Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

The Relationship Between Hardiness and Psychological Well Being in Non-Regional Students Mariska, Afina Syfa; Astuti, Kamsih
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Karakter, Desember 2024
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jpk.v4i2.4971

Abstract

Non-regional students face various challenges such as adapting from scratch, learning a new culture, new habits, new friends, a new living environment, as well as educational and social problems. From previous research, it is known that psychological well-being is influenced by several factors, one of which is hardiness. This study aims to determine the relationship between hardiness and psychological well-being in non-regional students. This study proposes a hypothesis that there is a positive relationship between hardiness and psychological well-being in non-regional students. The subjects in this study were 221 non regional students with an age range of 18-25 years. The data collection method used in this study is using the Psychological Well-Being Scale and the Hardiness Scale. The data analysis technique used is using product moment correlation. Based on the results of data analysis, the correlation coefficient (rxy) = 0.674 with p < 0.001 (p < 0.001) shows that the hypothesis proposed in this study is accepted, namely there is a positive relationship between hardiness and psychological well-being in non-regional students. The coefficient of determination (R2) is 0.455 so it can be said that the contribution of hardiness is 45.5% to psychological well-being and the remaining 54.5% is influenced by other factors. The practical implication of this research is the importance of improving psychological well-being in non regional students so that this will have a positive impact on academic achievement and a more optimal personal life.
HUBUNGAN EFIKASI DIRI AKADEMIK DAN PERSEPSI KETERLIBATAN ORANGTUA DALAM PENDIDIKAN ANAK DENGAN KEMANDIRIAN BELAJAR PADA SISWA KELAS VII SELAMA PEMBELAJARAN DARING Yuliati, Sri; Astuti, Kamsih
Dinamika Psikologis: Jurnal Ilmiah Psikologis Vol. 1 No. 1 (2024): MEI 2024
Publisher : Univeresitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jdp.v1i1.4115

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Hubungan antara resiliensi dengan work engagement; 2) Hubungan antara dukungan sosial atasan dengan work engagement; 3) Hubungan antara resiliensi dan dukungan sosial atasan dengan work engagement. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 80 pegawai Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Kabupaten Bangli bagian sekretariat badan, bagian umum dan kepegawaian, dan bagian perencanaan, keuangan, dan pelaporan. Alat pengumpul data yang digunakan adalah skala work engagement, skala resiliensi dan skala dukungan sosial atasan. Teknik analisis menggunakan teknik korelasi product moment untuk menganalisis hipotesis pertama dan kedua, sedangkan teknik regresi untuk analisis hipotesis ketiga. Hasil analisis menunjukkan bahwa 1) ada hubungan positif antara resiliensi dengan work engagement, dengan nilai korelasi yaitu 0,357 dengan p = 0,001 (p < 0,05); 2) ada hubungan positif antara dukungan sosial atasan dengan work engagement, dengan nilai korelasi yaitu 0,980 dengan p = 0,000 (p < 0,05); 3) ada hubungan antara resiliensi dan dukungan sosial atasan secara bersama-sama dengan work engagement, dengan nilai F sebesar 934,967 dan p = 0,000 (p < 0,05). Kata Kunci : work engagement, resiliensi, dukungan sosial
Pelatihan Kepemimpinan Transformasional Pada Atasan Untuk Peningkatan Komitmen Organisasi Karyawan Di Hotel “X” Dewi, Ros Patriani; Astuti, Kamsih
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 18 No. 1: Februari 2016
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.303 KB) | DOI: 10.26486/psikologi.v18i1.345

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan kepemimpinan transformasional pada atasan untuk peningkatan komitmen organisasi karyawan di hotel X Yogyakarta. Subjek penelitian adalah 34 karyawan Hotel X Yogyakarta yang merupakan subordinat atau bawahan sedangkan yang diberikan intervensi berupa pelatihan kepemimpinan transformasional adalah para Head of Departement (HOD) yang berjumlah 8 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala komitmen organisasi yang mengacu pada organizational commitment questionnaire (OCQ) yang dikembangkan oleh Allen & Meyer (1990), yang terdiri dari tiga komponen yaitu: komponen afektif, komponen kontinuans dan komponen normatif. Desain eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah one group pretest-posttest design dengan analisis data uji statistik parametrik, yaitu Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa t = 7,325, (p<0,001) sehingga hipotesis penelitian diterima. Artinya, ada perbedaan yang signifikan antara komitmen organisasi karyawan sebelum diberikan pelatihan kepemimpinan transformasional pada atasan dan setelah diberikan pelatihan kepemimpinan transformasional pada atasan.
Cognitive Behaviour Therapy Untuk Peningkatan Harga Diri Remaja Putra Di Panti Asuhan “M” Klaten Hapsari, Dian; Astuti, Kamsih; Sriningsih, Sriningsih
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 18 No. 1: Februari 2016
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.457 KB) | DOI: 10.26486/psikologi.v18i1.347

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek dari Cognitive Behavior Therapy (CBT) untuk meningkatkan efikasi diri anak-anak muda di panti asuhan M Klaten. Pemberian program ini berdasarkan teori dari Driffin, dkk. (Matthys & Lochman, 2010) dalam bentuk perilaku manajemen, modeling, ketrampilan pemecahan masalah, restructuring dan relaksasi kognitif. Subjek berjumlah 10 anak muda laki-laki yang tinggal di panti asuhan dan memiliki self estem yang rendah berdasarkan pada skor dari Coopersmith Self Esteem Inventory (CSEI). Hasil dari hipotesis pertama dari penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan self esteem antara KE dan KK (Z=-0.329; p>0.05) dan hipotesis kedua pada penelitian ini terbukti bahwa hasil dari analisis menunjukkan perbedaan self esteem antara KE dan KK sebelum dan sesudah diberikanCBT (Z=-2.070; p>0.05). 
Efektivitas Multiple Family Therapy Untuk Penurunan Beban Pendamping Orang Dengan Skizofrenia Avriyani, Andini; Astuti, Kamsih; Lailatusifah, Siti Noor Fatmah
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 18 No. 1: Februari 2016
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.596 KB) | DOI: 10.26486/psikologi.v18i1.350

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Multiple Family Therapy (MFT) untuk penurunan beban pada pendamping orang dengan skizofrenia (ODS). Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada perbedaan beban antara pendamping yang diberi MFT dengan pendamping yang tidak diberikan MFT. Subjek yang mendapatkan MFT mengalami penurunan beban pendamping daripada yang tidak mendapatkan MFT.Subjek penelitian sebanyak 6 orang pendamping yaitu 3 orang pada kelompok eksperimen dan 3 orang pada kelompok kontrol. Beban pendamping diukur dengan Zarit Burden Interview (ZBI) yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Hasil analisis dengan Independent Sample t Testdiperoleh nilai t : 3,343; p<0,05,dan hasil Paired Sample T Test diperoleh skor t hitung sebesar 37,000; p < 0,05. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa pendamping ODS yang mendapatkan MFT memiliki beban pendamping yang lebih rendah daripada pendamping ODS yang tidak mendapatkan MFT. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa MFT dapat menurunkan beban pada pendamping orang dengan skizofrenia. 
LATIHAN KONTROL DIRI UNTUK PENURUNAN PERILAKU MEROKOK PADA PEROKOK RINGAN Ramopoly, Irene Hendrika; Astuti, Kamsih; Fatmah, Siti Noor
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 17 No. 2: Agustus 2015
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.354 KB) | DOI: 10.26486/psikologi.v17i2.689

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas latihan kontrol diriuntukpenurunan perilaku merokok pada perokokringan. Desain eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah ABA, yaitu A (baseline awal sebelum perlakuan), B (fase intervensi), A (baseline akhir setelah perlakuan ditarik). Subjek dalam penelitian ini adalah 3 orang laki-laki, berusia 20-25 tahun, berdomisili di kota Yogyakarta, dan tergolong perokok ringan.Pemilihan responden dilakukan dengan menggunakan metode screening subjek. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara sebagai pendukungnya. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji hipotesis Paired Sample T-Test. Dari hasil analisis data dengan Paired Sample T-Test diperoleh nilai t = 13.035; p < 0,01, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat perbedaan signifikan pada perilaku merokok subjek sebelum dan sesudah diberikan latihan kontrol diri, yang artinya perilaku merokok subjek mengalami penurunan sesudah diberikan latihan kontrol diri.
The Effectiveness of Cognitive Behavioral Therapy Using Cognitive Restructuring Techniques in Group Settings to Reduce Smoking Behavior in Adolescents Sanjaya, I Putu Andika; Astuti, Kamsih
Buletin Konseling Inovatif Vol. 4, No. 3
Publisher : citeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

There are numerous factors that drive adolescents to smoke, one of which is the presence of negative or irrational thoughts related to smoking behavior itself. Such thoughts include beliefs that smoking makes them appear more masculine, more accepted within their social circles, among other irrational perceptions. This study aims to evaluate the effectiveness of cognitive behavioral therapy (CBT) using cognitive restructuring techniques in a group setting to reduce smoking frequency in adolescents by addressing their irrational thought patterns. A quantitative experimental method was employed, using a pretest-posttest control group design. A total of 8 students were randomly assigned to two groups. Data analysis was conducted using parametric statistical tests, specifically the independent sample t-test and the correlated/paired sample t-test. The results indicate that cognitive restructuring techniques applied in group setting significantly reduce smoking behavior among adolescents.
The Effectiveness of Cognitive Behavioral Therapy Using Cognitive Restructuring Techniques in Group Settings to Reduce Smoking Behavior in Adolescents Sanjaya, I Putu Andika; Astuti, Kamsih
Buletin Konseling Inovatif
Publisher : citeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

There are numerous factors that drive adolescents to smoke, one of which is the presence of negative or irrational thoughts related to smoking behavior itself. Such thoughts include beliefs that smoking makes them appear more masculine, more accepted within their social circles, among other irrational perceptions. This study aims to evaluate the effectiveness of cognitive behavioral therapy (CBT) using cognitive restructuring techniques in a group setting to reduce smoking frequency in adolescents by addressing their irrational thought patterns. A quantitative experimental method was employed, using a pretest-posttest control group design. A total of 8 students were randomly assigned to two groups. Data analysis was conducted using parametric statistical tests, specifically the independent sample t-test and the correlated/paired sample t-test. The results indicate that cognitive restructuring techniques applied in group setting significantly reduce smoking behavior among adolescents.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW (SLR): PERILAKU CYBERLOAFING KARYAWAN Supriyani, Ani; Astuti, Kamsih
Dinamika Psikologis: Jurnal Ilmiah Psikologis Vol. 2 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : Univeresitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengkaji perilaku cyberloafing karyawan dalam perspektif teori psikologis kognitif Albert Bandura. Perilaku cyberloafing merupakan tantangan nyata dalam organisasi modern yang memanfaatkan teknologi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan menggunakan systematic literature review (SLR) untukmerangkum hasil-hasl penelitian yang relevan, mengidentifikasi faktor dan dampak perilaku cyberloafing karyawan, dan menyoroti pentingnya praktik manajemen sumber daya yang responsif. Data base yang digunakan meliputi google scholar, sciencedirect, researchgate, dan indeks lainnya. Hasil artikel yang ditemukan berjumlah 150 artikel dalam rentang publikasi tahun 2019-2025. Berdasarkan pendekatan psikologis kognitif dari Albert Bandura, perilaku ini tidak semata-mata disebabkan oleh kemalasan atau niat buruk karyawan, namun merupakan hasil dari interaksi dinamis antara kognisi individu, perilaku, dan lingkungan kerja (reciprocal determinism cyberloafing. Faktor pemicu utama cyberloafing dalam kerangka Bandura meliputi observasi terhadap model perilaku, modeling sosial, reiforcement, self-efficacy tinggi, lemahnya kontrol lingkungan, dan justifikasi moral. Kerangka teori Bandura menciptakan efek pembelajaran sosial negatif yang menurunkan produktivitas, membentuk budaya permisif, dan melemahkan moral kerja melalui proses observasi, modeling, dan reinforcement berulang. Solusi strategis tidak cukup hanya bersifat teknis atau hukuman, namun perlu mencakup penguatan kognisi positif, pembelajaran sosial yang konstruktif, dan penciptaan lingkungan kerja yang mendukung regulasi diri. Pendekatan ini lebih efektif dalam mendorong perubahan perilaku yang berkelanjutan dan menciptakan budaya kerja yang sehat. Kata Kunci:cyberloafing, kinerja karyawan, psikologis kognitif. Abstract This study examines employee cyberloafing behavior from the perspective of Albert Bandura's cognitive psychology theory. Cyberloafing behavior is a real challenge in modern organizations that utilize digital technology. This study employed a systematic literature review (SLR) approach to summarize relevant research findings, identify the factors and impacts of employee cyberloafing behavior, and highlight the importance of responsive human resource management practices. The databases used included Google Scholar, ScienceDirect, ResearchGate, and other indexes. The results found 150 articles published between 2019 and 2025. Based on Albert Bandura's cognitive psychology approach, this behavior is not solely caused by employee laziness or bad intentions, but rather the result of a dynamic interaction between individual cognition, behavior, and the work environment (reciprocal determinism cyberloafing). The main triggers for cyberloafing in Bandura's framework include observing behavioral models, social modeling, reinforcement, high self-efficacy, weak environmental control, and moral justification. Bandura's theoretical framework creates a negative social learning effect that reduces productivity, forms a permissive culture, and weakens work morale through repeated observation, modeling, and reinforcement. Strategic solutions are not simply technical or punitive; they need to include strengthening positive cognitions, constructive social learning, and creating a work environment that supports self-regulation. This approach is more effective in encouraging sustainable behavioral change and creating a healthy work culture. Keywords:cognitive psychology, cyberloafing, employee performance.
Psikoedukasi Kesehatan Mental sebagai Penguatan Literasi dan Sikap Masyarakat di Kalurahan Sidoagung, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Esterlita Purnamasari, Santi; Astuti, Kamsih; Widiastuti, Netty
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 2 (2026): JAMSI - Maret 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2602

Abstract

Permasalahan kesehatan mental masih menjadi isu yang signifikan di masyarakat, termasuk di Kalurahan Sidoagung, Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman. Rendahnya pemahaman masyarakat dan tingginya stigma negatif terhadap orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) berdampak pada kurang optimalnya dukungan sosial serta partisipasi masyarakat dalam upaya penanganan kesehatan mental. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan mental melalui kegiatan psikoedukasi. Metode pelaksanaan menggunakan desain one-group pretest–posttest dengan instrumen tes pengetahuan kesehatan mental yang terdiri atas 10 butir pertanyaan. Kegiatan dilaksanakan di Aula Kalurahan Sidoagung dan diikuti oleh 24 peserta. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan antara hasil pretest dan posttest (Z = −3,897; p = 0,000; p < 0,05). Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan psikoedukasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan mental. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan program promosi kesehatan jiwa yang berkelanjutan di tingkat masyarakat melalui kolaborasi antara pemerintah kalurahan dan puskesmas.