Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Heavy metal contamination of Hg and Pb in water, sediment and Violet Batissa (Batissa violacea Lamark, 1818) meat in Teunom River, Aceh Jaya Regency, Indonesia Fauziah Fauziah; Abdullah Abdullah; Supriatno Supriatno; Firdus Firdus; Muhammad Nasir; Siska Mellisa; Agung Setia Batubara
Depik Vol 10, No 3 (2021): December 2021
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.10.3.23432

Abstract

Violet Batissa (Batissa violacea) is an important economic organism on the west-south coast of Aceh, because it is relatively high consumed by the community. However, gold mining activities carried out around the watershed are estimated to pollute the river and cause B. violacea to also be affected. The purpose of this study was to determine the level of mercury (Hg) and Lead (Pb) contamination in clam meat in Teunom, Aceh Jaya Regency. The research was conducted from June to September 2021. Sampling of clam was done by purposive sampling method. Hg and Pb were analyzed in clam meat using the Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) method. The results of the analysis showed that the Hg content in clam meat was between 0.12-0.63 mg/kg (mean 0.35±0.26 mg/kg), water 0.0026-0.0103 mg/kg (mean 0.0052±0.004 mg/kg), and sediment 1.3224-3.8767 mg/kg (mean 2.2324±1.427 mg/kg). Furthermore, the results of the analysis showed that the Pb content in clam meat, water and sediment had the same value at 3 stations with values 0.0002±0 mg/kg, 0.0003±0 mg/kg, and 0.0002±0 mg/kg, respectively. The conclusion of this study is that the Hg content in water and sediment has exceeded the threshold, while the clam meat is still in good quality standards. The Pb content in clam meat, water and sediment were also in good quality standards. Based on our study, B. violacea is still safe for consumption, while the water has been polluted and is recommended not to be utilized for human consumption.Keywords:Heavy metalRiverWaterSedimentBatissa violacea
Analisis Potensial Korosi Tulangan pada Beton Busa SG 1,4 dengan Penambahan Serat Polypropylene dengan Perlakuan Wet-Dry Cycle Selama 84 Hari Fara Qamara Elmyra; Abdullah Abdullah; Syarizal Fonna
Journal of The Civil Engineering Student Vol 2, No 3 (2020): Volume 2, Nomor 3, Desember 2020
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada wilayah yang rawan gempa bumi akan mengakibatkan banyak bangunan yang rusak. Pembangunan pun dilakukan kembali yang juga tidak luput dari wilayah pantai. Pada bangunan yang berada dalam wilayah pantai harus memberi perhatian lebih terhadap risiko korosi pada tulangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh penggunaan anoda korban  terhadap potensial korosi pada tulangan beton busa bertulang.  Benda uji balok 10x10x100 cm dengan variasi 1 benda uji menggunakan anoda korban terhubung, 1 benda uji dengan anoda korban tidak terhubung dan 1 benda uji lagi yang tidak menggunakan anoda korban. Proses wet dry dilakukan pada benda uji balok dengan larutan NaCl 3,5% selama 84 hari dengan pengambilan data setiap 7 hari. Hasil pengukuran potensial korosi yang diperoleh dapat diklasifikasikan bahwa beton tanpa anoda korban dan beton dengan anoda korban tidak terhubung sudah memasuki kondisi risiko korosi yang tinggi berdasarkan ASTM C876. 
Analisis Kapasitas Sambungan Balok Kolom Terhadap Beban Siklik Sesuai dengan Penjelasan SNI 2847-2013 Rachmat Nur Mahyuddin; M. Zardan Araby; Abdullah Abdullah
Journal of The Civil Engineering Student Vol 2, No 2 (2020): Volume 2, Nomor 2, Agustus 2020
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Joint balok kolom merupakan struktur utama yang berfungsi menghubung beban-beban struktur lainnya. Daerah joint balok kolom perlu didesain akurat sehingga mampu mendisipasi energi saat terjadi gempa.. Sehingga mampu meminimalisasi kerusakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari kemampuan struktur pada joint balok kolom dalam menahan beban siklik menurut syarat SNI 2847-2013. penelitian ini benda uji berjumlah 1, mutu beton  23,02 MPa. Balok berukuran 120x30x40 cm, kolom berukuran 30x30x200 cm tulangan 8Ø14 mm, tegangan leleh fy = 310,03 MPa dan sengkang Ø10-100mm tegangan leleh fy = 374,59 MPa. Pengujian dilakukan dengan pembebanan siklik dengan displacement 0,75 mm, 1,5 mm, 3 mm, 6 mm, 12 mm, 24 mm dan monotonik. Hasil pada penelitian ini adalah dengan penggunaan konfirgurasi tulangan menurut SNI 2847-2013 kapasitas beban siklik yang dihasilkan lebih besar yaitu 8,51 tf dari beban teoristik 7,92 tf.
Analisis Potensial Korosi Tulangan pada Beton Busa Berserat Polypropylene SG 1,8 yang Sudah Mendapat Perlakuan Wet-dry Selama 12 Minggu Nanda Masturah Hussein; Abdullah Abdullah; Syarizal Fonna
Journal of The Civil Engineering Student Vol 2, No 3 (2020): Volume 2, Nomor 3, Desember 2020
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPembangunan konstruksi di daerah rawan gempa harus memperhitungkan ketahanan gempa bumi pada konstruksi tersebut. Selain memperhitungkan ketahanan gempa, aspek korosi pada tulangan juga perlu diperhatikan. Hal ini diperlukan karena tulangan sangat rentan terhadap korosi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan anoda korban terhadap potensial korosi pada tulangan beton busa berserat. Benda uji balok berdimensi 10x10x100 cm. Hasil yang diperoleh adalah beton busa berserat polypropylene SG 1,8 dengan anoda korban terhubung menunjukkan anoda korban belum bekerja untuk memproteksi tulangan terhadap korosi. Hal tersebut ditunjukkan oleh nilai potensial korosi pada beton busa yang belum mencapai nilai kriteria proteksi katodik, dimana nilai kriteria proteksi katodik adalah sebesar -850 mV sampai -1200 mV. Penelitian ini menunjukkan bahwa setelah 84 hari masa wet dry cycle dan pengambilan data, pengaruh anoda korban terhadap potensial korosi belum berhasil ditunjukkan. 
Heavy metal contamination of Hg and Pb in water, sediment and Violet Batissa (Batissa violacea Lamark, 1818) meat in Teunom River, Aceh Jaya Regency, Indonesia Fauziah Fauziah; Abdullah Abdullah; Supriatno Supriatno; Firdus Firdus; Muhammad Nasir; Siska Mellisa; Agung Setia Batubara
Depik Vol 10, No 3 (2021): December 2021
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.10.3.23432

Abstract

Violet Batissa (Batissa violacea) is an important economic organism on the west-south coast of Aceh, because it is relatively high consumed by the community. However, gold mining activities carried out around the watershed are estimated to pollute the river and cause B. violacea to also be affected. The purpose of this study was to determine the level of mercury (Hg) and Lead (Pb) contamination in clam meat in Teunom, Aceh Jaya Regency. The research was conducted from June to September 2021. Sampling of clam was done by purposive sampling method. Hg and Pb were analyzed in clam meat using the Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS) method. The results of the analysis showed that the Hg content in clam meat was between 0.12-0.63 mg/kg (mean 0.35±0.26 mg/kg), water 0.0026-0.0103 mg/kg (mean 0.0052±0.004 mg/kg), and sediment 1.3224-3.8767 mg/kg (mean 2.2324±1.427 mg/kg). Furthermore, the results of the analysis showed that the Pb content in clam meat, water and sediment had the same value at 3 stations with values 0.0002±0 mg/kg, 0.0003±0 mg/kg, and 0.0002±0 mg/kg, respectively. The conclusion of this study is that the Hg content in water and sediment has exceeded the threshold, while the clam meat is still in good quality standards. The Pb content in clam meat, water and sediment were also in good quality standards. Based on our study, B. violacea is still safe for consumption, while the water has been polluted and is recommended not to be utilized for human consumption.Keywords:Heavy metalRiverWaterSedimentBatissa violacea