Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Incidence rate of Soil Tranmitted Helminths Among Elementary School Students living in Coastal Areal of North Sulawesi Indra Elisabet Lalangpuling; Kevin Giovani Pascoal; Sabrina Prisscilya Magdalena Pinontoan; Suwarja Suwarja; Meildy Esthevanus Pascoal
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No S1: Supplement
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.185 KB) | DOI: 10.30604/jika.v8iS1.1682

Abstract

The impact of helminthiasis if it occurs in children can result in a decrease in the health, nutrition, intelligence and productivity; It is also closely related to healthy living behavior or personal hygiene behaviours. This study aims to see the relationship between helminthiasis infection with nutritional status and personal hygiene behaviours in Tiwoho Elementary School students, Wori District, North Minahasa Regency. It was an observational study with cross-sectional design. This type of research is an observational study with a cross-sectional design. The total population is 69 students at SD Inpres Tiwoho. The sampling technique used was purposive sampling, where the stool samples were taken from students who had met the criteria, the samples used were 49 respondents. The results obtained from 49 students found that 6 students had worm infections with Ascaris lumbricoides species, 3 students Hookworm and 1 student Trichuris trichiura. There was no relationship between helminth infections and nutritional status and in personal hygiene behaviours there was a relationship between helminth infections with the habit of washing hands with soap before and after eating, cutting finger and toe nails and the habit of using footwear out of the house. Abstrak: Dampak kecacingan jika terjadi pada anak-anak dapat mengakibatkan menurunnya kondisi kesehatan, gizi, kecerdasan dan produktifitas penderitanya; hal ini juga erat kaitannya dengan perilaku hidup sehat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat adanya hubungan antara infeksi kecacingan dengan status gizi dan PHBS pada siswa SD Inpres Tiwoho Kecamatan Wori Kabupaten Minahasa Utara. Jenis Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross-sectional. Jumlah populasi sebanyak 69 siswa di SD Inpres Tiwoho. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling, dimana sampel feses yang diambil yaitu pada siswa yang telah memenuhi kriteria inklusi, sampel yang digunakan sebanyak 49 responden. Hasil yang didapatkan dari 49 anak siswa ditemukan 6 orang siswa mengalami infeksi kecacingan dengan spesies Ascaris lumbricoides, Hookworm sebanyak 3 orang siswa dan Trichuris trichiura 1 orang siswa. Tidak didapatkan hubungan antara infeksi kecacingan dan status gizi dan pada PHBS didaptkan hubungan antara infeksi kecacingan dengan kebiasaan mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah makan, menggunting kuku jari tangan dan kaki dan kebiasaan menggunakan alas kaki keluar rumah.
Identifikasi Soil Transmitted Helminths (STHs) pada Anak Sekolah Dasar Lalangpuling, Indra Elisabet; Mandak, Megita Candra; Rambi, Elne Vieke; Suwarja, Suwarja; Pesurnay, Yanti
JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG Vol 12, No 1 (2024): JKP Juni 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32922/jkp.v11i2.768

Abstract

Latar Belakang: Penyakit infeksi cacing terbanyak disebabkan oleh kelompok cacing Soil Transmitted Helminths (STHs). Infeksi cacing banyak terinfeksi pada anak-anak karena kurangnya memperhatikan kebersihan diri.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ada atau tidaknya infeksi STHs pada anak SD GMIM Budo di Desa Budo Kecamatan Wori.Metode: Jenis penelitian ini bersifat deskriptif dengan jumlah populasi sebanyak 39 pada seluruh anak kelas 1-6 SD GMIM Budo di Desa Budo Kecamatan Wori. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling sebanyak 22 anak kemudian sampel feses diperiksa menggunakan metode Natif, Bearmant test dan Kato katz.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 10 tahun (27%) dan hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan 2 responden (10%) terinfeksi STHs dan terjadi pada responden berjenis kelamin laki-laki melalui pemeriksaan pada metode Natif dengan spesies Ascaris lumbricoides, dan metode Kato katz dengan spesies Ascaris lumbricoides dengan intensitas ringan 135 epg dan spesies Hookworm dengan intensitas ringan 90 epg. Kesimpulan dari penelitian ini adalah 10% responden terinfeksi STHs dengan jenis kelamin laki-laki. Saran dari penelitian ini adalah pihak SD GMIM Budo lebih memperhatikan ketersediaan sanitasi di lingkungan sekolah yang membantu para siswa untuk menerapkan perilaku hidup sehat.
CLEAN AND HEALTHY LIVING BEHAVIOUR TO ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS IN WORI VILLAGE, NORTH MINAHASA REGENCY Lalangpuling, Indra Elisabet; Tumbol, Michael V.L.; Pinontoan, Sabrina P.M
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT KOMUNITAS KESEHATAN Vol 1 No 1 (2023): DESEMBER
Publisher : Poltekkes Kemenkes Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jb.v1i1.1519

Abstract

Penyakit covid-19 merupakan sindrom pernapasan akut berat penyakit yang disebabkan oleh coronavirus 2 (SARS-CoV-2) dan anak merupakan kelompok rentan terhadap infeksi virus. Normal baru adalah suatu cara hidup baru dalam menjalankan aktivitas hidup ditengah pandemic covid-19 yang belum selesai. Normal baru dibutuhkan untuk menjaga kita tetap aman terhadap infeksi virus dan patogen lainnya sehingga menghindarkan kita dari keadaan sakit. Salah satu kebiasaan dalam penerapan normal baru adalah penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Solusi : Dalam meminimalisir transmisi infeksi nematoda usus dan infeksi Covid-19 adalah melalui edukasi dan menyiapkan fasilitas yang menunjang menerapan PHBS. Metode : Dikarenakan adanya penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Pengabdian masyarakat dilaksanakan dengan pendekatan pemeriksaan feses siswa untuk mengetahui infeksi cacing usus dan donasi. Hasil : Pemeriksaan sampel feses menunjukkan semua sampel yang terkumpul negatif infeksi cacing usus. Pemberian edukasi tentang infeksi cacing usus kepada siswa dilaksanakan melalui donasi buku tentang infeksi cacing untuk melengkapi koleksi buku pada perpustakaan SD GMIM Wori. Untuk mencegah transmisi infeksi cacing dilakukan pembangunan satu unit fasilitas toilet umum karena toilet yang dimiliki oleh SD GMIM Wori tidak layak lagi untuk digunakan. Dalam rangka pencegahan penularan infeksi covid-19 di lingkungan SD GMIM Wori, diberikan donasi sabun cuci tangan dan hand sanitizer kepada pihak sekolah untuk digunakan dalam menunjang kegiatan di SD GMIM Wori. Kesimpulan : Pelaksanaan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat tidak maksimal karena adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) namun kegiatan yang bisa dilakukan merupakan kegiatan yang menjawab kebutuhan para siswa dan guru di SD GMIM Wori dalam upaya mencegah infeksi dacing usus dan Covid-19. Saran : Kegiatan ini dapat dilakukan berkelanjutan karena masih menjadi kebutuhan bagi SD GMIM Wori untuk pencegahan trasmisi infeksi cacing usus dan Covid-19.
IDENTIFIKASI INFEKSI CACING GOLONGAN Soil Transmitted Helminths (STHs) PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI DESA TALAWAAN ATAS KECAMATAN WORI Lalangpuling, Indra Elisabet; Ganing, Nauvila Salsabila; Katiandagho, Dismo; Suwarja, Suwarja
Jurnal Laboratorium Khatulistiwa Vol 8, No 1 (2024): November 2024
Publisher : poltekkes kemenkes pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jlk.v8i1.1541

Abstract

Helminthiasis remains a public health problem in Indonesia, particularly among elementary school-aged children. This is due to geographical factors, socioeconomic conditions, and behaviors that neglect hygiene. Infection with Soil-Transmitted Helminths (STHs) can have detrimental effects on children's health and development. This study aimed to determine the prevalence of STH infections among elementary school children in Talawaan Atas Village, Wori District, North Minahasa Regency. This study employed a descriptive method. Samples were examined using both native and Kato-Katz methods. The study sample consisted of 30 elementary school students from GMIM Talawaan Atas who met the inclusion and exclusion criteria. Data was collected through fecal examination and questionnaires. The results showed that of the 30 samples examined using the native method, 3 samples (10%) were found to be infected with STHs, specifically Ascaris lumbricoides. Using the Kato-Katz method, the same 1 sample (3.3%) was found to be infected with Ascaris lumbricoides. The conclusion of this study is that there is a 10% prevalence of STH infections among elementary school children in Talawaan Atas Village, Wori District, North Minahasa Regency.
SKRINNING DAN EDUKASI (SIDAK) DIABETES MELITUS DI KELURAHAN SINDULANG 1, LINGKUNGAN 3, KECAMATAN TUMINTING, KOTA MANADO Elisabet Lalangpuling, Indra; Ali Makaminan, Muh.; P.M. Pinontoan, Sabrina; E. Sumampouw, Jonas; G. Pascoal, Kevin
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 12 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i12.4901-4906

Abstract

Skrinning adalah suatu upaya untuk menyaring orang-orang yang terlihat sehat, tidak menderita terhadap suatu penyakit tertentu, dari suatu populasi tertentu. Penyaringan ini bertujuan untuk mengidentifikasi individu yang menderita penyakit tertentu yang tidak menunjukkan gejala dalam masyarakat atau kelompok tertentu. Pemeriksaan sederhana seperti ini dapat membantu membedakan orang yang sehat dari yang mungkin menderita. Peningkatan glukosa darah yang disebabkan oleh penurunan sekresi insulin oleh sel beta pankreas atau gangguan atau resistensi insulin adalah tanda penyakit metabolik yang dikenal sebagai diabetes melitus (DM). Di Indonesia, diabetes adalah salah satu penyakit yang paling umum dan sering terjadi pada wanita. Genetika adalah salah satu dari banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena diabetes. Mengetahui golongan darah sebagai faktor risiko diabetes melitus dan mengetahui golongan darah yang memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes. Pengabdian Masyarakat ini dilakukan dengan registrasi peserta sebanyak 80 orang. Pemeriksaan golongan darah sebanyak 73 peserta dan pemeriksaan glukosa, asam urat dan kolestrol sebanyak 67 peserta. Hasil: Berdasarkan hasil golongan darah terbanyak adalah golongan darah O (39 peserta), golongan darah B (20 peserta), golongan darah A (8 peserta) dan golongan darah AB (6 peserta). Berdasarkan hasil skrinning pemeriksaan glukosa, asam urat dan kolestrol didapatkan 19 peserta mempunyai kadar glukosa yang tinngi, 23 peserta mempunyai kadar asam urat yang tinggi, dan 26 peserta mempunyai kadar kolestrol yang tinggi.