Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

“English For Holiday” Bagi Siswa Taman Kanak-Kanak Tanjung di Desa Tanjunglor Pacitan Chusna Apriyanti
Journal of Social Empowerment Vol. 1 No. 1 (2016): Journal of Social Empowerment
Publisher : LPPM STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (866.451 KB)

Abstract

Kegiatan ini berupa pelatihan Bahasa Inggris untuk siswa Taman Kanak-Kanak. Kegiatan ini dilaksanakan selama liburan semester I tahun ajaran 2014/2015. Kegiatan ini meliputi pemahaman dasar kemampuan Bahasa Inggris meliputivocabulary dan pronunciation. Pelatihan dilaksanakan di dalam ruangan maupunkegiatan di luar ruangan. Materi disajikan dengan permainan dan metode yangmudah dipahami dan menarik minat siswa untuk belajar bahasa Inggris. Pelatihandilaksanakan menggunakan beberapa metode diantaranya reading aloud/drilling,repeating words, memorizing dan singing songs. Di akhir kegiatan, dilakukan kegiatanmewarnai yang menarik perhatian siswa. Kegiatan ini memiliki aspek keberlanjutanyang baik. Peserta telah dibekali kemampuan dasar dalam bahasa inggris. Materi yangdiajarkan meliputi hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari peserta, yaitumy body, my family, dll.
Kegiatan Pendampingan Proses Belajar Mandiri di Masa Pandemi terhadap Siswa Sekolah Dasar di Dusun Manten Kelurahan Karangtengah Kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek Wahyu Mitasari; Chusna Apriyanti
Journal of Social Empowerment Vol. 5 No. 2 (2020): Journal of Social Empowerment
Publisher : LPPM STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.589 KB)

Abstract

Pendidikan merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi setiap orang. Di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam proses belajar. Permasalahan yang muncul yaitu minimnya akses internet serta sarana pendukung untuk belajar online, keterpaksaan siswa untuk merubah kebiasaan belajar yang terbiasa didampingi oleh guru menjadi belajar secara mandiri. Untuk itu, melakukan pendampingan terhadap proses belajar mandiri siswa selama pandemi menjadi hal yang dibutuhkan agar kesulitan siswa selama belajar online berkurang dan dapat memahami materi pembelajaran yang diajarkan. Metode belajar yang diterapkan yaitu metode Diskusi Non-Formal. Sedangkan Media Audial dan Visual dipakai untuk menunjang proses belajar. Kegiatan pendampingan belajar dilakukan dengan tiga tahap, yaitu 1) memberikan pre-test sederhana tentang materi yang akan diajarkan, 2) mendiskusikan materi belajar, 3) memberikan soal evaluasi sederhana. Hasil kegiatan pendampingan menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa. Indikator yang digunakan yaitu selisih poin antara jawaban soal pre-test dengan poin jawaban soal evaluasi. Program pendampingan belajar ini mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam mengatasi dan memecahkan permasalahan dalam proses belajar.
Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Edukatif “Flash Card” Chusna Apriyanti; Nursita Fathichatul Ulfiah; Doni Wijanarko
Journal of Social Empowerment Vol. 4 No. 2 (2019): Journal of Social Empowerment
Publisher : LPPM STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.826 KB)

Abstract

Kegiatan pelatihan pembuatan media pembelajaran Bahasa Inggris Flash Card ini berjutuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam membuat media pembelajaran Bahasa Inggris yang menarik untuk anak-anak. Selain itu, produk yang dihasilkan diharapkan bisa diproduksi masal dan diperjual belikan. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan pada tanggal 6 dan 7 September 2019. Peserta pelatihan merupakan mahasiswa semester 5 program studi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP PGRI Pacitan berjumlah 19 mahasiswa. Pelatihan dibagi menjadi 2 tahap, yaitu tahap penyusunan materi dan tahap pembuatan flash card.
Upaya Menumbuhkan Jiwa Wirausaha melalui Pelatihan Pembuatan Aksesoris di Desa Tulakan Kecamatan Tulakan Pacitan Chusna Apriyanti
Journal of Social Empowerment Vol. 4 No. 2 (2019): Journal of Social Empowerment
Publisher : LPPM STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.017 KB)

Abstract

Salah satu upaya pemerintah untuk membangun kemandirian masyarakat yaitu dengan mencetak sebanyak-banyaknya wirausaha. Peran wirausaha sangat penting dalam membantu membangun ekonomi Indonesia, karena pembangunan ekonomi negara akan cepat berhasil jika ditopang para wirausaha yang sukses dan berhasil dalam usahanya. Setiap orang pasti memiliki kemampuan, akan tetapi sebagian dari mereka tidak menyadari akan kemampuan atau potensi yang mereka miliki. Oleh karena itu, kemampuan harus digali dan selanjutnya dikembangkan terutama bagi masyarakat perempuan. Dimasa sekarang ini perempuan diharapkan aktif dalam pembangunan serta pemerataan pendidikan baik formal maupun non formal. Selain itu perempuan dituntut untuk memiliki suatu sikap kemandirian dan mampu mengembangkan dirinya sesuai dengan kemampuan atau bakat yang dimilikinya. Tujuan dari kegiatan ini agar ibu-ibu PKK dapat menambah dan mengembangkan keterampilan, membantu untuk mengisi waktu luang yang mereka miliki serta hasilnya dapat digunakan untuk membantu menambah penghasilan guna meningkatkan kesejahteraan keluarganya. Kegiatan ini dilaksanakan dengan beberapa tahapan, (1) Tahap persiapan, meliputi kegiatan survey, penetapan lokasi dan sasaran kegiatan, (2) Tahap pelaksanaan meliputi kegiatan edukasi tentang kewirausahaan dan pembuatan aksesoris, (3) Tahap akhir/evaluasi meliputi penilaian hasil produk. Metode yang diterapkan pada kegiatan adalah dengan menjalankan program menumbuhkan jiwa wirausaha, meliputi sosialisasi kewirausahaan dan pelatihan pembuatan aksesoris. Hasil kegiatan menunjukkan ibu ibu PKK bertambah wawasannya tentang kewirausahaan dan mengetahui tentang tata cara membuat aksesoris. Harapannya setelah mendapatkan pelatihan para peserta bisa memanfaatkan dan menerapkan ilmu yang didapat untuk dijadikan sebagai ide kewirausahaan serta dapat membuka usaha-usaha baru baik dengan merintis sendiri, dengan keluarga, atau bekerjasama antara satu dengan yang lainnya dalam bentuk usaha yang kecil maupun yang besar.
Revitalisasi Peran Ibu Sebagai Sekolah Pertama Anak Wahyu Mitasari; Chusna Apriyanti
Journal of Social Empowerment Vol. 6 No. 1 (2021): Journal of Social Empowerment
Publisher : LPPM STKIP PGRI Pacitan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.478 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran ibu dalam keluarga di Kabupaten Pacitan Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif. Data diambil menggunakan kuesioner terhadap 74 wanita usia produktif. Penelitian ini dilakukan pada bulan Desember 2019. Selain kuesioner, data juga diambil dari wawancara terhadap responden dengan teknik sampel acak. Setelah dikumpulkan, data diuraikan dalam chart dan ditarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu memiliki tiga peran utama: memenuhi kebutuhan anak, menjadi tauladan bagi anak, dan menstimulasi perkembangan anak. Kriteria memenuhi kebutuhan anak diukur dari indikator: ibu memasakkan sarapan untuk anak (74,3% setiap hari, 17,5% kadang-kadang dan 8,1% jarang), menjemput anak (45,2% setiap hari, 31,5% kadang-kadang dan 23,3% tidak pernah), menemani anak bermain (63% setiap hari, 32,9% dan 4.1% tidak punya waktu sama sekali dalam seminggu untuk bermain bersama anak); 2) Ibu sebagai teladan bagi anak; dan 3) Ibu memberikan stimulus terhadap perkembangan anak dilihat dari waktu menemani anaknya belajar (7,1% selama 3 jam, 34,3% 2 jam dan 58,6% selama 1 jam), membelikan anak buku cerita dan alat tulis (97,3% membelikan buku dan alat tulis kepada anak sebelum memasuki usia sekolah dan 2,7% tidak membelikan buku bacaan maupun alat tulis sebelum anaknya masuk sekolah), waktu untuk bermain gawai (27,4% responden tidak mengijinkan anaknya bermain gawai, 39,7% ibu mengijinkan anaknya bermain gawai selama 1 jam dalam sehari, 16,4% responden mengijinkan anaknya bermain dengan gawai selama 2 jam, 6,8% ibu mengijinkan anaknya bermain gawai selama 3 jam dan 9,6% responden membebaskan anaknya dalam bermain gawai).
MENGUBAH KAWAT LISTRIK MENJADI AKSESORIS CANTIK Chusna Apriyanti; Dwi Rahayu; Indah Puspitasari; Ridha Kurniasih
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 1, No 1 (2017): Oktober
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1551.083 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v1i1.73

Abstract

This entrepreneurship training was aimed to make accessories from electric wire for STKIP PGRI Pacitan students. The basic idea of conducting this activity was changing the priceless electric wire into a beautiful and valuable jewelry. This activity was held on March 10-14, 2017 at campus STKIP PGRI Pacitan. Thirty eight students followed this activity from various departments. This activity was equivalent to 32 hours. Activities are divided into 4 sessions: 3 sessions for theory and practice, and 1 session equivalent to 18 hours for individual assignment. The theories include the introduction of tools and materials used, tips and tricks in starting a business, looking for good raw materials, as well as effective marketing. While the practice included activities to make various accessories made from electrical wire. Assignment involved new creations from the material that has been prepared and the participants were free to combine it with other materials. The participants were equipped with three basic techniques of electric wire: coiling, weaving/woven and netting. In the last session, the participants were given the evaluation of sustainability and monitoring of trainees. In addition, the best three works receive prizes in the form of pliers/equipment and raw materials to encourage participants to develop techniques that have been obtained in the future.Keyword: entrepreneurship, electric wire, accessories, jewelry ABSTRAKKegiatan ini berupa pelatihan kewirausahaan membuat aksesoris dari kawat listrik bagi mahasiswa STKIP PGRI Pacitan. Ide utama dalam kegiatan ini adalah mengubah barang yang tidak terlalu bernilai seperti kawat listrik, menjadi perhiasan cantik yang bernilai jual tinggi apabila. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 10-14 Maret 2017 di kampus STKIP PGRI Pacitan. kegiatan ini diikuti oleh 38 mahasiswa dari berbagai jurusan. Kegiatan ini setara dengan 32 jam. Kegiatan dibagi menjadi 4 sesi, yaitu 3 sesi teori dan praktek selama 18 jam serta 1 sesi untuk penugasan individu selama 14 jam. Sesi teori meliputi pengenalan alat dan bahan yang digunakan, tips dan trik dalam memulai usaha, mencari bahan baku yang baik, serta pemasaran yang efektif. Sedangkan kegiatan praktik meliputi kegiatan membuat berbagai aksesoris yang berbahan dasar kawat listrik. Penugasan meliputi penciptaan kreasi baru dari materi pokok yang sudah disedikan dan para peserta bebas mengkombinasikannya dengan bahan lain. Peserta pelatihan dibekali 3 teknik dasar menganyam kawat listrik, yaitu coiling, weaving/woven dan netting. Selesai kegiatan, diberikan evaluasi keberlanjutan dan pemantauan terhadap peserta pelatihan. Selain itu, karya 3 terbaik mendapatkan hadiah berupa tang/peralatan dan bahan mentah untuk memacu peserta untuk mengembangkan teknik yang telah didapat di kemudian hari.Kata Kunci: kewirausahaan, kawat listrik, aksesoris, perhiasan
Project-Based Learning as the Alternative for Distance Learning in Pandemic COVID-19 Vit Ardhyantama; Chusna Apriyanti; Lina Erviana
Indonesian Journal of Primary Education Vol 4, No 2 (2020): Indonesian Journal of Primary Education: December 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v4i2.26979

Abstract

Distance learning during the pandemic raises many problems such as internet network limitations, bandwidth cap and fully-loaded tasks of teachers and students. This study aims to provide a theoretical illustration of project-based learning for distance learning classes. The researchers used the library method with several stages, including determining problems and research objects, collecting data, classifying and eliminating data based on needs, doing relevance checks, synthesizing findings and describing results. The analysis was conducted qualitatively based on classified data according to the research needs.. The results of the study indicate that project-based learning is suitable to be used as an alternative of distance learning during the pandemic with six aspects of considerations: 1) readiness , 2) safety, 3) monitoring, 4) thematic, 
Project-Based Learning as the Alternative for Distance Learning in Pandemic COVID-19 Vit Ardhyantama; Chusna Apriyanti; Lina Erviana
Indonesian Journal of Primary Education Vol 4, No 2 (2020): Indonesian Journal of Primary Education: December 2020
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ijpe.v4i2.26979

Abstract

Distance learning during the pandemic raises many problems such as internet network limitations, bandwidth cap and fully-loaded tasks of teachers and students. This study aims to provide a theoretical illustration of project-based learning for distance learning classes. The researchers used the library method with several stages, including determining problems and research objects, collecting data, classifying and eliminating data based on needs, doing relevance checks, synthesizing findings and describing results. The analysis was conducted qualitatively based on classified data according to the research needs.. The results of the study indicate that project-based learning is suitable to be used as an alternative of distance learning during the pandemic with six aspects of considerations: 1) readiness , 2) safety, 3) monitoring, 4) thematic, 
A Study Of Translation Based Meaning Variations as Reflected in John Steinbeck’s Of Mice and Men and Pramoedya Ananta Toer’s Tikus dan Manusia Chusna Apriyanti
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 7 No 1 (2015): Jurnal Penelitian Pendidikan
Publisher : LPPM Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objectives of this research were to find out the meaning variations between JohnSteinbeck’s of Mice and Men (original version) and Premoedya Ananta Toer’s Tikusdan Manusia (translated version) and the probable reasons that motivate the occurrenceof meaning variations between John Steinbeck’s of Mice and Men (original version)and Premoedya Ananta Toer’s Tikus dan Manusia (translated version). This researchwas descriptive quantitative research. The data were gathered through reading both ofthe novels and putting the clauses into the table to be analyzed. The results showedthat the meaning differences between SL and TL were classified into seven levels ofmeaning differences: the lowest differences, very low differences, low differences,medium differences, high differences, very high differences, and the highest differences.The meaning differences were caused by eleven factors, namely the element and clauseomission, the element and clause addition, the changing of word, the different sense ofword, the use of informal word in SL and the formal word in TL, the deletion of markingrelationship/conjunction between clauses, the use of idioms, the use of active formationin SL and passive formation in TL, the changing of back and forth formation or structureshift.
Kesulitan Pemilihan Diksi dan Strategi dalam Penerjemahan Chusna Apriyanti; Uly Karta Diayu Shinta
Jurnal Penelitian Pendidikan Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Penelitian Pendidikan
Publisher : LPPM Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21137/jpp.2021.13.1.2

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan mahasiswa dalam pemilihan diksi penerjemahan dan menjelaskan strategi untuk mengurangi kesulitan pemilihan diksi dan meningkatkan kualitas hasil terjemahan untuk mahasiswa. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif. Data diperoleh dengan angket melalui platform Google Form terhadap 20 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP PGRI Pacitan yang telah menempuh mata kuliah Translation 1 dan 2. Selain menggunakan angket, peneliti juga melakukan wawancara terhadap subjek penelitian. Penelitian dilakukan selama bulan Mei 2021. Setelah data dikumpulkan, peneliti menyajikan data penelitian, membuat bahasan hasil data penelitian, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menyebutkan bahwa seluruh responden mengaku memiliki kesulitan primer dalam pemilihan kata/diksi ketika menerjemahkan teks. Kesulitan tersebut disebabkan oleh kurangnya perbendahaan kosakata, teks yang mengandung istilah budaya, serta jenis teks tertentu seperti puisi. Lemahnya pengetahuan yang menyebabkan information gap juga menjadi problem dalam penerjemahan. hal tersebut menyebabkan kesulitan dalam memilih kata. Beberapa strategi yang bisa diimplementasikan oleh mahasiswa untuk mengurangi kesulitan pemilihan diksi dan meningkatkan kualitas hasil terjemahan adalah sebagai berikut: meningkatkan perbendaharaan kosakata dengan membaca, menggunakan kamus rumpun ilmu, menggunakan mesin terjemahan hanya sebagai alat bantu, membaca teks berulang kali setelah diterjemahkan.