Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN ORANG TUA BALITA TENTANG PNEUMONIA DI WILAYAH KOTA PADANG TAHUN 2018 Annisa Novita Sary; Edison Edison; Oktariyani Dasril
Ensiklopedia of Journal Vol 1, No 2 (2019): Vol 1 No 2 Edisi 1 Januari 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.413 KB) | DOI: 10.33559/eoj.v1i2.28

Abstract

Upper respiratory tract infections (ARI), especially pneumonia, are still the main diseases that cause infant and toddler mortality and illness. The incidence of ARI deaths (especially pneumonia) in the 12-23 month age group was 21.7%. The high incidence and mortality due to pneumonia in infants is caused by various factors, one of which is the factor of knowledge and smoking behavior of parents. The proportion of smoking behavior in Indonesia increased from 34.2% (2007) to 36.3% (2013). Research objectives: 1) To study the effect of health education on changes in smoking behavior in the incidence of childhood pneumonia. This type of research is experimental research with Quasi experimental design (quasi-experimental) with the design of One Group Pretest Postest. The experimental group in this study was given health education by providing counseling using leaflet media and brochures. The population in this study were all parents who had children aged 12-59 months at the Padang City Health Center. The number of samples is 124 people. Data were analyzed by univariate and bivariate. Research is conducted on parents who have toddlers under five through observation and questionnaires using accidental sampling techniques. Based on research that has been carried out until July 2018 on 124 samples, it can be concluded that there were 32 cases of pneumonia in infants. Found more than half of the 105 respondents (84.7%) had smoking behavior. Where as many as 58.9% of family members have smoking behavior in the heavy category. After being given health education there was a change that was as much as 72.6% of family members who had children under five in the city of Padang had smoking behavior in the light category. From the results of statistical tests, it was found that health education was effective in changing the smoking behavior of family members (p-value = 0.001) on the incidence of pneumonia of children under five from those who had severe smoking.
Factors Associated with the Incidence of Early Menarche in Young Girls at SMP Negeri 15 Padang in 2022 Eliza Trisnadewi; Rahma Irlah; Gusliani Eka Putri; Oktariyani Dasril; Fenny Fernando
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 5, No 2 (2022): November 2022
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v5i2.1578

Abstract

Data from the Padang City Health Office states that there has been an increase in the incidence of menarche since 2021. The incidence of menarche in 2021 is 50% of adolescents who get menarche under the age of <11 years The fear of early menarche is bleeding. This study aims to determine the factors associated with the incidence of early menarche in adolescent girls at SMP Negeri 15 Padang in 2022. This type of research is analytic with cross sectional design . This research was conducted at SMP Negeri 15 Padang on July 18 to August 8, 2022. The population of this study were all students of class VII, totaling 108 people with a total sample of 90 people. The sampling method used proportional random sampling technique. Data was collected using a questionnaire by means of a questionnaire. Data processing was carried out univariate and bivariate with Chi Square test using SPSS program.Based on the results of the study, it was found that 58,8% of young women experienced early menarche, 32,9% of young women experienced underweight nutritional status, 72,9% experienced a history of early maternal menarche and 61,2% of young women were exposed to mass media. Chi Square test results obtained p value = 0,011 < a = 0,05 (nutritional status), p value = 0,046 < a = 0,05 (mother's menarche history) and p value = 0,008 < a = 0,05 (media exposure mass). Based on the research , it can be concluded that there is a relationship between the history of nutrisional status, maternal menarche and exposure to mass media with the incidence of early menarche. It is hoped that the school can provide counseling about the factors that can cause early menarche.
HUBUNGAN KUALITAS BAKTERIOLOGIS AIR SUMUR GALI DAN SANITASI LINGKUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA KELUARGA DI SEKITAR TPA AIR DINGIN KOTA PADANG Wiya Elsa Fitri; Oktariyani Dasril; Adewirli Putra; Inelvi Yulia
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 13, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v13i2.1630

Abstract

Diare merupakan penyakit yang sering dialami oleh masyarakat disekitar TPA Air Dingin. Kualitas lingkungan yang buruk diperkirakan menjadi factor penyebab tingginya kejadian diare di daerah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kualitas bakteriologis air sumur gali dan sanitasi lingkungan dengan kejadian diare pada keluarga disekitar TPA Air Dingin. Penelitian ini bersifat observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluriuh rumah tangga yang memiliki sumur gali di sekitar TPA Air Dingin sebanyak 37 KK. Sedangkan jumlah sampel ditetapkan dengan cara total populasi. Penelitian ini dilakukan pada bulan September 2021 - Januari 2022, pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi, Pengolahan data secara komputerisasi, analisis data deskriptif dilakukan secara univariat dan analisis uji statistik dilakukan secara bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian didapatkan 56,76% masyarakat Diare, 70,27% air bersih yang tidak memenuhi, 51,35% jamban tidak memenuhi, 51,35% SPAL tidak memnuhi, 69,46% tempat sampah tidak memenuhi, dan 78,38% bakteriologis tidak memenuhi. Terdapat hubungan saran air bersih (p= 0,000), sarana jamban (p= 0,000), SPAL (p=0,004), sarana sampah (p=0,016), bakteriologi (p=0,012) dengan kejadian diare pada keluarga disekitar TPA. Perlu dilakukan penyuluhan dan pelatihan untu membuat dan penjaga sanitasi lingkungan rumah
Optimalisasi Kesehatan Ibu Hamil dengan Program Ceria Bumil (Cegah Risiko Tinggi Pada Ibu Hamil) Sary, Annisa Novita; Edison; Trisnadewi, Eliza; Dasril, Oktariyani; Rosa, Audrey Faiza; Hardini, Sandra
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan (JPIK) Vol. 3 No. 1 (2024): JPIK - Juni 2024 Volume 3 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Alifah Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jpik.v3i1.69

Abstract

Kehamilan resiko tinggi adalah kehamilan yang dapat menyebabkan ibu hamil dan bayi menjadi sakit atau meninggal sebelum kelahiran berlangsung. Salah satu indikator utama derajat kesehatan suatu negara adalah angka kematian ibu (AKI). Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik kepada ibu hamil dan kader kesehatan tentang upaya pencegahan kehamilan yang berisiko tinggi melalui program CERIA BUMIL (Cegah Resiko Tinggi Pada Ibu Hamil). Kegiatan ini dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Gurun Kabupaten Tanah Datar pada tanggal 21-22 September 2023. Terdapat tiga tahap pengabdian masyarakat yaitu tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat berjalan dengan baik. Kegiatan pertama yaitu penyuluhan kepada ibu hamil sebanyak 20 orang tentang pentingnya Antenatal Care dan mengonsumsi tablet Fe bagi kesehatan ibu hamil dan janin. Terdapat perbedaan tingkat pengetahuan sebelum (76%) dan sesudah (96%) diberikan penyuluhan. Kegiatan kedua sosialisasi kepada kader kesehatan sebanyak 10 orang dengan menggunakan buku pedoman pencegahan resiko tinggi ibu hamil. Kegiatan ketiga dilakukan melalui penambahan media informasi di Puskesmas Gurun berupa poster dan banner. Diharapkan bagi ibu hamil dapat memantau tanda-tanda kehamilan yang berisiko tinggi. Kader kesehatan juga diharapkan dapat memberikan kesadaran dan pemahaman pada ibu hamil tentang pemeriksaan kehamilan rutin di pusat layanan kesehatan.
PENDAMPINGAN PENINGKATAN PEMASARAN MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL PADA USAHA KHAS MINANGKABAU BATIK TANAH LIEK DI WORHSHOP BATIK TANAH LIEK AYESHA: PENINGKATAN PEMASARAN MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL Eka Putri, Gusliani; Angelia, Inge; Dasril, Oktariyani; Sary, Annisa Novita; Rosa, Audrey Faiza; Marsyah, Finy; Sari, Zahara Enjli Preona; Tulhasana, Nurafika
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8 No 2 (2024): Amaliah Jurnal: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v8i2.3506

Abstract

Program kemitraan masyarakat pada rumah kain dan batik Ayesha Collection telah dilakukan. Kegiatan pengabdian ini difokuskan pada aspek pemasaran batik. Hasil kegiatan pelatihan pemasaran dengan media sosial menunjukkan sebelum pengabdian dilakukan, sebanyak 71,43 % dengan tingkat pengetahun rendah. Setelah dilakukan pelatihan pemasaran menggunakan media sosial, keberhasilan proses pelatihan terlihat dengan hasil post test responden dengan kategori pengetahuan berkurang menajdi 14,29%. Setelah implementasi strategi pemasaran yang dipelajari, terjadi peningkatan signifikan dalam jumlah pengikut dan interaksi pada akun media sosial Batik Tanah Liek Ayesha Collection sebesar 50%. Salah satu indikator keberhasilan dari program pengabdian ini adalah peningkatan penjualan produk batik tanah liek melalui media sosial.Setelah pelaksanaan strategi pemasaran baru, penjualan melalui Instagram dan Facebook mencapai 20% dari total penjualan dalam satu bulan. Diharapkan optimalisasi pemasaran dengan media sosial ini bsia terus bisa ditingkatkan dan berdampak positif pada suaha batik tanah liek.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN KERJA PADA PEKERJA BAGIAN PRODUKSI PT KUNANGO JANTAN Dasril, Oktariyani; Aria, Randika; Sary, Annisa Novita
Ensiklopedia of Journal Vol 7, No 1 (2024): Vol. 7 No. 1 Edisi 3 Oktober 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v7i1.2761

Abstract

Abstract: Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan 2018, angka kecelakaan kerjasebanyak 173.105 kasus.Based on BPJS employment data, the number of occupational accidents in indonesia is 173,105 cases.Salah satufaktor yang mempengaruhi kecelakaan kerja adalahkelelahan.One of the factors affecting workplace accidents is fatigue. Kelelahan kerja merupakan suatu keadaan menurunnya efisiensi dan berkurangnya kekuatan fisik tubuh.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status gizi, masa kerja, kebiasaan merokok dan lingkungan fisik dengan kelelahan kerja karyawan bagian produksi PT Kunango Jantan Tahun 2019.The purpose of this study was to determine the relationship of nutritional status, working period, smoking habits and physical environment with the work fatigue of PT Kunango Jantan production section workers. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik dengandesaincross sectional, yang dilaksanakan pada bulan Februari-MeiThe type of research used is analytic with cross sectional design, which was conducted in February.. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pekerjabagian produksi PT Kunango Jantan yang berjumlah 300orang.The population in this study was 300 workers from PT Kunango Jantan’s production section. The Sampeldiambil dengan metodeproportionalrandom samplingsebanyak 83orang.Sampels was taken by proportional random sampling method as many as 83 people.Pengumpulan datadilakukan melalui wawancara langsung menggunakan kuesioner. Data collection is done through direct interviews using questionnaires. Then processed with SPSS and analyzed by Chi-suare statistical test with a significance level (α=0.05 ).Hasil Penelitian didapatkan adanya hubungan antara status gizi (p= 0,013), masa kerja (p= 0,026), kebiasaan merokok (p= 0,026), dan lingkungan fisik (p=0,005) dengan kelelahan kerja. The result showed that workers who had accidents were 68%, workers with risky nutritional status were 60%, workers with risky work periods were 69.3%, workers with risky smoking habits were 49.3% and workers with risky physical environment were 58.7%. Factors related to work fatigue were nutritional status (p = 0.013), work period (p = 0.026), smoking habits (p = 0.026), and physical environment (p = 0.005)Berdasarkanhasilpenelitian ini dapat disimpulkan terdapat hubungan antara status gizi, masa kerja, kebiasaan merokok dan lingkungan fisik dengan kelelahan kerja pada pekerja.. Based on the result this study, it can be concluded that all independent variables are related to dependent variables. Untuk meminimalisir kelelahan kerja disarankan kepadaperusahaanuntuk dapatTo minimize work fatigue was suggested to company to bemengaturkebijakan waktu istirahat, menyediakan kantin, memfasilitasi kegiatan pelatihan dan memperketat kebijakan larangan merokok.regulating breaks, providing canteens, facilitating training activities and tightening smoking ban policies.  Kata KunciKeywords:Status gizi, masa kerja, kebiasaan merokok, lingkungan: Nutritional status, work period, smoking habits, environmentfisikdan Kelelahan Kerjaphysical and fatigue
SKRINING KESEHATAN PRIMER DAN FAKTOR RISIKO HIPERTENSI PADA PESERTA JKN DI SEMARANG Sary, Annisa Novita; Hasrinal, Hasrinal; Dasril, Oktariyani; Rosa, Audrey Faiza; Marsyah, Finy
Ensiklopedia of Journal Vol 7, No 2 (2025): Vol. 7 No. 2 Edisi 2 Januari 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v7i2.2874

Abstract

Abstract: Hypertension is a very serious health problem and non-communicable disease (NCD). The World Health Organization (WHO) report in 2023 estimates the prevalence of hypertension at 22% of the total population. Based on the results of the BPJS Health primary health history screening, 14% of participants had a potential risk of hypertension. In the city of Semarang, hypertension is the highest NCD. This study aims to determine the factors associated with the incidence of hypertension based on primary health history screening of National Health Insurance (JKN) participants in the BPJS Health Semarang work area. This type of research is quantitative research with an observational analytical design. The research design is a cross-sectional study. The research used secondary data from BPJS Health regarding the results of primary health screening for JKN participants in the city of Semarang in December 2023. The total sample was 398 respondents, taken using consecutive sampling technique. Data analysis was carried out using the SPSS application, univariate and bivariate. Bivariate analysis used the chi-square statistical test with a confidence level of 95% (α=0.05). The results of the study showed that there was a relationship between age (p=0.0001), overweight/obesity (p=0.001), smoking habits (p=0.0001) and the incidence of hypertension, while there was no relationship between gender (p=1.000). with the incidence of hypertension in the BPJS Health Semarang Branch working area. It is hoped that BPJS Health will expand preventive services for JKN participants and create policies to increase the results of health history screening and reduce the incidence of hypertension.Keywords: Health history screening, hypertension, JKN participants.
Hubungan Faktor Perilaku dengan Kejadian Tuberkulosis di Kota Padang Marsyah, Finy; Rosa, Audrey Faiza; Sary, Annisa Novita; Dasril, Oktariyani
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 15, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v15i2.2885

Abstract

Tuberkulosis masih merupakan masalah kesehatan masyarakat baik di Indonesia maupun internasional sehingga menjadi tujuan SDGs. Pada tahun 2021 jumlah kasus tuberkulosis di Kota Padang adalah 1.656 kasus, angka kesembuhan menurun dari 1009 menjadi 457. Angka kematian meningkat dari 75 menjadi 93 kematian akibat tb. Tujuan: Menganalisis faktor kesehatan lingkungan dan perilaku yang berhubungan dengan tuberkulosis. Metode: Penelitian kuantitatif, desain comparative cross sectional study. Responden kelompok tuberkulosis adalah penderita tuberkulosis yang pernah tinggal serumah dengan penderita tuberkulosis (36 orang). Kelompok non tb adalah bukan penderita tb yang pernah serumah dengan penderita tb (36 orang). Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner dan dianalisis dengan uji chi square dan regresi logistik. Penelitian ini dilakukan di 5 Puskesmas di Kota Padang dari Januari-Juli 2023Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 63,9% responden berpengetahuan, 51,4% responden cenderung bersikap baik dan 51,4% responden sudah melakukan tindakan yang baik terhadap pencegahan tuberkulosis. Terdapat hubungan antara pengetahuan (p=0,01), sikap (p=0,005) dan tindakan (p=0,000) dengan kejadian tuberkulosis. Variabel tindakan merupakan variabel yang paling dominan berhubungan dengan kejadian tuberkulosis di Kota Padang pada tahun 2023.Kesimpulan dan Saran: Variabel yang paling berhubungan dengan kejadian tuberkulosis adalah tindakan pencegahan tuberkulosis. Penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan bagi perguruan tinggi untuk melakukan pengabdian masyarakat terkait pencegahan tuberkulosis agar dapat meningkatkan health literacy masyarakat