Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Identifikasi Soil Transmitted Helminths (STHs) pada Anak Sekolah Dasar Lalangpuling, Indra Elisabet; Mandak, Megita Candra; Rambi, Elne Vieke; Suwarja, Suwarja; Pesurnay, Yanti
JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG Vol 12, No 1 (2024): JKP Juni 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32922/jkp.v11i2.768

Abstract

Latar Belakang: Penyakit infeksi cacing terbanyak disebabkan oleh kelompok cacing Soil Transmitted Helminths (STHs). Infeksi cacing banyak terinfeksi pada anak-anak karena kurangnya memperhatikan kebersihan diri.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ada atau tidaknya infeksi STHs pada anak SD GMIM Budo di Desa Budo Kecamatan Wori.Metode: Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan jumlah populasi sebanyak 39 pada seluruh anak kelas 1-6 SD GMIM Budo di Desa Budo Kecamatan Wori. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling sebanyak 22 anak kemudian sampel feses diperiksa menggunakan metode Natif, Bearmant test dan Kato katz.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 10 tahun (27%) dan hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan 2 responden (10%) terinfeksi STHs dan terjadi pada responden berjenis kelamin laki-laki melalui pemeriksaan pada metode Natif dengan spesies Ascaris lumbricoides, dan metode Kato katz dengan spesies Ascaris lumbricoides dengan intensitas ringan 135 epg dan spesies Hookworm dengan intensitas ringan 90 epg. Kesimpulan dari penelitian ini adalah 10% responden terinfeksi STHs dengan jenis kelamin laki-laki. Saran dari penelitian ini adalah pihak SD GMIM Budo lebih memperhatikan ketersediaan sanitasi di lingkungan sekolah yang membantu para siswa untuk menerapkan perilaku hidup sehat.
CLEAN AND HEALTHY LIVING BEHAVIOUR TO ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS IN WORI VILLAGE, NORTH MINAHASA REGENCY Lalangpuling, Indra Elisabet; Tumbol, Michael V.L.; Pinontoan, Sabrina P.M
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KOMUNITAS KESEHATAN Vol 1 No 1 (2023): DESEMBER
Publisher : Poltekkes Kemenkes Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jb.v1i1.1519

Abstract

Penyakit covid-19 merupakan sindrom pernapasan akut berat penyakit yang disebabkan oleh coronavirus 2 (SARS-CoV-2) dan anak merupakan kelompok rentan terhadap infeksi virus. Normal baru adalah suatu cara hidup baru dalam menjalankan aktivitas hidup ditengah pandemic covid-19 yang belum selesai. Normal baru dibutuhkan untuk menjaga kita tetap aman terhadap infeksi virus dan patogen lainnya sehingga menghindarkan kita dari keadaan sakit. Salah satu kebiasaan dalam penerapan normal baru adalah penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Solusi : Dalam meminimalisir transmisi infeksi nematoda usus dan infeksi Covid-19 adalah melalui edukasi dan menyiapkan fasilitas yang menunjang menerapan PHBS. Metode : Dikarenakan adanya penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Pengabdian masyarakat dilaksanakan dengan pendekatan pemeriksaan feses siswa untuk mengetahui infeksi cacing usus dan donasi. Hasil : Pemeriksaan sampel feses menunjukkan semua sampel yang terkumpul negatif infeksi cacing usus. Pemberian edukasi tentang infeksi cacing usus kepada siswa dilaksanakan melalui donasi buku tentang infeksi cacing untuk melengkapi koleksi buku pada perpustakaan SD GMIM Wori. Untuk mencegah transmisi infeksi cacing dilakukan pembangunan satu unit fasilitas toilet umum karena toilet yang dimiliki oleh SD GMIM Wori tidak layak lagi untuk digunakan. Dalam rangka pencegahan penularan infeksi covid-19 di lingkungan SD GMIM Wori, diberikan donasi sabun cuci tangan dan hand sanitizer kepada pihak sekolah untuk digunakan dalam menunjang kegiatan di SD GMIM Wori. Kesimpulan : Pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat tidak maksimal karena adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) namun kegiatan yang bisa dilakukan merupakan kegiatan yang menjawab kebutuhan para siswa dan guru di SD GMIM Wori dalam upaya mencegah infeksi dacing usus dan Covid-19. Saran : Kegiatan ini dapat dilakukan berkelanjutan karena masih menjadi kebutuhan bagi SD GMIM Wori untuk pencegahan trasmisi infeksi cacing usus dan Covid-19.
IDENTIFIKASI INFEKSI CACING GOLONGAN Soil Transmitted Helminths (STHs) PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI DESA TALAWAAN ATAS KECAMATAN WORI Lalangpuling, Indra Elisabet; Ganing, Nauvila Salsabila; Katiandagho, Dismo; Suwarja, Suwarja
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 8, No 1 (2024): November 2024
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v8i1.1541

Abstract

Helminthiasis remains a public health problem in Indonesia, particularly among elementary school-aged children. This is due to geographical factors, socioeconomic conditions, and behaviors that neglect hygiene. Infection with Soil-Transmitted Helminths (STHs) can have detrimental effects on children's health and development. This study aimed to determine the prevalence of STH infections among elementary school children in Talawaan Atas Village, Wori District, North Minahasa Regency. This study employed a descriptive method. Samples were examined using both native and Kato-Katz methods. The study sample consisted of 30 elementary school students from GMIM Talawaan Atas who met the inclusion and exclusion criteria. Data was collected through fecal examination and questionnaires. The results showed that of the 30 samples examined using the native method, 3 samples (10%) were found to be infected with STHs, specifically Ascaris lumbricoides. Using the Kato-Katz method, the same 1 sample (3.3%) was found to be infected with Ascaris lumbricoides. The conclusion of this study is that there is a 10% prevalence of STH infections among elementary school children in Talawaan Atas Village, Wori District, North Minahasa Regency.
SKRINNING DAN EDUKASI (SIDAK) DIABETES MELITUS DI KELURAHAN SINDULANG 1, LINGKUNGAN 3, KECAMATAN TUMINTING, KOTA MANADO Elisabet Lalangpuling, Indra; Ali Makaminan, Muh.; P.M. Pinontoan, Sabrina; E. Sumampouw, Jonas; G. Pascoal, Kevin
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 12 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i12.4901-4906

Abstract

Skrinning adalah suatu upaya untuk menyaring orang-orang yang terlihat sehat, tidak menderita terhadap suatu penyakit tertentu, dari suatu populasi tertentu. Penyaringan ini bertujuan untuk mengidentifikasi individu yang menderita penyakit tertentu yang tidak menunjukkan gejala dalam masyarakat atau kelompok tertentu. Pemeriksaan sederhana seperti ini dapat membantu membedakan orang yang sehat dari yang mungkin menderita. Peningkatan glukosa darah yang disebabkan oleh penurunan sekresi insulin oleh sel beta pankreas atau gangguan atau resistensi insulin adalah tanda penyakit metabolik yang dikenal sebagai diabetes melitus (DM). Di Indonesia, diabetes adalah salah satu penyakit yang paling umum dan sering terjadi pada wanita. Genetika adalah salah satu dari banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena diabetes. Mengetahui golongan darah sebagai faktor risiko diabetes melitus dan mengetahui golongan darah yang memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes. Pengabdian Masyarakat ini dilakukan dengan registrasi peserta sebanyak 80 orang. Pemeriksaan golongan darah sebanyak 73 peserta dan pemeriksaan glukosa, asam urat dan kolestrol sebanyak 67 peserta. Hasil: Berdasarkan hasil golongan darah terbanyak adalah golongan darah O (39 peserta), golongan darah B (20 peserta), golongan darah A (8 peserta) dan golongan darah AB (6 peserta). Berdasarkan hasil skrinning pemeriksaan glukosa, asam urat dan kolestrol didapatkan 19 peserta mempunyai kadar glukosa yang tinngi, 23 peserta mempunyai kadar asam urat yang tinggi, dan 26 peserta mempunyai kadar kolestrol yang tinggi.