tanpa   kendala. Tujuan  yang  ingin  dicapai  dalam melakukan penelitian ini adalah mengidentifikasi apakah terjadi penuruan kualitas sistem yang di sebabkan oleh panjang kabel fiber optic yang berada di rumah pelanggan atau Optical Network Termination ataupun yang berada di tiang (pole) yang berada pada Optical Distribution Point, analisa di lakukan dengan melihat dan membandingkan menggunakan parameter Quality of Service (QoS) dengan menggunakan aplikasi Wireshark. Penelitian in menggunakan tiga Optical Network Termination yang berbeda dan bandwidth yang berbeda pula. Hasil perbandingan menunjukkan bahwa terjadi penurunan kualitas sistem yang terjadi di karenakan banyaknya sisa panjang kabel yang di gunakan sebagai kabel maintenance yang berada pada Optical Network Termination pelanggan dan sisa kabel distribusi yang berada pada Optical Distribution Point. Dari penelitian yang di lakukan menunjukkan bahwa penurunan kualitas sistem di bandwidth 20 Mbps dan 50 Mbps mengalami penurunan yang cukup signifikan di bandingkan dengan penurunan di bandwidth 10Mbps. Hal ini di pengaruhi juga oleh sisa panjang kabel yang digulung pada rumah pelangganmaupun pada sisa kabel distribusi pada Optical Distribution Point. Pada bandwidth 10 Mbps dengan sisa kabel fiber optic sepanjang 2 meter, tidak mengalami penurunan kualitas sistem yang signifikan di bandingkan dengan dua bandwidth lainnya denga sisa kabel fiber optic sepanjang 3 dan 4 meter. Penurunan kualitas sistem dengan penurunan kualitas yang paling signifikan terjadi di parameter throughput hal tersebut di pengaruhi berbagai macam faktor seperti bending yang tinggi dan hambatan yang banyak pada jalur transmisi layanan yang mengakibatkan terjadinya penurunan kualitas sebuah sistem tersebut.
ANALISIS UMUM PENANGANAN TROUBLESHOOTING ARSITEKTUR SISTEM JARINGAN ICONNET Remianda, -; Imansyah, Fitri; Yacoub, Redi Ratiandi; Marpaung, Jannus; Kusumawardhani, Eka
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 2: Juli 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i2.56466

Abstract

Fiber optic merupakan media transmisi yang memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan manusia agar dapat mentransfer  data  lebih   cepat  karena  menggunakan   cahaya  sebagai penghantarnya.  Kebutuhan  media  transmisi menggunakan fiber optic yang terus meningkat, menuntut sumber daya manusia yang handal dan profesional dalam bidang fiber optic. Pengetahuan akan media transmisi fiber optic harus dipenuhi oleh setiap teknisi yang profesional. Kemampuan untuk mengatasi berbagai macam gangguan, dan melakukan pemeliharaan/penanganan pada jaringan kabel fiber optic sangat diperlukan. Dalam melakukan proses-proses tersebut, digunakan alat-alat khusus seperti OTDR, OPM dan fusion splicer. Dalam skripsi ini akan membahas mengenai analisis umum penanganan troubleshooting arsitektur sistem jaringan iconnet, seperti gangguan (ONT no internet, link loss, fiber  cut, dan bad performance) pada jaringan kabel fiber  optic dari POP sampai ONT. Dari hasil penelitian  terdapat empat variabel yang mempengaruhi besarnya suatu penanganan atau troubleshoot gangguan pada arsit ektur jaringan iconnet yait u, join ulang kabel DW, join ulang patchcord di ODP, ganti ONT yang digunakan dan join ulang patchcord di user. Diketahui bahwa banyaknya kabel DW yang banyak di join ulang menandakan perlunya pemilihan kabel yang baik dan jalur yang ideal agar meminimalisir gangguan tersebut. Dari gangguan yang terjadi pada jaringan arsitektur iconnet didapatkan bahwa penanganan yang dilakukan ialah join ulang kabel DW. Penanganan yang cepat dapat dilakukan dengan informasi data pelanggan yang akurat dan penanganan dengan bantuan alat yang tepat. Hal inilah yang akan mempengaruhi kualitas dari layanan internet.
Enhancing monitoring systems with interference-handling radio frequency direction finding: BMKG C-Band weather radar in West Kalimantan Indonesia case study Kusumawardhani, Eka; Putra, Leonardus Sandy Ade; Mawaldi, Ikbal; Kurniawan, Ade; Kurnawan, Wawan
International Journal of Electrical and Computer Engineering (IJECE) Vol 15, No 1: February 2025
Publisher : Institute of Advanced Engineering and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijece.v15i1.pp414-424

Abstract

This study investigates the effectiveness of the interference-handling radio frequency direction finding (RFDF) monitoring system in detecting and localizing interference sources near the BMKG C-Band weather radar in West Kalimantan, Indonesia. We conducted field tests varying interference transmitter power levels (0-30 dBm) and distances (100, 500, and 1,000 m) from the radar. Results indicate the RFDF system's robust performance, consistently detecting interference within 5-20 minutes and accurately localizing sources with minimal deviation from actual positions. The findings confirm the system's superiority over traditional manual methods, offering a reliable solution for interference management in weather radar operations. However, limitations include controlled test conditions and a need for further exploration of the system's efficacy in diverse environmental settings. This research contributes to improving radar reliability and lays the groundwork for future studies to refine RFDF technology for broader meteorological applications.
Education on Electromagnetic Waves Exposure from Smart Devices in Elementary School Kusumawardhani, Eka; Putra, Leonardus Sandy Ade; Nugraheni, Putranty Widha; Tarbiyatun Nasyin Maleiva, Lalak; Wicaksono, Romario Aldrian
International Journal of Community Service Learning Vol. 7 No. 1 (2023): February 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijcsl.v7i1.55713

Abstract

Advances in science and technology are increasingly sophisticated and complex. Smart devices, smartphones, tablets, and other complicated media mark the rapid development of communication technology. Smart devices are electronic devices, generally connected to other devices or networks via different wireless protocols. One example of a smart device that is widely used is a smartphone. People frequently use smartphones as a communication tool in the current global era. As a result, most people are dependent on these devices, which can expose them to harmful electromagnetic waves. Given the dangers smartphones can cause to people, it is recommended to limit the use of smartphones. Therefore, the purpose of implementing this community service is to educate the public, especially students and teachers at SDN 16 Bekut, on the dangers of smartphone radiation. This is done by educating people about the need to use smartphones responsibly and not excessively. Based on the questionnaire results and recapitulation of the results of this activity, it was found that the level of understanding and satisfaction index of the actifvity participants reached 86.45%.