Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Edukasi Sadar Bencana Melalui Sosialisasi SOP Mitigasi Bencana Banjir dan Gempa Bumi di SMKN 1 Sekotong Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat Nigia Deta Anggriani; Riri Sahri Soumi; Septiani Purnama Sari; Athirah Syaima Nursyamsa; Ichsan Fauzi Pangestu; Sabila; Dian Aprilita; Dini Eka Fitriani; Ni Nyoman Nopiantari Sasmita; Muhammad Andrian Wijaya
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 1 (2022): Januari - Maret
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.867 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v5i1.1410

Abstract

Kecamatan Sekotong termasuk dalam salah satu wilayah pesisir di Kabupaten Lombok Barat. Wilayah pesisir rentan akan terjadinya bencana banjir terutama ketika memasuki musim penghujan karena adanya 2 pertemuan air yang berasal dari bukit dan air pantai pasang yang diapit oleh sungai diantara keduanya. Hal tersebut dapat berdampak lebih besar jika dibarengi oleh musim penghujan dengan intensitas yang besar dan cukup lama. Selain ancaman banjir, Kecamatan Sekotong juga memiliki potensi ancaman gempa bumi karena letaknya yang dekat dengan pesisir. Maka dari itu, tim mahasiswa KKN melakukan kegiatan sosialisasi edukasi sadar bencana SOP mitigasi bencana banjir dan gempa bumi di beberapa sekolah salah satunya di SMKN 1 Sekotong. Hampir siswa di SMKN 1 Sekotong belum pernah mendapatkan penyuluhan atau sosialisasi terkait SOP mitigasi bencana. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan kesadaran akan pentingnya mengetahui risiko, dampak serta langkah-langkah yang harus dilakukan sebelum, saat dan setelah bencana melanda.
PENGARUH PEMBERIAN TERAPI JUS JAMBU BIJI MERAH PADA IBU HAMIL DENGAN ANEMIA DI DESA MANGGAHANG Erin Rika Herwina; Sabila; Nugroho Wismadi, Tri
Healthy Journal Vol. 14 No. 1 (2025): Healthy Journal
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan FIKES UNIBBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55222/jbj34207

Abstract

Kondisi anemia merupakan suatu keadaan yang masih banyak ditemukan pada ibu hamil yang ditandai dengan penurunan kadar Hemoglobinnya. Hal ini perlu diupayakan diatasi baik dengan obat-obatan maupun cara lain yang ilmiah. Pemberian herbal melalui jus jambu biji merah dipercaya dapat meningkatkan kadar Hemoglobin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi jus jambu biji merah terhadap kadar hemoglobin pada ibu hamil dengan anemia. Metode penelitiannya Quasi eksperimen dengan rancangan non-equivalent control group, dimana sampelnya adalah ibu hamil yang mengalami anemia di Desa Manggahang Kecamatan Baleendah sebanyak 30 untuk intervensi dan control. Kadar Hemoglobin diukur sebelum dan sesudah diberikan jus jambu biji merah dengan Heamometer dan uji statistic menggunakan independent t test dengan Tingkat kepercayaan 95%. Hasil didapatkan bahwa ada pengaruh pemberian terapi jus jambu biji merah terhadap peningkatan kadae hemohlobin pada ibu hamil dengan anemia dan (Ha diterima) dan ada perbedaan antara kelompok intervensi dan kelompok control. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pemberian jus jambu biji merah dapat dipertimbangkan sebagai salah satu terapi untuk meningkatkan kadar Hemoglobin terutama pada ibu hamil yang mengalami anemia.
A Pedagogical Framework for Developing Elementary School Students’ Spatial Thinking Through Geometric Transformations Zahra Nur Aprilia, Annisa; Sabila; Sari, Arilda Fitria; Nufus, Rizka Kamilatun; Reza, Sandryna Fathia; Faujiah, Evi; Dwiprabowo, Risky
Delta: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol. 13 No. 2 (2025): DELTA : JURNAL ILMIAH PENDIDIKAN MATEMATIKA
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Spatial thinking is a fundamental cognitive ability that plays a crucial role in understanding and reasoning about geometric concepts, particularly geometric transformations. This study aimed to examine the effectiveness of a pedagogical framework designed to develop elementary school students’ spatial thinking through geometry transformation learning. A quasi-experimental method with a one-group pretest–posttest design was employed involving 28 upper-grade elementary school students. The pedagogical framework integrated contextual problems, visual and concrete exploration, guided spatial reasoning, representational transformation, and reflection within learning activities on translation, reflection, rotation, and dilation. Students’ spatial thinking abilities were assessed across four aspects: spatial visualization, mental rotation, spatial orientation, and geometric transformation reasoning. Data were analyzed using descriptive statistics and a paired-samples t-test. The results indicated a significant improvement in students’ spatial thinking abilities, with a notable increase in mean posttest scores compared to pretest scores. The paired-samples t-test revealed a statistically significant difference (p < 0.001), accompanied by a very large effect size (Cohen’s d = −34.6), indicating strong practical effectiveness. These findings demonstrate that the proposed pedagogical framework is highly effective in enhancing elementary school students’ spatial thinking and offers a meaningful instructional approach for geometry learning at the primary education level.
TANTANGAN IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN INOVATIF DALAM KURIKULUM MERDEKA DI SEKOLAH DASAR Hanipah, Siti; Naila Salsabila, Zahra; Sabila; Nurmala Sari, Elsa; Dwiprabowo, Risky
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01, Maret 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.42705

Abstract

This study analyzes challenges in implementing innovative learning within the Merdeka Curriculum at SD Negeri Tugu 3 Cimanggis, Depok. The curriculum emphasizes student-centered, project-based learning, differentiation, and strengthening the Pancasila Student Profile (P5). Using a descriptive qualitative approach through observation, interviews, and document analysis, the research found obstacles such as uneven student participation, limited digital facilities, restricted learning spaces, and varied teacher technological competence. Adaptive strategies emerged, including simple media use, rotating digital access, teacher collaboration, and active principal supervision. The study concludes that equitable resources and continuous teacher training are essential to optimize innovative learning.