Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Penerapan Isak 335 Oleh Non-Governmental Organization (Ngo) Di Kabupaten Tangerang Pada Tahun 2024 Irpan Irpan; Muhamad Ridho; Ilman Fazrin; Endang Ruhiyat
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1024

Abstract

Standar akuntansi memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas transparansi dan akuntabilitas pelaporan keuangan organisasi nirlaba. Interpretasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) 335 diterbitkan sebagai pedoman pelaporan keuangan yang disesuaikan dengan karakteristik entitas nonlaba, guna menghasilkan informasi yang relevan bagi pemangku kepentingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat implementasi ISAK 335 oleh organisasi non-pemerintah (Non-Governmental Organization/NGO) yang beroperasi di wilayah Kabupaten Tangerang selama tahun 2024. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, serta telaah dokumen internal organisasi. Populasi penelitian ditentukan berdasarkan data resmi dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tangerang yang mencatat 43 NGO terdaftar. Setelah diseleksi berdasarkan keberadaan Surat Keputusan Kementerian Hukum dan HAM dan domisili organisasi, diperoleh 36 NGO sebagai populasi relevan, dengan 16 di antaranya berhasil dihubungi dan bersedia menjadi partisipan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa secara umum, NGO di Kabupaten Tangerang belum menerapkan ISAK 335 dalam praktik pelaporan keuangan mereka. Tidak adanya sosialisasi atau fasilitasi teknis dari otoritas terkait, khususnya Kesbangpol, menjadi salah satu penyebab utama rendahnya tingkat adopsi standar ini. Selain itu, keterbatasan kompetensi pengelola NGO dalam bidang akuntansi, yang sebagian besar berlatar belakang pendidikan non-keuangan dan jenjang pendidikan menengah bahkan dasar, turut menjadi faktor penghambat. Kesimpulan dari studi ini mengindikasikan perlunya intervensi kebijakan dalam bentuk edukasi, pelatihan teknis, serta pembinaan berkelanjutan agar pelaporan keuangan NGO dapat selaras dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan awal bagi perumusan strategi peningkatan kapasitas tata kelola keuangan sektor nirlaba di tingkat daerah.
PERAN GREEN HUMAN CAPITAL DAN DUKUNGAN TEKNOLOGI DALAM MENDORONG IMPLEMENTASI AKUNTANSI BERKELANJUTAN: MODERASI KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL HIJAU PADA INDUSTRI PERHOTELAN DI JAKARTA Andi Muhammad Yasin; Prilian Catur Nugroho; Endang Ruhiyat; Suripto Suripto
Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) Vol. 9 No. 2 (2026): Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/aqxkcf42

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh green human capital  dan dukungan teknologi terhadap implementasi akuntansi berkelanjutan pada industri perhotelan di Jakarta, serta menguji peran kepemimpinan transformasional hijau sebagai variabel moderasi. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei. Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 220 karyawan hotel yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui perangkat lunak SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa green human capital  berpengaruh positif dan signifikan terhadap implementasi akuntansi berkelanjutan. Dukungan teknologi tidak terbukti berpengaruh signifikan terhadap implementasi akuntansi berkelanjutan. Sementara itu, kepemimpinan transformasional hijau memiliki pengaruh positif dan signifikan secara langsung terhadap implementasi akuntansi berkelanjutan, namun tidak memoderasi hubungan antara green human capital  maupun dukungan teknologi dengan implementasi akuntansi berkelanjutan. Temuan ini mengindikasikan bahwa keberhasilan akuntansi berkelanjutan dalam industri perhotelan lebih ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan peran kepemimpinan, dibandingkan oleh faktor teknologi semata. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi manajemen hotel untuk memprioritaskan pengembangan sumber daya manusia hijau dan kepemimpinan berorientasi keberlanjutan dalam mendukung penerapan akuntansi berkelanjutan.
FACTORS AFFECTING CARBON EMISSION DISCLOSURE: GOOD CORPORATE GOVERNANCE AS A MODERATING VARIABLE Jaenudin Jaenudin; Endang Ruhiyat; Sugiyanto Sugiyanto
EKUITAS (Jurnal Ekonomi dan Keuangan) Vol 8 No 4 (2024): December
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIESIA) Surabaya(STIESIA) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24034/j25485024.y2024.v8.i4.6670

Abstract

This study examines the influence of green strategy, green investment, and environmental performance on carbon emission disclosure, with good corporate governance as a moderating variable. The research adopts a quantitative approach using secondary data. The research method employed is documentation, with data collected from annual and company sustainability reports. The sample in this study consists of non-financial companies listed on the Indonesia Stock Exchange from 2020 to 2022, using a purposive sampling method. The sample obtained includes 91 companies out of a population of 772 companies. The data analysis technique used in this study is multiple linear regression analysis. The results show that the variables of green strategy and environmental performance have a positive influence on carbon emission disclosure, while green investment does not affect carbon emission disclosure. In the MRA testing, good corporate governance does not moderate the relationship between green strategy and environmental performance with carbon emission disclosure. In contrast, good corporate governance weakens the relationship between green investment and carbon emission disclosure.