Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Literasi Digital: Strategi Pencegahan Judi Online di Kalangan Remaja dan Pemuda Desa Candisari Herpindo Herpindo; Suwito Singgih; Delfiyan Widiyanto; Astuty Astuty; Sri Wulandari; Muhammad Nur Afiq; Mohamad Rizky Styamaputra; Veno Inaki Aldiant
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2969

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital sebagai strategi pencegahan judi online di kalangan remaja dan pemuda Desa Candisari. Melalui pendekatan workshop dan sosialisasi interaktif, program ini menyasar kelompok usia 15–25 tahun yang aktif menggunakan media sosial dan internet. Kegiatan diawali dengan survei kebutuhan, dilanjutkan dengan pre-test, pemaparan materi, diskusi kelompok, simulasi identifikasi iklan judi online, serta diakhiri dengan post-test dan pembentukan komunitas literasi digital desa. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan peserta mengenali konten judi online dari 58,3% menjadi 91,7%. Selain itu, kesadaran peserta terhadap bahaya judi online juga tetap tinggi pada angka 100%. Kolaborasi dengan Karang Taruna Desa Candisari berperan penting dalam mobilisasi peserta dan kesinambungan edukasi melalui pendekatan peer education. Kegiatan ini menunjukkan bahwa literasi digital yang aplikatif dan kontekstual dapat menjadi alat yang efektif dalam membentengi generasi muda dari ancaman judi online, sekaligus memberdayakan mereka sebagai agen perubahan di lingkungan sosialnya.
PEMAKNAAN LEKSIKON KEKERABATAN PADA BAHASA JAWA YANG TELAH TERINTEGRASI KE DALAM BAHASA INDONESIA: KAJIAN NATURAL SEMANTIC METALANGUAGE Maftukhin Ariefian; Salsabilla Syifa Syahirah; Herpindo Herpindo
MABASAN Vol. 17 No. 2 (2023): Mabasan
Publisher : Balai Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62107/mab.v17i2.788

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan perbedaan pemaknaan pada leksikon kekerabatan bahasa Jawa yang telah terintegrasi ke dalam bahasa Indonesia serta mengungkap perbedaan tersebut melalui eksplikasi teori natural semantic metalanguage (NSM). Data pada penelitian ini bersumber dari penggunaan leksikon kekerabatan tersebut pada bahasa Jawa dan bahasa Indonesia, yaitu (KBBI) Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi keenam/versi web Sipebi. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan metode penyediaan data berupa metode simak.Terdapat lima tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini, yakni (1) menggunakan teknik sadap, (2) dilanjutkan dengan teknik simak libat cakap (SLC), teknik sadap dan teknik libat cakap digunakan guna mencari data lisan, (3) kemudian menggunakan teknik catat guna mencatat sumber data tertulis, (4) langkah analisis data berdasarkan teori NSM, (5) dan mengklasifikasikan, membandingkan, serta menjabarkan data secara desksriptif. Hasil temuan berupa adanya perbedaan pemaknaan dalam penggunaannya pada bahasa Jawa dan bahasa Indonesia. Perbedaan tersebut ditemukan pada kata pakdhe, budhe, mas, mbak, dan adhik atau adik. Pola-pola yang ditemukan dalam perbedaan tersebut berupa penyempitan konteks pemaknaan dari B1 ke B2. Pola penyempitan konteks pemaknaan tersebut dilatarbelakangi oleh adanya bias budaya pada B1 yang tidak diketahui atau jarang diketahui oleh penutur B2. Penjabaran pemaknaan leksikon dalam bahasa Jawa dan bahasa Indonesia dapat membantu mengurangi kesalahpahaman.
DEIKSIS DALAM WACANA BERITA PRABOWO SUBIANTO PADA KOMPAS.COM EDISI 2025 Assifa Zanuba Qotrunnada; Mursia Ekawati; Herpindo
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 22 No 1 (2026)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/7yawpc52

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis deiksis yang terdapat dalam wacana berita Prabowo Subianto pada Kompas.com edisi 2025. Jenis penelitian ini ialah deskriptif kualitatif. Dua belas wacana berita Prabowo Subianto yang dimuat di Kompas.com pada tahun 2025 digunakan sebagai sumber data penelitian. Metode simak dan teknik catat digunakan dalam proses pengumpulan data. Penelitian ini menggunakan metode padan untuk analisis data, dengan menggunakan teknik pilah unsur penentu (PUP) dan teknik hubung banding menyamakan (HBS). Hasil penelitian ini ditemukan (1) deiksis persona mencakup deiksis persona pertama, kedua, serta ketiga; (2) deiksis waktu mencakup deiksis waktu masa kini, masa lampau, dan masa depan; (3) deiksis tempat; (4) deiksis sosial mencakup deiksis relasional dan mutlak; (5) deiksis wacana mencakup deiksis anafora dan katafora. Jenis deiksis yang paling sering muncul ialah deiksis persona, karena digunakan untuk merujuk penutur, lawan tutur, atau pihak yang dibicarakan dalam berita dan membantu menghindari pengulangan nama tokoh secara berlebihan. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan deiksis dalam wacana berita politik berguna untuk membangun kejelasan makna, seperti memperjelas rujukan, menunjukkan relasi sosial, serta memberikan pemahaman pembaca terhadap konteks informasi. KATA KUNCI:  Berita; deiksis; pragmatik   Deixis in Prabowo Subianto News Discourse on Kompas.com 2025 Edition   ABSTRACT: This research aims to describe the types of deixis contained in Prabowo Subianto's news discourse on Kompas.com edition 2025. Twelve Prabowo Subianto news discourses published on Kompas.com in 2025 are used as the source of data. The listening method and note-taking technique were used in the data collection process of this research.  This research uses the commensurate method for data analysis, namely by using the separating determining element technique (PUP) and the comparative equating technique (HBS). The results of this research obtained persona deixis, in the form of first person singular and plural, second person singular and plural, and third person singular and plural. The results of this study found (1) personal deictics, including first, second, and third person deictics; (2) temporal deictics, including present, past, and future deictics; (3) locative deictics; (4) social deictics, including relational and absolute deictics; (5) discourse deictics, including anaphoric and cataphoric deictics. The types of deixis that appear most often are persona deixis and social deixis, as they are used to refer to the speaker, the addressee, or the person being discussed in the news and help avoid excessive repetition of names. This finding show that the use of deixis in political news discourse functions to build clarity of meaning, such as clarifying referents, showing social relations, as well as to provide readers' understanding of the information context. KEYWORDS: News; deixis; pragmatics
Kesalahan Afiksasi pada Teks Laporan Hasil Observasi Siswa Kelas X MAN 1 Magelang Naswa Maulida; Mimi Mulyani; Herpindo Herpindo
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 3 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Dua (2) Negara: Indonesia dan Turki
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/w7rq5f95

Abstract

Ketepatan penggunaan afiks menjadi salah satu hal yang penting diperhatikan dalam keterampilan menulis siswa. Dalam implementasinya, masih terdapat banyak kesalahan penulisan afiksasi, salah satunya dalam teks laporan hasil observasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan afiksasi pada teks laporan hasil observasi siswa kelas X MAN 1 Magelang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian yakni teks laporan hasil observasi milik siswa kelas X MAN 1 Magelang. Pengumpulan data melalui teknik wawancara dan dokumentasi. Hasil temuan menunjukkan terdapat 133 data kesalahan afiksasi. Kesalahan paling dominan terdapat pada prefiks di- sebanyak 45 data. Selain itu, ditemukan kesalahan lain pada prefiks me(N)- sebanyak 4 data, sufiks -nya sebanyak 21 data, kombinasi afiks me-i sejumlah 3 data, kombinasi afiks di-i sejumlah 11 data, kombinasi afiks me-kan sebanyak 10 data, kombinasi afiks di-kan sejumlah 24 data, kombinasi afiks diper-kan sebanyak 1 data, kemudian kesalahan konfiks ber-an sebanyak 10 data, konfiks pe-an dan konfiks ke-an yang masing-masing berjumlah 2 data. Kesalahan-kesalahan afiksasi tersebut meliputi penulisan di- yang terpisah, ketidaktepatan penerapan kaidah morfofonemik, penghilangan unsur afiks tertentu, serta ketidaktepatan penggunaan alomorf.
Deixis in Hate Speech in the 2024 Presidential Election Campaign on Social Media X: A Cyber Pragmatic Study Herpindo Herpindo; Astuty Astuty; Muhammad Khoirul Huda; Ahmad Shohibul Ghoni; Fandi Aulia Rahman
Paramasastra : Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya Vol. 13 No. 1 (2026): Paramasastra : Jurnal Ilmiah Bahasa Sastra dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/paramasastra.v13n1.p179-202

Abstract

The purpose of this study is to analyze the systematic use of deictic expressions in hate speech targeting presidential candidates on platform X during Indonesia's 2024 election campaign period. This research seeks to understand how linguistic mechanisms, particularly deixis, function as strategic tools for constructing power relationships, facilitating dehumanization, and undermining democratic discourse in digital political communication. The study employs a descriptive qualitative design using a cyber-pragmatic approach to analyze hate speech on social media platform X during Indonesia's 2024 presidential election campaign, with data collected through observation and screenshot documentation of linguistic phenomena containing deictic expressions, followed by analysis using note-taking techniques to identify hate speech components and their linguistic patterns. Based on the analysis of 45 hate speech incidents targeting Indonesian presidential candidates on social media platform X during the 2024 election campaign, the study reveals that Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka received the highest targeting (44.4%), followed by Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (37.8%), with insults and profanity comprising the dominant category (34.8%) of hate speech. The deictic analysis demonstrates that social deixis shows the strongest correlation with ethnic attacks and stereotyping, while systematic dehumanizing language patterns vary distinctly across candidate pairs, reflecting deep political polarization facilitated through strategic linguistic positioning mechanisms. The systematic distribution of hate speech through deictic linguistic strategies during Indonesia's 2024 presidential election campaign, which disproportionately targeted certain candidates through social deixis-facilitated ethnic attacks and dehumanization, necessitates the immediate implementation of AI-powered pattern recognition systems, real-time monitoring protocols, and comprehensive digital literacy programs to protect democratic discourse integrity and safeguard future electoral processes.
Pengaruh Metode (CIRC) Menggunakan Media Youtube CNN Indonesia terhadap Kemampuan Menulis Teks Berita pada Siswa Kelas XI SMA Negeri 2 Magelang Dian Pratama Dewi; Hari Wahyono; Herpindo
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 8 No. 1 (2025): REPETISI VOLUME 8 NOMOR 1
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/repetisi.v8i01.4588

Abstract

Penelitian ini dapat bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode Cooperative Integrated Reading and Composition berbantuan media Youtube CNN Indonesia terhadap kemampuan menulis teks berita pada siswa kelas XI SMA Negeri 2 Magelang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen dengan desain pretest dan posttest kontrol group yang terdapat dua kelompok sampel. Kelas eksperimen yaitu kelas yang diberikan perlakuan menggunakan metode CIRC berbantuan media Youtube CNN, sedangkan kelas kontrol menggunakan metode ceramah. Instrument tersebut telah divalidasi dan memperoleh hasil reabilitas sebesar 0,777 yang artinya instrument tersebut reliabel. Data dianalisis menggunakan uji independent sampel t test dengan bantuan program SPSS versi 27. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) terdapat peningkatan yang signifikan pada siswa kelas eksperimen dengan rata-rata nilai pretest 67,76 menjadi 84,98 dengan nilai t hitung sebesar 14,045 > t tabel sebesar 1,996. (2) Tidak terdapat peningkatan yang signifikan pada kelas kontrol dengan rata-rata nilai pretest sebesar 62,71 menjadi 63,59 dengan jumlah t hitung 572 < ttabel 1,996. (3) Terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil posttest kelas kontrol dan eksperimen dengan nilai t hitung 14,130 > t tabel 1,996. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode CIRC berbantuan media Youtube CNN Indonesia berpengaruh terhadap kemampuan menulis teks berita pada siswa kelas XI SMA Negeri 2 Magelang.Kata kunci: CIRC, media audiovisual, kemampuan menulis.
Pengaruh Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Genially Terhadap Keterampilan Menulis Surat Dinas pada Siswa Kelas VII Di SMP Negeri 11 Magelang Feiza Rainannisa; Linda Eka Pradita; Herpindo
Repetisi: Riset Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): REPETISI VOLUME 8 NOMOR 2
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/repetisi.v8i2.4709

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil belajar siswa yang rendah pada materi surat dinas, yaitu sebesar 68,18% siswa belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis surat dinas pada siswa kelas VII di SMP Negeri 11 Magelang melalui penggunaan media pembelajaran interaktif berbasis genially. Penelitian ini menggunakan desain Nonequivalent Control Group Design dengan melibatkan dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang menggunakan media pembelajaran genially dan kelas kontrol yang menggunakan media powerpoint. Instrumen penelitian meliputi tes keterampilan menulis surat dinas yang diberikan sebelum (pretest) dan sesudah (postest) perlakuan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji statistik deskriptif dan inferensial untuk mengetahui perbedaan hasil belajar antara kedua kelompok. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata pretest kelas eksperimen sebesar 44,22, dibandingkan nilai rata-rata pretest kelas kontrol sebesar 36,83. Selanjutnya dilihat dari hasil N-Gain, bahwa penggunaan media pembelajaran genially berdistribusi efektif yang dibuktikan dari nilai rata-rata N-Gain kelas eksperimen sebesar 78,82 lebih besar dibandingkan nilai rata-rata kelas kontrol yaitu 46,55. Hal ini membuktikan bahwa penggunaan media pembelajaran genially memiliki pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan keterampilan menulis surat dinas siswa. Berdasarkan hasil uji t diketahui nilai sig. (2-tailed) yaitu 0,00 < 0,05, maka H0 ditolak dan Ha diterima, sehingga terdapat perbedaan nilai rata-rata yang signifikan antara keterampilan menulis surat dinas siswa kelas VII C dan kelas VII D di SMP Negeri 11 Magelang. Kata Kunci: genially, keterampilan menulis, surat dinas  
Transitivitas dalam Debat Pilkada Gubernur Jawa Tengah Tahun 2024: Kajian Linguistik Fungsional Sistemik Tatag Unggul Sadewa; Herpindo Herpindo; Jendriadi Jendriadi
ESTETIK : Jurnal Bahasa Indonesia Vol. 8 No. 2 (2025): November
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/estetik.v8i2.13940

Abstract

Abstrak Penelitian ini menganalisis transitivitas dalam debat Pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2024 sebagai cerminan strategi dan ideologi politik kontestan di medan politik penting yang menyumbang 56,3% suara nasional dan menjadi indikator politik nasional strategis. Pertanyaan utama adalah bagaimana kandidat membentuk realitas politik melalui pilihan linguistik dalam sistem transitivitas yang merepresentasikan orientasi kebijakan praktis dan abstrak. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian menganalisis 499 data dari tiga sesi debat di KOMPAS.TV (30 Oktober, 10 November, dan 20 November 2024) dengan kerangka Linguistik Fungsional Sistemik Halliday, melibatkan proses, partisipan, dan sirkumstansi. Temuan mengungkapkan dominasi proses material (75,8%) dan proses mental (24,2%), menegaskan strategi "legitimasi melalui tindakan" dengan pola adaptasi strategis dan peningkatan intensitas komunikasi 61%. Kandidat nomor satu menggunakan pendekatan teknokratis berbasis target kuantitatif, sedangkan kandidat nomor dua menerapkan strategi kearifan lokal yang merangkul nilai tradisional Jawa. Implikasi teoretis memperkuat teori LFS dengan mengidentifikasi "formula 3:1" sebagai proporsi ideal komunikasi politik lokal Indonesia, kontras dengan temuan internasional dan menegaskan karakteristik demokrasi Indonesia yang pragmatis serta berorientasi program nyata. Kata kunci: transitivitas; debat politik;  ; Pilkada Jawa Tengah; proses material; komunikasi politik
Register dan Pola Pasangan Berdampingan pada Negosiasi Jual Beli Gawai di Facebook Wulan Ramadhani; Jendriadi Jendriadi; Herpindo Herpindo
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 4 (2025): Penulis dari 3 negara (Indonesia, Jerman dan Turki)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i4.7110

Abstract

Tujuan utama penelitian ini adalah menganalisis bentuk register, makna register, dan pola pasangan berdampingan yang terbentuk dalam negosiasi jual beli gawai di grup Facebook Jual Beli Hp Gadget Jogja Istimewa. Penelitian ini menggunakan pendekatan teori Holmes, Halliday, dan  Schegloff & Sacks untuk menganalisis register dan pola pasangan berdampingan. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif dengan tipe deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca dan catat. Teknik analisis data yang digunakan untuk menganalisis penggunaan register yaitu model Miles & Huberman. Sementara itu, pola pasangan berdampingan dianalisis menggunakan metode padan pragmatis yang diikuti dengan teknik dasar pilah unsur penentu (PUP). Hasil penelitian menemukan 29 register yang terdiri dari 9 register selingkung terbatas dan 20 register selingkung terbuka. Register selingkung terbatas didominasi oleh register yang berkaitan dengan spesifikasi gawai. Berbeda halnya dengan register selingkung terbuka yang didominasi oleh register yang berkaitan dengan kondisi gawai. Selanjutnya, untuk pola pasangan berdampingan ditemukan sebanyak 3 pola, yaitu pertanyaan-jawaban, tawaran-penolakan, dan tawaran-penerimaan. Pola pasangan berdampingan didominasi pola pertanyaan-jawaban. Penelitian ini juga menemukan bahwa penggunaan register menunjukkan adanya pemilihan variasi bahasa yang disesuaikan dengan konteks situasi. Sementara pola pasangan berdampingan menunjukkan struktur percakapan yang terbentuk saat proses negosiasi.
Legislating sexuality: Semantic relations and the translation of moral terms in Indonesia’s penal code Muhamad Zainur Rokhman; Herpindo Herpindo; Linda Eka Pradita
Leksika: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajarannya Vol. 20 No. 3 (2026): October 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/lks.v20i3.31586

Abstract

This study examines how the concept of “sexuality” is lexically constructed in Indonesia’s newly enacted penal code, Law No. 1 of 2023 on the Criminal Code (KUHP 2023). It aims to identify (1) the semantic-field organization, (2) the componential and relational structure, and (3) the translation equivalence of ""sexual"-related terminology in the code. The study proceeds from the premise that ambiguity in such terms carries direct consequences for judicial interpretation and enforcement. A qualitative descriptive design was employed, combining document analysis, componential analysis, and a prototype-based lexical framework. Relevant terms were identified through close reading of the full statutory text, including main provisions and elucidatory notes, and recorded according to their article location and syntactic context. Each term was then decomposed into distinctive semantic features covering human involvement, harm, coercion, and consent. Inter-item relations, including hyponymy, near-synonymy, polysemy, and collocation, were subsequently mapped to reveal the terminology's internal architecture. A separate analysis assessed how ten lexically distinct core items are rendered in the published English gloss of the code. The corpus yielded 16 lexical occurrences of 10 distinct lexical items, distributed across 12 articles and the elucidatory notes to two of those articles, organized into five semantic subfields. Violence-denoting terms formed the largest cluster (7 occurrences, 43.75%). Items in the violence and exploitation sub-fields shared a uniform feature profile marking them as harmful, coercive, and non-consensual, while activity- and contact-denoting terms remained feature-ambiguous, occupying a boundary zone between moral regulation and criminal prohibition. One umbrella term, kekerasan seksual (sexual violence), was found to carry three distinguishable senses across different articles, indicating a documented risk of interpretive ambiguity. In translation into English, six of the ten core items (60%) retained full semantic equivalence, three (30%) required structural or register adaptation, and one (10%) showed a genuine semantic shift. The study concludes that terminology forms a largely coherent but unevenly precise system: it offers a linguistic basis, not a substitute for judicial clarification and legislative drafting. It further identifies specific points, notably the ambiguous consent-marking of activity/contact terms, where further legal-linguistic attention is warranted.