Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Peningkatan Kemampuan Public Speaking dengan Metode Creative Self-Introduction di SMA 1 Mojolaban, Sukoharjo Epata Puji Astuti; Tatang Iskarna; Catharina Brameswari; Wedhowerti Wedhowerti
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v3i2.468

Abstract

Ketrampilan public speaking menggunakan Bahasa Inggris adalah skill yang sangat dibutuhkan di era globalisasi seperti sekarang ini. Penguasaan skill public speaking dalam Bahasa Inggris sangat diperlukan oleh siswa sekolah menengah atas (SMA) untuk mempersiapkan siswa dalam menghadapi dunia kerja atau studi di perguruan tinggi. Pengembangan skill ini seringkali menghadapi tantangan dengan terbatasnya sumber dan metode belajar. Oleh sebab itu, pengembangan skill Public Speaking dalam Bahasa Inggris menjadi topik utama pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh tim pengabdi. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di SMA 1 Mojolaban Sukoharjo dengan memperkenalkan metode Creative Self-Introduction. Pengabdian ini terbagi menjadi tiga tahap yaitu tahap persiapan berupa penyusunan materi, tahap pelaksanaan pelatihan dan tahap evaluasi hasil pelatihan. Hasil yang diperoleh dari pelatihan ini adalah peningkatan angka rerata simulasi akhir dalam empat aspek yaitu creative idea, grammar, delivery dan pronunciation. Hal ini menunjukkan kemampuan siswa-siswi mengalami peningkatan setelah melakukan metode creative self-introduction menggunakan ilustrasi gambar yang merepresentasikan dirinya. Siswa mampu memperkenalkan dirinya di depan kelas serta mampu menyampaikan gagasan dengan baik dan percaya diri. Kegiatan pengabdian ini  berhasil memberi dampak positif  terutama dalam peningkatan kemampuan public speaking dalam Bahasa Inggris.
Looking for Recognition: Mimicry as a Strategy for Equality Pramoedya Ananta Toer’s Jejak Langkah Catharina Brameswari; Gabriel Ephifanio Suwanto; Gabriel Fajar Sasmita Aji
Journal of Language and Literature Vol. 26 No. 1 (2026): April
Publisher : English Letters Department, Faculty of Letters, Universitas Sanata Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24071/joll.v26i1.168

Abstract

This research investigates mimicry as a postcolonial strategy for achieving equality in Toer’s Jejak Langkah, drawing on Bhabha’s theoretical framework. This study examines how the pribumi strategically use mimicry within the Dutch East Indies to negotiate power. Jejak Langkah reveals multiple layers of how mimicry operates across colonial society. From a top-down perspective, mimicry appears at the societal level in the adoption of colonial model shaping education and political structures. At the community level, it emerges through patterns of interaction with one another. At the personal level, it is reflected in the choice of attire, style, and cultural expression. This research argues that mimicry is not merely imitation or cultural submission but an elaborate strategy used by the colonized to be perceived as an equal. Through Minke’s transformation, Toer symbolizes how the pribumi adopt the culture of the colonizer to gain recognition and authority. This interpretation exposes mimicry not only as a sign of defeat but also a larger approach born out of necessity within colonial society. The findings contribute to postcolonial studies by examining how the pribumi characters navigate cultural dynamics within the colonial environment and how mimicry becomes a tool for survival, recognition, and liberation from oppression. This led to a better understanding of the social context and how conflict emerges within the Dutch East Indies. The findings suggest the use of mimicry is not one-dimensional but layered to serve a means and purpose for the colonized.
PENDAMPINGAN PARTISIPATIF PENYUSUNAN RACANA TEPAT JOGJA DI KELURAHAN KARANGWARU KOTA YOGYAKARTA Hendra Kurniawan; Bernardus Agus Rukiyanto; Eko Hari Parmadi; Antonius Tri Priantoro; Antonius Budisusila; Catharina Brameswari; Diksita Galuh Nirwinastu
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2026): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v10i1.10512

Abstract

Sejalan dengan Pemerintah Kota Yogyakarta dalam pembangunan berkelanjutan, Kelurahan Karangwaru memerlukan dokumen kebijakan lokal yang partisipatif sebagai penguatan identitas kampung dan arah pembangunan. Untuk itu, dilakukan pendampingan dalam menyusun dokumen Racana Tepat Jogja tentang arah pembangunan kampung berbasis potensi lokal dengan partisipasi warga. Metode yang digunakan bersifat partisipatif meliputi observasi, wawancara, dan Focus Group Discussion (FGD). Analisis awal dilakukan pada dua kampung. Hasilnya, Kampung Blunyahrejo memiliki karakter ekonomi rumah tangga yang kuat, namun terkendala legalitas, branding, dan pemasaran. Kampung Bangirejo menonjol pada potensi heritage, kesenian lokal, serta minat wisata sejarah, namun minim pendanaan, inovasi, dan regenerasi. Pendampingan merekomendasikan brand identity, Blunyahrejo sebagai kampung wisata hijau dan Bangirejo sebagai kampung warisan budaya. Rancangan struktur Racana Tepat Jogja berhasil disusun sebagai pondasi perumusan strategi pengembangan sosial, ekonomi, budaya, dan pariwisata kedua kampung secara berkelanjutan. Pendampingan terbukti meningkatkan kapasitas warga dalam membaca potensi kampung, merumuskan prioritas pembangunan, serta memperkuat sinergi berbagai pihak.