Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Gaya Bahasa dalam Novel Lebih Senyap dari Bisikan Karya Andina Dwifatma Novi Aryanti; Dian Hartati; Suntoko Suntoko
JURNALISTRENDI : JURNAL LINGUISTIK, SASTRA, DAN PENDIDIKAN Vol 10 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jurnalistrendi.v10i2.2546

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis gaya bahasa dalam novel Lebih Senyap dari Bisikan karya Andina Dwifatma. Kajian dilatarbelakangi oleh peran krusial gaya bahasa dalam membentuk makna, suasana, dan karakterisasi penulisan Andina Dwifatma. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Data primer berupa keseluruhan isi novel Lebih Senyap dari Bisikan, sedangkan data sekunder berdasar dari literatur stilistika. Pengumpulan data melalui pembacaan intensif, penyeleksian kutipan, klasifikasi gaya bahasa berdasarkan teori stilistika Keraf dan Tarigan. Analisis data mengikuti tahapan reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini memanfaatkan gaya bahasa secara estetis dan fungsional. Majas perbandingan, terutama perumpamaan, metafora, dan personifikasi muncul paling dominan dan berperan memperkuat imaji serta nuansa emosional. Majas pertentangan seperti hiperbola dan ironi digunakan untuk menyoroti ketegangan maupun konflik pada bagian awal cerita. Majas pertautan, termasuk metonimia, sinekdoke, alusi, dan eufemisme, berfungsi memperkaya asosiasi makna dan simbolisme. Majas perulangan seperti epizeuksis, anafora, dan asonansi berkontribusi pada penguatan ritme dan tema di beberapa bagian penting narasi. Temuan ini menegaskan bahwa Andina Dwifatma mengintegrasikan gaya bahasa sebagai perangkat naratif yang memperkaya struktur cerita, memperdalam karakterisasi, dan memperhalus penyampaian isu sosial serta emosional. Penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian stilistika dengan memperlihatkan bahwa strategi kebahasaan membentuk kedalaman estetik dalam sastra Indonesia kontemporer.
PERBANDINGAN INTERPRETASI NOVEL ANTARES DENGAN WEB SERIES ANTARES KARYA RWEINDA Maeshika Anggun Nurmalita; Dian Hartati
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v12i1.8269

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan antara novel Antares dan Web Series Antares, menggunakan kajian sastra bandingan ini memiliki dua tujuan yaitu 1. Menjelaskan perbandingan struktur dalam novel Antares dan web series Antares. 2. Menerangkan makna perbedaan dalam novel dan web series Antares. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan deskriptif. Objek penelitian novel berjudul Antares ini merupakan karya penulis dari Rweinda dan webseries Antares. Meskipun ada beberapa perbedaan dalam isi cerita antara novel Antares dan web series Antares. Tetapi web series ini tidak sama sekali merubah tema pada novel. Judul web series dan novel sama yaitu Antares, Kedua karya tersebut bercerita mengenai persahabatan, percintaan, perjuangan dalam solidaritas suatu geng motor. Untuk mendapat suatu pengalaman serta perubahan didalam kehidupan. Suasana, tempat, sudut pandang, gaya bahasa, semuanya sama antara novel novel Antares dan web series Antares.Kata Kunci: Novel Antares, web series, sastra bandingan
EMOSI TOKOH UTAMA DALAM NOVEL UNSPOKEN WORDS KARYA ALICIA LIDWINA DENGAN NOVEL PLEASE LOOK AFTER MOM KARYA KYUNG-SOOK SHIN:KAJIAN SASTRA BANDING Anisah Khoirunnisa; Dian Hartati
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v13i1.11045

Abstract

Novel Unspoken Words (2018) karya Alicia Lidwina dan Please Look After Mom (2022) karya Kyung-Sook Shin mengusung tema yang sama mengenai kehilangan. Peristiwa kehilangan mendorong seseorang merenung, mengingat kenangan, merasakan penyesalan, dan kesedihan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui yaitu (1) perbandingan unsur intrinsik novel Unspoken Words karya Alicia Lidwina dan Please Look After Mom karya Kyung-Sook Shin novel; (2) perbandingan emosi tokoh utama novel Unspoken Words karya Alicia Lidwina dan Please Look After Mom karya Kyung-Sook Shin. Teknik pengumpulan data adalah baca-catat. Pendekatan yang digunakan adalah dengan psikologi sastra. Analisis data dilakukan dengan tahap reduksi data, kemudian data yang diperoleh dideskripsikan. Hasil penelitian terdapat perbandingan berupa: perbedaan latar waktu dan penggunaan sudut pandang; persamaan klasifikasi emosi yang sama, yakni konsep rasa bersalah, rasa bersalah yang dipendam, menghukum diri sendiri, rasa malu, cinta; sementara perbedaan klasifikasi emosi terdapat pada kesedihan dan kebencian.Kata kunci: Emosi, tokoh utama, novel, sastra banding
ANALISIS FUNGSI TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM ANIMASI SI NOPAL Lina Maryani Dewi; Sinta Rosalina; Dian Hartati
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 13 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v13i3.12735

Abstract

Tindak tutur ilokusi merupakan tindak tutur yang biasanya diidentifikasi dengan kalimat performatif yang eksplisit. Penelitian tindak tutur ilokusi dalam animasi Si Nopal mengacu pada tindakan yang menunjukkan makna dan pentingnya bahasa selama berkomunikasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan tindak tutur ilokusi dan tuturannya dalam animasi “Si Nopal” di chanel youtube Animasinopal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah berupa tuturan yang disampaikan oleh animasi Si Nopal. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dengan cara mengunduh video animasi Si Nopal, kemudian menggunakan teknik simak dan catat untuk mengumpulkan data. Analisis data dilakukan melalui transkripsi, analisis terjemahan, dan interpretasi. Kemudian ditarik kesimpulan tentang fungsi tindak tutur ilokusi yang digunakan penutur dalam animasi Si Nopal. Dari hasil analisis data dalam animasi Si Nopal terdapat 19 tuturan tidak tutur ilokusi. Dari 19 tuturan tersebut, terbagi atas 2 data tindak tutur refresentatif, 8 data tindak tutur ilokusi direktif, 6 data tindak tutur ilokusi ekspresif, 2 data tindak tutur ilokusi komisif, dan 1 data tindak tutur ilokusi deklaratif. Penelitian ini diharapkan dapat memahami fungsi tindak tutur ilokusi yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.Kata Kunci: Tindak Tutur, Ilokusi, Animasi, Si Nopal.
STILISTIKA MAJAS DALAM ANTOLOGI CERPEN WAKTU ITU HUJAN RINTIK DAN AKU MERASA ASING DAN SENDIRI KARYA T. AGUS KAIDIR DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI MODUL AJAR Asido christian; Roni Nugraha Syafroni; Dian Hartati
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 15 No. 2 (2026): Lingua Rima
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/c63b5581

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis dan fungsi majas dominan (metafora, personifikasi, hiperbola, dan citraan) dalam cerpen karya T. Agus Kaidir serta mengkaji implikasinya dalam pengembangan modul ajar berbasis stilistika di SMA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa kutipan teks dalam kumpulan cerpen Waktu Itu Hujan Rintik dan Aku Merasa Asing dan Sendiri karya T. Agus Kaidir. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat, sedangkan analisis data menggunakan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa majas metafora dan personifikasi paling dominan digunakan untuk membangun suasana melankolis dan menggambarkan kondisi psikologis tokoh, sementara citraan visual dan auditif memperkuat pengalaman emosional pembaca. Repetisi berfungsi sebagai penegasan konflik batin tokoh. Selain itu, penggunaan repetisi berfungsi untuk menegaskan emosi dan makna dalam cerita. Temuan ini diimplementasikan dalam modul ajar berbasis stilistika yang berfokus pada identifikasi, analisis fungsi, dan produksi gaya bahasa oleh siswa, sehingga mampu meningkatkan kemampuan literasi sastra, berpikir kritis, dan kreativitas berbahasa siswa. Modul ajar ini efektif untuk meningkatkan kemampuan literasi sastra, berpikir kritis, serta kreativitas siswa dalam memahami dan menghasilkan teks sastra.  Kata Kunci: stilistika, gaya bahasa, cerpen, modul ajar, pembelajaran sastra