Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Konektivitas Digital: Pelatihan Teknologi Informasi untuk Masyarakat Pulau Balang Caddi Kelurahan Mattiro Bintang A. Muh Ramadhan AS; Ahmad Yusuf; Nurhidayatullah; A. Aztry Fitrayani Alam; Haslinda
Jurnal Publikasi Pengabdian Masyarakat: Inovasi dan Pemberdayaan Vol. 1 No. 1 (2025): Jurnal Publikasi Pengabdian Masyarakat: Inovasi dan Pemberdayaan
Publisher : YAYASAN YASZOY CAYAHA NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71049/1qch6597

Abstract

Permasalahan yang terjadi pada masyarakat pulau balang caddi, kelurahan mattiro bintang adalah kurangnya pengetahuan mengenai pemanfaatan teknologi informasi, kurangnya keterampilan dalam penggunaan teknologi informasi, penggunaan aplikasi perangkat lunak seperti microsoft office dan google workspace. Pulau tersebut masih jauh tertinggal sebab akses informasi dan kebutuhan teknologi informasi sangatlah minim apalagi melihat kondisi jaringan internet yang sering terputus. Salah satu upaya dalam mengantisipasi perkembangan teknologi informasi adalah dengan meningkatkan keterampilan, keahlian, dan kompetensi sumberdaya manusia melalui pendidikan dan pelatihan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim Pengabdian Masyarakat memberikan solusi untuk masyarakat Pulau Balang Caddi, Kelurahan Mattiro Bintang dengan memberikan pelatihan tentang teknologi informasi. Dalam    pengabdian masyarakat ini, pelaksana mengadakan pelatihan tentang Konektivitas Digital Pelatihan Teknologi Informasi untuk Masyarakat Pulau Balang Caddi, Kelurahan Mattiro Bintang yaitu pemanfaatan teknologi informasi secara efektif dalam penggunaan aplikasi perangkat lunak seperti microsoft office dan google workspace. Metode ini dipilih untuk menyampaikan konsep-konsep yang penting dalam menjelaskan apa itu teknologi informasi, penggunaan perangkat lunak seperti microsoft office dan google workspace untuk kebutuhan masyarakat yang nantinya bisa memberikan banyak manfaat seperti kemampuan membuat dokumen dan menganalisis data untuk persiapan pekerjaan dan lainnya. Dari kegiatan yang telah dilakukan banyak manfaat yang dipelajari oleh masyarakat sekitar seperti mendapatkan pengetahuan kepada masyarakat di sekitar pulau yang ada di kelurahan mattiro bintang mengenai pemanfaatan teknologi informasi, memberikan pelatihan penggunaan teknologi informasi masyarakat pulau yang ada di kelurahan mattiro bintang, memberikan pelatihan tentang penggunaan aplikasi perangkat lunak dan penjelasan mengenai cara penggunaan microsoft office dan google workspace untuk berbagai kebutuhan.
Pelatihan Aplikasi Canva Untuk Meningkatkan Softskill Siswa A. Muh Ramadhan; Ahmad Yusuf; A. Aztri Fitrahyani Alam; Wahyu Nurhamzah; Haslinda
Jurnal Publikasi Pengabdian Masyarakat: Inovasi dan Pemberdayaan Vol. 1 No. 1 (2025): Jurnal Publikasi Pengabdian Masyarakat: Inovasi dan Pemberdayaan
Publisher : YAYASAN YASZOY CAYAHA NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71049/zc3w2c25

Abstract

Di era digital saat ini, penguasaan teknologi desain grafis menjadi salah satu keterampilan penting yang mendukung pengembangan softskill, seperti kreativitas, komunikasi, dan kerja tim. Hal tersebut masih banyak siswa yang belum familiar dengan aplikasi desain yang mudah diakses dan digunakan. Canva merupakan salah satu platform desain grafis berbasis digital yang praktis dan user-friendly, sehingga sangat cocok digunakan oleh pelajar. Pelatihan penggunaan Canva menjadi langkah strategis untuk membekali siswa dengan keterampilan yang relevan dan meningkatkan kesiapan mereka menghadapi tantangan di dunia pendidikan maupun dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelatihan Canva dalam meningkatkan keterampilan kreatif dan digital siswa. Metode pelaksanaan meliputi beberapa tahap utama, yaitu persiapan, pembukaan acara, presentasi pembicara, dan sesi praktik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan Canva memberikan dampak positif terhadap pengembangan keterampilan desain grafis siswa, meningkatkan kreativitas, serta memperkuat kemampuan berpikir kritis dan komunikasi visual. Pelatihan Canva terbukti berkontribusi dalam meningkatkan soft skill siswa, yang dapat mendukung kesiapan mereka dalam dunia pendidikan maupun pekerjaan di era digital.
Keterlibatan Orang Tua dalam Proses Bimbingan dan Konseling Untuk Siswa Inklusi Rahmatullah Azis; Rahmiani; St. Hardianti; Nur Aisyah; Ahmad Yusuf
Jurnal Inovasi Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Inovasi Pembelajaran
Publisher : YAYASAN YASZOY CAYAHA NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71049/affc2x27

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran keterlibatan orang tua dalam proses bimbingan dan konseling bagi siswa inklusi, mengidentifikasi berbagai hambatan yang dihadapi, serta merumuskan strategi untuk meningkatkan keterlibatan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur terhadap 20 artikel ilmiah yang dipublikasikan pada rentang tahun 2013-2024 dan diperoleh dari database Google Scholar, Scopus, ERIC, dan DOAJ. Proses seleksi literatur mengacu pada alur PRISMA, sementara analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua memiliki peran yang sangat signifikan dalam mendukung keberhasilan layanan bimbingan dan konseling pada pendidikan inklusif, terutama dalam aspek dukungan emosional, peningkatan motivasi belajar, serta perkembangan sosial-emosional siswa. Kolaborasi yang efektif antara orang tua dan pihak sekolah terbukti mampu meningkatkan kualitas intervensi pendidikan. Namun, keterlibatan tersebut masih menghadapi berbagai hambatan, seperti rendahnya pemahaman orang tua tentang pendidikan inklusif, stigma sosial, keterbatasan waktu, serta kurang optimalnya komunikasi dengan sekolah. Penelitian ini juga menemukan bahwa peran orang tua telah bergeser dari sekadar pendukung menjadi mitra strategis dalam proses pendidikan dan konseling. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang komprehensif, seperti pelatihan bagi orang tua, penguatan komunikasi yang dialogis, serta pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan keterlibatan secara berkelanjutan. Dengan demikian, kolaborasi yang kuat antara orang tua, guru, dan konselor menjadi kunci utama dalam meningkatkan efektivitas layanan bimbingan dan konseling pada pendidikan inklusif.
Persepsi Siswa terhadap Layanan Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan Inklusif: Kajian Literatur Putri Wahyuni; Noviani Sri Diyastuti; Nurul Istiqamah; Novi Safitri; Ahmad Yusuf
Jurnal Inovasi Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Inovasi Pembelajaran
Publisher : YAYASAN YASZOY CAYAHA NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71049/dsrbe515

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi siswa terhadap layanan bimbingan dan konseling dalam konteks pendidikan inklusif melalui pendekatan kajian literatur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah yang relevan, seperti artikel jurnal, buku, dan hasil penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan layanan bimbingan dan konseling serta pendidikan inklusif. Hasil kajian menunjukkan bahwa persepsi siswa terhadap layanan bimbingan dan konseling dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, yaitu aksesibilitas layanan, kompetensi konselor, serta dukungan lingkungan sekolah yang inklusif. Layanan bimbingan dan konseling yang mudah diakses, responsif terhadap kebutuhan siswa, serta didukung oleh konselor yang memiliki kompetensi profesional dan empati yang baik cenderung membentuk persepsi positif di kalangan siswa. Selain itu, lingkungan sekolah yang menghargai keberagaman serta mendorong kolaborasi antara konselor, guru, dan orang tua turut memperkuat efektivitas layanan tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa layanan bimbingan dan konseling memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan pendidikan inklusif dengan membantu perkembangan akademik, sosial, dan emosional siswa. Oleh karena itu, pengembangan layanan bimbingan dan konseling di sekolah inklusif perlu dilakukan secara komprehensif melalui peningkatan kompetensi konselor, penyediaan layanan yang mudah diakses, serta penguatan kerja sama antar pihak di lingkungan pendidikan.
Keterkaitan Nilai Budaya Lokal dan Teknik Konseling Efektif: Tinjauan Literatur dalam Praktik Bimbingan dan Konseling Hastuti; Eka Oktavia Ningsih; Nurfani; Firda Sahrani; Rahmat Hidayat; Ahmad Yusuf
Jurnal Inovasi Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Inovasi Pembelajaran
Publisher : YAYASAN YASZOY CAYAHA NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71049/gg5fve59

Abstract

Penelitian ini mengkaji keterkaitan antara nilai budaya lokal dan teknik konseling efektif dalam praktik bimbingan dan konseling. Keberagaman budaya dalam masyarakat menuntut pendekatan konseling yang tidak hanya mengandalkan keterampilan teknis, tetapi juga mempertimbangkan sistem nilai yang dianut oleh konseli. Kajian sebelumnya cenderung membahas teknik konseling dan aspek budaya secara terpisah, sehingga integrasi keduanya masih belum dikaji secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara nilai budaya lokal dan teknik konseling efektif melalui pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan literatur. Data diperoleh dari artikel ilmiah yang relevan melalui penelusuran sistematis dan dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai budaya lokal berperan dalam membentuk perspektif konseli, sementara kompetensi budaya konselor menjadi faktor penting dalam membangun hubungan terapeutik. Integrasi nilai budaya lokal dalam penerapan teknik konseling terbukti meningkatkan efektivitas intervensi serta memperkuat penerimaan konseli terhadap proses konseling. Temuan ini memberikan implikasi bahwa pengembangan praktik konseling perlu mengedepankan pendekatan yang kontekstual, adaptif, dan berbasis budaya.
Penerapan Layanan Klasikal Edukasi Etika Digital dalam Mengurangi Perilaku Cyberbullying Siswa di SMP Negeri 8 Satap LK Tupabbiring Ahmad Yusuf; A Muh Ramadhan AS.; Mawaddatul Maykam
Jurnal Panrita Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Panrita-June
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhamamdiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/panrita.v6i1.404

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan layanan klasikal edukasi etika digital dalam mengurangi perilaku cyberbullying siswa. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi-experimental menggunakan pretest-posttest with control group design. Sampel penelitian terdiri dari 40 siswa yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Kelompok eksperimen diberikan intervensi layanan klasikal edukasi etika digital, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan perlakuan. Teknik analisis data menggunakan Z-test dan Wilcoxon Matched Pairs SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan perilaku cyberbullying sebelum dan sesudah intervensi pada kelompok eksperimen. Dengan demikian, layanan klasikal edukasi etika digital efektif dalam menurunkan perilaku cyberbullying siswa
EFEKTIFITAS KONSELING BEHAVIORAL DENGAN TEKNIK DESENSITISASI SISTEMATIS UNTUK MEREDUKSI KECEMASAN MENGHADAPI UJIAN SEMESTER MAHASISWA Ahmad Yusuf
Jurnal Panrita Vol 1 No 1 (2021): Jurnal Panrita
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhamamdiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.384 KB) | DOI: 10.35906/panrita.v1i2.141

Abstract

This study examines the application of relaxation as a technique of counseling guidance to reduce anxiety in facing semester exams at STKIP Andi Matappa. The objectives of this study were: (1) to find out how the description of the implementation of systematic desensitization behavioral counseling techniques in reducing anxiety in facing student semester exams at STKIP Andi Matappa, (2) knowing how to describe the level of anxiety facing student semester exams before and after giving behavioral counseling of desensitization techniques systematic at STKIP Andi Matappa, and (3) knowing whether there is an effect of the application of systematic desensitization technique behavioral counseling on anxiety facing student semester exams at STKIP Andi Matappa. The results showed: (1) The level of student anxiety in facing the semester exams at STKIP Andi Matappa during the implementation of systematic desensitization technique behavioral counseling was in the very high category. (2) The level of student anxiety in facing semester exams at STKIP Andi Matappa during the implementation of systematic desensitization technique behavioral counseling is in the high category. (3) there is an influence on the level of student anxiety in facing the semester exams at STKIP Andi Matappa at the time of implementing the systematic desensitization technique behavioral counseling is in the low category.
PENERAPAN KONSELING NARATIF UNTUK MENINGKATKAN SELF EFFICACY BELAJAR SISWA DALAM MENGERJAKAN TUGAS Ahmad Yusuf
Jurnal Panrita Vol 1 No 2 (2021): Jurnal Panrita-December
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhamamdiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/panrita.v2i1.161

Abstract

The purpose of this study was to determine (1) the description of students' learning self-efficacy in doing assignments before and after the implementation of narrative counseling at SMP Negeri 1 Pangkep (2) The application of narrative counseling can increase students' self-efficacy in doing assignments at SMP Negeri 1 Pangkep. This study used an experimental approach with Pretest-posttest control Group Designs for 24 research samples, which were VIII students at SMP Negeri 1 Pangkep with a classification of 12 experimental groups and 12 control groups, and simple random sampling. This study uses data collection techniques through questionnaires, and observation. Data analysis used descriptive statistical analysis of non parametric Wilcoxon signed ranks test. The results of this study indicate (1) At the time of the pretest, the level of self-efficacy of students in the experimental and control groups was in the low category. However, after being given the treatment of narrative counseling techniques showed a change from a low level of learning self-efficacy to a high category in the experimental group, while for students who were not treated with narrative counseling did not show significant changes or remained in the low category. (2) The application of narrative counseling can increase student learning self-efficacy in doing assignments at SMP Negeri 1 Pangkep
FILSAFAT FEMINISME DAN IMPLIKASINYA DALAM BIMBINGAN KONSELING Ahmad Yusuf
Jurnal Panrita Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Panrita-December
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhamamdiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/panrita.v5i2.339

Abstract

This article uses a literature review research method to explore feminist philosophy and its implications in counseling guidance. Through analysis of various relevant literary sources, the author attempts to identify and summarize feminist thinking and its application in the context of counseling guidance. This method allows the author to explore information from various perspectives, so as to provide a comprehensive picture of the topic discussed. This literature review involves collecting data from journals and articles related to feminist philosophy and its implications in guidance and counseling. The data collection process begins with identifying relevant sources. Several academic databases such as Google Scholar, JSTOR, and ProQuest were used to search for scientific articles discussing feminist philosophy and its implications in counseling guidance. Data analysis was carried out by classifying information based on themes that emerged from the literature reviewed. Each theme is analyzed in depth to gain better insight into feminist philosophy and its implications in guidance counseling. The results show that feminist philosophy has significant implications in counseling guidance, both in terms of theory and practice. A gender-based approach in counseling does not only pay attention to individual experiences, but also considers the broader social context that influences the client's life. Through a gender-sensitive approach, guidance and counseling can contribute to women's empowerment and achieving gender equality in society.