Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi PAUD HI (Holistik Integratif) di TK Se-Lombok Timur Tahun 2022 Lis Mardiana; I Nyoman Suarta; Ika Rachmayani
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3.732

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi PAUD Holistik Integratif, yang terdiri dari layanan pembelajaran (pendidikan), layanan kesehatan, gizi dan perawatan, layanan peran orang tua dan pengasuhan, layanan perlindungan anak, dan juga layanan keamanan dan kenyamanan di TK Se-Lombok Timur Tahun 2022. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan survei. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembaga PAUD yang ada di Kabupaten Lombok Timur, terdiri dari 26 lembaga PAUD. Penarikan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Alat pengumpulan data menggunakan angket campuran.  Teknik analisis data menggunakan formula persentase. Hasil penelitian menunjukkan hal berikut ini, diantaranya implementasi layanan pembelajaran ditemukan kurang holistik integratif dengan perbandingan 57% (15) lembaga melaksanakan dengan kurang holistik integratif dengan 42% (11) lembaga lainnya melaksanakan dengan cukup holistik integratif. Kemudian implementasi layanan kesehatan, gizi dan perawatan, ditemukan implementasinya cukup holistik integratif dengan persentase tertinggi, yaitu 46% (12) lembaga dan kurang holistik integratif. 34% (9) lembaga lainnya sudah holistik integratif dan 19% (5) lembaga lainnya kurang holistik integratif. Layanan peran orang tua dan pengasuhan, implementasinya kurang holistik integratif dengan persentase tertinggi, yaitu 86% (22) lembaga. Layanan perlindungan anak, implementasinya belum holistik integratif dengan persentase tertinggi, yaitu 76% (20) lembaga. Layanan keamanan dan kenyamanan, implementasinya kurang holistik integratif dengan persentase tertinggi, yaitu 73% (19) lembaga dari 26 lembaga yang diteliti. Sehubungan dengan hasil tersebut, lembaga PAUD yang ada di Lombok Timur perlu diadakannya kerjasama layanan perlindungan anak dengan instansi bidang pelindungan anak
Implementasi PAUD HI (Holistik Integratif) Pada TK di Kabupaten Lombok Barat Tahun 2022 Baiq Den Ayu Ligina; I Nyoman Suarta; Nurhasanah Nurhasanah
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 3 (2022): September
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i3.733

Abstract

PAUD HI (Holistik Integratif) merupakan sebuah program pengembangan anak usia dini yang berorientasi pada kebutuhan pertumbuhan dan perkembangan anak, yang terdiri dari lima layanan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi layanan PAUD Holistik Integratif pada TK di Kabupaten Lombok Barat tahun 2022. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif yang menggunakan metode survei. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan stratified proporsional random sampling, dengan populasi sejumlah 162 kepala lembaga dan sampel sebesar 15% atau 24 lembaga. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah angket, wawancara dan dokumentasi. Analisis data pada penelitian ini menggunakan rumus formula persentase. Adapun hasil penelitian ini menunjukan sebanyak 57% layanan pembelajaran sudah cukup dilaksanakan, 29% lembaga sudah melaksanakan layanan kesehatan dan gizi dengan menjalin hubungan kerjasama secara formal, 21% lembaga sudah menerapkan layanan peran orang tua dan pengasuhan, 8% lembaga sudah melaksanakan dan menjalin hubungan kerjasama dengan layanan perlindungan secara informal, dan rata-rata 45% lembaga sudah melaksanakan layanan keamanan dan kenyamanan di satuan lembaga. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa implementasi layanan-layanan PAUD Holistik Integratif pada TK di Kabupaten Lombok Barat Tahun 2022 masih belum terlaksana secara menyeluruh. Pemerintah setempat harus lebih tanggap untuk memeratakan program layanan PAUD Holistik Integratif dengan meningkatkan hubungan kerjasama satuan lembaga PAUD dengan instansi atau bidang yang terkait seperti KPAI.
Pengembangan Permainan Tradisional Hantu Buta Untuk Meningkatkan Kemampuan Sosial Emosional Anak Usia Dini di Dusun Sundak Desa Rarang Baiq Yunia Herlina; I Nyoman Suarta; Baik Nilawati Astini; Nurhasanah Nurhasanah
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4.912

Abstract

Penelitian ini diarahkan untuk mendapatkan deskripsi tentang pengembangan permainan tradisional hantu buta untuk meningkatkan kemampuan sosial emosional anak usia dini di Dusun Sundak Desa Rarang yang dilatar belakangi rendahnya perkembangan sosial emosional anak usia dini khususnya dalam kegiatan bermain permainan tradisional hantu buta di Dusun Sundak, Desa Rarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan permainan tradisional hantu buta untuk meningkatkan kemampuan sosial emosional anak usia dini di Dusun Sundak, Desa Rarang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan dokumentasi. Hasil dari Penelitian ini menggunakan tiga tahap pengembangan dengan enam kali pertemuan, setiap tahap terjadi peningkatan dengan cara memodifikasi alat dan bahan, langkah-langkah main, serta aturan main. Hasil yang diperoleh pada tahap pengembangan I sebesar 46,5%, terjadi peningkatan di tahap pengembangan II dengan presentase sebesar 71,5% dan pada tahap pengembangan III mendapatkan presentase nilai sebesar 86,5%. Berdasarkan hasil penelitian pada pengembangan I, II, dan III, perkembangan sosial emosional anak dapat dikatakan meningkat karena nilai yang diperoleh anak pada masing-masing tahapan mengalami peningkatan yang signifikan.
Pengembangan Kegiatan Meronce Untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia 4-5 Tahun di PAUD Mekar Sari Kota Mataram Nuraya Nuraya; Nurhasanah Nurhasanah; I Nyoman Suarta; I Made Suwasa Astawa
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 7 No. 4b (2022): Desember
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v7i4b.1052

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk kegiatan meronce untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 4-5 tahun di PAUD Mekar Sari Kota Mataram dan cara memainkan kegiatan meronce untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 4-5 tahun. Jenis penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan subjek 5 anak di kelompok A. Metode pengumpulan data adalah observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil dari penelitian ini adalah kegiatan meronce yang terdiri dari bahan alam yaitu daun mangga dan bahan buatan yaitu manik-manik dan potongan sedotan dengan penerepan menggunakan tahapan persiapan yaitu menyiapkan alat dan bahan, mengkondisikan anak sebelum kegiatan dimulai, kesepakatan kegiatanan main; penerapan yaitu anak mengambil manik-manik dengan tangan kanan menggunakan dua jari dan memasukan tali ke lubang manik-manik dan merapatkan; penutup yaitu merapikan alat kegiatan meronce,  menanyakan perasaan selama kegiatan. Hal ini melalui tahap pengembangan I kegiatan meronce untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak mencapai presentase nilai akhir 60,5% dengan kategori mulai berkembang (MB), pada tahap pengembangan II kegiatan meronce untuk meningkatkan kemampuan motorik halus meningkat menjadi 77% dengan kategori berkembang sesuai harapan (BSH), dan tahap pengembangan III kegiatan meronce untuk meningkatkan kemampuan motorik halus mencapai 92% dengan kategori berkembang sangat baik (BSB). Dengan  demikian  dapat  disimpulkan  bahwa  pengembangan  kegiatan meronce dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 4-5 tahun di PAUD Mekar Sari Kota Mataram dan kegiatan meronce dapat digunakan sebagai alat stimulasi dalam mengembangkan kemampuan motorik halus anak.
PENGEMBANGAN KARTU ANGKA BERGAMBAR UNTUK PENINGKATAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK USIA DINI DI TAMAN BARU MATARAM Baiq Laily Nurfiana; Nurhasanah Nurhasanah; Ika Rachmayani; I Nyoman Suarta
Jurnal Mutiara Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2021): Februari
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.481 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan kognitif anak melalui media kartu angka bergambar di Perumahan Taman Baru Mataram. kemampuan kognitif menggunakan media kartu angka bergambar yang bervariasi dan menarik sehingga dapat dengan mudah merangsang anak untuk lebih cepat mengenal angka dan mampu mengembangkan kemampuan kognitif anak. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Pada penelitian ini menggunakan tiga tahap pengembangan. Subjek dalam penelitian ini adalah anak usia 4-5 tahun. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah metode observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data kualitatif.Penelitian ini menggunakan 7 langkah-langkah bermain kartu angka bergambar yang mampu mengembangkan kemampuan kognitif anak sebagai berikut: (a) Pertama-tama anak diminta untuk menggambil 2 kartu angka yang sudah disediakan (1-10) kemudian menunjukkan kartu angka yang lebih sedikit dan yang mana kartu angka yang lebih banyak. (b) Kemudian anak diminta membilang kartu angka dan kartu gambar dengan benar. (c) Kemudian anak diminta untuk membilang 1-10 dengan menggunakan kartu angka. (d) Selanjutnya mengurutkan lambang bilangan 1-10 dengan menggunakan kartu angka. (e) Anak diminta untuk menunjukkan lambang bilangan dengan menggunakan kartu angka. (f) Selanjutnya anak menggantungkan kartu angka dan kartu gambar pada papan gantung sesuai dengan jumlah kartu angka dan kartu gambar. (g) Kemudian anak menulis lambang bilangan 1-10 pada kertas yang sudah disediakan. Hasil persentase yang diperoleh Pada tahap pengembangan I persentase sebesar 37,5%, pengembangan II persentase sebesar 51,56% serta pengembangan III sebesar 82,82%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengembangan kartu angka bergambar dapat mengembangkan kemampuan kognitif anak usia 4-5 tahun di Perumahan Taman Baru Mataram, NTB.
PENGEMBANGAN TARI KREASI AWAS BATUR UNTUK MENINGKATKAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR ANAK USIA 5-6 TAHUN Baik Nilawati Astini; I Made Suwasa Astawa; I Nyoman Suarta; Ni Nyoman Satyani Gita Wedastri
Jurnal Mutiara Pendidikan Vol. 1 No. 1 (2021): Februari
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.882 KB)

Abstract

Penelitian ini didasari oleh masih belum berkembangnya motorik kasar pada anak usia 5-6 tahun di Lingkungan Gedur Kelurahan Abian Tubuh Baru dalam hal melakukan koordinasi tangan kanan dan tangan kiri, melakukan koordinasi kaki kanan dan kaki kiri serta melakukan koordinasi antara gerakan mata, kepala dan tangan. Salah satu kegiatan menarik yang dapat membantu menstimulasi perkembangan motorik kasar pada anak adalah melalui kegiatan menari. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan tari kreasi awas batur untuk meningkatkan perkembangan motorik kasar anak usia 5-6 tahun di Lingkungan Gedur Kelurahan Abian Tubuh Baru. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Subyek penelitian ini adalah anak usia 5-6 tahun di Lingkungan Gedur Kelurahan Abian Tubuh Baru yang terdiri dari 3 orang anak perempuan. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode observasi dan dokumentasi. Teknik analisis datanya yaitu reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Penelitian ini terdiri dari 3 tahap uji coba, dimana setiap uji coba terdiri dari 2 pertemuan. Hasil yang diperoleh pada 3 subyek selama 3 kegiatan yakni pada kegiatan I mencapai nilai rata-rata sebesar 46.7%, kegiatan II mencapai nilai rata-rata sebesar 70% dan kegiatan III  mencapai nilai rata-rata sebesar 82%. Sehingga bentuk dan langkah-langkah tari kreasi awas batur dapat meningkatkan perkembangan motorik kasar pada anak usia 5-6 tahun di Lingkungan Gedur Kelurahan Abian Tubuh Baru.
Pendampingan Penyelenggaraan PAUD HI di Kabupaten Lombok Tengah Tahun 2022 Ika Rachmayani; I Nyoman Suarta; Baik Nilawati Astini; Nurhasanah
Indonesian Journal of Education and Community Services Vol. 2 No. 2 (2022): Edisi Juli-Desember 2022
Publisher : Indonesian Publication Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) mulai digaungkan di Indonesia pada tahun 2013, dibuktikan dengan dikeluarkannya Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2013. Sejalan dengan dikeluakannya Perpres tersebut, pemerintah mulai mengadakan pembinaan pada Kepala Daerah, Kepala Seksi PAUD PNF Dinas Pendidikan, Bunda PAUD dari tingkat propinsi hingga tingkat kecamatan. Pembinaan ini belum merata diadakan di seluruh Indonesia. Salah satu kabupaten yang belum mendapat pembinaan tentang penyelenggaraan PAUD HI adalah Kabupaten Lombok Tengah. Pembinaan penyelenggaraan PAUD HI di Kabupaten Lombok Tengah ini bertujuan agar kepala-kepala Sekolah dapat merencanakan kegiatan sekolah sehingga sesuai dengan prinsip PAUD HI yaitu kesehatan gizi, pendidikan, pengasuhan, kesejahteraan PAUD HI ini bertujuan untuk mengembangkan anak Indonesia yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia. Kebijakan pemerintah berupa PAUD HI ini belum merata dilaksanakan di seluruh Indonesia. Pembinaan dilakukan dalam bentuk pembimbingan perancangan pembelajaran dan pelaksanaan PAUD HI di Kabupaten Lombok Tengah pada tahun 2022. Target sasaran adalah terciptanya pemahaman sehingga peserta dapat mengimplementasikan PAUD secara holistik integratif di lembaganya. Diharapkan tim pelaksana dan guru sasaran, melakukan kolaborasi yang intensif dan berkesinambungan agar lembaga PAUD di Lombok Tengah yang menerapkan PAUD HI semakin meningkat.
Pelatihan Penyusunan Perangkat Pembelajaran Berbaris Muatan Lokal Bagi Alumni PG-PAUD dan Guru PAUD di PAUD Arraudah Desa Banyumulek Kecamatan Kediri Lombok Barat Baik Nilawati Astini; Muhammad Tahir; I Nyoman Suarta; Fahruddin Fahruddin
Indonesian Journal of Education and Community Services Vol. 3 No. 2 (2023): Edisi Juli-Desember 2023
Publisher : Indonesian Publication Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu yang dikembangkan dalam tri dharma perguruan tinggi antara lain pengabdian dalam masyarakat. Muatan lokal adalah program pendidikan yang isi dan penyimpanannya dikaitkan dengan lingkungan alam dan lingkungan budaya serta kebutuhan daerah dan wajib dipelajari oleh murid di daerah itu mengembangkan muatan lokal agar peserta didik terutama siswa PAUD yang berada pada masa golden age dapat mengetahui budaya yang ada disekitar mereka. Kurikulum Muatan Lokal terdiri atas beberapa ruang lingkup salah satunya memberi kesempatan kepada anak untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan mereka sesuai dengan kondisi dan kebutuhan lingkungannya. Tujuan pengabdian ini ialah untuk meningkatkan pemahaman guru-guru dan Alumni PG-PAUD terkait dengan penyusunan perangkat pembelajaran berbasis muatan lokal seperti RPPH, LKPD, Media, Bahan ajar dan Evaluasi.
Pendampingan Guru untuk Peningkatan Kualitas Mengajar Melalui Program Kemitraan Guru dan Dosen Menggunakan Pendekatan Lesson Study Nurhasanah Nurhasanah; Ika Rachmayani; I Nyoman Suarta; Baik Nilawati Astini
Indonesian Journal of Education and Community Services Vol. 3 No. 2 (2023): Edisi Juli-Desember 2023
Publisher : Indonesian Publication Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa calon guru fisika tentang peran laboratorium dan pentingnya praktikum dalam pembelajaran fisika. Acara ini diikuti oleh 40 mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan untuk menjadi guru fisika. Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan interaktif dan sesi praktikum di laboratorium. Penyuluhan menyajikan informasi mendalam tentang peran laboratorium dalam pembelajaran fisika, menggali manfaat praktikum sebagai sarana pengaplikasian teori dalam kehidupan nyata, dan mengidentifikasi tantangan yang mungkin dihadapi dalam melaksanakan praktikum di sekolah. Sesi praktikum di laboratorium memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam mengaplikasikan konsep-konsep fisika yang telah dipelajari di kelas. Hasil kegiatan ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman mahasiswa calon guru fisika terkait peran laboratorium dan pentingnya praktikum dalam pembelajaran. Dengan demikian, kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam peningkatan kualitas pendidikan fisika di tingkat pendidikan dasar dan menengah.
Pelatihan Pengelolaan Implementasi Kurikulum Merdeka Di PAUD Kabupaten Sumbawa Baik Nilawati Astini; Gunawan Gunawan; Nurhasanah Nurhasanah; Ika Rachmayani; I Nyoman Suarta
Indonesian Journal of Education and Community Services Vol. 4 No. 1 (2024): Edisi Januari-Juni 2024
Publisher : Indonesian Publication Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Merdeka Curriculum has become a central focus in Indonesia's educational reform, including in Early Childhood Education (ECE). However, its implementation requires specific understanding and skills from ECE educators. This training aimed to enhance the understanding and skills of ECE teachers in Sumbawa Regency in managing and implementing the Merdeka Curriculum. The method employed was a training program involving 45 ECE teachers from three sub-districts: Buer, Alas, and Alas Barat. The training covered materials on the Merdeka Curriculum concept, learning tool development, and implementation strategies. The results showed an increase in ECE teachers' understanding and skills in managing the Merdeka Curriculum, as reflected in the participants' positive responses and their improved comprehension. The active participation of the participants during the training also demonstrated their enthusiasm and motivation in implementing the Merdeka Curriculum in their respective institutions. It is recommended to conduct further training and provide continuous mentoring to ensure optimal implementation of the Merdeka Curriculum in ECE in Sumbawa Regency.