Claim Missing Document
Check
Articles

LESSON LEARNT FROM KREDIT TRIGUNA: THE HOUSING FINANCE FOR LOW-INCOME COMMUNITY Dyah Widi Astuti
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 14, No 1: Januari 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (756.216 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v1i1.1139

Abstract

Financial aid or loan designed specifically for housing the low income community,especially they are working in informal sector, is necessary. To answer the need, abouttwo decades ago, Bank Tabungan Negara (BTN) or The State Savings Bank hadintroduced a loan package, named Kredit Triguna. Designed as a mixed microcreditpolicy, this loan implemented a fully concept of integrated approach. But it was onlyavailable for two years, and then discontinued. As one of the best practice microfinanceprograms at the time, this condition was considered as a unique case. This paper aimsto evaluate the previous microcredit policy, that was Kredit Triguna, in its implementation and to identify reasons for its success or failure in performance. As a sample of case study, a project of housing redevelopment in Kalianyar riverbank, Mojosongo, Surakarta using the loan is observed. The result of the study will help in developing new alternative scheme in housing finance for the low-income community.
Karakteristik Visual Bangunan Pasca Kerusuhan Mei 98 sebagai Pembentuk Wajah Kota Surakarta Bangkit Adhi Wicaksono; Dyah Widi Astuti
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 16, No 2: Juli 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2542.665 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v16i2.10594

Abstract

Era pergantian Orde Baru menuju Era Reformasi yang terjadi di Indonesia menyebabkan berbagai kerusuhan. Surakarta merupakan salah satu kota yang mengalami kerusuhan. Banyak massa yang melakukan aksi kerusuhan yang berdampak pada kerusakan bangunan di Kota Surakarta. Banyak kerugian yang terjadi. Pasca kerusuhan bangunan mulai direnovasi, namun hal ini mengakibatkan tampilan visual bangunan telah berubah. Penelitian ini bertujuan mencari perbedaan visual sebelum dan sesudah kerusuhan, faktor pengaruhnya, dan pengaruh perubahan terhadap wajah Kota Surakarta. Metode yang dipilih adalah metode komparasi dengan membandingkan data tahun 1998 dengan 2019. Terdapat tujuh sampel bangunan yang dianggap mewakili citra tampilan wajah Kota Surakarta. Hasil penelitian ini menunjukan indikator yang berubah dari ketujuh sampel bangunan tersebut yaitu : garis, bentuk, dan irama. Faktor yang mempengaruhi perubahan tersebut adalah rasa keamanan yang kurang sehingga mengakibatkan para penduduk merenovasi bangunan yang rusak. Keadaan ini mengakibatkan perubahan fasad bangunan menjadi lebih tertutup, kuat, dan aman. Hal ini mempengaruhi tampilan bangunan sehingga memicu terbentuknya wajah Kota Surakarta yang kaku dan kokoh.
Perubahan Tuntutan Ruang Pasca Pandemi Covid-19: Studi Kasus Penyesuaian Layout Interior pada Coffee Shop Berkonsep Co-Working Space di Surakarta Dyah Widi Astuti; Deka Jordy Rakasiwi
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 20, No 1: Januari 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.v20i1.21030

Abstract

Beberapa tahun terakhir ini, coffee shop seolah sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban. Hal ini dibuktikan melalui pertumbuhannya yang cukup pesat di Indonesia sejak dua dekade lalu, dan semakin pesat dalam periode satu dekade terakhir. Persaingan yang ketat membuat pengusaha coffee shop berusaha menawarkan fasilitas-fasilitas tertentu sebagai pembedanya, salah satunya adalah melalui konsep coffee shop sebagai co-working space area. Fenomena ini bukan hanya terjadi di kota-kota besar saja, tetapi juga di Surakarta. Namun kemudian, pada akhir tahun 2019 terjadi penyebaran virus Covid-19 yang menyebabkan lumpuhnya berbagai sektor di seluruh dunia. Sektor ekonomi merupakan salah satu hal yang cukup terdampak akibat adanya pembatasan pergerakan dan interaksi antar manusia ini. Hal ini juga cukup memukul eksistensi coffee shop tersebut. Kini setelah 2 tahun pasca awal masa pandemi, ternyata kekhawatiran dan kewaspadaan masyarakat terhadap penyebaran virus tidak juga hilang, dan kemudian sudah menjadi semacam standar dalam penataan coffee shop. Di sisi lain, pola-pola aktivitas dalam lingkup pekerjaan juga tetap dan semakin fleksibel mengikuti kebiasaan yang tercipta pada masa pandemi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana adaptasi yang dilakukan coffee shop dalam menyiasati kepentingan antara aturan pemerintah terkait pembatasan ruang dan pola kebiasaan baru pada masyarakat. Hasil dari penelitian diharapkan akan bisa menjadi acuan standar ruang yang baru dalam menghadapi kemungkinan pandemi lain di masa yang akan datang.
Pemetaan Karakteristik Kemlayan melalui Pendekatan Terintegrasi dalam Konteks Pengembangan Kampung Tematik Dyah Widi Astuti; Kussudyarsana Kussudyarsana; Dimas Satriyo Wibowo; Ryan Styo Aji Prambudi
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 20, No 2: Juli 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.v20i2.22724

Abstract

Pemerintah Kota Surakarta, melalui Dinas Pariwisata, telah mencanangkan Program Pengembangan Kampung Tematik sejak akhir tahun 2022 lalu. Program ini didasarkan pada karakteristik atau ciri khas masing-masing kampung yang memang telah berkembang sejak awal berdirinya Surakarta. Pada masa itu munculnya suatu perkampungan dan penamaannya memang dilatarbelakangi oleh adanya kepentingan dan kegiatan dari para penghuni atau penguasa (toponimi). Kemlayan merupakan salah satu kampung yang masuk dalam prioritas Pengembangan Kampung Tematik ini. Dalam hal ini, keberadaan Kampung Kemlayan nantinya akan diarahkan sebagai Kampung Wisata Budaya, sesuai dengan cikal bakal Kemlayan sebagai kampung pengrawit sejak masa PB IV. Namun perjalanan selama lebih dari dua abad tentunya telah membawa perubahan karakteristik yang cukup besar pada Kemlayan. Penelitian ini ditujukan untuk memetakan kembali potensi kawasan secara komprehensif, sehingga bisa dijadikan sebagai dasar pijakan awal dalam menunjang keberhasilan Program Pengembangan Kampung Tematik tersebut dan menjadi motor penggerak dalam menciptakan destinasi wisata yang menitikberatkan pada budaya dan tradisi.
Pengaruh Tingkat Kenyamanan Visual Interior terhadap Perilaku Pengguna Ruang Kamar Kost Pramono, Santiko Teguh; Astuti, Dyah Widi
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2024: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Papan atau tempat tinggal merupakan suatu kebutuhan utama manusia dengan fungsi sebagai tempat berlindung atau hunian. Kos merupakan suatu tempat tinggal yang disewakan dalam jangka waktu yang cukup lama daripada hotel atau penginapan lain dengan fasilitas tertentu dan harga yang terjangkau. Tujuan dari penelitian untuk menemukan faktor-faktor yang memengaruhi tingkat kenyamanan visual ruang kamar kos serta mengetahui pengaruh tingkat kenyamanan visual interior ruang kamar kos terhadap perilaku pengguna dengan menerapkan metode penelitian kualitatif, pendekatan ini dilakukan melalui observasi, studi literatur, dan wawancara. Hasil penelitian yang diperoleh berupa 1) adanya banyak kekurangan pada kos Pak Sarno seperti penataan furnitur kurang tepat, warna dinding yang sudah berjamur, kusam dan kurangnya pencahayaan alami maupun buatan membuat perilaku pengguna ruang kamar kurang nyaman sekaligus aktivitas terganggu sehingga pengguna malas, tidak semangat dan jenuh terhadap kenyamanan visual interior. 2) Pada kos Home Green, kekurangan di ruang kamar seperti warna ruang yang sudah kusam dan mengelupas, penataan furnitur yang berdekatan dan salah penempatan, kurangnya pencahayaan pada ruangan membuat perilaku pengguna ruang kamar tidak nyaman menjalankan aktivitas, kurang semangat, mengganggu pandangan dan kesehatan serta membuat suasana panas. 3) pada kos Al-Basith pewarnaan ruang kamar sudah tepat sehingga membuat perilaku pengguna ruang kamar kos tenang dan nyaman, akan tetapi penataan furnitur masih kurang sehingga pengguna mengalami kesulitan / kurang nyaman dalam beraktivitas begitu juga dengan harapan mendapatkan pencahayaan yang cukup. Lalu pencahayaan, warna, dan tata layout furnitur merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kenyamanan visual.
Adaptasi Bangunan pada Kawasan Rawan Banjir Studi Kasus : Bangunan SMPN 6 Surakarta Alfarizi, Muhammad; Alfarizi, Wahyu Nur; Astuti, Dyah Widi
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2024: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banjir merupakan masalah yang sering terjadi di berbagai daerah, Sekolah Menengah Pertama Negeri 6 Surakarta (SMPN 6) tidak luput dari dampak banjir. Untuk mengurangi dampak banjir yang sering terjadi di wilayah ini, perlu dilakukan adaptasi bangunan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mencari solusi adaptasi bangunan yang dapat diterapkan untuk mengurangi risiko dan dampak banjir pada bangunan SMPN 6 Surakarta. Metode penelitian yang digunakan berupa Metode penelitian Deskriptif Kualitatif yakni metode pengumpulan data berdasarkan pengamatan / observasi, dokumentasi dan studi literatur. Hasil pengolahan berupa pemaparan disajikan dalam bentuk narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan merancang drainase baru, pemanfaatan biopori, menggunakan perkerasan porous pavement & grass bloc, menerapkan Peninggian Elevasi eksisting pada lingkup Kawasan SMPN 6 Surakarta dan Mengubah tata letak ruang yang baru menjadi lebih kompleks dengan mempertimbangkan kemudahan aksesibilitas, dampak banjir dapat berkurang secara signifikan. Penelitian ini memberikan pandangan dalam strategi adaptasi bangunan yang dapat diterapkan di lokasi serupa untuk mengurangi risiko banjir. Implementasi strategi ini akan membantu melindungi sekolah dari kerusakan akibat banjir, serta meningkatkan keselamatan dan kenyamanan siswa dan staf sekolah.
Analisis Efisiensi Jalur Sirkulasi pada Pasien dengan Kegawatdaruratan: Studi Kasus Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Jakarta Firmantika, Kemala Khoirunnisa; Astuti, Dyah Widi
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2025: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah sakit merupakan penunjang utama dalam lingkungan Kesehatan, rumah sakit pusat otak nasional melayani penyakit fungsi otak dan saraf. Efisiensi jalur rumah sakit menjadi tantangan dalam meningkatkan kualitas pelayanan, melibatkan kecepatan, sirkulasi, dan zonasi dalam rumah sakit. Penelitian ini bertujuan menganalisis efisiensi jalur rumah sakit dengan meninjau sirkulasi, kecepatan, dan zonasi. Metodelogi penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi observasi dan komparasi denah rumah sakit dengan penelitian sebelumnya dan kebijakan dan pendekatan kuantitatif dengan menganalisis denah menggunakan software spacesyntax. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi referensi bagi akademisi, pengelola rumah sakit, arsitek, dan pembuat kajian dalam mengembangkan kualitas rumah sakit. Dengan menunjukan hubungan kecepatan, sirkulasi, dan zonasi pada bangunan dalam memaksimalkan efisiensi jalur rumah sakit pada rumah sakit pusat otak nasional Jakarta.
Analisis Konfigurasi Ruang terhadap Penyebaran Pengunjung The Park Mall menggunakan Space Syntax Pranata, Chika Shofia; Astuti, Dyah Widi
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2025: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konfigurasi ruang merupakan aspek yang penting dan sangat menentukan keberhasilan sebuah shopping mall. Pada kasus The park Mall Solo Baru, terdapat permasalahan yang terjadi pada pola sirkulasi persebaran pengunjung. Terdapat beberapa titik sirkulasi pada The Park Mall yang intensitas pengunjungnya rendah atau sepi oleh pengunjung daripada titik sirkulasi yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konfigurasi ruang terhadap penyebaran pengunjung dengan menggunakan perangkat lunak space syntax. Space syntax mempelajari interaksi antara ruang dan pergerakan pengunjung dengan melihat layout ruang dalam gambar, yang juga dikenal sebagai mapping data. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menggunakan space syntax memberikan hasil yang sesuai dengan kondisi di lapangan tetapi juga memberikan hasil yang tidak sesuai di beberapa titik sirkulasi. Hasil yang tidak sesuai kemungkinan tidak hanya dipengaruhi oleh konfigurasi ruang saja tetapi juga bisa disebabkan oleh faktor lain seperti jenis retail yang berpengaruh dalam menarik pengunjung dalam jumlah besar yang menyebabkan sirkulasi tersebut ramai dilewati pengunjung.
Implementasi Konsep Barrier-Free Design pada Renovasi Rumah Tinggal di Banguntapan, Bantul Pramesti, Zahra Anggreina; Astuti, Dyah Widi
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2025: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah tinggal adalah tempat yang harus memenuhi kebutuhan jasmani, rohani, serta memberikan kenyamanan dan keamanan bagi penghuninya. Bagi penyandang disabilitas, penerapan Barrier-Free Design menjadi penting untuk menciptakan lingkungan yang inklusif dan mendukung kemandirian dalam kegiatan sehari-hari di dalam rumah tinggal. Penelitian ini mengkaji rumah tinggal di Banguntapan, Bantul, sebagai objek penelitian. Subjek penelitian berfokus pada lansia pengguna kursi roda serta kemungkinan tamu disabilitas di masa depan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan instrumen penelitian berupa evaluasi spesifikasi bukaan, jembatan penghubung, dan tangga pada desain rumah tinggal eksisting terhadap peraturan mengenai standar bangunan bagi penyandang disabilitas. Hasil evaluasi desain eksisting terhadap peraturan berlaku menunjukkan beberapa ketidaksesuaian dengan standar aksesibilitas, seperti lebar pintu, ruang bebas, dan akses vertikal. Rekomendasi yang diberikan meliputi pelebaran pintu, pengaturan pola perabotan, serta penambahan ramp dan lift untuk optimalisasi aksesibilitas dan mobilitas pengguna disabilitas. Solusi ini diharapkan dapat menciptakan rumah tinggal yang lebih inklusif dan dapat diakses dengan nyaman oleh para penyandang disabilitas.
Evaluasi Pencahayaan Ruang Rawat Inap Rumah Sakit (Studi Kasus: Rumah Sakit Duta Indah Jakarta Utara) Wijaya, Vransiska Putri; Astuti, Dyah Widi
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2025: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah sakit adalah lembaga pelayanan kesehatan yang menyediakan rawat inap, rawat jalan, dan layanan darurat, di mana ruang rawat inap menjadi fasilitas utama yang berperan penting dalam kenyamanan dan pemulihan pasien. Pencahayaan alami maupun buatan merupakan salah satu elemen penting dalam desain ruang perawatan di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pencahayaan di ruang rawat inap Rumah Sakit Duta Indah, Jakarta Utara, dengan mengacu pada standar Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) dan SNI-6197-2020. Penelitian juga menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kualitas pencahayaan. Data dikumpulkan melalui observasi, pengukuran intensitas cahaya menggunakan lux meter, serta studi literatur, dengan sampel penelitian berupa Ruang Crystal 527 dan 515 di lantai 5. Hasil menunjukkan bahwa ruang Crystal 515 memenuhi sebagian besar standar pencahayaan SNI, sedangkan ruang Crystal 527 memerlukan perbaikan, terutama pada pencahayaan buatan di sore dan malam hari, akibat distribusi cahaya yang tidak merata. Selain itu, diperlukan penyesuaian daya listrik untuk meningkatkan intensitas pencahayaan buatan. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan dalam perbaikan fasilitas pencahayaan guna mendukung kenyamanan dan kesehatan pasien di rumah sakit.