Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS UNTUK ANAK-ANAK DI DAERAH PESISIR PANTAI: UPAYA MENINGKATKAN KESADARAAN TENTANG LINGKUNGAN LAUT Mahmud, Muzdalifah; Jumrah; Sakkir, Geminastiti; Abdullah, Abdullah; Dollah, Syarifuddin
PEDAMAS (PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 3 No. 01 (2025): JANUARI 2025
Publisher : MEDIA INOVASI PENDIDIKAN DAN PUBLIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris anak-anak yang ada dipesisir pantai. Selain itu, kegiatan pengabdian ini pula bertujuan untuk meningkatkan kesadaran anak-anak pesisir terhadap keberlanjutan lingkungan laut, hal ini dapat mengatasi pencemaran laut di Indonesia, yang mengancam keberlanjutan ekosistem. Rendahnya kesadaran masyarakat, termasuk anak-anak di daerah pesisir, menjadi salah satu penyebabnya. Kegiatan ini dilaksanakan di dua lokasi yang berbeda yaitu di kawasan pesisir Pantai Sengigi, Lombok Barat Nusa Tenggara Barat, dan Pantai Indah, Kota Gorontalo. Kegiatan ini berlangsung satu hari di dua lokasi yang disebutkan tersebut dan melibatkan 30 anak usia sekolah dasar. Metode yang digunakan mencakup pemberian materi singkat dengan visual menarik, permainan edukatif seperti Trash Sorting Game dan Matching Game, serta diskusi kelompok. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam penguasaan kosakata bahasa Inggris, meningkat dari rata-rata 5 kosakata menjadi 12 kosakata setelah kegiatan. Selain itu, 85% anak-anak dapat menjawab pertanyaan tentang pelestarian lingkungan laut dengan benar. Dampak kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan tentang lingkungan laut, tetapi juga membangun rasa peduli terhadap ekosistem. Luaran yang diperoleh berupa peningkatan kemampuan Bahasa Inggris anak dalam hal ini peningkatan kosakata serta peningkatan kesadaran lingkungan dikalangan anak-anak peserta dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat, selain itu juga adanya animo tinggi dari peserta kegiatan PKM dalam permainan edukasi. Kegiatan ini diharapkan menjadi model untuk program serupa di lokasi lain.  
Membangun Karakter Positif Berbasis Bahasa Katili, Adriansyah Abu; Mahmud, Muzdalifah
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 3, No 7 (2024): Oktober
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.14335437

Abstract

Artikel ini berisi materi pengabdian yang disampaikan penulis dalam acara Baitul Arqam yang diadakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bone Bolango. Materi bertopik Pembangunan Karakter Positif Berbasis Bahasa. Karakter positif yang berbasis bahasa tampak dalam dua hal. Yang pertama, adalah bersikap empati. Sikap empati diungkapkan dalam bentuk bahasa yang mampu meringankan penderitaan orang lain. Yang kedua adalah berskikap santun dalam berbahasa.
Pelatihan Menulis Puisi Berbahasa Inggris Bertema Daerah Wisata di SMA Negeri 1 Biluhu, Kabupaten Gorontalo Baga, Magdalena; Mahmud, Muzdalifah; Muhamad, Farid
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 3, No 7 (2024): Oktober
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.13901401

Abstract

Biluhu merupakan salah satu daerah di Kabupaten Gorontalo yang berhadapan dengan Teluk Tomini. Daerah ini menjadi daya tarik wisatawan karena keindahan pantai dan laguna pesisirnya yang merupakan bagian dari kawasan wisata Biluhu Timur, serta objek wisata pantai lainnya di kawasan Teluk Tomini. Tempat wisata ini sangat menarik untuk dijadikan inspirasi bagi siswa SMA untuk menulis, karena Sekolah Menengah Atas umumnya menyelenggarakan program literasi yang melibatkan kegiatan membaca dan menulis. Pemanfaatan tempat wisata sebagai inspirasi penciptaan puisi merupakan program yang sangat bermanfaat bagi siswa SMA karena dapat menumbuhkan kreativitas menulis mereka. Tujuan dari kegiatan Pengabdian pada Masyarakat ini adalah untuk membekali siswa SMA dengan keterampilan memanfaatkan tempat wisata setempat sebagai inspirasi puisi, sehingga dapat menumbuhkan daya imajinasi dan meningkatkan keterampilan menulis dalam Bahasa Inggris. Dalam pelatihan ini, dosen dari perguruan tinggi setempat memberikan materi pembelajaran kepada siswa untuk menjelaskan sesuatu dan memanfaatkan bahasa kiasan, imaji, dan unsur-unsur puisi lainnya dalam karya mereka. Terakhir, dosen meminta siswa untuk membacakan puisi yang telah mereka buat setelah melalui proses koreksi.
Pelatihan Menulis Puisi Berbahasa Inggris Bertema Daerah Wisata di SMA Negeri 1 Biluhu, Kabupaten Gorontalo Baga, Magdalena; Mahmud, Muzdalifah; Muhamad, Farid
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 3, No 7 (2024): Oktober
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.13901401

Abstract

Biluhu merupakan salah satu daerah di Kabupaten Gorontalo yang berhadapan dengan Teluk Tomini. Daerah ini menjadi daya tarik wisatawan karena keindahan pantai dan laguna pesisirnya yang merupakan bagian dari kawasan wisata Biluhu Timur, serta objek wisata pantai lainnya di kawasan Teluk Tomini. Tempat wisata ini sangat menarik untuk dijadikan inspirasi bagi siswa SMA untuk menulis, karena Sekolah Menengah Atas umumnya menyelenggarakan program literasi yang melibatkan kegiatan membaca dan menulis. Pemanfaatan tempat wisata sebagai inspirasi penciptaan puisi merupakan program yang sangat bermanfaat bagi siswa SMA karena dapat menumbuhkan kreativitas menulis mereka. Tujuan dari kegiatan Pengabdian pada Masyarakat ini adalah untuk membekali siswa SMA dengan keterampilan memanfaatkan tempat wisata setempat sebagai inspirasi puisi, sehingga dapat menumbuhkan daya imajinasi dan meningkatkan keterampilan menulis dalam Bahasa Inggris. Dalam pelatihan ini, dosen dari perguruan tinggi setempat memberikan materi pembelajaran kepada siswa untuk menjelaskan sesuatu dan memanfaatkan bahasa kiasan, imaji, dan unsur-unsur puisi lainnya dalam karya mereka. Terakhir, dosen meminta siswa untuk membacakan puisi yang telah mereka buat setelah melalui proses koreksi.
Membangun Karakter Positif Berbasis Bahasa Katili, Adriansyah Abu; Mahmud, Muzdalifah
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 3, No 7 (2024): Oktober
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.14335437

Abstract

Artikel ini berisi materi pengabdian yang disampaikan penulis dalam acara Baitul Arqam yang diadakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Bone Bolango. Materi bertopik Pembangunan Karakter Positif Berbasis Bahasa. Karakter positif yang berbasis bahasa tampak dalam dua hal. Yang pertama, adalah bersikap empati. Sikap empati diungkapkan dalam bentuk bahasa yang mampu meringankan penderitaan orang lain. Yang kedua adalah berskikap santun dalam berbahasa.
Using Environmental Vocabulary to Compose Poems Katili, Adriansyah Abu; Mahmud, Muzdalifah
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 4 (2025): July 2025
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.16405162

Abstract

This is an article about a community service activity conducted by the author at SMP Negeri 3, Gorontalo City. The goal of this activity was to improve the vocabulary skills of junior high school students and foster their creativity in language. The method of the activity was to introduce vocabulary for each object in nature. Then, they were guided to compose a simple poem using the vocabulary they had learned. They then wrote the poem in their notebooks, keeping it as a memory and study resource. As a result, they were able to master vocabulary and compose it into a simple poem. 
Using Environmental Vocabulary to Compose Poems Katili, Adriansyah Abu; Mahmud, Muzdalifah
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 4 (2025): July 2025
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.16405162

Abstract

This is an article about a community service activity conducted by the author at SMP Negeri 3, Gorontalo City. The goal of this activity was to improve the vocabulary skills of junior high school students and foster their creativity in language. The method of the activity was to introduce vocabulary for each object in nature. Then, they were guided to compose a simple poem using the vocabulary they had learned. They then wrote the poem in their notebooks, keeping it as a memory and study resource. As a result, they were able to master vocabulary and compose it into a simple poem. 
Exploring Nature in English: Belajar Kosakata Bahasa Inggris Dasar tentang Alam Mahmud, Muzdalifah
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 4 (2025): July 2025
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.16895767

Abstract

Vocabulary acquisition is one of the fundamental aspects of English language learning, especially for primary school-aged children who are in the early stages of language acquisition. Basic vocabulary related to nature was chosen because it has proximity to the child’s daily life, making it more understandable and interesting to learn. This community service activity was implemented by Gorontalo State University English Education lecturers with the aim of introducing basic English vocabulary on nature to primary school children of grades 4-6 in Tilongkabila Subdistrict, Bone Bolango County, Gorontalo Province. The activity implementation method uses a nature-based exploration approach through outdoor learning in the courtyard. Activities take place in one encounter with stages in the form of ice breaking, vocabulary introduction using pictured cards and real objects, as well as simple game activities to reinforce comprehension. Evaluation was conducted qualitatively through observation of children’s responses during the activity, including enthusiasm, engagement, and ability to pronounce the taught vocabulary. Activity results showed that the children were very enthusiastic, active, and capable of naming a number of basic nature-related vocabulary although with pronunciation that still needed guidance. These activities provide a fun learning experience, increase motivation, and foster children’s interest in continuing to learn English through a contextualized nature-based approach.
Menyingkap Ekspresi Ketuhanan dalam Puisi: Telaah Kognitif Pragmatik atas Bahasa Spiritual Abu Katili, Adriansyah; Mahmud, Muzdalifah
Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Vol 15, No 2 (2025): (Mei 2025
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jbsb.v15i1.34055

Abstract

This article explores the expression of divinity in poetry. The poems analyzed are"Siang Arafah" by Suminto A. Sayuti and "God's World" by Edna St. Millay. Thisresearch was conducted using a cognitive pragmatic approach, incorporatingAustin's speech act theory and Sperber and Wilson's theory of relevance. Theresearch method employed the principles of discourse analysis, namely theprinciples of local interpretation and analogy. This study found that Sayuti's poemsutilize expressive speech acts. Using relevance theory, it was found that the poetsfrequently use diction that clarifies the meaning of the expressive speech acts to thereader. Meanwhile, Millay's poem "God's World" contains expressive speech acts.Millay also uses diction to enable the reader to interpret the meaning of theutterances. The meaning of both poems is a longing for God.
Exploring Nature in English: Belajar Kosakata Bahasa Inggris Dasar tentang Alam Mahmud, Muzdalifah
Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia Vol 4, No 4 (2025): July 2025
Publisher : Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.16895767

Abstract

Vocabulary acquisition is one of the fundamental aspects of English language learning, especially for primary school-aged children who are in the early stages of language acquisition. Basic vocabulary related to nature was chosen because it has proximity to the child’s daily life, making it more understandable and interesting to learn. This community service activity was implemented by Gorontalo State University English Education lecturers with the aim of introducing basic English vocabulary on nature to primary school children of grades 4-6 in Tilongkabila Subdistrict, Bone Bolango County, Gorontalo Province. The activity implementation method uses a nature-based exploration approach through outdoor learning in the courtyard. Activities take place in one encounter with stages in the form of ice breaking, vocabulary introduction using pictured cards and real objects, as well as simple game activities to reinforce comprehension. Evaluation was conducted qualitatively through observation of children’s responses during the activity, including enthusiasm, engagement, and ability to pronounce the taught vocabulary. Activity results showed that the children were very enthusiastic, active, and capable of naming a number of basic nature-related vocabulary although with pronunciation that still needed guidance. These activities provide a fun learning experience, increase motivation, and foster children’s interest in continuing to learn English through a contextualized nature-based approach.