Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

KAJIAN TEKNIS PENINGKATAN KORELASI RENCANA CYCLE TIME ALAT ANGKUT DI PIT KWEST PT. KALTIM PRIMA COAL KALIMANTAN TIMUR Zailani, M. Ardy; Komar, Syamsul; Asyik, Makmur
Jurnal Ilmu Teknik Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi jalan angkut menjadi hal penting dalam pencapaian target produksi overburden di Pit Kwest DepartemenHatari. Hal ini berkaitan dengan jalan angkut di Pit Kwest, yang berada pada lapisan batuan yang berumur relatifmuda. Sehingga menyebabkan jalan angkut kurang kompak dan sangat rentan mengalami kerusakan. Kondisi inimenyebabkan durasi cycle time aktual alat angkut lebih lama dari alokasi cycle time rencana sehingga berdampakpada produksi yang tidak optimal. Perhitungan alokasi cycle time rencana perusahaan untuk bulan Agustus di PitKwest adalah 17,03 menit, berdasarkan data dispatch diketahui cycle time aktual mencapai 23.06 menit. Sehinggatingkat korelasi terhadap cycle time aktual hanya sebesar 74%. Tingkat ketercapaian produksi aktual hanya sebesar79.69% atau sebesar 1.022.653,61 bcm dari target produksi 1.283.252 bcm overburden. Hal tersebut sebagai dampakdari kekurangan alokasi alat angkut yang disebabkan karena cycle time aktual yang lebih lama dari alokasi rencana,sehingga menyebabkan faktor keserasian alat gali muat dan alat angkut (match factor) turun dari rencana 0,85menjadi rata-rata 0,67. Dari metode perhitungan alokasi cycle time alat angkut dengan memperhitungkan variabelkondisi jalan angkut aktual Pit Kwest (Metode X), diperoleh alokasi cycle time alat angkut yang lebih mendekati cycletime aktual yaitu 23.73 menit. Tingkat korelasi sebesar 97.09%. Dengan menggunkan alokasi cycle time tersebut,berdasarkan perhitungan tingkat ketercapaian produksi bisa meningkat menjadi 103,41%.Kata kunci: Jalan angkut, Cycle time, Produksi.
EVALUASI JUMLAH ALAT GALI-MUAT DAN ALAT ANGKUT SERTA PERHITUNGAN BAHAN BAKAR UNTUK MEMPRODUKSI 300.000 TON/BULAN BATU GRANIT DI PT. TRIMEGAH PERKASA UTAMA KEPULAUAN RIAU ilham, jahar lembadah; asyik, makmur; hak, abuamat
Jurnal Ilmu Teknik Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Ilmu Teknik
Publisher : Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berkembangnya industri pembangunan sekarang ini menyebabkan naiknya permintaan konsumen terhadap batu granit sebagai bahan galian industri. Oleh karena itu produsen batu granit terus menerus meningkatkan produksinya. PT. Trimegah Perkasa Utama sebagai produsen terbesar batu granit di Kepulauan Karimun menargetkan produksi sebesar 300.000 ton/bulan batu granit menggunakan 2 unit alat gali-muat dan 8 unit alat angkut dengan total waktu 20 jam pada 2 shift kerja. Dari hasil pengamatan, didapatkan jumlah produksi sebesar 222.897 ton/bulan dengan waktu efektif kerja sebesar 13,96 jam/hari, sedangkan target produksi yang telah ditetapkan oleh perusahaan sebesar 300.000 ton/bulan. Oleh karena itu perlu dilakukan evaluasi jumlah alat mekanis yang digunakan untuk memproduksi batu granit dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi efektifitas kerja. Hasil perhitungan produktivitas setelah dilakukan upaya peningkatan waktu kerja sebesar 15,96 jam/hari dan penambahan alat sebanyak 1 unit alat gali-muat dan 2 unit alat angkut diperoleh produktivitas sebesar 322.294 ton/bulan batu granit.
RENCANA TEKNIS PENIMBUNAN PADA AREAL PASCA TAMBANG DENGAN METODE BACKFILLING DIGGING SYSTEM DI PIT KELUANG PADA TAMBANG BATUBARA PT BATURONA ADIMULYA SUMATERA SELATAN Noviyanti, Noviyanti; Asyik, Makmur; syariffudin, syariffudin
Jurnal Ilmu Teknik Vol 2, No 5 (2014): Jurnal Ilmu Teknik
Publisher : Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pertambangan berpotensi mengubah bentangan alam, sehingga diperlukan upaya untuk menjaminpemanfaatan lahan di wilayah bekas kegiatan pertambangan agar sesuai peruntukannya. Untuk mengurangi lubangbukaan bekas tambang di Pit Keluang, maka dilakukanlah penimbunan overburden kembali di pit Keluang untukmengurangi lubang bukaan bekas tambang dengan jarak yang lebih dekat sebagai bahan pertimbangan. Berdasarkanpada peraturan Undang-Undang tentang Pertambangan Mineral dan Batubara Nomor 4 Tahun 2009 maka setiapperusahaan pertambangan diwajibkan melakukan reklamasi dan pascatambang. Faktor keamanan lereng timbunaninpit dump merupakan salah satu factor penting untuk menghindari terjadinya kelongsoran di daerah timbunan. Datageoteknik material didaerah penambangan yaitu kohesi 1490 kg/m2, sudut geser dalam 17,490, dan density 1677 kg/m3.Pembuatan bench dibuat pada elevasi 6 m – 42 m dengan geometri lereng single slope 180, tinggi bench 6 m, lebarbench 18 m dan overall slope 100 dengan faktor Keamanan Lereng FK = 1.61, nilai ini sudah cukup aman dalampembuatan design lereng. Adapun kapasitas dari back filling final di Pit Keluang berdasarkan design lereng yang telahdibuat adalah sebesar 12.288.399,57 ccm. Pembagian sequence penimbunan dibagi menjadi empat sequence denganrincian sequence I sebesar 1.500.000 ccm, sequence II 2.386.111,05 ccm, sequence III 3.750.825,31 ccm dan sequenceIV 4.651.463,21 dan merupakan design final dari back filling. Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan back fillingdi Pit Keluang selama 3 tahun 5 bulan dengan kemampuan produktivitas alat mekanis yang dimilki.
MODIFIKASI GEOMETRI PELEDAKAN DALAM UPAYA MENCAPAI TARGET PRODUKSI 80.000 TON/BULAN DAN MENDAPATKAN FRAGMENTASI YANG DIINGINKAN PADA TAMBANG GRANIT PT. KAWASAN DINAMIKA HARMONITAMA KABUPATEN KARIMUN KEPULAUAN RIAU armansyah, muhammad; hak, abuamat; asyik, makmur
Jurnal Ilmu Teknik Vol 2, No 5 (2014): Jurnal Ilmu Teknik
Publisher : Sriwijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peledakan merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan produksi yang didapat dalam kegiatanpenambangan terutama pada penambangan dengan metode quarry. Penerapan geometri yang kurang tepat dalamproses peledakan akan mengakibatkan terhambatnya proses produksi, terjadinya flying rock, fragmentasi batuan hasilpeledakan yang didapat kurang memuaskan, berkurangnya efisiensi biaya, dan tidak tercapainya target produksi yangtelah ditetapkan oleh perusahaan. Potensi perbaikan fragmentasi dapat dilakukan dengan memperhatikan geometripeledakan. Geometri peledakan aktual saat ini untuk burden 3,5 meter dan Spacing 4 meter, di lapangan ternyatamasih terdapat boulder dan target volume peledakan belum tercapai. Selanjutnya dilakukan analisa dan modifikasiterhadap geometri di lapangan, didapat burden 3 meter dan Spacing 4,2 meter sehingga didapat fragmentasi batuanberukuran  100 cm sebesar 3,98 %. Dengan demikian fragmentasi yang didapatkan lebih baik dibandingkan denganjumlah boulder aktual yang masih >5% . Dengan adanya perbaikan ini maka kegiatan produksi akan berjalan optimaldan target volume peledakan tercapai.
PERENCANAAN ULANG DIMENSI SUMP DAN POMPA PADA SUMP A DI PT. BUANA ELTRA Yustika Armelia; Asyik, Makmur; Syarifuddin; M. Wijaya
Jurnal Pertambangan Vol 4 No 2 (2020): JURNAL PERTAMBANGAN
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.894 KB) | DOI: 10.36706/jp.v4i2.464

Abstract

PT. Buana Eltra merupakanperusahaan pertambangan batubara  menggunakan metode tambang terbuka. Pada metode ini air merupakan salah satu faktoryang bisa mengganggu kegiatan penambangan sehingga diperlukan sistem penyaliran yang ideal untuk mencegah air yang masuk menuju area penambangan. Sistem penyaliran yang digunakan di PT. Buana Eltra adalah mine dewatering, dimana terdapat sump A yang berada ditengah pit. Jika intensitas hujan tinggi, air akan tergenang di area kerja yang mengakibatkan sump A sering mengalami overload. Untuk itu perlu dilakukan perencanaan ulang dimensi sump dan pompa untuk mengatasi overload pada sump A. Tujuan penelitian  adalah untuk mengetahui total debit air, merencanakan dimensi sump optimal, serta merencanakan jumlah dan jam kerja pompa pada sump A di PT. Buana Eltra. Pada penelitian ini dilakukan pengamatan dan perhitungan serta analisis data curah hujan, area limpasan, dan total debit air  sehingga didapat dimensi sump yang optimal. Dari hasil penelitian didapat total debit air yang masuk adalah sebesar 2.228,65 m3/hari dengan curah hujan sebesar 56,28 mm/hari dan luas catchment area adalah sebesar 183.583,76 m2. Rencana sump A yang dibuat menyerupai trapesium. Dimensi panjang serta lebar permukaan sump sebesar 28 meter, panjang serta lebar dasar sump sebesar 18 meter, dan kedalaman sump sepanjang 5 meter. Volume sump A yang dibutuhkan sebesar 2.770 m3. Pompa yang digunakan tetap dengan pompa yang lama yaitu satu unit pompa deeflo model DP2500-2 dengan jam kerja pompa bertambah menjadi 21 jam/hari.
PENGEMBANGAN KAPASITAS PENDUDUK DALAM PEMANFAATAN KOTORAN SAPI MENJADI PUPUK ORGANIK: DEVELOPMENT OF POPULATION CAPACITY IN UTILIZING COW MANAGE INTO ORGANIC FERTILIZER Pebrianto, Rosihan; Asyik, Makmur; Bochori, Bochori; Purbasari, Diana
Jurnal Agriovet Vol. 6 No. 1 (2023): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v6i1.998

Abstract

Desa Langkan merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan. Desa yang memiliki potensi kotoran sapi yang begitu besar karena kelompok tani desa ini mendapatkan hibah sapi dari Pemerintah Pusat. Kandangnyapun merupakan bantuan dari Pemerintah. Selama ini kotoran sapi tidak digunakan oleh penduduk setempat, melainkan hanya dibuang begitu saja. Lingkungan yang berbau menjadi pemandangan yang biasa. Melalui pendekatan pengetahuan, penduduk setempat didampingi untuk meningkatkan kapasitas mereka. Maka dilakukanlah kegiatan pengabdian ini dengan memadukan antara teori dan praktek langsung. Bahan pupuk organik seperti kotoran sapi, EM4, gula merah, dolomit atau kapur, dan air merupakan bahan utama pembuatan pupuk organik ini. Setelah dilakukan penyampaian materi kemudian dilanjutkan dengan praktek pembuatan pupuk organik. Hasilnya penduduk memiliki kemampuan dan memahami setiap proses pembuatan pupuk organik. Setelah 7 hari kegiatan ini berlangsung dan penduduk sudah menikmati hasil pupuk organik yang dibuat saat kegiatan ini. Lingkungan yang sebelumnya kotor sudah ada perbaikan. Kotoran sapi yang selama ini menumpuk sudah mulai dimanfaatkan sebagai pupuk organik dan bernilai jual. Kedepan, mengingat potensi kotoran sapi yang begitu besar di desa Langkan ini, nanti juga akan dikembangkan pemanfaatan kotoran sapi menjadi energi biogas
Peningkatan Pengetahuan Pembuatan Pakan Sapi dari Hasil Fermentasi Jerami Padi sebagai Pakan Alternatif menggunakan Metode Ground truth Juniah, Restu; Pebrianto, Rosihan; Asyik, Makmur; Amin, Muhammad
JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia) Vol 4, No 1: Februari (2023)
Publisher : ICSE (Institute of Computer Science and Engineering)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Jerami padi biasanya tidak dimanfaatkan oleh penduduk. Sebagian besar hanya dibuang begitu saja dan hanya sebagian kecil digunakan sebagai pupuk organik. Desa Mangsang merupakan desa yang memiliki sawah dan penduduknya banyak yang memiliki ternak sapi. Ketika musim kemarau, penduduk umumnya mengalami kesulitan dalam menyediakan pakan untuk ternak sapi mereka. Kurangnya pengetahuan dan minimnya akses informasi membuat penduduk setempat tidak begitu mengetahui jika fermentasi jerami padi dapat digunakan sebagai pakan alternatif dan dapat disimpan dalam waktu yang lama. Tujuan dari pengabdian ini untuk membantu penduduk dalam mempersiapkan pakan alternatif bagi sapi terutama dimusim kemarau. Metode kegiatan yang digunakan yaitu dengan pendekatan teori dan praktek. Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari dilakukan dengan cara penyampaian materi kemudian praktek pembuatan. Ground truth merupakan metode yang digunakan dalam kegiatan ini dimana pengetahuan dihasilkan pengalaman bukan dari teori. Hasilnya pemahaman materi yang awalnya hanya 40% menjadi 90% dan praktek yang awal hanya 49% menjadi 100%. Peningkatan yang sangat signifikan ini akibat dari adanya pola pemberian materi yang diikuti langsung dengan praktek sehingga tujuan dari kegiatan ini dapat lebih mudah dicapai. Memang benar kegiatan seperti ini akan meningkatkan pengetahuan dan kreativitas penduduk.Abstract: Rice straw is usually not utilized by the population. Most of it is just thrown away and only a small portion is used as organic fertilizer. Mangsang Village has rice fields and many residents own cattle. During the dry season, residents generally experience difficulties in providing feed for their cattle. Lack of knowledge and lack of access to information makes local residents not really know if fermented rice straw can be used as an alternative feed and can be stored for a long time. The purpose of this service is to help residents in preparing alternative feed for cattle, especially in the dry season. The method of activity used is with a theoretical and practical approach. Activities that lasted for 3 days were carried out by delivering material and then practicing making. Ground truth is a method used in this activity where knowledge is generated by experience not from theory. As a result, the understanding of the material which was initially only 40% became 90% and the initial practice was only 49% to 100%. This very significant increase is due to the pattern of providing material followed directly by practice so that the objectives of this activity can be more easily achieved. It is true that activities like this will increase the knowledge and creativity of the population.
PENGEMBANGAN KAPASITAS PENDUDUK DALAM PEMANFAATAN KOTORAN SAPI MENJADI PUPUK ORGANIK: DEVELOPMENT OF POPULATION CAPACITY IN UTILIZING COW MANAGE INTO ORGANIC FERTILIZER Rosihan Pebrianto; Makmur Asyik; Bochori Bochori; Diana Purbasari
Jurnal Agriovet Vol. 6 No. 1 (2023): JURNAL AGRIOVET
Publisher : LPPM UNIVERSITAS KAHURIPAN KEDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/agriovet.v6i1.998

Abstract

Desa Langkan merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan. Desa yang memiliki potensi kotoran sapi yang begitu besar karena kelompok tani desa ini mendapatkan hibah sapi dari Pemerintah Pusat. Kandangnyapun merupakan bantuan dari Pemerintah. Selama ini kotoran sapi tidak digunakan oleh penduduk setempat, melainkan hanya dibuang begitu saja. Lingkungan yang berbau menjadi pemandangan yang biasa. Melalui pendekatan pengetahuan, penduduk setempat didampingi untuk meningkatkan kapasitas mereka. Maka dilakukanlah kegiatan pengabdian ini dengan memadukan antara teori dan praktek langsung. Bahan pupuk organik seperti kotoran sapi, EM4, gula merah, dolomit atau kapur, dan air merupakan bahan utama pembuatan pupuk organik ini. Setelah dilakukan penyampaian materi kemudian dilanjutkan dengan praktek pembuatan pupuk organik. Hasilnya penduduk memiliki kemampuan dan memahami setiap proses pembuatan pupuk organik. Setelah 7 hari kegiatan ini berlangsung dan penduduk sudah menikmati hasil pupuk organik yang dibuat saat kegiatan ini. Lingkungan yang sebelumnya kotor sudah ada perbaikan. Kotoran sapi yang selama ini menumpuk sudah mulai dimanfaatkan sebagai pupuk organik dan bernilai jual. Kedepan, mengingat potensi kotoran sapi yang begitu besar di desa Langkan ini, nanti juga akan dikembangkan pemanfaatan kotoran sapi menjadi energi biogas