Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Strategi Komunikasi Pemasaran Tarif Dinamis PT. Kai (Persero) DAOP VII Madiun: Studi Kasus Di Stasiun Blitar Veiling Bunga Adista; Anita Reta Kusumawijayanti; Hanik Amaria
Journal of Media and Communication | E-ISSN : 3063-9581 Vol. 2 No. 2 (2025): Oktober - Desember
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the marketing communication strategy of the dynamic fare system implemented by PT. KAI (Persero) DAOP VII Madiun, with a case study at Blitar Station. The dynamic fare system is a pricing mechanism in which ticket prices vary according to booking time and demand levels, thus requiring effective marketing communication to enhance passenger understanding and acceptance. This research employs a qualitative approach with data collected through interviews, observation, and documentation. The findings reveal that PT. KAI’s marketing communication strategy integrates five main instruments: digital advertising through social media and the KAI Access application, sales promotion in the form of discounts and bundling, public relations activities aimed at passenger education, digital marketing via YouTube and TikTok, and personal selling through direct communication between staff and passengers. Supporting factors include the utilization of digital technology, staff competence, and attractive promotions, while inhibiting factors consist of low digital literacy among elderly passengers, limited visual facilities at stations, and insufficient offline educational materials. This study recommends improving digital education facilities at stations, conducting staff training, and developing more creative and inclusive digital marketing content. The findings are expected to serve as a reference for PT. KAI (Persero) DAOP VII Madiun in optimizing its dynamic fare marketing communication strategy to enhance customer satisfaction and loyalty.
REPRESENTASI RASISME DALAM FILM “PENGEPUNGAN DI BUKIT DURI” Ahmad Eka Muktiwibawa; Andiwi Meifilina; Hanik Amaria
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 3 No. 10 (2025): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Oktober
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/xeq3kb83

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi rasisme dalam film “Pengepungan di Bukit Duri” karya Joko Anwar dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Film ini secara khusus mengangkat isu diskriminasi rasial terhadap etnis Tionghoa di Indonesia yang ditampilkan dalam berbagai bentuk, baik verbal, fisik, simbolik, maupun struktural. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini berupaya mengungkap makna denotatif, konotatif, serta mitos yang terkandung dalam adegan-adegan film sehingga dapat memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai pesan yang ingin disampaikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat sembilan adegan utama yang merepresentasikan bentuk-bentuk rasisme, mulai dari overt racism, covert racism, hingga internalized racism, serta munculnya fenomena racist hate crime dan structural racism. Representasi tersebut diharapkan mampu memberi gambaran lebih luas mengenai praktik rasisme yang masih terjadi dalam masyarakat Indonesia. Penelitian ini juga menegaskan bahwa film sebagai media komunikasi massa tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi memiliki peran penting dalam membentuk opini publik, mengangkat isu-isu sosial yang kerap terpinggirkan, serta menyampaikan kritik terhadap dominasi kekuasaan yang bersifat diskriminatif dan tidak adil.