Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Geotadulako

PENERAPAN PENDEKATAN COOPERATIVE LEARNING MODEL TWO STAY TWO STRAY UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN GEOGRAFI REGIONAL INDONESIA SEMESTER III TAHUN AKADEMIK 2013/2014 Arsy, Ade Nanang Sarikin, Risma Fadhilla
Geotadulako Vol 1, No 2 (2013): Juli-Desember
Publisher : Geotadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Universitas Tadulako Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Program Studi Pendidika Geografi. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengetahui efektivitas pendekatan cooperative learning model dua tinggal dua tamu pada pembelajaran Geografi Regional Indonesia, (2) Meningkatkan prestasi mahasiswa semester III angkatan 2012 program studi pendidikan geografi.  Metode Penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa geografi kelas B yang memprogramkan mata kuliah GRI, sebanyak 20 orang. Cara pengambilan sampel dilakukan dengantotal sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan studi pustaka. Teknik analisis data yang digunakan ada dua yaitu teknik analisis data kualitatif dan teknik analisisdata kuantitatif.  Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, bahwa setelah dilakukan penerapan model pembelajaran two stay two stray pada mahasiswa geografi semester III angkatan 2012 kelas B maka hasil belajar mahasiswa meningkat dari sebelumnya. Hasil perolehan pada siklus I jumlah mahasiswa yang tuntas 8 orang dan mahasiswa yang tidak tuntas 12 orang, daya serap klasikal adalah 50,33% sedangkan tuntas belajar klasikal 66,66%. berdasarkan kriteria ketuntasan minimum (KKM) adalah 70. Dengan melihat kendala-kendala yang ada maka dosen dan peneliti berusaha untuk memperbaiki pada pembelajaran siklus ke II. Hasil yang dicapai pada siklus II jauh lebih meningkat dari siklus sebelumnya yaitu diperoleh daya serap klasikal adalah 90,08 %. Sedangkan tuntas belajar klasikal 92,5 %, dengan jumlah mahasiswa yang mengalami ketuntasan sebanyak 16 orang dan mahasiswa yang tidak tuntas 4 orang, berdasarkan kriteria ketuntasan minimum (KKM) yaitu 60.
PEMETAAN BENTUK KONSERVASI LAHAN DI DAS TANGGARA SUB DAS HULU SUNGAI TANGKA Arsy, Risma Fadhilla
Geotadulako Vol 2, No 3 (2014): Januari-Juli
Publisher : Geotadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilakukan di DAS Tanggara pada sub DAS hulu sungai Tangka dengan menggunakan pendekatan satuan lahan berdasarkan hasil tumpang susun peta; bentuklahan, jenis tanah, penggunaan lahan, dan kemiringan lereng.  Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan prioritas wilayah konservasi yang sesuai dengan kemampuan lahan dalam mengendalikan kerusakan lahan oleh erosi dan menentukan agihan bentuk konservasi di DAS Tanggara sub DAS hulu sungai Tangka.  Metode survei digunakan dengan teknik pengambilan sampel sebanyak 13 satuan lahan dilaksanakan secara acak.  Pendugaan erosi dilakukan menggunakan metode USLE dari Wicshmeier dan Smith (1980) dan klasifikasi kemampuan lahan menggunakan metode Arsyad (1989).  Analisis tingkat bahaya erosi menggunakan metode Departemen Kehutanan (1986).  Prioritas konservasi berdasarkan pencocokan kelas kemampuan lahan dan tingkat bahaya erosi kemudian menentukan dan memetakan agihan bentuk konservasi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar lahan di DAS Tanggara sub DAS hulu sungai Tangka mengalami erosi sangat berat seluas 607,00 ha atau 57,80%, berat seluas 99, 5 ha atau 9,474% dan sangat ringan seluas 283,75 ha atau 27,02%.  Besaran erosi berkisar antara 4,638 ton/ha/tahun hingga 4607,409 ton/ha/tahun
FAKTOR PENENTU PARTISIPASI PETANI KARET DALAM USAHA KONSERVASI TANAH DI DESA ULUANSO KECAMATAN LEMBO KABUPATEN MOROWALI UTARA Arsy, Risma Fadhilla
Geotadulako Vol 3, No 5 (2015): Januari-Juni
Publisher : Geotadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pemanfaatan lahan banyak digunakan oleh masyarakat sebagai lahan perkebunan karet, dimana lahan tersebut berpotensi terjadi erosi. Masyarakat setempat hanya tergiur dengan adanya penghasilan yang sudah dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka. Mereka belum paham mengenai dampak negatif yang akan terjadi pada lahan pertanian mereka. Karena masih ada masyarakat yang menanam tanpa mengetahui syarat-syarat penanaman atau teknik-teknik penanaman. Sehingga besar kemungkinan terjadinya kerusakan lingkungan khususnya lahan pertanian yang di gunakan untuk penanaman pohon karet tersebut.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor apa yang mempengaruhi dan menghambat partisipasi petani karet dalam usaha konservasi tanah. Subjek pada penelitian ini adalah masyarakat Desa Uluanso yang telah ditentukan melalui purposive sampling sebanyak 29 responden. Metode penelitian kualitatif menggambarkan atau melukiskan fenomena yang diteliti secara sistematis, faktual dan akurat dan untuk penelitian kuantitatif di gunakan untuk mengukur tingkat pemahaman petani karet mengenai konservasi dengan teknik skala Likert. Teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui observasi, kuesioner dan dokumentasi. Hasil penelitian diperoleh Partisipasi petani karet dalam usaha konservasi tanah di Desa Uluanso dipengaruhi oleh tingkat pemahaman petani terhadap konservasi tanah dan faktor penghambat yaitu Kurangnya perhatian dari pemerintah dan dinas terkait, Kurangnya waktu untuk mengurus tanaman karet, Membutuhkan biaya yang lebih besar untuk menerapkan usaha konservasi tanah pada lahan para petani karet