Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Literasi Digital: Strategi Pencegahan Judi Online di Kalangan Remaja dan Pemuda Desa Candisari Herpindo Herpindo; Suwito Singgih; Delfiyan Widiyanto; Astuty Astuty; Sri Wulandari; Muhammad Nur Afiq; Mohamad Rizky Styamaputra; Veno Inaki Aldiant
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2969

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital sebagai strategi pencegahan judi online di kalangan remaja dan pemuda Desa Candisari. Melalui pendekatan workshop dan sosialisasi interaktif, program ini menyasar kelompok usia 15–25 tahun yang aktif menggunakan media sosial dan internet. Kegiatan diawali dengan survei kebutuhan, dilanjutkan dengan pre-test, pemaparan materi, diskusi kelompok, simulasi identifikasi iklan judi online, serta diakhiri dengan post-test dan pembentukan komunitas literasi digital desa. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan peserta mengenali konten judi online dari 58,3% menjadi 91,7%. Selain itu, kesadaran peserta terhadap bahaya judi online juga tetap tinggi pada angka 100%. Kolaborasi dengan Karang Taruna Desa Candisari berperan penting dalam mobilisasi peserta dan kesinambungan edukasi melalui pendekatan peer education. Kegiatan ini menunjukkan bahwa literasi digital yang aplikatif dan kontekstual dapat menjadi alat yang efektif dalam membentengi generasi muda dari ancaman judi online, sekaligus memberdayakan mereka sebagai agen perubahan di lingkungan sosialnya.
PEMAKNAAN LEKSIKON KEKERABATAN PADA BAHASA JAWA YANG TELAH TERINTEGRASI KE DALAM BAHASA INDONESIA: KAJIAN NATURAL SEMANTIC METALANGUAGE Maftukhin Ariefian; Salsabilla Syifa Syahirah; Herpindo Herpindo
MABASAN Vol. 17 No. 2 (2023): Mabasan
Publisher : Balai Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62107/mab.v17i2.788

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan perbedaan pemaknaan pada leksikon kekerabatan bahasa Jawa yang telah terintegrasi ke dalam bahasa Indonesia serta mengungkap perbedaan tersebut melalui eksplikasi teori natural semantic metalanguage (NSM). Data pada penelitian ini bersumber dari penggunaan leksikon kekerabatan tersebut pada bahasa Jawa dan bahasa Indonesia, yaitu (KBBI) Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi keenam/versi web Sipebi. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan metode penyediaan data berupa metode simak.Terdapat lima tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini, yakni (1) menggunakan teknik sadap, (2) dilanjutkan dengan teknik simak libat cakap (SLC), teknik sadap dan teknik libat cakap digunakan guna mencari data lisan, (3) kemudian menggunakan teknik catat guna mencatat sumber data tertulis, (4) langkah analisis data berdasarkan teori NSM, (5) dan mengklasifikasikan, membandingkan, serta menjabarkan data secara desksriptif. Hasil temuan berupa adanya perbedaan pemaknaan dalam penggunaannya pada bahasa Jawa dan bahasa Indonesia. Perbedaan tersebut ditemukan pada kata pakdhe, budhe, mas, mbak, dan adhik atau adik. Pola-pola yang ditemukan dalam perbedaan tersebut berupa penyempitan konteks pemaknaan dari B1 ke B2. Pola penyempitan konteks pemaknaan tersebut dilatarbelakangi oleh adanya bias budaya pada B1 yang tidak diketahui atau jarang diketahui oleh penutur B2. Penjabaran pemaknaan leksikon dalam bahasa Jawa dan bahasa Indonesia dapat membantu mengurangi kesalahpahaman.
DEIKSIS DALAM WACANA BERITA PRABOWO SUBIANTO PADA KOMPAS.COM EDISI 2025 Assifa Zanuba Qotrunnada; Mursia Ekawati; Herpindo
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 22 No 1 (2026)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/7yawpc52

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis deiksis yang terdapat dalam wacana berita Prabowo Subianto pada Kompas.com edisi 2025. Jenis penelitian ini ialah deskriptif kualitatif. Dua belas wacana berita Prabowo Subianto yang dimuat di Kompas.com pada tahun 2025 digunakan sebagai sumber data penelitian. Metode simak dan teknik catat digunakan dalam proses pengumpulan data. Penelitian ini menggunakan metode padan untuk analisis data, dengan menggunakan teknik pilah unsur penentu (PUP) dan teknik hubung banding menyamakan (HBS). Hasil penelitian ini ditemukan (1) deiksis persona mencakup deiksis persona pertama, kedua, serta ketiga; (2) deiksis waktu mencakup deiksis waktu masa kini, masa lampau, dan masa depan; (3) deiksis tempat; (4) deiksis sosial mencakup deiksis relasional dan mutlak; (5) deiksis wacana mencakup deiksis anafora dan katafora. Jenis deiksis yang paling sering muncul ialah deiksis persona, karena digunakan untuk merujuk penutur, lawan tutur, atau pihak yang dibicarakan dalam berita dan membantu menghindari pengulangan nama tokoh secara berlebihan. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan deiksis dalam wacana berita politik berguna untuk membangun kejelasan makna, seperti memperjelas rujukan, menunjukkan relasi sosial, serta memberikan pemahaman pembaca terhadap konteks informasi. KATA KUNCI:  Berita; deiksis; pragmatik   Deixis in Prabowo Subianto News Discourse on Kompas.com 2025 Edition   ABSTRACT: This research aims to describe the types of deixis contained in Prabowo Subianto's news discourse on Kompas.com edition 2025. Twelve Prabowo Subianto news discourses published on Kompas.com in 2025 are used as the source of data. The listening method and note-taking technique were used in the data collection process of this research.  This research uses the commensurate method for data analysis, namely by using the separating determining element technique (PUP) and the comparative equating technique (HBS). The results of this research obtained persona deixis, in the form of first person singular and plural, second person singular and plural, and third person singular and plural. The results of this study found (1) personal deictics, including first, second, and third person deictics; (2) temporal deictics, including present, past, and future deictics; (3) locative deictics; (4) social deictics, including relational and absolute deictics; (5) discourse deictics, including anaphoric and cataphoric deictics. The types of deixis that appear most often are persona deixis and social deixis, as they are used to refer to the speaker, the addressee, or the person being discussed in the news and help avoid excessive repetition of names. This finding show that the use of deixis in political news discourse functions to build clarity of meaning, such as clarifying referents, showing social relations, as well as to provide readers' understanding of the information context. KEYWORDS: News; deixis; pragmatics