Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

DIVERSIFIKASI PRODUK KERAJINAN LUMPANG DESA BANDAR KLIPPA KABUPATEN DELI SERDANG Joko Suharianto; Sumarno Sumarno; Muhammad Bukhori Dalimunthe; Putri Kemala Dewi Lubis; Siti Khofifah Hanif Siti; Zackya Hayati Lubis
D'edukasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25273/dedukasi.v5i2.23017

Abstract

Lumpang bukan hanya alat bantu masak didapur, tetapi juga memiliki nilai budaya masyarakat. Tujuan utama dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, menyelesaikan permasalahan mitra khususnya pada aspek produksi untuk menghasilkan diversifikasi produk. Solusi pada aspek produksi melalui pembuatan alat inovasi pembuatan cobek dengan memanfaatkan kayu limbah sisa produksi lumpang. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini yaitu dengan melakukan pendekatan dengan mitra berupa observasi, FGD penentuan masalah dan solusi, desain rancangan alat inovasi produksi, rancang bangun alat inovasi, uji coba alat produksi, evaluasi dan serah terima alat. Hasil kegiatan ini menyimpulkan bahwa mitra sangat senang dengan alat inovasi pembuat cobek. Lebih daripada itu, mitra sangat senang karena alat ini multi guna, selain bisa membuat cobek, tetapi juga bisa membuat mangkok kayu dan lumpang inovatif dengan penutup meski dalam ukuran relatif kecil. Alat pembuat cobek yang dihasilkan terbukti efektif, rata-rata waktu yang digunakan untuk membuat cobek sekitar 5-7 menit, untuk membuat mangkok kayu sekitar 7-9 menit. Sedangkan untuk mebuat lumpang dengan penutup sekitar 15-18 menit. Alhasil saat ini mitra memproduksi lumpang tradisional dan telenan, tetapi juga lumpang inovatif dengan penutup, cobek, dan mangkok kayu.
Development of STEM-based worksheets to improve critical thinking on matter topic Edi Siswanto; Ashar Hasairin; Sumarno Sumarno
Inovasi Kurikulum Vol. 22 No. 3 (2025): Inovasi Kurikulum, August 2025
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64014/jik.v22i3.76

Abstract

This study aims to develop a STEM-based Student Worksheet (LKPD) for Science and Social Studies (IPAS) subject in the fourth grade of elementary school, focusing on the topic of various forms of matter and their changes. The research employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE model, which includes analysis, design, development, implementation, and evaluation phases. Expert validations were conducted by content, media, and language specialists to assess the quality of material, visual design, and linguistic accuracy. All validation results were categorized as highly valid. Practicality testing was conducted through teacher and student responses as well as small and large group trials, which showed the LKPD to be highly practical in the learning process. Effectiveness was confirmed through increased learning outcomes in the experimental group compared to the control group, supported by independent t-tests and N-Gain analysis. The findings indicate that the STEM-based LKPD enhances students' critical thinking skills. The developed product also aligns with constructivist, behaviorist, and cognitive learning theories. The results confirm that the STEM-based LKPD meets the criteria of validity, practicality, and effectiveness, making it suitable for implementation in IPAS learning at the elementary level.   Abstrak Keterampilan berpikir kritis peserta didik sekolah dasar masih tergolong rendah, terutama saat mempelajari materi perubahan wujud benda. Kondisi ini menuntut ketersediaan perangkat pembelajaran yang dirancang secara kontekstual, sistematis, dan terintegrasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis pendekatan STEM untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis pada mata pelajaran IPAS kelas IV sekolah dasar. Proses pengembangan mengikuti model ADDIE yang mencakup tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Penilaian dilakukan melalui validasi oleh para ahli, angket kepraktisan dari guru dan peserta didik, serta pengukuran efektivitas menggunakan soal pretes dan postes. Hasil validasi menunjukkan bahwa LKPD yang dikembangkan sangat layak digunakan berdasarkan aspek isi, kebahasaan, dan desain tampilan. Respon guru dan peserta didik menunjukkan bahwa LKPD tersebut mudah digunakan dan menarik secara visual maupun fungsional. Evaluasi efektivitas menunjukkan peningkatan keterampilan berpikir kritis peserta didik secara signifikan setelah penggunaan LKPD berbasis STEM dalam proses pembelajaran. Hasil ini menunjukkan bahwa LKPD yang dikembangkan tidak hanya valid dan praktis, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pencapaian hasil belajar peserta didik. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan LKPD berbasis STEM sebagai media pembelajaran yang mendorong keterampilan berpikir kritis sejak jenjang pendidikan dasar. Kata Kunci: berpikir kritis; IPAS; LKPD; STEM
Inovasi Proses Produksi Ikan Lele Asap Tradisional di Kecamatan Batang Kuis Joko Suharianto; Sumarno Sumarno; Thamrin Thamrin
Jurnal Pengabdian Ruru Vol. 1 No. 2 (2025): Edisi Maret
Publisher : Yayasan Grace Berkat Anugerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan utama dari Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini, menyelesaikan permasalahan Mitra khususnya pada aspek produksi. Solusi pada aspek produksi melalui pembuatan alat inovasi pembakaran berupa lemari besi pengasapan. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini yaitu dengan melakukan pendekatan dengan Mitra berupa observasi, FGD penentuan masalah dan solusi, desain rancangan alat inovasi produksi, rancang bangun alat inovasi, uji coba alat produksi, evaluasi dan serah terima alat. Hasil kegiatan ini menyimpulkan bahwa mitra sangat senang dengan alat inovasi lemari besi pengasapan. Hal ini karena alat tersebut terbukti efektif dari segi waktu dan efisien dari segi penggunaan kayu bakar. Dari sisi waktu alat pengasapan tradisional mampu memasak 150 kg ikan lele dalam sekali produksi dengan durasi waktu 30 – 36 jam, dengan jumlah kayu bakar yang digunakan sebanyak 4 goni. Namun dengan alat inovasi lemari besi pengasapan Mitra yang dibuat sebanyak 4 lapis tingkatan dengan volume sekali produksi sebanyak 52-56 kg. Alhasil untuk produksi harian sebanyak 150 kg, maka mitra perlu melakukan 3 kali produksi dengan durasi waktu sekitar 18 jam dengan jumlah kayu bakar sebanyak 3 goni. Alat inovasi pengasapan ini terbukti efektif dibandingkan alat tradisional. Namun untuk memaksimalkan efektifitas dan efisiensi produk, maka alat inovasi tersebut perlu direvisi menjadi 6 lapis tingkatan sehingga mampu memproduksi 150 kg ikan asap dalam 2 kali produksi dengan durasi waktu 12 jam dan penggunaan kayu bakar sebanyak 2-3 goni