Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGARUH AKTIVITAS FISIK TERHADAP SATURASI OKSIGEN PADA RELAWAN SAR KARANGANYAR Wulandari, Tri; Wigunantiningsih, Ana
Jurnal LINK Vol 18 No 2 (2022): NOVEMBER 2022
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/link.v18i2.8935

Abstract

Aktivitas fisik dapat mempengaruhi perubahan kadar oksigen seseorang. Persentase kadar oksigen yang berikatan dengan haemoglobin didalam darah disebut saturasi oksigen. Aktivitas fisik yang dilakukan dalam pendidikan dan pelatihan bagi anggota SAR Karanganyar adalah renang rescue. Penelitian ini bertujuan melihat adakah pengaruh aktivitas fisik renang rescue terhadap nilai saturasi oksigen pada Relawan SAR Karanganyar. Penelitian ini jenis pre eksperimental dengan rancangan penelitian one group pretest posttest. Pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Pengambilan data saturasi oksigen menggunakan Finger pulse oximetry, dimana pengukuran dilakukan pada 30 menit sebelum dan sesudah aktivitas fisik. Nilai rerata saturasi oksigen sebelum melakukan aktivitas fisik adalah 98 dan menurun setelah melakukan aktivitas fisik yaitu 97 pada 31 sampel. Penurunan nilai saturasi oksigen setelah aktivitas fisik menunjukkan bahwa saat melakukan aktivitas fisik tidak diperlukan ambilan oksigen oleh jaringan, pada saat ini difusi perifer berjalan dengan normal sehingga tidak terjadi peningkatan ambilan oksigen. Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai ρ=0,001 yang berarti < 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan bermakna antara aktivitas fisik terhadap nilai saturasi oksigen pada relawan SAR Karanganyar.
Wujudkan Generasi Milenial Bebas Stunting dengan Deteksi dan Intervensi Dini Status Gizi Remaja Wigunantiningsih, Ana; Anggraini, Yeni; Sari, Reni Puspita Sari
Dharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2022): Desember
Publisher : LPPPM STAI Darul Hikmah Bangkalan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35309/dharma.v3i1.29

Abstract

Stunting is a condition of failure to thrive in toddlers due to chronic malnutrition in the First 1000 Days of Life (HPK). This is partly due to the health quality of children and adolescent girls who do not get a balanced nutritional intake, in this case are adolescent girls who have anemia due to iron deficiency. Recently many foods are high in sugar and fat, but low in fiber and this is liked by children and adolescent girls, even though these foods can cause obesity and increase the risk of Non-Communicable Diseases (NCDs). The quality of adolescent girls health is the key in preventing stunting. Stunting is a problem that cannot be solved in one way, but must be solved at all levels, especially by improving the quality of adolescent girls who will give birth to the next generation. This community service aims to increase the knowledge of adolescent girls about nutrition fulfillment and indicators of nutritional status assessment by calculating BMI (Body Mass Index). The method used in this activity begins with the provision of material and discussion, ending with an oral evaluation. After that, the nutritional status of adolescent girls was categorized based on the calculation of BMI. The results of the activity showed that adolescent girls with normal nutritional status were 67.6%, underweight 20.6%, overweight 8.8% and obese 3%. Keywords: Youth, Stunting, Nutritional Status