Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Konektivitas Digital: Pelatihan Teknologi Informasi untuk Masyarakat Pulau Balang Caddi Kelurahan Mattiro Bintang A. Muh Ramadhan AS; Ahmad Yusuf; Nurhidayatullah; A. Aztry Fitrayani Alam; Haslinda
Jurnal Publikasi Pengabdian Masyarakat: Inovasi dan Pemberdayaan Vol. 1 No. 1 (2025): Jurnal Publikasi Pengabdian Masyarakat: Inovasi dan Pemberdayaan
Publisher : YAYASAN YASZOY CAYAHA NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71049/1qch6597

Abstract

Permasalahan yang terjadi pada masyarakat pulau balang caddi, kelurahan mattiro bintang adalah kurangnya pengetahuan mengenai pemanfaatan teknologi informasi, kurangnya keterampilan dalam penggunaan teknologi informasi, penggunaan aplikasi perangkat lunak seperti microsoft office dan google workspace. Pulau tersebut masih jauh tertinggal sebab akses informasi dan kebutuhan teknologi informasi sangatlah minim apalagi melihat kondisi jaringan internet yang sering terputus. Salah satu upaya dalam mengantisipasi perkembangan teknologi informasi adalah dengan meningkatkan keterampilan, keahlian, dan kompetensi sumberdaya manusia melalui pendidikan dan pelatihan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim Pengabdian Masyarakat memberikan solusi untuk masyarakat Pulau Balang Caddi, Kelurahan Mattiro Bintang dengan memberikan pelatihan tentang teknologi informasi. Dalam    pengabdian masyarakat ini, pelaksana mengadakan pelatihan tentang Konektivitas Digital Pelatihan Teknologi Informasi untuk Masyarakat Pulau Balang Caddi, Kelurahan Mattiro Bintang yaitu pemanfaatan teknologi informasi secara efektif dalam penggunaan aplikasi perangkat lunak seperti microsoft office dan google workspace. Metode ini dipilih untuk menyampaikan konsep-konsep yang penting dalam menjelaskan apa itu teknologi informasi, penggunaan perangkat lunak seperti microsoft office dan google workspace untuk kebutuhan masyarakat yang nantinya bisa memberikan banyak manfaat seperti kemampuan membuat dokumen dan menganalisis data untuk persiapan pekerjaan dan lainnya. Dari kegiatan yang telah dilakukan banyak manfaat yang dipelajari oleh masyarakat sekitar seperti mendapatkan pengetahuan kepada masyarakat di sekitar pulau yang ada di kelurahan mattiro bintang mengenai pemanfaatan teknologi informasi, memberikan pelatihan penggunaan teknologi informasi masyarakat pulau yang ada di kelurahan mattiro bintang, memberikan pelatihan tentang penggunaan aplikasi perangkat lunak dan penjelasan mengenai cara penggunaan microsoft office dan google workspace untuk berbagai kebutuhan.
Pelatihan Aplikasi Canva Untuk Meningkatkan Softskill Siswa A. Muh Ramadhan; Ahmad Yusuf; A. Aztri Fitrahyani Alam; Wahyu Nurhamzah; Haslinda
Jurnal Publikasi Pengabdian Masyarakat: Inovasi dan Pemberdayaan Vol. 1 No. 1 (2025): Jurnal Publikasi Pengabdian Masyarakat: Inovasi dan Pemberdayaan
Publisher : YAYASAN YASZOY CAYAHA NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71049/zc3w2c25

Abstract

Di era digital saat ini, penguasaan teknologi desain grafis menjadi salah satu keterampilan penting yang mendukung pengembangan softskill, seperti kreativitas, komunikasi, dan kerja tim. Hal tersebut masih banyak siswa yang belum familiar dengan aplikasi desain yang mudah diakses dan digunakan. Canva merupakan salah satu platform desain grafis berbasis digital yang praktis dan user-friendly, sehingga sangat cocok digunakan oleh pelajar. Pelatihan penggunaan Canva menjadi langkah strategis untuk membekali siswa dengan keterampilan yang relevan dan meningkatkan kesiapan mereka menghadapi tantangan di dunia pendidikan maupun dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pelatihan Canva dalam meningkatkan keterampilan kreatif dan digital siswa. Metode pelaksanaan meliputi beberapa tahap utama, yaitu persiapan, pembukaan acara, presentasi pembicara, dan sesi praktik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan Canva memberikan dampak positif terhadap pengembangan keterampilan desain grafis siswa, meningkatkan kreativitas, serta memperkuat kemampuan berpikir kritis dan komunikasi visual. Pelatihan Canva terbukti berkontribusi dalam meningkatkan soft skill siswa, yang dapat mendukung kesiapan mereka dalam dunia pendidikan maupun pekerjaan di era digital.
Keterlibatan Orang Tua dalam Proses Bimbingan dan Konseling Untuk Siswa Inklusi Rahmatullah Azis; Rahmiani; St. Hardianti; Nur Aisyah; Ahmad Yusuf
Jurnal Inovasi Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Inovasi Pembelajaran
Publisher : YAYASAN YASZOY CAYAHA NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71049/affc2x27

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran keterlibatan orang tua dalam proses bimbingan dan konseling bagi siswa inklusi, mengidentifikasi berbagai hambatan yang dihadapi, serta merumuskan strategi untuk meningkatkan keterlibatan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur terhadap 20 artikel ilmiah yang dipublikasikan pada rentang tahun 2013-2024 dan diperoleh dari database Google Scholar, Scopus, ERIC, dan DOAJ. Proses seleksi literatur mengacu pada alur PRISMA, sementara analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua memiliki peran yang sangat signifikan dalam mendukung keberhasilan layanan bimbingan dan konseling pada pendidikan inklusif, terutama dalam aspek dukungan emosional, peningkatan motivasi belajar, serta perkembangan sosial-emosional siswa. Kolaborasi yang efektif antara orang tua dan pihak sekolah terbukti mampu meningkatkan kualitas intervensi pendidikan. Namun, keterlibatan tersebut masih menghadapi berbagai hambatan, seperti rendahnya pemahaman orang tua tentang pendidikan inklusif, stigma sosial, keterbatasan waktu, serta kurang optimalnya komunikasi dengan sekolah. Penelitian ini juga menemukan bahwa peran orang tua telah bergeser dari sekadar pendukung menjadi mitra strategis dalam proses pendidikan dan konseling. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang komprehensif, seperti pelatihan bagi orang tua, penguatan komunikasi yang dialogis, serta pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan keterlibatan secara berkelanjutan. Dengan demikian, kolaborasi yang kuat antara orang tua, guru, dan konselor menjadi kunci utama dalam meningkatkan efektivitas layanan bimbingan dan konseling pada pendidikan inklusif.
Persepsi Siswa terhadap Layanan Bimbingan dan Konseling dalam Pendidikan Inklusif: Kajian Literatur Putri Wahyuni; Noviani Sri Diyastuti; Nurul Istiqamah; Novi Safitri; Ahmad Yusuf
Jurnal Inovasi Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Inovasi Pembelajaran
Publisher : YAYASAN YASZOY CAYAHA NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71049/dsrbe515

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi siswa terhadap layanan bimbingan dan konseling dalam konteks pendidikan inklusif melalui pendekatan kajian literatur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah yang relevan, seperti artikel jurnal, buku, dan hasil penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan layanan bimbingan dan konseling serta pendidikan inklusif. Hasil kajian menunjukkan bahwa persepsi siswa terhadap layanan bimbingan dan konseling dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, yaitu aksesibilitas layanan, kompetensi konselor, serta dukungan lingkungan sekolah yang inklusif. Layanan bimbingan dan konseling yang mudah diakses, responsif terhadap kebutuhan siswa, serta didukung oleh konselor yang memiliki kompetensi profesional dan empati yang baik cenderung membentuk persepsi positif di kalangan siswa. Selain itu, lingkungan sekolah yang menghargai keberagaman serta mendorong kolaborasi antara konselor, guru, dan orang tua turut memperkuat efektivitas layanan tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa layanan bimbingan dan konseling memiliki peran strategis dalam mendukung keberhasilan pendidikan inklusif dengan membantu perkembangan akademik, sosial, dan emosional siswa. Oleh karena itu, pengembangan layanan bimbingan dan konseling di sekolah inklusif perlu dilakukan secara komprehensif melalui peningkatan kompetensi konselor, penyediaan layanan yang mudah diakses, serta penguatan kerja sama antar pihak di lingkungan pendidikan.
Keterkaitan Nilai Budaya Lokal dan Teknik Konseling Efektif: Tinjauan Literatur dalam Praktik Bimbingan dan Konseling Hastuti; Eka Oktavia Ningsih; Nurfani; Firda Sahrani; Rahmat Hidayat; Ahmad Yusuf
Jurnal Inovasi Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2026): Jurnal Inovasi Pembelajaran
Publisher : YAYASAN YASZOY CAYAHA NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71049/gg5fve59

Abstract

Penelitian ini mengkaji keterkaitan antara nilai budaya lokal dan teknik konseling efektif dalam praktik bimbingan dan konseling. Keberagaman budaya dalam masyarakat menuntut pendekatan konseling yang tidak hanya mengandalkan keterampilan teknis, tetapi juga mempertimbangkan sistem nilai yang dianut oleh konseli. Kajian sebelumnya cenderung membahas teknik konseling dan aspek budaya secara terpisah, sehingga integrasi keduanya masih belum dikaji secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara nilai budaya lokal dan teknik konseling efektif melalui pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan literatur. Data diperoleh dari artikel ilmiah yang relevan melalui penelusuran sistematis dan dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai budaya lokal berperan dalam membentuk perspektif konseli, sementara kompetensi budaya konselor menjadi faktor penting dalam membangun hubungan terapeutik. Integrasi nilai budaya lokal dalam penerapan teknik konseling terbukti meningkatkan efektivitas intervensi serta memperkuat penerimaan konseli terhadap proses konseling. Temuan ini memberikan implikasi bahwa pengembangan praktik konseling perlu mengedepankan pendekatan yang kontekstual, adaptif, dan berbasis budaya.