Sejalan dengan Pemerintah Kota Yogyakarta dalam pembangunan berkelanjutan, Kelurahan Karangwaru memerlukan dokumen kebijakan lokal yang partisipatif sebagai penguatan identitas kampung dan arah pembangunan. Untuk itu, dilakukan pendampingan dalam menyusun dokumen Racana Tepat Jogja tentang arah pembangunan kampung berbasis potensi lokal dengan partisipasi warga. Metode yang digunakan bersifat partisipatif meliputi observasi, wawancara, dan Focus Group Discussion (FGD). Analisis awal dilakukan pada dua kampung. Hasilnya, Kampung Blunyahrejo memiliki karakter ekonomi rumah tangga yang kuat, namun terkendala legalitas, branding, dan pemasaran. Kampung Bangirejo menonjol pada potensi heritage, kesenian lokal, serta minat wisata sejarah, namun minim pendanaan, inovasi, dan regenerasi. Pendampingan merekomendasikan brand identity, Blunyahrejo sebagai kampung wisata hijau dan Bangirejo sebagai kampung warisan budaya. Rancangan struktur Racana Tepat Jogja berhasil disusun sebagai pondasi perumusan strategi pengembangan sosial, ekonomi, budaya, dan pariwisata kedua kampung secara berkelanjutan. Pendampingan terbukti meningkatkan kapasitas warga dalam membaca potensi kampung, merumuskan prioritas pembangunan, serta memperkuat sinergi berbagai pihak.