Suryawan Asfar
Department Of Geological Engineering, Faculty Of Mathematics And Natural Sciences, Halu Oleo University, Bumi Tridharma Green Campus, Anduonohu, Kendari City, Southeast Sulawesi 93232, Indonesia.

Published : 32 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Analisis Morfometri Sub-DAS Lahundape Sebagai Penyebab Proses Sedimentasi di Teluk Kendari Suryawan Asfar; Ali Okto; Andi Makkawaru; Isran Naim
Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia Vol 1, No 03 (2019): Edisi Desember JRGI (Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia)
Publisher : Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Lahundape Sub-watershed is located in the area of Kendari City and Konawe District. Some of the problems that occur in the Kendari Bay region include siltation caused by sedimentary materials from all rivers that lead to Kendari Bay, one of which is the Lahundape River. One type of analysis that can be used to solve problems that arise is to do morphometric analysis. From the results of data processing and analysis found that the Lahundape Sub-watershed has a drainage density (Dd) of 11.6 km/km2, a very high stream frequency (Fs) value of 131.66, a drainage texture of 38.63, a factor of shape of 0.146 so that it can be grouped into elongated watersheds, roundness ratio values of 0.155 or Rc value <0.5, elongation ratio values of 0.216, surface flow lengths of 5.810 km, basin reliefs of 5.32 km or 5.324 meters, values of relief ratio of 0.77 and the roughness value of the Lahundape Sub-watershed is 61.82. So it can be concluded that the Lahundape Sub-watershed has a river flow that flows through rocks with soft resistance, so the transport of sediment transported will be greater than that the Lahundape Sub-watershed has sloping conditions that are quite sloping and high enough relief so it will tend to contribute on erosion and will later result in loss of sediment deposits in the sub-watershed area.
Analisis Aspek Linier Morfometrik Sub-DAS Lahundape Menggunakan Teknologi Sistem Informasi Geografis (SIG) pada Wilayah Kota Kendari Suryawan Asfar; Ali Okto; Andi Makkawaru; Mirnayanti Karim
Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia Vol 1, No 02 (2019): Edisi Agustus JRGI (Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia)
Publisher : Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research activity was carried out in the Lahundape Sub-watershed, using morphometric linear analysis where the analysis was carried out by extracting river networks using digital elevation data, namely Digital Elevation Model (DEM). From the results of data processing and analysis which found that the area of the Lahundape Sub-basin reaches 6.97 km2, the circumference of the Lahundape Sub-basin area reaches 23.74 km, the length of the Lahundape Sub-watershed reaches 6.91 km, the width of the Lahundape Sub-Basin reaches 1.01 km. The Lahundape Sub-watershed has a total of 5 river orders with a total number of rivers as much as 917, the length of the river flow The Lahundape Sub-watershed has increased in order 1 and decreased to order 5, with an average value of river length between 0.06 km up to 0.78 km and the total Lsm value reaches 1.73 km. The length of the river flow ratio of each order has increased were for the 2nd order/1st order (II/I) of 0.45 km, 3rd order/2nd order (III/II) of 0.46 km, 4th order/3rd order (IV/III) of 0.72 km, 5th order/4th order (V/IV) of 0.87 km. The Lahundape Sub-watershed river branching ratio has an average value of 3.42, where for the value of 1st order/2nd order of 4.72, 2nd order/3rd order of 4.31, 1st order 3/4th order of 2.92, and for 4thorder/5th order of 1.71.
ANALISIS TINGKAT PELAPUKAN BATUAN ULTRABASA DI DESA WAWOHINE, KECAMATAN AMONGGEDO MENGGUNAKAN METODE SUSEPTIBILITAS MAGNETIK - Ernayanti; - Jahidin; Suryawan Asfar
Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia Vol 2, No 03 (2020): Edisi Desember JRGI (Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia)
Publisher : Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakWilayah Konawe merupakan bagian dari sabuk ofiolit Lengan Tenggara Sulawesi. Analisis tingkat pelapukan batuan ultrabasa menggunakan metode suseptibilitas magnetik telah dilakukan di Desa Wawohine, Kecamatan Amonggedo, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat pelapukan batuan ultrabasa pada daerah penelitian berdasarkan nilai suseptibilitas magnetiknya. Penelitian ini dilakukan pada 3 stasiun, dengan jumlah 5 handsample yang kemudian dipreparasi hingga diperoleh 84 spesimen. Spesimen tersebut kemudian diukur suseptibilitas magnetiknya menggunakan Bartington MS2 suseptibilitimeter dan sensor MS2B, kemudian diolah menggunakan Microsoft office excel. Hasil penelitian menunjukkan nilai suseptibilitas magnetik berkisar antara 54,9  10-5 SI sampai 930,6  10-5 SI . Mineral magnetik yang terkandung pada sampel berdasarkan nilai suseptibilitas magnetik dan diperkuat dari hasil analisis XRD dan XRF adalah hematite (αFe2O3), ilmenite (FeTiO3), dan goethite (FeOOH). Sampel batuan ulltrabasa pada daerah penelitian mengalami tingkat pelapukan lanjutan, ditandai dengan hadirnya mineral magnetik tersebut. Sehingga pada Desa Wawohine, Kecamatan Amonggedo, Konawe termasuk dalam tingkat pelapukan lanjutan.Kata kunci: pelapukan, batuan ultrabasa, desa wawohine, metode suseptibiltas magnetik
Pendugaan Struktur Bawah Permukaan Daerah Buton Utara Provinsi Sulawesi Tenggara Berdasarkan Data Anomali Grvitasi Lokal Citra Satelit GGMplus Asniar Asniar; Jamhir Safani; Suryawan Asfar
Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia Vol 2, No 01 (2020): Edisi April JRGI (Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia)
Publisher : Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

It has now expanded data measuring the gravitational field of high-resolution satellite imagery and the spacing between the measurement point ~220 meters namely gravity satellite imagery GGMplus ( Global Gravity Model plus ). GGMplus provides gravity data that covers the entire continent including the coastal zone, so it is better in determining subsurface structures. Research using GGMplus satellite imagery, has been carried out in North Buton, Southeast Sulawesi Province find out anomaly distribution patterns and subsurface structure modeling. The data used in the form of gravity disturbance data which is free air anomaly data, and then only needs to be corrected Bouguer and Terrain Correction to get a complete Bouguer anomaly. Then a flat plane projection is carried out, upward continuation and modeling. The results of Bouguer anomaly resulting from upward continuation show anomaly distribution patterns from north northwest to southeast. This is relatively the same as the direction of the structure in the study area. Based on the results of modeling on the local anomaly in the A-A'trajectory, it is suspected that the smoothness of the Doole formation with a density value of 2.7-2.9 gr/m3in the southeast east direction and a large enough rock body that causes anomaly in that direction is relatively very high. Whereas on the B-B trajectory it was found that a fault was a descending fault in the north-northeast where the Ogena formation with a density of 2.0 -2.55 gr/cm3 wasraised to a depth of ±100 meters and then was crushed by the Tobelo formation with a density value of 1.96-2.2 gr/m3.
IDENTIFIKASI LAPISAN AIR TANAH MENGGUNAKAN METODE RESISTIVITAS KONFIGURASI SCHLUMBERGER DI DESA WAARA KECAMATAN LOHIA Ashri Al Mujaadilah Sadikin; - Jahidin; Suryawan Asfar
Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia Vol 3, No 01 (2021): Edisi April JRGI (Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia)
Publisher : Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Telah dilakukan Identifikasi lapisan air tanah menggunakan metode  resisitivitas konfigurasi schlumberger di Desa Waara Kecamatan Lohia Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk menetukan struktur bawah permukaan berdasarkan nilai resistivitas dan menentukan potensi keberadaan air tanah. Penelitian ini menggunakan metode resisitivitas, metode ini sangat baik menggambarkan kondisi dibawah permukaan dan kemungkinan keterdapatan air tanah. Berdasarkan hasil pengukuran nilai resisitivitas yang diperoleh diset iap lintasan 32,49Ωm – 143,86Ωm untuk lapisan topsoil, 448,37Ωm – 3001Ωm untuk lapisan Batugamping, 21,80Ωm – 644,77Ωm Batugamping Pasiran, 10,79Ωm – 15,18Ωm untuk lapisan akuifer. Berdasarkan nilai resistivitas didapatkan lapisan air tanah setiap lintasan, kedalaman lapisan air tanah pada 4 lintasan berbeda – beda dimana pada lintasan 1 lapisan air tanah terdapat dikedalaman 35,15 – 64,49 m, pada lintasan 2 berada dikedalaman 111,15 – 165m, lintasan 3 berada dikedalaman 156,91 – 260,74 m, dan lintasan ke 4 berada dikedalaman 91,50 – 136 m.Kata kunci: Air Tanah, Metode Resistivitas, Konfigurasi Schlumberger
Karakteristik Batuan Ultrabasa Pada Kompleks Ofiolit Desa Paka Indah Kabupaten Konawe Utara Provinsi Sulawesi Tenggara Suryawan Asfar; Erick S
Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia Vol 1, No 01 (2019): Edisi April JRGI (Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia)
Publisher : Jurnal Rekayasa Geofisika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batuan ultrabasa pada kompleks ofiolit di Lengan Tenggara Sulawesi memiliki sebaran yang cukup luas di wilayah Kabupaten Konawe Utara. Secara administratif terletak di Desa Paka Indah, Kecamatan Oheo Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara. Secara geografis terletak pada koordinat 122007’00”-122011’00” Bujur Timur (BT) dan 03021’00”-03024’00” Lintang Selatan (LS). Penelitian ini bertujuan menentukan karakteristik batuan ultrabasa, jenis magma serta lingkungan pembentuk batuan ultrabasa yang ada pada daerah penelitian. Penelitian ini dilakukan terhadap kesebalas (11) contoh batuan ultrabasa dari hasil kegiatan pengeboran kemudian dilakukan analisis mineralogi secara petrografi dan analisis geokimia menggunaan XRF (X-Ray Flouresence). Dari hasil analisis data penelitian didapatkan bahwa jenis batuan ultrabasa yang ada pada daerah penelitian terdiri dari dunit, serpentinite dan peridotit. berdasarkan data oksida utama batuan, batuan ultrabasa pada daerah Paka Indah memiliki jenis magma ultrabasa dengan SiO2 dan total alkali (K2O + Na2O) yang rendah, dengan seri magma bersifat thoellitic yang memiliki nilai total alkali (K2O + Na2O) yang rendah dan nilai MgO dan FeO yang tinggi. Batuan ultrabasa pada daerah penelitian terbentuk pada lingkungan tektonik pemekaran lantai samudera atau mid oceanic ridge basalt (MORB).
Studi geomorfologi Daerah Samaturu, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara Hasrul Hasrul; Hasria Hasria; Suryawan Asfar
OPHIOLITE : Jurnal Geologi Terapan Vol 2, No 1 (2020): OPHIOLITE
Publisher : Program Studi Teknik Geologi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1321.835 KB) | DOI: 10.56099/ophiolite.v2i1.11410

Abstract

Administratively, the research area is in the Samaturu area, which includes three villages; Liku Village, Lawulo Village, and Puulawulo Village, which belong to Kolaka Regency, Southeast Sulawesi Province. Geographically, the study area is limited by 3˚58’30”-4˚1’00” LS and 121˚27’30”-121˚29’20” BT. The study area has a length of 5 km and a width of 5 km, with an area of 2.500 Ha. The purpose of this study was to determine the geomorphological conditions in the Samaturu area, Kolaka Regency, Southeast Sulawesi Province. The research method used is the DEMNAS image interpretation method and direct observation in the field to study and determine the geomorphological conditions in the study area. The result showed that the geomorphological conditions of the study area were divided into two units. The units observed were structural form units with the hills of fault zones and fluvial origin with alluvium landscapes. Flow patterns that develop in the study area are rectangular and concerted with young to adult geomorphological stages
Analisis geomorfologi karst Daerah Mawasangka Tengah, Kabupaten Buton Tengah, Provinsi Sulawesi Tenggara Irfan Ade Hidayat Rantu; Laode Ngkoimani; Suryawan Asfar
OPHIOLITE : Jurnal Geologi Terapan Vol 3, No 1 (2021): OPHIOLITE
Publisher : Program Studi Teknik Geologi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (948.638 KB) | DOI: 10.56099/ophiolite.v3i1.22588

Abstract

Daerah penelitian terletak di Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara. Berdasarkan aspek geologi wilayah penelitian termasuk dalam Formasi Wapulaka, yang tersusun atas batugamping berumur Kuarter. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi geomorfologi karst daerah penelitian, menentukan jenis litologi penyusun daerah penelitian, dan menentukan tipe karst. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif didukung oleh analisis kuantitatif berupa observasi untuk menganalisis geomorfologi karst, mengetahui data sebaran kawasan karst daerah penelitian, dan mengetahui bentuk morfologi karst daerah penelitian dan litologi penyusun daerah penelitian. Hasil analisis menunjukkan terdapat enam jenis morfologi karst: satuan perbukitan karst, perbukitan kerucut karst, perbukitan plateau karst, lembah kering, lembah dolina, dan gua pada daerah penelitian. Satuan litologi penyusun daerah penelitian adalah packstone, wackstone, dan endapan alluvial. Tipe morfologi karst pada daerah penelitian dibagi menjadi tipe organous dan tipe tual
Analisis morfotektonik wilayah Pegunungan Nipa-Nipa menggunakan metode geomorfologi kuantitatif Daerah Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara Dimas Bayu Zainuddin; Hasria Hasria; Suryawan Asfar
OPHIOLITE : Jurnal Geologi Terapan Vol 2, No 1 (2020): OPHIOLITE
Publisher : Program Studi Teknik Geologi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (698.107 KB) | DOI: 10.56099/ophiolite.v2i1.11408

Abstract

AbstrakIstilah tektonik geomorfologi atau dikenal sebagai morfotektonik adalah studi tentang bentangalam yang dihasilkan oleh kegiatan tektonik atau interaksi antara proses tektonik dan geomorfologi. Morfotektonik dipengaruhi oleh kondisi morfologi dan proses tektonik yang terjadi pada masa lalu, karena morfologi memiliki dimensi ruang dan tektonik mempunyai dimensi waktu. Penelitian ini dilakukan di daerah Pegunungan Nipa-Nipa, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara. Berdasarkan hasil penilaian DAS bahwa daerah Pegunungan Nipa-Nipa termasuk dalam satuan morfologi struktural, dimana satuan morfologi ini sangat dipengaruhi oleh aktivitas struktur yang terjadi pada daerah tersebut dan   berdasarkan analisis Non-DAS bahwa tingkat tektonik daerah Pegunungan Nipa-Nipa masuk dalam kategori tektonik rendah.Kata kunci: morfotektonik, DAS, Meluhu, Nipa-nipa, Kendari
Studi Geomorfologi Karst Daerah Labengki, Kecamatan Lasolo Kepulauan, Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara Peky Anggriawan; Suryawan Asfar; Laode Ngkoimani
OPHIOLITE : Jurnal Geologi Terapan Vol 3, No 2 (2021): OPHIOLITE
Publisher : Program Studi Teknik Geologi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1227.183 KB) | DOI: 10.56099/ophiolite.v3i2.23375

Abstract

Penelitian ini terletak di Daerah Labengki, Kecamatan Lasolo Kepulauan, Kabupaten Konawe Utara, Provinsi Sulawesi tenggara. Termaksud dalam peta Lembar Lasusua-Kendari yang tersusun atas morfologi karst. Dimana berada sebelah timur dari Wanggudu ibukota Kabupaten Konawe Utara. Metode analisis yang digunakan adalah analisis sistem informasi geografi dan analisis petrografi. Litologi daerah penelitian berdasarkan hasil penelitian terdiri dari batugamping crystalline carbonates (Tems), batugamping mudstone (Tems), dan endapan aluvial pantai (Qa). Morfologi daerah penelitian yang tersebar di Kepulauan Labengki Kecil dan Kepulauan Labengki Besar dibagi menjadi enam jenis bentang alam, yaitu pegunungan, karst Labengki, perbukitan kubah karst pepino Labengki, dataran karst Labengki, lembah dolina Labengki yang dibagi menjadi dua yaitu lembah dolina corong Labengki dan lembah dolina sumuran Labengki, lembah kering Labengki, dan gua Labengki yang terbagi menjadi dua, yaitu gua kolam renang Labengki yang berada di Kepulauan Labengki Kecil dengan gua bajoe Labengki di Kepulauan Labengki Besar.