Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Membangun Budaya Literasi Lewat Komunitas Baca: Sebuah Inisiatif Pengabdian Masyarakat Tulaktondok, Linerda; Luther Patintingan, Mersilina; Paembonan, Detisa; Tri Palullungan, Elma; Parinding, Aling
Jurnal Inovasi Pengabdian Masyarakat Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2024): Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/jurnalinovasi.v4i2.34491

Abstract

Membentuk kualitas suatu bangsa salah satu caranya adalah membangun budaya literasi, yang dimulai dari komunitas kecil. Salah satunya adalah komunitas baca . Sehingga tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah membangun literasi lewat komunitas baca yang merupakan kebutuhan dan budaya Toraja.  Masyarakat yang senang berkumpul, lingkungan yang membuat mereka nyaman dan berkembang bersama-sama dalam meningkatkan minat baca, oleh piker kritis dan membentuk kebiasaan baca dan menulis. Pengabdian ini dilakukan di Kecamatan Rantepao, Kab. Toraja Utara yang sasarannya kepada Anggota Perkantas Toraja Utara, dengan Metode PAR (Participatory Action Research. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan dari 50 orang peserta yang mengikuti workshop tentang proses membangun budaya literasi melalui komunitas baca ini ada 10 orang yang memiliki kebiasaan membaca dengan menyadur dan menerapkan tahap Neurocycle selama 3 x 21 hari atau selama 63 hari dengan langkah yang diberikan yakni: membaca, merefleksikan, menulis hal yang dipahami dan pengalaman dalam membaca serta membagikan apa yang diketahui.  Selain ada pengalaman dalam membangun kebiasaan tahap refleksi akan menolong pembaca untuk memahami dan menghayati setiap isi bacaan yang mendorogn mereka untuk membagikan pengalaman tersebut dengan temannya dalam komunitas. Inilah yang membuat komunitas bertumbuh dan bisa menularkan semangat untuk membangun kebiasaan baca bagi anggota komunitas yang lain.
Peningkatan Literasi Bahasa Dan Gellu’ Tua Melalui Lumbung Baca Bersama Masyarakat Dikelurahan Panta’nakan Lolo, Kecamatan Kesu’, Kabupaten Toraja Utara Sirande, Normalia; Tangkeallo, Agusretigo; Patanduk, Sushy Teko; Tulaktondok, Linerda
TONGKONAN: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 1 No 2 (2022): Vol 1 No 2 (2022): Tongkonan: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : FKIP UKI TORAJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.889 KB) | DOI: 10.47178/tongkonan.v1i2.1758

Abstract

Pengembangan literasi masyarakat sangat penting dibangun sejak usia dini. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan dan meningkatkan minat baca dan literasi masyarakat khususnya yang berada di Kelurahan panta’nakan Lolo, Kecamatan Kesu’, Kabupaten Toraja Utara. Kegiatan ini melibatkan masyarakat khususnya bagi anak-anak Sekolah Dasar yang berada di Kelurahan Panta’nakan Lolo. Penelitian pada kegiatan PKM ini adalah penelitian kualitatif yang terdiri dari pra kegitan, kegiatan dan pasca kegiatan. Kegiatan dimulai dengan kunjungan awal/observasi untuk menganalisis situasi dan kebutuhan masyarakat di lokasi. Dari hasil observasi berhasil diidentifikasi dan disepakati bahwa kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini difokuskan pada pengembangan litersai dan pelestarian gellu tua melalui lumbung baca. Monitoring dan evaluasi hasil kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilakukan di akhir kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat (siswa-siswi) sangat antusias mengikuti kegiatan literasi dan pelestarian gellu tua di lumbung baca.
BIMBINGAN BELAJAR BAHASA INGGRIS BAGI SISWA TINGKAT SD DISEKITAR OBJEK WISATA KE’TE’ KESU’ DI KECAMATAN KESU’, TORAJA UTARA. Linerda; Linerda, Linerda; Tandikombong, Matius; Ratu, Judith; Patanduk, Sushy Teko
TONGKONAN: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 1 No 2 (2022): Vol 1 No 2 (2022): Tongkonan: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : FKIP UKI TORAJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.974 KB) | DOI: 10.47178/tongkonan.v1i2.1761

Abstract

Kabupatan Toraja Utara adalah merupakan daera kawasan wisata. Di Toraja utara ada beberapa tempat wisata yang sering dikunjungi oleh wisatawan. Sala satu tempat wisata yang paling sering dikunjungi oleh wisatawan adalah kete’kesu’ yang terletak di kecematan kesu’. Dikete’ kesu’ terdapat beberapa rumah tongkonan dan beberapa lumbung yang berjejeran. Disana juga ada seni ukir,Erong kuburan tua, kuburan gua dan kuburan gantung yang menarik wisatawan mengunjunginy. Meskipun ke’te’ kesu merupakan sala satu tempat wisata yang paling sering dikunjungi wisatawan namun masyarakat yang tinggal disekitarnya tidak banyak yang tahu bahasa asing termasuk bahasa inggris. Atas permasalahan ini tim dari UKI Toraja berinisyatif dengan berkoordinasi dengan camat kecamatan kesu’untuk melakukan kegiatan bimbingan belajar bahasa inggris bagi ana-anak siswa SD yang tinggal disekitan objek wisata Ke’te’ Kesu’. Sistem pembelajaran yang kami laksanakan disana adalah sistem pembelajarn paket dengan durasi waktu perpakat 6 bulan. Dengan adanya program ini dapat mempersiapkan generasi muda untuk menyambut dan ikut berpartisipasi dalam mengembangkan sector industri pariwita di toraja utara.
BIMBINGAN BELAJAR BAHASA INGGRIS BAGI SISWA TINGKAT SD DISEKITAR OBJEK WISATA KE’TE’ KESU’ DI KECAMATAN KESU’, TORAJA UTARA. Linerda; Linerda, Linerda; Tandikombong, Matius; Ratu, Judith; Patanduk, Sushy Teko
TONGKONAN: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 1 No 2 (2022): Vol 1 No 2 (2022): Tongkonan: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : FKIP UKI TORAJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.974 KB) | DOI: 10.47178/tongkonan.v1i2.1761

Abstract

Kabupatan Toraja Utara adalah merupakan daera kawasan wisata. Di Toraja utara ada beberapa tempat wisata yang sering dikunjungi oleh wisatawan. Sala satu tempat wisata yang paling sering dikunjungi oleh wisatawan adalah kete’kesu’ yang terletak di kecematan kesu’. Dikete’ kesu’ terdapat beberapa rumah tongkonan dan beberapa lumbung yang berjejeran. Disana juga ada seni ukir,Erong kuburan tua, kuburan gua dan kuburan gantung yang menarik wisatawan mengunjunginy. Meskipun ke’te’ kesu merupakan sala satu tempat wisata yang paling sering dikunjungi wisatawan namun masyarakat yang tinggal disekitarnya tidak banyak yang tahu bahasa asing termasuk bahasa inggris. Atas permasalahan ini tim dari UKI Toraja berinisyatif dengan berkoordinasi dengan camat kecamatan kesu’untuk melakukan kegiatan bimbingan belajar bahasa inggris bagi ana-anak siswa SD yang tinggal disekitan objek wisata Ke’te’ Kesu’. Sistem pembelajaran yang kami laksanakan disana adalah sistem pembelajarn paket dengan durasi waktu perpakat 6 bulan. Dengan adanya program ini dapat mempersiapkan generasi muda untuk menyambut dan ikut berpartisipasi dalam mengembangkan sector industri pariwita di toraja utara.
Peran Mahasiswa dalam Pendidikan Karakter Masyarakat Melalui Inovasi Pengembangan Wisata Berkelanjutan di Air Terjun Sarambu Tulaktondok, Linerda; Kabangga', Theresyam; Ri’pian Parida, Febrianty
TONGKONAN: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 3 No 2 (2024): Tongkonan: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : FKIP UKI TORAJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/b9kngf22

Abstract

Pengabdian ini dilakukan untuk meningkatkan pendidikan karakter masyarakat melalui keterlibatan mahasiswa dalam pengembangan wisata berkelanjutan di Air Terjun Sarambu, Toraja Utara. Topik ini dipilih karena pentingnya menanamkan nilai gotong royong, tanggung jawab, dan pelestarian lingkungan kepada masyarakat secara nonformal. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui observasi, pelatihan, diskusi, dan pembangunan fasilitas wisata seperti tempat sampah, petunjuk arah, dan spot foto. Hasil menunjukkan peningkatan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan dan mengelola potensi lokal. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendidikan karakter dapat diintegrasikan secara efektif dalam program pengabdian berbasis wisata. Kesimpulannya, pendekatan edukatif dalam pengembangan wisata berperan penting dalam membentuk masyarakat yang sadar lingkungan dan berdaya.
Penerapan Reflective Journaling dalam Pembelajaran Bahasa Inggris: Dampak terhadap Keterlibatan dan Motivasi Mahasiswa Tulaktondok, Linerda; Siumarlata, Viktor; Jackson, Jannet
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i3.6034

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh reflective journaling terhadap keterlibatan dan motivasi belajar mahasiswa dalam pembelajaran Bahasa Inggris di tingkat perguruan tinggi. Reflective journaling merupakan strategi pedagogis yang mendorong peserta didik untuk secara sadar merefleksikan pengalaman belajarnya, mengidentifikasi tantangan, serta merumuskan strategi perbaikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dan korelasional dengan melibatkan 21 mahasiswa program sarjana yang mengikuti mata kuliah Bahasa Inggris. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang mengukur tiga dimensi utama: keterlibatan mahasiswa, motivasi belajar, dan persepsi manfaat reflective journaling. Hasil deskriptif menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki tingkat keterlibatan yang tinggi serta motivasi dan apresiasi yang cukup tinggi terhadap reflective journaling. Analisis korelasi Pearson menunjukkan tidak adanya hubungan yang signifikan antara persepsi manfaat reflective journaling dan keterlibatan mahasiswa (r = 0,158; p = 0,495), namun terdapat hubungan yang kuat dan signifikan dengan motivasi belajar (r = 0,629; p = 0,002). Analisis regresi linier memperkuat temuan ini, di mana persepsi manfaat reflective journaling secara signifikan memprediksi motivasi belajar (β = 0,466; p = 0,002), dengan kontribusi sebesar 39,6% terhadap variabel motivasi. Sementara itu, uji t dua sampel independen menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan dalam motivasi antara mahasiswa dengan persepsi manfaat tinggi dan rendah (p = 0,083). Temuan ini menunjukkan bahwa reflective journaling merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan motivasi belajar, khususnya dalam membangun regulasi diri dan motivasi intrinsik. Namun, pengaruhnya terhadap keterlibatan mahasiswa masih terbatas, kecuali jika dikombinasikan dengan metode pembelajaran yang partisipatif dan interaktif. Oleh karena itu, disarankan agar reflective journaling diintegrasikan ke dalam kerangka pembelajaran aktif untuk mengoptimalkan hasil belajar secara afektif maupun perilaku.
Analysis the Level of Students’ Reflective Writing on Their English Language Learning at UKIT Lendrati, Ratu; Tulaktondok, Linerda; Siumarlata, Viktor
Indonesian TESOL Journal Vol. 6 No. 1 (2024): Indonesian TESOL Journal (March)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/itj.v6i1.7270

Abstract

In such situations, reflective writing has become a key tool for the development of literacy skills in general and critical thinking and self-assessment in language acquisition specifically. A study of reflective writing about learning English as a foreign language among adults learners in English Education Students' reflective journals are classified according to their depth, reliance on learning approaches and subjective insights in the study part. This research was qualitative content analysis approach. The participants were 10 second-semester students of the English Education Study Program at UKI Toraja. The findings showed that the majority of students are learning to write reflectively and many still operate on a descriptive level. A small number of students displayed elements of dialogic and critical reflection indicating that all students are capable of attaining the higher levels of reflective writing, if they receive helpful guidance. The results suggest that students indeed share a basic understanding of reflective writing but could do more to express more meaningful insights about their learning process. This research argues for pedagogical consequences and strategies to promote reflective practice in language courses. Keywords: critical thinking, English learning, self-assessment, self-reflection, Reflective writing
Comparative Analysis of The Students’ Speaking Anxiety Level at English Study Program of UKI Toraja Gayatri, Nina; Tulaktondok, Linerda; Sallata, Yizrel Nani
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2023): Januari-April 2023
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.6.1.2023.6296

Abstract

This study investigates the speaking anxiety levels among students enrolled in the English Study Program at UKI Toraja, motivated by a noticeable reluctance among students to engage in speaking competitions and public speaking events. The research seeks to determine whether there are significant differences in speaking anxiety levels across students from different academic semesters. A quantitative approach was used to assess these levels, with participants comprising 15 first-semester students, 8 third-semester students, 15 fifth-semester students, and 23 seventh-semester students. The data were collected through an 18-item questionnaire designed to evaluate common indicators of speaking anxiety, including cognitive, emotional, and physiological symptoms that typically occur during speaking tasks. The analysis was conducted using One-Way Analysis of Variance (ANOVA) through Microsoft Excel to identify whether the variations in anxiety across semesters were statistically significant. The findings revealed substantial differences in anxiety levels among the students. For the low level of anxiety, the analysis produced a p-value of 5.42E-14, indicating a statistically significant difference. Similarly, for the moderate level of speaking anxiety, the p-value was 4.19E-12, and for the high level, the p-value was 2.62E-14, both below the standard significance threshold of 0.05. These results confirm that students’ speaking anxiety does indeed vary significantly across academic semesters, suggesting that anxiety may decrease or shift in nature as students progress through their studies. However, the persistence of high anxiety in some advanced students also suggests that academic experience alone may not be sufficient to eliminate anxiety without targeted support. In conclusion, this study contributes to the broader understanding of speaking anxiety in EFL contexts by highlighting its variation based on semester level, thus emphasizing the need for semester-specific pedagogical strategies, early intervention, and continuous support to help learners overcome their anxiety and enhance their oral communication competence throughout their academic journey.
Students’ Perceptions of the Literature Circles Method in English Learning at SMKN 1 Toraja Utara Palulun, Demma; Sallata, Yizrel Nani; Tulaktondok, Linerda
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2023): Januari-April 2023
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.6.1.2023.6298

Abstract

This study investigates students’ perceptions of the integration of Literature Circles as a strategy in English language learning among eleventh-grade students in the TKJ (Computer and Network Engineering) program at SMKN 1 Toraja Utara, Indonesia. Literature Circles are a student-centered approach where learners engage in small group discussions based on selected literary texts. This method aims to promote reading comprehension, encourage communication, foster collaborative learning, and develop critical thinking in a supportive environment. A total of 54 students participated in the study by completing a structured questionnaire consisting of 28 statements 14 positive and 14 negative related to their experiences with Literature Circles. The questionnaire was administered using a Likert scale format to quantify levels of agreement, allowing for a detailed analysis of student perceptions. The results show a predominance of positive student responses. More than 80% of the participants “strongly agreed” that Literature Circles positively impacted learning and personality (88.88%), improved communication with teachers (88.14%), encouraged meaningful peer interaction (86.66%), and enhanced reading comprehension (86.29%). Students also acknowledged the method’s ability to build responsibility, motivation, and critical thinking. However, the study also uncovered key challenges, including perceptions of unclear teacher roles (78.14%), inconsistent evaluation practices (71.48%), and the marginalization of less confident or less proficient students (70.37%). Other concerns involved unstructured group discussions and difficulties in choosing appropriate texts, highlighting the importance of scaffolding and teacher facilitation. These findings suggest that while Literature Circles are generally effective in promoting engagement and language development, their implementation requires thoughtful planning, especially in vocational education settings where learner diversity and varying literacy levels are common. A balance between student autonomy and structured guidance is essential to optimize the learning outcomes of all participants.
Pendidikan Karakter Berbasis Nilai Filosofi Tongkonan Pada Era New Normal di SD Kristen Makale 1 Hakpantria, Hakpantria; Shilfani, Shilfani; Tulaktondok, Linerda
Didaktis: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan Vol 21 No 3 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/didaktis.v21i3.9830

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi tentang pendidikan karakter berbasis nilai filosofi Tongkonan yang berlaku di SD Kristen Makale 1 di Tana Toraja. Metode yang di gunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh bahwa (1) pelaksanaan pendidikan karakter pada era new normal dilaksanakan secara online dan tatap muka yang dibagi dalam 2 sesi. (2) Terdapat pendidikan karakter berbasis filosofi Tongkonan yaitu karakter religius, jujur, tekun, disiplin, peduli, karapasan, kerja keras, kasianggaran, kasiuluran. Pendidikan karakter dilaksanakan melalui morning devision dan ibadah rutin secara virtual. Melakukan tongkon bagi yang berduka kemudian adanya bentuk kepedulian melalui carring Piggy Bank dan  Penanaman karakter khusus  yang di berikan pada siswa melalui petua. Dapat disimpulkan bahwa di sekolah tersebut menerapkan pendidikan karakter yang berbasis nilai-nilai filosofi Tongkonan yang terdapat dalam kearifan lokal Toraja. Sehingga pentingnya pendidikan karakter pada era new normal di sekolah dasar yang dapat dikaitkan  dengan budaya lokal.