Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : ABDIMAS SILIWANGI

PENERAPAN LEARNING MANAGEMENT SYSTEM (GOOGLE CLASSROOM) PADA MGMP GURU BAHASA INGGRIS DIWILAYAH KECAMATAN CIHAMPELAS KABUPATEN BANDUNG BARAT Syahrizal, Trisnendri; Setiyadi, Ruli
Abdimas Siliwangi Vol 4, No 2: Juli 2021
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v4i2p%p.6821

Abstract

ABSTRAKPandemik meciptakan proses pembelajaran Bahasa Inggris menjadi lebih sulit, selain kemampuan kebahasaan yang harus terpenuhi, masalah keterlibatan siswa, proses pengumpulan tugas dan ketercapaian tujuan pembelajaran yang lebih sulit dicapai melalui pembelajaran daring merupakan masalah yang dihadapain oleh para guru mitra yaitu guru-guru Bahasa Inggris pada tingkat SMP dan sederajat dilingkungan MGMP Kab Bandung Barat. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan solusi kepada para guru untuk menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dengan mengintegrasikan Google Clasroom dengan berbagai macam platform online. Pengabdian ini dilaksanakan dalam bentuk workshop luring, yang dilaksanakan pada tanggal 18 Feruari 2021 di salah satu SMP dilingkungan Bandung Barat. Terdapat dua puluh tiga peserta yang juga merupakn anggota dari MGMP Guru Bahasa Inggris Tingkat SMP di Bandung Barat. Pengabdian ini dilakukan dalam 3 tahapan yaitu: a) tahap 1 (tahapan analisis), b) tahap 2 (tahap penyusunan materi), c) tahap 3 (tahapan pelaksanaan), dan d) tahapan  4 (penyusunan laporan kegiatan ). Hasil dari pengabdian ini menunjukan bahwa; 1) para guru peserta workshop sudah mengetahui bahkan sudah memiliki dan mengunakan goggle classroom dalam proses pembelajaran,  2) para guru memliki kesulitan dalam mengiintergasikan Google Classroom dengan platform pembelajaran lainnya, 3) para guru pada akhirnya mampu mengintergrasikan goggle classroom dengan platform pembelajaran lainnya. Namun demikin masalah ketersiadaan alat pemeblajaran yang mampu mendukung pengunaan berbagia platform daring masih terbatas sehingga perlu dibentuknya sinergitas antara guru, orang tua, siswa, sekolah dan otoritas lainnya
PENERAPAN GOOGLE CLASSROOM DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS KEPADA GURU-GURU BAHASA INGGRIS SMP DI SUBANG Ula Nisa El Fauziah; Lilis Suryani; Trisnendri Syahrizal
Abdimas Siliwangi Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.779 KB) | DOI: 10.22460/as.v2i2p183-191.3281

Abstract

ABSTRAKPenggunaan teknologi dalam proses pembelajaran merupakan hal yang selalu digunakan. Di era industri 4.0 guru dituntut memiliki kemampuan yang cukup dalam mengikuti perkembangan teknologi. Pembelajaran yang berfokus kepada proses tatap muka harus sudah diintegrasi dengan blended-learning. Kondisi ini membuat Google sebagai salah satu web tool terbesar memperkenalkan Google Classroom (GC) pada tahun 2014. Adanya GC diharapkan bisa menjadi solusi untuk permasalahan seperti kurangnya jam pelajaran mata pelajaran Bahasa Inggris ditingkat SMP. Namun sayangnya masih banyak guru yang masih belum mengetahui tentang kebermanfaatan GC. Sehingga melalui pengabdian ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang holistik terkait dengan pengunaan GC khususnya dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Lebih jauh, pengabdian ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berbahasa inggris siswa yang meliputi kemampuan menyimak (listening), berbicara (speaking), membaca (reading), dan menulis (writing). Metode pengabdian dilaksanakan ada empat tahapan yaitu: a) tahapan analisis, b) tahapan penyusunan materi , c) tahapan pelaksanaan, dan d) tahapan penyusunan laporan kegiatan. Adapun hasil dari pengabdian ini adalah semua guru peserta belum mengenal GC, sehingga guru sangat antusias dan tertarik dengan penggunaan GC. Guru mengetahui flatform yang dapat mereka gunakan dalam pembelajaran yang berintegrasi dengan blended learning. Guru dapat lebih mudah untuk mengelola tugas kelas dengan cepat dan memberikan umpan balik kepada siswa secara efektif.  Akan tetapi, fasilitas seperti ketersediaan koneksi yang baik juga harus didukung demi lancarnya penggunaan GC dalam pembelajaran.Kata kunci: Google Classroom, blended-learning, teknologi industri 4.0 ABSTRACTTechnology is always used in teaching and learning process. In industry 4.0, teachers are asked to develop skill in using technology. Learning focuses not only in the classroom but also it should be integrated with blended learning. This situation makes google as one biggest web tool to introduce google classroom (GC) in 2014, GC is expected to be solution to solve the problems such as limitation of time in learning. Unfortunately, many teachers do not know about GC. So, this community services program is expected to help teachers in using GC, especially English teachers. Besides, it is also to improve English language skills, such as listening, speaking, reading, and writing. There are four methods of community services program, they are: a) analysis step, b) material arrangement, c) implementation, d) report. The result of community services shows that all teachers as participants do not know about GC, so they are really excited in using GC. Teachers know GC and they can implement in learning and it can be integrated learning. Teachers are easier to manage the class and help teachers to assess the assignment effectively. Nevertheless, the good connection should be determined to support the implementation of using GC.Kata kunci: Google Classroom, blended-learning, Industry technology 4.0 
PENDAMPINGAN KEGIATAN BEBAS MELA (BELAJAR CERDAS MENDUKUNG LITERASI ANAK) KEPADA GURU-GURU SEKOLAH SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN BANDUNG Ruli Setiyadi; Trisnendri Syahrial
Abdimas Siliwangi Vol 5, No 1: Februari 2022
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v5i1.6913

Abstract

Secara umum, tujuan jangka panjang program pengabdian ini adalah mengembangkan suatu proses pengabdian yang  inovatif melalui penyuluhan bagi guru-guru Sekolah Dasar dalam upaya meningkatkan kesadaran tentang literasi anak sehingga dapat menunjang proses belajar peserta didik secara maksimal. Secara khusus, target khusus yang ingin dicapai sebagai berikut: (1). Meningkatkan pemahaman guru-guru tentang pentingnya kemampuan literasi anak; (2). Meningkatkan kemampuan literasi anak khusunya peserta didik usia sekolah dasar. Metode pelaksanaan dalam pencapaian tujuan tersebut sebagai berikut: (a). perizinan terhadap Dinas setempat terkait pengabdian terhadap guru-guru sekolah dasar; (b). Memberikan gambaran umum mengenai kegiatan pengabdian yang akan dilakukan; (c). Melakukan refleksi dan diskusi mengenai berbagai kegiatan pengabdian yang akan dilakukan; (d). Melakukan kolaborasi dengan ahli dalam menyusun materi yang menunjang literasi anak, (e). Pelaksanaan kegiatan penyuluhan ; (f). Evaluasi kegiatan penyuluhan, (f) Penarikan kesimpulan pelaksanaan penyuluhan, dan (g) Publikasi luaran pengabdian.
PENERAPAN LEARNING MANAGEMENT SYSTEM (GOOGLE CLASSROOM) PADA MGMP GURU BAHASA INGGRIS DIWILAYAH KECAMATAN CIHAMPELAS KABUPATEN BANDUNG BARAT Trisnendri Syahrizal; Ruli Setiyadi
Abdimas Siliwangi Vol. 4 No. 2: Juli 2021
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v4i2p%p.6821

Abstract

ABSTRAKPandemik meciptakan proses pembelajaran Bahasa Inggris menjadi lebih sulit, selain kemampuan kebahasaan yang harus terpenuhi, masalah keterlibatan siswa, proses pengumpulan tugas dan ketercapaian tujuan pembelajaran yang lebih sulit dicapai melalui pembelajaran daring merupakan masalah yang dihadapain oleh para guru mitra yaitu guru-guru Bahasa Inggris pada tingkat SMP dan sederajat dilingkungan MGMP Kab Bandung Barat. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan solusi kepada para guru untuk menciptakan pembelajaran yang lebih menarik dengan mengintegrasikan Google Clasroom dengan berbagai macam platform online. Pengabdian ini dilaksanakan dalam bentuk workshop luring, yang dilaksanakan pada tanggal 18 Feruari 2021 di salah satu SMP dilingkungan Bandung Barat. Terdapat dua puluh tiga peserta yang juga merupakn anggota dari MGMP Guru Bahasa Inggris Tingkat SMP di Bandung Barat. Pengabdian ini dilakukan dalam 3 tahapan yaitu: a) tahap 1 (tahapan analisis), b) tahap 2 (tahap penyusunan materi), c) tahap 3 (tahapan pelaksanaan), dan d) tahapan  4 (penyusunan laporan kegiatan ). Hasil dari pengabdian ini menunjukan bahwa; 1) para guru peserta workshop sudah mengetahui bahkan sudah memiliki dan mengunakan goggle classroom dalam proses pembelajaran,  2) para guru memliki kesulitan dalam mengiintergasikan Google Classroom dengan platform pembelajaran lainnya, 3) para guru pada akhirnya mampu mengintergrasikan goggle classroom dengan platform pembelajaran lainnya. Namun demikin masalah ketersiadaan alat pemeblajaran yang mampu mendukung pengunaan berbagia platform daring masih terbatas sehingga perlu dibentuknya sinergitas antara guru, orang tua, siswa, sekolah dan otoritas lainnya
Penerapan deep learning dan teknologi kecerdasan buatan dalam kegiatan pengabdian untuk peningkatan kompetensi komunikasi siswa dalam Bahasa Inggris Suryani, Lilis; Syahrizal, Trisnendri; Setya Resmini
Abdimas Siliwangi Vol. 8 No. 3 (2025): Oktober 2025
Publisher : IKIP SILIWANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/as.v8i3.28712

Abstract

Kemampuan komunikasi dalam Bahasa Inggris merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki oleh siswa di era global dan digital. Namun, masih banyak sekolah menengah yang mengalami kendala dalam menyediakan media ajar yang inovatif dan berbasis teknologi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi siswa melalui integrasi teknologi kecerdasan buatan (AI) dan pendekatan deep learning dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Kegiatan dilaksanakan di SMAN 1 Ngamprah dengan melibatkan siswa dan guru sebagai subjek utama. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi kebutuhan, perencanaan materi, pelatihan penggunaan aplikasi AI (Google Translate, ChatGPT, Grammarly, dan QuillBot), serta evaluasi kegiatan. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar siswa mengalami peningkatan rasa percaya diri dan kemampuan menulis setelah menggunakan aplikasi tersebut. Guru juga menyambut baik model pembelajaran ini dan mulai mengadopsinya dalam proses pengajaran. Kegiatan ini membuktikan bahwa teknologi AI yang didukung dengan pendekatan pedagogis yang tepat dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif, kontekstual, dan bermakna bagi siswa.