Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

The Relationship Between Hardiness and Psychological Well Being in Non-Regional Students Mariska, Afina Syfa; Astuti, Kamsih
Jurnal Psikologi Karakter Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Karakter, Desember 2024
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Bosowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56326/jpk.v4i2.4971

Abstract

Non-regional students face various challenges such as adapting from scratch, learning a new culture, new habits, new friends, a new living environment, as well as educational and social problems. From previous research, it is known that psychological well-being is influenced by several factors, one of which is hardiness. This study aims to determine the relationship between hardiness and psychological well-being in non-regional students. This study proposes a hypothesis that there is a positive relationship between hardiness and psychological well-being in non-regional students. The subjects in this study were 221 non regional students with an age range of 18-25 years. The data collection method used in this study is using the Psychological Well-Being Scale and the Hardiness Scale. The data analysis technique used is using product moment correlation. Based on the results of data analysis, the correlation coefficient (rxy) = 0.674 with p < 0.001 (p < 0.001) shows that the hypothesis proposed in this study is accepted, namely there is a positive relationship between hardiness and psychological well-being in non-regional students. The coefficient of determination (R2) is 0.455 so it can be said that the contribution of hardiness is 45.5% to psychological well-being and the remaining 54.5% is influenced by other factors. The practical implication of this research is the importance of improving psychological well-being in non regional students so that this will have a positive impact on academic achievement and a more optimal personal life.
HUBUNGAN EFIKASI DIRI AKADEMIK DAN PERSEPSI KETERLIBATAN ORANGTUA DALAM PENDIDIKAN ANAK DENGAN KEMANDIRIAN BELAJAR PADA SISWA KELAS VII SELAMA PEMBELAJARAN DARING Yuliati, Sri; Astuti, Kamsih
Dinamika Psikologis: Jurnal Ilmiah Psikologis Vol. 1 No. 1 (2024): MEI 2024
Publisher : Univeresitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26486/jdp.v1i1.4115

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Hubungan antara resiliensi dengan work engagement; 2) Hubungan antara dukungan sosial atasan dengan work engagement; 3) Hubungan antara resiliensi dan dukungan sosial atasan dengan work engagement. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 80 pegawai Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Kabupaten Bangli bagian sekretariat badan, bagian umum dan kepegawaian, dan bagian perencanaan, keuangan, dan pelaporan. Alat pengumpul data yang digunakan adalah skala work engagement, skala resiliensi dan skala dukungan sosial atasan. Teknik analisis menggunakan teknik korelasi product moment untuk menganalisis hipotesis pertama dan kedua, sedangkan teknik regresi untuk analisis hipotesis ketiga. Hasil analisis menunjukkan bahwa 1) ada hubungan positif antara resiliensi dengan work engagement, dengan nilai korelasi yaitu 0,357 dengan p = 0,001 (p < 0,05); 2) ada hubungan positif antara dukungan sosial atasan dengan work engagement, dengan nilai korelasi yaitu 0,980 dengan p = 0,000 (p < 0,05); 3) ada hubungan antara resiliensi dan dukungan sosial atasan secara bersama-sama dengan work engagement, dengan nilai F sebesar 934,967 dan p = 0,000 (p < 0,05). Kata Kunci : work engagement, resiliensi, dukungan sosial
Harga diri, dukungan sosial, dan kesejahteraan subjektif guru di daerah terpencil, terluar dan tertinggal: perspektif psikologi positif Nope, Stiwi R.F.; Widyana, Rahma; Kamsih Astuti
Jurnal Konseling dan Pendidikan Vol. 13 No. 3 (2025): JKP
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1171100

Abstract

Working as a teacher in frontier, outermost, and underdeveloped (3T) regions presents psychological and environmental challenges that may affect teachers’ subjective well-being. Grounded in positive psychology, this study hypothesized that self-esteem and social support would be positively related to subjective well-being. Using a quantitative correlational survey design, data were collected from 154 teachers (64.3% female, aged 25–56 years, M = 39.8, SD = 7.6; average teaching experience = 11.4 years) across elementary to high school levels in Amabi Oefeto Timur District, Kupang Regency, East Nusa Tenggara. Instruments were administered offline in schools with institutional permission due to limited internet access. Instruments included the Teaching Satisfaction Scale (TSS), PANAS, Rosenberg Self-Esteem Scale, and R-MSPSS. Results indicated significant positive correlations between self-esteem and subjective well-being (r = 0.43, p < .01) and between social support and subjective well-being (r = 0.38, p < .01), with R² = 0.256. Teachers with higher self-esteem and stronger social support reported greater life satisfaction and positive affect, supporting the positive psychology and social buffering models. The findings emphasize the importance of self-esteem and social support enhancement programs for teacher well-being in resource-limited contexts. Ethical approval was obtained, and all participants provided informed consent. Limitations and directions for future research are discussed.
Pelatihan Kepemimpinan Transformasional Pada Atasan Untuk Peningkatan Komitmen Organisasi Karyawan Di Hotel “X” Dewi, Ros Patriani; Astuti, Kamsih
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 18 No. 1: Februari 2016
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.303 KB) | DOI: 10.26486/psikologi.v18i1.345

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelatihan kepemimpinan transformasional pada atasan untuk peningkatan komitmen organisasi karyawan di hotel X Yogyakarta. Subjek penelitian adalah 34 karyawan Hotel X Yogyakarta yang merupakan subordinat atau bawahan sedangkan yang diberikan intervensi berupa pelatihan kepemimpinan transformasional adalah para Head of Departement (HOD) yang berjumlah 8 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah skala komitmen organisasi yang mengacu pada organizational commitment questionnaire (OCQ) yang dikembangkan oleh Allen & Meyer (1990), yang terdiri dari tiga komponen yaitu: komponen afektif, komponen kontinuans dan komponen normatif. Desain eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah one group pretest-posttest design dengan analisis data uji statistik parametrik, yaitu Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa t = 7,325, (p<0,001) sehingga hipotesis penelitian diterima. Artinya, ada perbedaan yang signifikan antara komitmen organisasi karyawan sebelum diberikan pelatihan kepemimpinan transformasional pada atasan dan setelah diberikan pelatihan kepemimpinan transformasional pada atasan.
Cognitive Behaviour Therapy Untuk Peningkatan Harga Diri Remaja Putra Di Panti Asuhan “M” Klaten Hapsari, Dian; Astuti, Kamsih; Sriningsih, Sriningsih
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 18 No. 1: Februari 2016
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.457 KB) | DOI: 10.26486/psikologi.v18i1.347

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek dari Cognitive Behavior Therapy (CBT) untuk meningkatkan efikasi diri anak-anak muda di panti asuhan M Klaten. Pemberian program ini berdasarkan teori dari Driffin, dkk. (Matthys & Lochman, 2010) dalam bentuk perilaku manajemen, modeling, ketrampilan pemecahan masalah, restructuring dan relaksasi kognitif. Subjek berjumlah 10 anak muda laki-laki yang tinggal di panti asuhan dan memiliki self estem yang rendah berdasarkan pada skor dari Coopersmith Self Esteem Inventory (CSEI). Hasil dari hipotesis pertama dari penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan self esteem antara KE dan KK (Z=-0.329; p>0.05) dan hipotesis kedua pada penelitian ini terbukti bahwa hasil dari analisis menunjukkan perbedaan self esteem antara KE dan KK sebelum dan sesudah diberikanCBT (Z=-2.070; p>0.05). 
Efektivitas Multiple Family Therapy Untuk Penurunan Beban Pendamping Orang Dengan Skizofrenia Avriyani, Andini; Astuti, Kamsih; Lailatusifah, Siti Noor Fatmah
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 18 No. 1: Februari 2016
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.596 KB) | DOI: 10.26486/psikologi.v18i1.350

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas Multiple Family Therapy (MFT) untuk penurunan beban pada pendamping orang dengan skizofrenia (ODS). Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada perbedaan beban antara pendamping yang diberi MFT dengan pendamping yang tidak diberikan MFT. Subjek yang mendapatkan MFT mengalami penurunan beban pendamping daripada yang tidak mendapatkan MFT.Subjek penelitian sebanyak 6 orang pendamping yaitu 3 orang pada kelompok eksperimen dan 3 orang pada kelompok kontrol. Beban pendamping diukur dengan Zarit Burden Interview (ZBI) yang telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Hasil analisis dengan Independent Sample t Testdiperoleh nilai t : 3,343; p<0,05,dan hasil Paired Sample T Test diperoleh skor t hitung sebesar 37,000; p < 0,05. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa pendamping ODS yang mendapatkan MFT memiliki beban pendamping yang lebih rendah daripada pendamping ODS yang tidak mendapatkan MFT. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa MFT dapat menurunkan beban pada pendamping orang dengan skizofrenia. 
LATIHAN KONTROL DIRI UNTUK PENURUNAN PERILAKU MEROKOK PADA PEROKOK RINGAN Ramopoly, Irene Hendrika; Astuti, Kamsih; Fatmah, Siti Noor
Insight: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol. 17 No. 2: Agustus 2015
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.354 KB) | DOI: 10.26486/psikologi.v17i2.689

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas latihan kontrol diriuntukpenurunan perilaku merokok pada perokokringan. Desain eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah ABA, yaitu A (baseline awal sebelum perlakuan), B (fase intervensi), A (baseline akhir setelah perlakuan ditarik). Subjek dalam penelitian ini adalah 3 orang laki-laki, berusia 20-25 tahun, berdomisili di kota Yogyakarta, dan tergolong perokok ringan.Pemilihan responden dilakukan dengan menggunakan metode screening subjek. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara sebagai pendukungnya. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji hipotesis Paired Sample T-Test. Dari hasil analisis data dengan Paired Sample T-Test diperoleh nilai t = 13.035; p < 0,01, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat perbedaan signifikan pada perilaku merokok subjek sebelum dan sesudah diberikan latihan kontrol diri, yang artinya perilaku merokok subjek mengalami penurunan sesudah diberikan latihan kontrol diri.
The Effectiveness of Cognitive Behavioral Therapy Using Cognitive Restructuring Techniques in Group Settings to Reduce Smoking Behavior in Adolescents Sanjaya, I Putu Andika; Astuti, Kamsih
Buletin Konseling Inovatif Vol. 4, No. 3
Publisher : citeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

There are numerous factors that drive adolescents to smoke, one of which is the presence of negative or irrational thoughts related to smoking behavior itself. Such thoughts include beliefs that smoking makes them appear more masculine, more accepted within their social circles, among other irrational perceptions. This study aims to evaluate the effectiveness of cognitive behavioral therapy (CBT) using cognitive restructuring techniques in a group setting to reduce smoking frequency in adolescents by addressing their irrational thought patterns. A quantitative experimental method was employed, using a pretest-posttest control group design. A total of 8 students were randomly assigned to two groups. Data analysis was conducted using parametric statistical tests, specifically the independent sample t-test and the correlated/paired sample t-test. The results indicate that cognitive restructuring techniques applied in group setting significantly reduce smoking behavior among adolescents.
The Effectiveness of Cognitive Behavioral Therapy Using Cognitive Restructuring Techniques in Group Settings to Reduce Smoking Behavior in Adolescents Sanjaya, I Putu Andika; Astuti, Kamsih
Buletin Konseling Inovatif
Publisher : citeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

There are numerous factors that drive adolescents to smoke, one of which is the presence of negative or irrational thoughts related to smoking behavior itself. Such thoughts include beliefs that smoking makes them appear more masculine, more accepted within their social circles, among other irrational perceptions. This study aims to evaluate the effectiveness of cognitive behavioral therapy (CBT) using cognitive restructuring techniques in a group setting to reduce smoking frequency in adolescents by addressing their irrational thought patterns. A quantitative experimental method was employed, using a pretest-posttest control group design. A total of 8 students were randomly assigned to two groups. Data analysis was conducted using parametric statistical tests, specifically the independent sample t-test and the correlated/paired sample t-test. The results indicate that cognitive restructuring techniques applied in group setting significantly reduce smoking behavior among adolescents.