Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

ECO-TEENS INITIATIVE: PEMBERDAYAAN REMAJA MELALUI PELATIHAN PENGELOLAAN LIMBAH ORGANIK UNTUK MENINGKATKAN KESEDARAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN Mahmud, Muzdalifah
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 3 No. 06 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Degradasi lingkungan yang disebabkan oleh pengelolaan sampah yang tidak tepat masih menjadi permasalahan serius, terutama tingginya proporsi limbah organik yang berkontribusi pada pencemaran dan emisi metana. Remaja sebagai generasi penerus memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran lingkungan berkelanjutan sehingga perlu dibekali dengan edukasi dan keterampilan yang relevan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, serta kesadaran lingkungan siswa SMPN 1 Tapa melalui pelatihan dan praktik pengelolaan limbah organik berbasis komposting. Program dilaksanakan menggunakan participatory approach yang melibatkan siswa sebagai peserta aktif dalam seluruh tahapan kegiatan, didampingi oleh dosen dan mahasiswa pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Negeri Gorontalo. Rangkaian kegiatan meliputi pemetaan kebutuhan awal, pemberian materi tentang limbah organik, lokakarya teknik komposting, pendampingan praktik lapangan, serta evaluasi pasca pelatihan. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terkait jenis limbah organik, manfaat kompos, dan prosedur pembuatannya. Selain itu, siswa menunjukkan perubahan perilaku yang lebih peduli lingkungan melalui keterlibatan aktif dalam pengumpulan dan pengolahan bahan kompos. Kompos yang dihasilkan digunakan untuk menyuburkan tanaman di area sekolah sehingga memberikan manfaat ekologis langsung. Secara keseluruhan, program ini berhasil mendorong pemberdayaan remaja dan menciptakan praktik pengelolaan limbah organik yang berkelanjutan di lingkungan sekolah.
ENVIRONMENT-BASED ENGLISH LEARNING FOR VERY YOUNG LEARNERS (VYLs) : PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS BERBASIS LINGKUNGAN DI KAWASAN TELUK TOMINI Laya, Rachmi; Mahmud, Muzdalifah
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 4 No. 01 (2026): JANUARI 2026
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran bahasa Inggris pada anak usia dini membutuhkan pendekatan yang kontekstual, bermakna, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak. Program Environment-based English for Young Learners dikembangkan untuk memperkenalkan kosakata bahasa Inggris dasar melalui bermain, lagu, gerakan, dan cerita yang berorientasi tema lingkungan (eco-literacy). Kegiatan dilaksanakan pada siswa TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) I, salah satu lembaga PAUD di kawasan Teluk Tomini, dengan melibatkan mahasiswa dan didamping oleh dosen dari jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Negeri Gorontalo sebagai fasilitator pengajaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa anak-anak mampu mengenali dan menggunakan kosakata dasar bertema lingkungan melalui aktivitas multisensori yang menyenangkan. Selain itu, integrasi nilai kecintaan lingkungan dalam pembelajaran mendorong terbentuknya perilaku peduli pada diri anak, seperti memilah sampah dan merawat tanaman sekolah. Program ini juga memberikan manfaat pedagogis bagi mahasiswa melalui praktik langsung pengajaran sebagai bagian dari project akhir mata kuliah Teaching English to Young Learners (TEYL) yang berbasis bermain dan konteks lokal. Secara keseluruhan, implementasi Eco-English terbukti efektif dalam meningkatkan pemerolehan bahasa yang menyenangkan sekaligus menumbuhkan sikap peduli terhadap lingkungan sejak dini.
The Impact of Social Media and 4C Skills (Critical Thinking, Communication, Creativity, Collaboration) in English Language Learning: Students’ voices Juni, Muliana; Mahmud, Muzdalifah; Machmud, Karmila
JETAL: Journal of English Teaching & Applied Linguistic Vol 6 No 2 (2025): April
Publisher : English Education Department at FKIP Nommensen University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/jetal.v6i2.1871

Abstract

This study explores students’ subjective perspectives on the use of social media platforms (e.g., TikTok, Instagram, YouTube) in developing their 21st-century 4C skills (Critical Thinking, Communication, Creativity, Collaboration) within an English Language Learning (ELL) context. Using descriptive qualitative methods with semi-structured interviews, this study synthesizes wide-ranging perceptions on the use of platforms and how they facilitate students in improving 4C skills in English learning. The results were further analyzed thematically. Key findings indicate that, although students recognized that social media is an accessible and engaging tool for English learning, its use for developing 4C skills is not without significant challenges. Students posited that social media effectively facilitates the practice of communication skills (writing and speaking), stimulates creativity, and supports online collaboration skills. However, they also suggested that the development of critical thinking is hampered by the difficulties in evaluating the credibility of information online. The practical implications of this study highlight the need for lecturers to design structured pedagogical support and for policymakers to integrate digital literacy into the curriculum. Without strategic guidance, the potential of social media to enhance 4C skills is at risk of being underutilized.