Ludji Pantja Astuti
Department Of Plant Pest And Disease, Study Program Of Agroecotechnology, Faculty Of Agriculture, University Of Brawijaya Jln. Veteran, Malang, East Java 65145

Published : 25 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

IDENTIFIKASI SERANGGA YANG BERASOSIASI DENGAN BERAS DALAM SIMPANAN Happy Setyaningrum; Toto Himawan; Ludji Pantja Astuti
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beras yang disimpan dalam gudang dapat terserang oleh beberapa serangga hama. Serangan oleh beberapa serangga hama tersebut seringkali menyebabkan kerusakan bahan simpan tersebut. Oleh karena itu, dilakukan penelitian untuk mengetahui serangga yang berasosiasi pada beras dalam gudang penyimpanan. Pelaksanaan penelitian meliputi pengambilan sampel beras dan penangkapan serangga menggunakan perangkap di dalam Gudang Beras. Perangkap yang digunakan dalam penelitian ini ialah Perangkap Cahaya Ultra Violet, Perangkap Lekat Warna Kuning, Perangkap Jatuhan, Perangkap Corong Bersusun dan Perangkap Umpan. Hasil penelitian menunjukkan telah ditemukan spesies serangga, Cryptolestes ferrugineus, Tribolium castaneum, Tribolium confusum, Rhyzopertha dominica, Oryzaephilus surinamensis, Sitophilus oryzae, Sitotroga cerealella, Liposcelis sp. dan serangga dari famili Braconidae pada Gudang Beras. Perangkap Cahaya Ultra Violet mampu menangkap serangga dalam jumlah tinggi dan lebih beragam dari jenis perangkap yang lain.
PERKEMBANGAN HAMA Cryptolestes ferrugineus PADA BEBERAPA TINGKATAN SUHU RUANG Ni Putu Eka Pratiwi; Ludji Pantja Astuti; Silvi Ikawati
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 4 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian perkembangan Cryptolestes ferrugineus pada beras varietas IR-64 dengan tingkatan suhu ruang 20°C, 25°C, 30°C, 35°C, dan 40°C dilakukan di Laboratorium Hama, Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Malang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa C. ferrugineus tidak dapat berkembang pada suhu ruang 40°C. Perkembangan C. ferrugineus lebih baik pada suhu ruang 30°C daripada suhu ruang 35°C, 20°C, 25°C, dan 40°C dengan menunjukkan periode perkembangan pada suhu ruang 30°C adalah 26,75 hari, lebih singkat daripada suhu ruang 35°C (32 hari), 20°C (40,50 hari), dan 25°C (42,50 hari).
PENGARUH BERBAGAI PRODUKSI KOMPOS TERHADAP POPULASI NEMATODA PURU AKAR (Meloidogyne sp.) PADA TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) Budi Pratama; Bambang Tri Rahardjo; Ludji Pantja Astuti
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nematoda puru akar Meloidogyne sp., adalah salah satu jenis nematoda endoparasit yang penting di dunia. Nematoda ini bersifat parasit obligat dan tersebar luas baik ditempat yang beriklim tropis maupun subtropis. Penelitian dilaksanakan di Rumah Kaca dan di Sub Laboratorium Nematologi, Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya Malang pada bulan Desember 2013 sampai dengan bulan Maret 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai produksi kompos pertanian yang berpeluang dapat menekan populasi nematoda puru akar (Meloidogyne sp). Penelitian menggunakan metode percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri atas 4 perlakuan dan 3 ulangan, masing-masing perlakuan dan ulangan disusun menjadi 3 seri. Perlakuan pertama, media tanam tanpa penambahan kompos (TK); perlakuan kedua, perlakuan ketiga dan perlakuan keempat dengan penambahan kompos, masing-masing secara berurutan adalah; Kompos produksi UPT, Jur. Tanah FP-UB (KU), Kompos Produksi Sempurna, Kedung Kandang-Malang (KS), dan Kompos Produksi Trubus Sejati, Buring-Malang (KT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa, penambahan kompos pada tanah dapat mengurangi populasi dan perkembangan nematoda puru akar (Meloidogyne sp.) pada tanaman tomat dibandingkan tanah tanpa penambahan kompos. Pertumbuhan tanaman lebih baik pada tanah dengan penambahan kompos. Perlakuan dengan penambahan Kompos Produksi Sempurna (KS) dan Kompos Produksi Trubus Sejati (KT) berpengaruh positif dalam menekan populasi nematoda puru akar (Meloidogyne sp.), dan memberikan pengaruh yang lebih baik pula terhadap variabel pertumbuhan tanaman yang meliputi : tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah bunga, berat akar dan panjang akar. Selanjutnya, pada perlakuan Tanpa Penambahan Kompos (TK) memperlihatkan jumlah populasi akhir nematoda (Meloidogyne sp.) lebih tinggi dalam tanah, akar, dan jumlah puru. Sebaliknya pada pelakuan dengan penambahan Kompos Produksi Sempurna (KS) dan Kompos Produksi Trubus Sejati (KT) memperlihatkan jumlah populasi akhir nematoda (Meloidogyne sp.) lebih kecil. Sedangkan, pada perlakuan dengan penambahan produksi UPT Kompos Jur. Tanah FP-UB (KU) tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap perkembangan populasi nematoda puru akar (Meloidogyne sp.) dan variabel pertumbuhan tanaman jika dibandingkan tanaman yang Tanpa Penambahan Kompos (TK).
Growth and Development of Rhyzopertha dominica Fabricius (Coleoptera: Bostrichidae) on White, Red and Black Rice Dewi Fajarwati; Ludji Pantja Astuti; Toto Himawan
The Journal of Experimental Life Science Vol. 9 No. 2 (2019)
Publisher : Postgraduate School, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1257.319 KB) | DOI: 10.21776/ub.jels.2019.009.02.04

Abstract

Rhyzopertha dominica is a polyphagous stored pest to many grains including rice. R. dominica can easily spread from one place to another to infest stored products. The aim of this research was to know the influence of three grains types with different weight to R. dominica growth, development, net reproduction rate and gross reproduction rate on red, black and white rice. The research was conducted in Pest Laboratory, Department of Plant Pests and Diseases, Faculty of Agriculture, University of Brawijaya Malang. The research result showed that there was an interaction among three grains types with different weight to the number of R. dominica larval, pupal, and newly adult emerged, while the number of eggs, weight of newly adult emerged, the reduction percentage of grain and phase of the egg, larval, pupal and the life cycle period of R. dominica were affected by different grains types factor. The R0value showed that on the next generation, number of female was increase 1.25 times from the previous generation on white rice, while on red and black rice the population was increase up to 2.63 and 2.49 times from the previous generation.Keywords: Growth and Development, Reproduction Rate, Rice, Rhyzopertha dominica.
PERTUMBUHAN POPULASI Rhyzopertha dominica (F.) DAN Oryzaephilus surinamensis (L.) DALAM ASOSIASI PADA BERAS MERAH, PUTIH, DAN HITAM: POPULATION GROWTH OF Rhyzopertha dominica (F.) AND Oryzaephilus surinamensis (L.) IN ASSOCIATION WITH RED, WHITE, AND BLACK RICE Ramadhan, Nino Trifatu; Astuti, Ludji Pantja
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 11 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2023.011.3.1

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pertumbuhan dan laju pertumbuhan Rhyzopertha dominica (Coleoptera: Bostrichidae) dan Oryzaephilus surinamensis (Coleoptera: Silvanidae) pada beras merah, putih, dan hitam, serta penurunan berat pakan setelah adanya infestasi hama tersebut. Penelitian dilakukan pada bulan Maret hingga September 2022 di Laboratorium Hama Tumbuhan, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya. Penelitian ini terdiri dari dua faktor yaitu (1) spesies serangga hama (R. dominica, O. surinamensis, dan asosiasi) dan (2) jenis pakan (beras merah, putih, dan hitam). Sehingga, penelitian ini memiliki sembilan kombinasi dan diulang sebanyak tiga kali menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Populasi imago baru R. dominica dan O. surinamensis diamati pada infestasi tunggal maupun asosiasi, serta penurunan berat pakan pada beras merah, putih, dan hitam. Data dianalisis menggunakan perangkat lunak R statistic versi 4.2.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara spesies hama dan jenis pakan terhadap pertumbuhan populasi dan laju pertumbuhan populasi R. dominica dan O. surinamensis, serta penurunan berat pakan. Pertumbuhan populasi dan laju pertumbuhan populasi R. dominica dengan infestasi tunggal pada beras merah lebih tinggi dibandingkan dengan beras putih dan hitam. Pertumbuhan populasi dan laju pertumbuhan populasi O. surinamensis pada beras hitam lebih tinggi dibandingkan dengan beras merah dan putih. Penurunan berat pakan pada beras merah lebih tinggi dibandingkan beras putih dan hitam pada infestasi tunggal maupun asosiasi.
PERTUMBUHAN POPULASI Rhyzopertha dominica (F.), Tribolium castaneum (Herbst.), DAN Oryzaephilus surinamensis (L.) DALAM ASOSIASI PADA BERAS DALAM SIMPANAN: POPULATION GROWTH OF Rhyzopertha dominica (F.), Tribolium castaneum (Herbst.), AND Oryzaephilus surinamensis (L.) IN ASSOCIATION ON STORED RICE Wulandari, Ratna; Astuti, Ludji Pantja
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2024.012.1.2

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pertumbuhan dan laju pertumbuhan populasi Rhyzopertha dominica, Tribolium castaneum, dan Oryzaephilus surinamensis, serta penurunan berat pakan. Penelitian dilakukan pada bulan Januari hingga September 2022 di Laboratorium Hama Tumbuhan, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya. Penelitian ini terdiri dari tujuh perlakuan meliputi infestasi (1) serangga R. dominica, (2) serangga T. castaneum, (3) serangga O. surinamensis, (4) serangga R. dominica + T. castaneum, (5) serangga R. dominica + O. surinamensis, (6) serangga T. castaneum + O. surinamensis, dan (7) serangga R. dominica + T. castaneum, + O. surinamensis yang diulang sebanyak tiga kali. Penelitian diatur dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL). Penelitian dilakukan dengan mengamati populasi imago baru R. dominica, T. castaneum, dan O. surinamensis pada infestasi tunggal maupun asosiasi, serta mengamati penurunan berat pakan. Data dianalisis menggunakan perangkat lunak R-statistics versi 4.2.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan populasi dan laju pertumbuhan populasi R. dominica lebih tinggi pada infestasi tunggal, pertumbuhan populasi dan laju pertumbuhan populasi T. castaneum dan O. surinamensis lebih tinggi pada asosiasi dengan R. dominica. Selain itu, penurunan berat pakan lebih tinggi pada infestasi tunggal R. dominica.
Survival and development of Cadra cautella (Walker) (Lepidoptera: Pyralidae) on cocoa bean and cocoa powder: Kemampuan hidup dan perkembangan Cadra cautella (Walker) (Lepidoptera: Pyralidae) pada biji dan bubuk kakao Astuti, Ludji Pantja; Sartika, Putri Dewi; Mutala'liah, Mutala'liah; Wulandari, Ratna; Ramadhan, Nino Trifatu
Jurnal Entomologi Indonesia Vol 21 No 1 (2024): March
Publisher : Perhimpunan Entomologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5994/jei.21.1.35

Abstract

The almond moth Cadra cautella (Walker) is a notable stored product pest which can cause detrimental loss on stored cocoa. Cocoa can be stored in bean and powder forms. The information about survival and development of C. cautella on stored cocoa is limited. This research aimed to determine the effect of cocoa powder and cocoa bean in the storage against the survival and development of C. cautella. This research was conducted in Plant Pests Laboratory, Department of Plant Pests and Diseases, Faculty of Agriculture, Universitas Brawijaya. This research consisted of two treatments namely cocoa bean and cocoa powder with no choice method and repeated six times. The observed variables were number of larvae, pupae, male and female almond moth of F1 progeny, and developmental time of this insect. The t-test analysis was applied to determine the treatment effect. Results showed that the number of larvae, pupae, adult males and females of F1 progeny cultured on cocoa powder were significantly higher than on cocoa bean. The total developmental time and life cycle of almond moth were shorter on cocoa powder than on cocoa bean. Therefore, to store cocoa in powder form is riskier to the almond moth infestation rather than in bean form. Hence, it is suggested to take more concern on the cocoa powder storage better in order to minimize the almond moth infestation.
Bioactivities of bay leaf (Syzygium polyanthum) fumigant tablets againts Araecerus fasciculatus (De Geer) (Coleoptera: Anthribidae): Bioaktivitas fumigan tablet daun salam (Syzygium polyanthum) terhadap Araecerus fasciculatus (De Geer) (Coleoptera: Anthribidae) Hasby; Astuti, Ludji Pantja; Rizali, Akhmad
Jurnal Entomologi Indonesia Vol 21 No 2 (2024): In Progress
Publisher : Perhimpunan Entomologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5994/jei.21.2.118

Abstract

The use of bay leaves (Syzygium polyanthum) as an alternative fumigant has the potential to control Araecerus fasciculatus (De Geer (Coleoptera: Antribidae). The objective of this study was to evaluate the bioactivities of bay leaf fumigant tablet (BLFT) with exposure times (24, 48, and 72 h) on adult mortality, oviposition deterrence, inhibition of F1 progeny, and feeding activity of the internal feeder pest, A. fasciculatus. This study was used seven concentration levels of BLFT (i.e., 0, 1.25, 2.5, 3.75, 5, 6.25, and 7.5 ml/l air) replicated four times and arranged in a completely randomized design. The observed variables were adult male and female mortality, number of eggs, F1 progeny, and inhibition of feeding activity. The results showed that bay leaf tablets have very significant potential as a fumigant against A. fasciculatus. Bay leaf tablets fumigant at a concentration of 3.75 ml/l air within 24 hours of application were able 100% inhibit feeding activity, oviposition, F1 progeny, prevent perforation, and weight loss of Katana 1 peanut seeds, and mortality of male and female A. fasciculatus
Development of Cadra cautella Walker (Lepidoptera: Pyralidae) on Peanuts, Almonds, and Cashews Rahayu, Fitria Ariani; Astuti, Ludji Pantja; Rizali, Akhmad
Research Journal of Life Science Vol 10, No 2 (2023)
Publisher : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.rjls.2023.010.02.5

Abstract

Cadra cautella Walker pest (Lepidoptera: Pyralidae) is a group of significant pests that can attack various stored products. The presence of C. cautella can cause damage to stored products, i.e. holes, contamination, and weight loss of stored products. This study aimed to determine the development time and life cycle of C. cautella in peanuts, almonds, and cashews. This research consisted of three diets repeated ten times and arranged in a Completely Randomized Design. This research carried out by preparing 30 eggs (0–24 h old) in each insect diet. The observed variables consist of the development of each phase (eggs, I-V instar larvae, prepupae pupae, adult), life cycle, longevity, fecundity, and fertility. The result showed that the diet type significantly affected the development of C. cautella. The developmental time and life cycle of C. cautella on cashews was shorter than on peanuts and almonds. Furthermore, the fecundity and fertility of C. cautella on cashews was higher than on peanuts and almonds. The results showed that cashews were of the suitable diets for the development of C. cautella.
PERTUMBUHAN POPULASI DAN PERKEMBANGAN Cadra cautella Walker (Lepidoptera: Pyralidae) PADA BERBAGAI JENIS BERAS: POPULATION GROWTH AND DEVELOPMENT OF Cadra cautella Walker (LEPIDOPTERA: PYRALIDAE) ON VARIOUS TYPES OF RICE Abadi, Dany Prasetyo; Astuti, Ludji Pantja
Jurnal HPT (Hama Penyakit Tumbuhan) Vol. 12 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jurnalhpt.2024.012.4.1

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pertumbuhan populasi dan perkembangan Cadra cautella Walker (Lepidoptera: Pyralidae) pada berbagai jenis beras. Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret hingga Juli 2023 di Laboratorium Hama Tumbuhan, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya. Penelitian ini terdiri dari enam perlakuan (beras giling, beras merah, beras hitam, beras pecah kulit, beras ketan putih, dan beras ketan hitam) diulang sebanyak tujuh kali. Penelitian ini diatur dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL). Pelaksanaan penelitian pertumbuhan dilakukan dengan menginfestasikan 200 butir telur C. cautella ke dalam vial yang berisi pakan 10 g. Variabel pengamatan terdiri dari jumlah larva dan pupa, imago baru (F1), perhitungan nisbah kelamin (sex ratio), dan penurunan berat pakan. Pelaksanaan penelitian perkembangan dilakukan dengan mengambil satu butir telur C. cautella dari hasil pengamatan pertumbuhan kemudian dipindahkan ke dalam vial yang sudah berisi pakan ±2 g sesuai perlakuan dan diulang sebanyak sepuluh kali. Variabel pengamatan terdiri dari fase telur, larva, dan pupa; praoviposisi; oviposisi; pascaoviposisi; siklus hidup; fekunditas; dan lama hidup imago (longevity). Data dianalisis dengan ANOVA 5% dan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT) 5%. Perangkat lunak yang digunakan yaitu R. Statistic versi 4.2.1. Pertumbuhan C. cautella paling cepat terdapat pada beras ketan hitam dengan jumlah larva 75,71; pupa 32,00; dan imago 31,71. Siklus hidup C. cautella paling cepat terdapat pada beras ketan hitam yaitu 41,42 hari. Sedangkan kehilangan hasil pada beras ketan hitam mencapai 16%.