Claim Missing Document
Check
Articles

Simulasi dan Analisis Perbaikan Citra Digital Domain Frekuensi dengan Transformasi Fourier SIREGAR, AGUSTINUS; ARYANTA, DWI
REKA ELKOMIKA Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Perbaikan citra digital sangat penting digunakan untuk melakukan perbaikan pada citra yang mengalami kerusakan pada saat pengambilan citra. Perbaikan citra yang dilakukan dalam penelitian ini adalah penghalusan citra dan penajaman citra. Untuk proses penghalusan citra digunakan ideal Low pass filter, gaussian low pass filter dan butterworth low pass filter. Sedangkan untuk penajaman citra digunakan ideal High pass filter, gaussian high pass filter dan butterworth high pass filter. Simulasi perbaikan citra ini menggunakan aplikasi GUI (graphical user interface), dengan memasukkan parameter input citra, memilih filter yang akan diproses dan memasukkan nilai frekuensi cutoff serta nilai order. Dari hasil simulasi didapat bahwa untuk penghalusan citra, filter yang baik digunakan adalah gaussian lowpass filter pada citra pertama dengan frekuensi cuttoff=120 Hz sedangkan untuk penajaman gambar, filter yang baik digunakan adalah ideal highpass filter dengan citra pertama pada frekuensi cut-off = 1Hz. Kata kunci: simulasi, filter, graphical user interface ABSTRACT Image enhancement is more important for using image enhancement encounter a mistake when a record image. Image enhancement for this research was smoothing and sharpening image. Image enhancement used ideal low pass filter, Gaussian low pass filter and Butterworth low pass filter. otherwise this image sharpening used ideal high pass filter, Gaussian high pass filter and Butterworth high pass filter. The image enhancement simulation used GUI aplication. The simulation result for smoothing image was Gaussian low pass filter for the first image with frequency cutoff=120 Hz which was smoother than remaining filters. The sharpening image of ideal high pass filter for the first image with frequency cutoff=1Hz was sharper than remaining filters. Key words: simulation, image enhancement, image processing.
Perancangan dan Implementasi Prototype Kendali Peralatan Listrik Melalui Internet ARYANTA, DWI; DARLIS, ARSYAD RAMADHAN; JAYA, ASMARINA MUSHLIHA
REKA ELKOMIKA Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (749.42 KB)

Abstract

ABSTRAK Kebutuhan akan energi listrik sangat vital karena peralatan listrik umumnya memakai energi listrik sebagai energi utama yang harus dihemat penggunaannya dengan tidak membiarkan energi ini terbuang percuma. Seiring dengan perpindahan dan pergerakan manusia yang semakin luas dan cepat untuk dapat menyeimbangi kendala tersebut maka direalisasikan remote jarak jauh yang dapat mengendalikan peralatan listrik dengan menggunakan internet yang dapat diakses melalui mobile station atau personal computer yang terintegrasi pada Ethernet Shield dan mikrokontroler. Penggunaan mikrokontroler dimanfaatkan sebagai media komunikasi antara unit kontrol dengan peralatan listrik yang akan dikendalikan (lampu). Peran Ethernet Shield untuk mikrokontroler yaitu agar mikrokontroler terhubung dengan jaringan internet. Dilakukan pengujian terhadap sistem sehingga menghasilkan kesimpulan bahwa sistem remote control tersebut dapat berfungsi dengan keberhasilan waktu rata-rata 4.78 detik dengan presentase kesuksesan pada kondisi 1 sebesar 86,112% dan presentase kegagalan sebesar 13,888% dan waktu feedback pada kondisi 2 rata-rata 11.062 detik dengan presentase keberhasilan sebesar 83,34 % dan presentase kegagalan sebesar 16,66%. Dengan adanya aplikasi ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi alternatif baru untuk sistem pengendalian peralatan listrik jarak jauh. Kata kunci : Pengendalian, internet, ethernet shield, mikrokontroler ABSTRACT Demands for electrical energy were vital because generally electrical equipment used electrical energy as the primary source to be saved not to be wasted permitting, along with this displacement and movement of people were increasingly widespread and quickly, and to able balances of this obstacles so this realized the remote for long distance that for electricity control appliances were using the internet which can be accessed through a mobile station or personal computer, which is integrated to the ethernet shield and microcontroller. The use of microcontroller was used as a medium of communication between the control unit and the electrical equipment that to be controlled. The role of the ethernet shield for the microcontroller in order to be connected to the internet network. The conducted testing of the system resulting that the remote system could be function with the average success time of 4.78 seconds.  The success percentage in 1st condition were 86.112% and 13.888% for the percentage of failure. The average time feedback in 2nd condition was 11.062 seconds with the percentage of success were 83.34% and 16.66% for the failure. By this application, it was expected to be one of the new alternative solutions for system remote control of electrical appliances. Keywords : control, internet, Ethernet shield, microcontroller
Perancangan Jaringan IPv4 dan IPv6 Menggunakan Dual Stack Berbasis Routing Protocol EIGRP YUNUS, EKA MUHAMMAD; DARLIS, ARSYAD RAMADHAN; ARYANTA, DWI
REKA ELKOMIKA Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Dual stack merupakan mekanisme yang menyediakan penggunaan IPv4 dan IPv6 secara otomatis (dual IP). Dual stack juga merupakan mekanisme yang sesuai dengan kondisi dimana komunikasi antara jaringan IPv6 dengan melewati jaringan IPv4. Metode dual stack hanya bisa digunakan sesama router cisco. Software cisco packet tracer 6.1 digunakan untuk mensimulasikan perancangan jaringan yang telah dibuat. Perancangan ini menganalisis dan menentukan jalur yang akan dilewati oleh data. Pengujian dilakukan pada beberapa skenario kasus untuk mengetahui kinerja QoS, kemudian pada simulasi dilakukan pemutusan link, hal yang dilihat dari pengujian ini adalah nilai delay rata-rata kurang dari 0,008s untuk setiap skenario, nilai jitter tidak lebih dari 50 ms, nilai packet loss tidak lebih dari 0,1%, dan nilai metric terkecil pada setiap skenario untuk menentukan jalur yang akan dilalui oleh paket data dengan melihat dan menentukan nilai metric dengan menggunakan perhitungan lalu melakukan pemutusan link. Kata kunci : Dual stack, IPv6, IPv4, QoS, metric
Analisis Perhitungan dan Pengukuran Transmisi Jaringan Serat Optik Telkomsel Regional Jawa Tengah PRAJA, FAZAR GUNTARA; ARYANTA, DWI; LIDYAWATI, LITA
REKA ELKOMIKA Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Serat optik merupakan media transmisi yang banyak digunakan untuk jaringan local. Pada serat optik untuk media transmisi terdapat beberapa macam rugi-rugi seperti rugi-rugi penyerapan, rugi-rugi pada inti dan cladding, rugi-rugi penyambungan dan rugi-rugi konektor. Pengujian jaringan dilakukan pada panjang gelombang λ= 1310 nm dan λ=1550 nm. Perancangan transmisi jaringan serat optik Telkomsel Regional JawaTengah terbentang diantara Kota Bawen-Payaman yang terdiri dari empat link. Pengukuran dilakukan pada power link budget dan rise time budget dengan ketentuan standar KPI (Key Performance Indicator) Telkomsel yaitu untuk power link budget sebesar – 4 dBm dan rise time budget 70 ps. Hasil pengukuran link jaringan diperoleh nilai power link budet rata-rata sebesar -0,33 dBm dan rise time budget rata-rata sebesar 45,76 Ps, yang mengindikasikan seluruh link yang telah dibangun memiliki kinerja yang baik dan sesuai dengan standar minimal yang diinginkan Telkomsel. Kata kunci: serat optik, OTDR, power link budget, rise time budget. Abstract Fiber optics is a transmission medium that is widely used for the local network. In fiber optics for transmission media, there are several kinds of losses such as absorption losses, losses in the core and cladding, switching losses and connector losses. Tests carried out at a wavelength network λ = 1310 nm and λ = 1550 nm. Design of fiber-optic transmission network stretching between the Central Java Regional Vodacom Bawen-Payaman City consisting of four links. Measurements were taken on the power link budget and rise time budget with the provisions of the standard KPI (Key Performance Indicator) Telkomsel is for power link budget at ≤ - 4 dBm and rise time budget ≤ 70 ps. The measurement results obtained by the network link budet link power value by an average of -0,33 dBm and rise time budget by an average of 45,76 Ps, indicating all links that have been built have performed well and in accordance with the desired minimum standards Telkomsel.   Key words: Fiber optics, OTDR, power link budget, rise time budget
Perancangan, Realisasi, dan Pengujian Antena Helik Mode Axial pada Access Point Wireless-G 2,4 GHz Broadband Linksys ARSYAD, AHMAD; ARYANTA, DWI; DARLIS, ARSYAD RAMADHAN
REKA ELKOMIKA Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (830.377 KB)

Abstract

ABSTRAK Saat ini kebutuhan komunikasi data terus meningkat, dimana mereka kebanyakan menggunakan perangkat access point yang memiliki jangkauan pancaran terbatas karena pola radiasi omnidirectional, sehingga diperlukan antena yang mempunyai pola radiasi directional untuk jangkauan pancaran user yang diam, dimana gain lebih besar dan jangkauan pancaran lebih jauh. Antena helik merupakan salah satu yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah ini. Dengan merancang dimensi antena helik seperti perhitungan panjang gelombang (λo), diameter (D), keliling (C), jarak antar putaran (Sλ), panjang kawat tembaga (Ltotal), panjang antena (A), pentanahan (a), dan impedansi (Zo), maka dapat direalisasikan dan dilakukan pengujian antena helik yang diaplikasikan terhadap antena access point yang bekerja pada frekuensi 2,4 GHz. Dengan demikian, berdasarkan hasil rancangan diperoleh level kuat medan dengan rata-rata peningkatan penguatan antena helik terhadap antena access point sebesar 14,2 dB. Selain itu juga diperoleh gain antena helik 16,7 dBi, beamwidth vertikal 570 dan horizontal 620, dan bandwidth antena 360 MHz, berdasarkan hasil pengukuran menggunakan spectrum analyzer dan pengujian menggunakan suatu software. Kata kunci : Access point, antena helik, omnidirectional, directional. ABSTRACT Data communication development, currently, mostly use the access point device that has a limited transmit range, because it has omnidirectional radiation pattern. Thus, it requires an antenna that has a directional radiation pattern for reach silent users (office area), which has large gain and reaches a far distance. Helik antenna is one of antennas that can be used to overcome this problem. By design of helik antenna dimension, such as wavelength calculations (λo), diameter (D), roving (C), distance between rounds (Sλ), length of copper wire (Ltotal), antenna length (A), ground (a), and impedance (Zo), it could be implemented as well as helik antenna tests those applied to access point antenna which worked at 2.4 GHz frequency. Based on the design of the field strength level, it was obtained an average increasing gain to the access point helik antenna as big as 14.2 dB. It also acquired the helik antenna gain as 16.7 dBi, 570 vertical beamwidth, 620 horizontal beamwidth, and 360 MHz antenna bandwidth, based on the result of measurement using a spectrum analyzer and testing using a software. Kata kunci : Access point, antenna helik, omnidirectional, directional.
Analisis Kinerja Modulasi M-PSK Menggunakan Least Means Square (LMS) Adaptive Equalizer pada Kanal Flat Fading DARLIS, ARSYAD RAMADHAN; PUTRI, FADDIA NURA; ARYANTA, DWI
REKA ELKOMIKA Vol 2, No 3 (2014)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.838 KB)

Abstract

Abstrak Dalam proses sistem pentransmisian, sinyal dilewatkan pada sebuah media atau kanal untuk mengirim suatu informasi dari transmitter menuju receiver. Pada sistem komunikasi dengan menggunakan kanal, sinyal informasi yang dikirimkan pasti mengalami gangguan (noise) yang mengakibatkan terjadinya kesalahan pada sisi penerima. Untuk menekan pengaruh noise, dapat digunakan equalizer pada sisi penerima. Equalizer yang digunakan dalam perancangan ini adalah equalizer adaptif. Equalizer adaptif adalah equalizer  yang secara otomatis menyesuaikan dengan karakteristik dari kanal yang selalu berubah-ubah sepanjang waktu. Pada penelitian ini akan dirancang sebuah simulasi sistem transmisi menggunakan kanal Flat Fading dengan modulasi Phase Shift Keying M-array (M-PSK), dimana di penerima digunakan equalizer linier adaptif menggunakan Algoritma Least Mean Square (LMS). Hasil pengujian terhadap kinerja BER pada sistem transmisi M-PSK sebelum dan sesudah menggunakan equalizer pada rentang Eb/No 0 hingga 40 dB menunjukkan perbaikan kinerja sistem sebesar 0,5838 sampai dengan 0,0841. Kata Kunci : kanal flat fading, equalizer adaptif, LMS, BER dan M-PSK Abstract In the process of the transmission system, the signal is passed to a medium or channel to send the information from the transmitter to the receiver. In the communication system by using the channel, the information transmitted signal may experience interference (noise) which resulted an errors at the receiver side. To suppress the influence of noise, it can be used equalizer at the receiver side. Equalizer used in this design was the adaptive equalizer. The adaptive equalizer was the equalizer that automatically adjusted to the characteristics of the channel that always changing over time. This research designed a transmission system using Flat Fading channel with Phase Shift Keying modulation M-array (M-PSK), which was used in the receiver adaptive equalizer linier using Least Mean Square Algorithm (LMS). The test results of the BER performance of M-PSK transmission systems before and after using the equalizer in the range of Eb/No 0 of Up 40 dB showed improved system performance by 0,5838 to  0,0841. Keywords : flat fading channel, adaptive equalizer, LMS, BER and M-PSK.
Perancangan dan Analisis Kinerja EIGRP pada Jaringan IPv6 YUSUF, EDI; ARYANTA, DWI; LIDYAWATI, LITA
REKA ELKOMIKA Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : REKA ELKOMIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.43 KB)

Abstract

Abstrak   EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) adalah routing protocol yang hanya diadopsi oleh router cisco atau sering disebut sebagai proprietary protocol pada Cisco. EIGRP ini hanya bisa digunakan sesama router Cisco. Software Cisco Packet Tracer 6.1 digunakan untuk mensimulasikan perancangan jaringan yang telah dibuat. Penelitian ini menganalisis dan menentukan jalur yang dilewati oleh paket ICMPv6. Pengujian dilakukan sebanyak 5 kali percobaan pengiriman paket data dalam 5 kasus untuk mengetahui nilai delay EIGRP IPv6, kemudian dilakukan pemutusan link jalur utama yang biasanya dilewati paket ICMPv6 dengan percobaan sebanyak 5 kali. Hal yang diamati dari pengujian ini adalah hasil trace route untuk menentukan jalur yang dilalui oleh paket data dengan melihat dan menentukan nilai metric dengan menggunakan perhitungan rumus kemudian dilakukan dengan mengamati waktu konvergensi dari EIGRP IPv6. Secara keseluruhan nilai delay EIGRP IPv6 untuk kasus 1 (0,0137 detik) dan kasus 2 (0,0143 detik) lebih kecil, sekitar 0,006 sampai 0,007 detik dibandingkan dengan nilai delay pada kasus 3, 4, dan 5. Hasil trace route menunjukkan bahwa rute yang dipilih oleh paket data adalah jalur yang memiliki nilai metric yang lebih kecil (11605333 dengan minimum bandwidth 300 kbps). Waktu konvergensi rata-rata pada topologi Mesh EIGRP IPv6 sebesar 12,4675 detik.   Kata kunci: EIGRP, IPv6, delay, konvergensi   ABSTRACT EIGRP (Enhanced Interior Gateway Routing Protocol) is the routing protocol that only adopted by a Cisco router or often referred to the Cisco proprietary protocol. EIGRP can only be used among Cisco routers. Cisco Packet Tracer 6.1 software was used to simulate the design of networks that have been created. This research analyzed and determined the path that be passed by the ICMPv6 packet. Tests were performed 5 times the experiment of sending data packets in 5 cases to determine the value of delay EIGRP IPv6, then did link termination of main line that usually bypassed package ICMPv6 with conducted 5 times of experiment. It was seen from this test that the result of trace route to determine the path was traversed by the data packets to see and determine the value metric by using a calculation formula. Then, it was performed by observing the convergence time of EIGRP IPv6. The overall value of delay EIGRP IPv6 for case 1 (0.0137 seconds) and case 2 (0.0143 seconds) were less than about 0.006 to 0.007 seconds compared to the value of delay in the case of 3, 4, and 5. The results of the trace route showed that it was selected by a data packet that the path had a smaller metric value (11605333 with a minimum bandwidth of 300 kbps). The average convergence times at Mesh topology EIGRP IPv6 was 12.4675 seconds.   Keywords: EIGRP, IPv6, delay, convergence
Actuators, IoT and IP Address as Training in Actuators, IoT and IP Address for Senior High School Teachers and StudentsBasic Industrial Instrumentation Waluyo, Waluyo; Widura, Andre; Aryanta, Dwi; Darlis, Arsyad Ramadhan; Subarna, Nana; Rustamaji, Rustamaji; Sawitri, Kania; Fauziah, Dini; Syahrial, Syahrial; Syafitri, Niken; Hadiatna, Febrian
REKA ELKOMIKA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2020): REKA ELKOMIKA
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaelkomika.v1i1.10-24

Abstract

The third mission of a university is a community service. Based on this mission, this paper presents the activity of community service. The activity was training for senior high school students and teachers. The subjects of the training are actuators, IoT, and IP address. These components or subsystems are very important basic industrial instrumentation for further automation. These subsystems are very correlated with each other. Some actuators are electric, hydraulic, and pneumatic types. There are many applications of IoT and IP addresses, such as smart grids and communications.
Analisis Kinerja Port Fiber Optik Antar Perangkat FTM Dan FTB Pada Jaringan FTTB (Fiber To The Building) aditya arif pribadi; Dwi Aryanta
TRANSISTOR Elektro dan Informatika Vol 3, No 1: 2018
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (629.881 KB) | DOI: 10.30659/ei.2.1.%p

Abstract

Peningkatan dan pengembangan menggunakan kabel serat optik sebagai media transmisi data sering terjadi faktor hilangnya informasi yang diakibatkan oleh rugi-rugi transmisi (Loss) pada kabel serat optik yang dapat menurunkan kualitas transmisi, salah satu rugi-rugi adalah rugi daya yang diakibatkan oleh redaman di sepanjang kabel serat optik yang mengakibatkan perubahan daya pada dari pemancar (Transmitter) sampai ke pemerima (Receiver). Oleh karena itu, perlu adanya pengukuran pada port fiber optik tersebut, hal ini sangat penting dilakukan untuk mengetahui kualitas suatu jaringan, serta untuk mengetahui kelayakan suatu jaringan dalam mengiririm informasi. Alat yang digunakan pada pengukuran ini adalah visual fault locator, optical light source dan optical power meter. Parameter yang digunakan pada pengukuran redaman serat ini adalah redaman di sepanjang serat optik, nilai daya Tx dan Rx dengan panjang gelombang 1310 nm. Pada hasil pengukuran ini didapatkan bahwa nilai redaman paling tinggi terdapat pada modul 4, port no 15 yaitu dengan nilai redaman total 11.4 dB, redaman tersebut diakibatkan oleh beberapa faktor diantaranya terdapat rugi-rugi pada connector dan adanya sambungan pada kabel serat optik. Sedangkan rata-rata nilai redaman  paling tinggi terdapat pada modul 2 yaitu sebesar 7.19 dB.Kata Kunci : serat optik, rugi-rugi transmisi, visual vault locator, optical light source, optical power meter
PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI SISTEM ORTHOGONAL FREQUENCY DIVISION MULTIPLEXING (OFDM) DENGAN MENGGUNAKAN DSK-TMS320C6713 Dwi Aryanta; Arsyad Ramadhan Darlis; Yusup Mulyadi
Jurnal Elektro dan Telekomunikasi Terapan (e-Journal) Vol 2 No 2: JETT Desember (2015)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.719 KB) | DOI: 10.25124/jett.v2i2.107

Abstract

OFDM adalah salah satu teknik transmisi yang menggunakan beberapa buah frequency subcarrier yang saling tegak lurus (orthogonal). Karakteristik yang saling tegak lurus membuat frequency subcarrier dapat saling overlap tanpa menimbulkan interferensi. Dilakukan perancangan sistem OFDM dengan menggunakan DSK (Digital Signal Processing Starter Kit) TMS320C6713 berbasis m-file dan Simulink dengan menggunakan beberapa modulasi diantaranya QPSK, 16QAM, dan 64QAM. Pengujian dilakukan dengan membandingkan hasil keluaran dari diagram konstelasi sinyal, sinyal OFDM, dan Bit Error Rate (BER) pada m-file, Simulink dan DSK TMS320C6713. Hasil BER yang ditunjukan pada saat implementasi, Modulasi QPSK memiliki nilai BER yang paling baik dari pada modulasi 16QAM dan 64QAM. Pada nilai Eb/No 10dB, modulasi QPSK memiliki nilai BER sebesar 0,14400, modulasi 16-QAM memiliki nilai BER sebesar 0,253600, dan modulasi 64-QAM memiliki nilai BER sebesar 0,288700. Kemudian modulasi QPSK memiliki efisiensi memori yang paling baik sebesar 1,0530303 % setelah diimplementasikan pada DSK TMS320C6713.