Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Perbandingan Pemberian Efedrin 30 mcg/kgBB dengan Efedrin 70 mcg/kgBB Intravena terhadap Skala Nyeri dan Efek Hipotensi pada Penyuntikan Propofol di Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung Afifuddin Afifuddin; Ruli Herman Sitanggang; Ezra Oktaliansah
Jurnal Anestesi Perioperatif Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (650.194 KB) | DOI: 10.15851/jap.v5n3.1164

Abstract

Penyuntikan propofol menyebabkan  nyeri dan perubahan tekanan darah. Efedrin merupakan obat yang digunakan untuk mengurangi efek yang tidak diinginkan saat penyuntikan propofol. Penelitian ini bertujuan membandingkan pemberian efedrin 30 mcg/kgBB intravena dengan efedrin 70 mcg/kgBB intravena terhadap skala nyeri dan efek hipotensi pada penyuntikan propofol. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit Dr. Hasan Sadikin Bandung pada bulan September hingga November 2015 terhadap 60 orang  pasien dengan  American Society of Anesthesiologist  (ASA) kelas I dan II, usia 18 hingga 60 tahun yang menjalani operasi elektif dengan anestesi umum secara uji acak kontrol buta ganda. Pasien dibagi menjadi dua kelompok, 30 orang menerima efedrin 30 mcg/kgBB dan 30 orang menerima efedrin 70 mcg/kgBB, diberikan 1 menit sebelum penyuntikan propofol. Analisis statistik menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan skala nyeri pada kelompok efedrin 30 mcg/kgBB dan efedrin 70 mcg/kgBB tidak berbeda bermakna (p>0,05), dan perubahan tekanan darah sistole dan diastole efedrin 30 mcg/kgBB dengan efedrin 70 mcg/kgBB berbeda bermakna (p<0,05). Simpulan, efedrin 30 mcg/kgBB dan efedrin 70 mcg/kgBB menurunkan skala nyeri saat penyuntikan propofol, dan efedrin 70 mcg/kgBB mencegah efek hipotensi lebih baik dibanding dengan efedrin 30 mcg/kgBB.  Comparison of 30 mcg/kgBW and 70 mcg/kgBW Intravenous Ephedrine on Pain Scale and Hypotension After Propofol Injection in  Dr. Hasan Sadikin General Hospital BandungInjection of propofol causes pain and blood pressure changes. Propofol can cause pain at the injection site and decrease the blood pressure while ephedrine is considered to minimize those adverse effect. The purpose of the study was to compare the effects of 30 mcg/kgBW and 70 mcg/kgBW intravenous ephedrine on pain score and blood pressure changes after propofol injection. This double-blind randomized control trial was conducted in Dr. Hasan Sadikin General Hospital Bandung, September to November 2015, on 60 patients with American Society of Anesthesiologist (ASA) physical status I and II, aged 18 to 60 years old. Patients were divided into 2 groups of 30 persons; the first group received 30 mcg/kgBW ephedrine and the second group received 70 mcg/kgBW ephedrine one minute before propofol injection. Statistical analysis was performed using the Mann-Whitney test. This study showed no significant difference in pain score between the group that received 30 mcg/kgBW ephedrine and 70 mcg/kgBW (p>0,05), but there were significant differences in blood pressure changes (p<0,05). It can be concluded that 30 mcg/kgBW and 70 mcg/kgBW ephedrine could reduce pain score following propofol injection with 70 mcg/kgBW ephedrine reduces the hypotension effect better than the 30 mcg/kgBW dose.  
PRARANCANGAN ALAT FILTER Fe DAN Mn DALAM AIR Afifuddin Afifuddin; Syafruddin Syafruddin; Ratna Sari
Jurnal Sains dan Teknologi Reaksi Vol 17, No 2 (2019): JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI REAKSI
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jstr.v17i2.1485

Abstract

Kualitas air yang di gunakan di pedesaan masih tidak memenuhi standar kualitas air baku yang ada di indonesia. Sebagian besar air yang digunakan masih mengandung  logam yang cukup tinggi salah satu nya adalah Fe dan Mn. Prarancangan alat ini dirancang dengan tiga kolom vertikal setinggi 1.3 meter yang terbuat dari pipa paralon PVC berdiameter 4 inchi. Pengujian peralatan filter ini menggunakan metode adsorpsi, memakai media pasir silika, karbon aktif dan campuran karbon aktif - pasir silika dengan memvariasikan dua konvigurasi campuran media dan waktu adsorpsi 0 menit; 15 menit; 30 menit; 45 menit dan 60 menit. Efisiensi penurunan Fe dan Mn pada konfigurasi kedua dari waktu adsorpsi 60 menit di peroleh sebesar 80.508% untuk logam Fe, dan 100% untuk logam Mn.
EXISTENCE OF THE MAX WEB BUREAUCRATIC CONCEPT AS AGENT OF CHANGE 0F BUREAUCRATION REFORM IN INDONESIA Afifuddin Afifuddin
Ji_Mild (Jurnal Ilmiah Magister Ilmu Administrasi) Vol 10, No 1 (2019): Ji_Mild
Publisher : Ji_Mild (Jurnal Ilmiah Magister Ilmu Administrasi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.858 KB)

Abstract

In the time when the reformation era begins, various issues or thoughts were raised by experts related to how to achieve good governance, including bureaucratic reform. These efforts are gradually carried out not only by the central government but also the regional governments (Provinces and Districts/Cities).Empirically, the bureaucracy is identical with the government civil servant which has three dimensions of organization, human resources, and management (Kristiadi in Thoha and Agus Dharma, 1999). In government, the dimensions are known as institutions, staffing and management, which are elements of state administration; presumably these dimensions can be added to the culture / mind set.The legal rational concept of Max Weber's bureaucracy is actualized in Indonesia with various disadvantages and advantages as seen from bureaucratic behavior. This bureaucratic behavior arises when interactions occur between individual characteristics and bureaucratic characteristics, moreover, with the developing issues and current law enforcement related to bureaucratic pathology.Gradually in Indonesia, bureaucratic reform is carried out in the institutional dimension, civil servants and management resources, both by the central government and regional governments. Moreover, it is in line with the statement written in Law Number 17 of 2007 concerning about the National Long Term Development Plan for 2005-2025 which states that: "The development of state civil servant is carried out through bureaucratic reform to improve the professionalism of the state apparatus and to realize good governance, both at the center and in the regions".In relation to the bureaucracy reform, the central government regulates legislation known as the pillars of bureaucratic reform namely: 1) the Public Service Bill; 2) Government Administration Bill; 3) State Administration Ethics Bill; 4) State Civil Service Bill; 5) State Ministry Bill; 6) Draft Bill on Authority Relations between the Central Government and Regional Governments; 7) Public/Nonprofit Service Agency Bill; 8) National Oversight System Bill; and 9) State Administration Accountability Bill.
Peran Strategis Pemuda Dalam Berpartisipasi Terhadap Pembangunan Di Desa Ncera Kecamatan Belo Kabupaten Bima Abdul Azis; Slamet Muchsin; Afifuddin Afifuddin
Ji_Mild (Jurnal Ilmiah Magister Ilmu Administrasi) Vol 11, No 1 (2020): Ji_Mild
Publisher : Ji_Mild (Jurnal Ilmiah Magister Ilmu Administrasi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.385 KB)

Abstract

AbstrakHasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah sudah memberikan ruang yang sangat besar untuk berpartisipasi langsung terhadap pembangunan di Desa Ncera kecamatan belo kab. Bima, dan memliki dampak dalam mengembangkan potensi yang dimiliki Desa dan pemuda mampu hadir sebagai agen of change. Kendala yang dihadapi pemuda Desa Ncera beragam mulai dari masalah internal sampai dengan masalah eksternal. Pemuda Desa Ncera sudah memiliki upaya dalam membantu pemerintah Desa dengan ikut berpartisipasi langsung mulai dari tahap perencanaan sampai tahap pemanfaatan hasil dan ikut berpartisipasi langsung dalam mengembangkan potensi yang dimiliki oleh Desa. Adapun saran yang diberikan penulis adalah  Pemerintah Desa Ncera harus berperan aktif memberikan pendidikan penyadaran kepada para pemuda. Pemuda Desa Ncera harus berpartisipasi aktif dalam melakukan penyadaran kususnya mengembalikan budaya gotong royong yang telah lama hilang demi kemajuan Desa Kata Kunci: Peran Strategis, Pemuda, Pembangunan
Inovasi Dan Problematika Pelaksanaan PP 48 Tahun 2014 Tentang Biaya Nikah (Studi Di Lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Batu) Dicky Sidharta Agustia Putra; M. Mas&#039;ud Said; Afifuddin Afifuddin
Ji_Mild (Jurnal Ilmiah Magister Ilmu Administrasi) Vol 12, No 1 (2021): Ji_Mild
Publisher : Ji_Mild (Jurnal Ilmiah Magister Ilmu Administrasi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.148 KB)

Abstract

AsbtractThe research begins in the circumstance of the implementation of PP 48/2014 concerning Amendments to PP Number 47/2004 concerning Tariffs on Types of Non-Tax State Revenues Applicable to the Ministry of Religion regarding radical changes in the cost of recording marriage events because they immediately change the nominal value drastically. The main idea in this study is how the implementation of the process of managing the cost of recording marriage event in the implementation of PP 48/2014, innovation in the application and use of information technology in assisting the implementation of PP 48/2014 and solutions for implementing the use of IT in recording costs of marriage events according to PP 48/2014. Qualitative method with a descriptive approach was used in this research. This research took place in Batu City, especially at the Ministry of Religious Affair of Batu City and more specifically at the subdistrict religious affairs office in Batu City. Data collection technique that used in this research is field research. For analyzing data method, begian with checking the data, organizing the data, interpreting the data, discussing and formulating the results of the interpretation, and took final conclusions. The results of the study show that the implementation of Government Regulation Number 48 of 2014 at the Office of the Ministry of Religion of Batu City, found a management process that starts with the socialization stage to the accountability of use that was straight with the rules. The results also found innovations at the level of activities and programs such as the Binwin Online Program, BKS Activities. As well as innovations in information technology and digitalization of services such as marriage payments and online marriage registration and the issuance of marriage cards. The results also show that the emergence of problems has been followed up with innovation as a solution, such as the use of digitalyze applications system for recording the management of marriage costs that can be accessed in real time from the highest level to lowest level. The mainconclusion that can be suggested from the results of this study are to intensify the efforts of the Ministry of Religion Office of Batu City to improve existing an an unique innovations as a form of service improvement. Keywords: costs of marriage event, innovation, problematics
POLICY IMPLEMENTATION INCREASED OF REGIONAL ORIGINAL INCOME (Study at Jasa Yasa Regional Company of Malang Regency) Dwi Hari Cahyono; Slamet Muchsin; Afifuddin Afifuddin
Ji_Mild (Jurnal Ilmiah Magister Ilmu Administrasi) Vol 11, No 1 (2020): Ji_Mild
Publisher : Ji_Mild (Jurnal Ilmiah Magister Ilmu Administrasi)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.209 KB)

Abstract

ABSTRACTThis research is motivated by the desire to strengthen the regional revenue structure and to make this region capable and independent, so the contribution of the local area collected based on regional regulations in accordance with the laws and regulations is always improved, especially from the Regionally Owned Enterprises (BUMD).Business Entity whose capital is owned by the region, in this case (Regional Services Company of Malang Regency). Is part of a Regionally-Owned Enterprise in the Regency. Malang, which contributes Regional Original Revenue to Malang Regency, but in its journey there are several business units that have not yet made a maximum contribution to Malang Regency's Original Regional Revenue. In-depth observations are described in the case study description. In the Regional Services Company Yasa Malang Regency). How to collect data using two-way communication between interviews with interviewees, and go directly to the field. while in-depth observation through observation, and conducting interviews, while the analysis and interpretation using a reciprocal method from Milles Hubermas & Saldana (2014).The research findings revealed the following results 1). The journey of implementing the decision to increase the potential of local revenue by increasing the quality of human resources, optimizing tourism promotion strategies by opening a kind of secretariat that explains tourism or visitors who use to introduce tourism objects, arrange and implement ways of utilizing wealth to produce optimal results, make improvements or the addition of infrastructure in the Business Unit, efficiency or savings in company expenses / costs. 2). The problems faced in carrying out policies to improve local opinion include: the problem has not been given the compensation management of Songgoriti baths by PT Lembu Nusantara Jaya. The existence of Songgoriti's baths and printing are considered dead, so the existence of these two units has not yet contributed to the maximum Local Revenue. In addition, the factor is less effective and less efficient target of earning revenue. 3). Analysis of the model implementation of the policy to increase local revenue, in its development has not yet been maximized, even though the management system has changed, so that the revenue condition is still below this standard, the Directors of the Regional Service Company of Malang Regency are required to take steps to look for a solution such as formulate plans and implement strategies to utilize assets to gain greater profits/profits, while also finding unique ways to improve work processes so that the Regional Service Company can have a better level of accountability Keywords: Policy Implementation, Increasing Local Revenue, Regional Company Jasa Yasa.
PENGARUH LABEL HALAL, KUALITAS PRODUK DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN PADA PRODUK MINUMAN SARI APEL DI DESA ANDONOSARI Alifiyatul Fitriyah; Noor Shodiq Askandar; Afifuddin Afifuddin
El-Aswaq Vol 2, No 2 (2021): Vol 2, No 2 (2021) : El-Aswaq
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.951 KB)

Abstract

This study aims to determine the effect of partial and simultaneous halal label, productquality and price on consumer purchasing decisions on apple cider beverage productsin Andonosari village. This research is a quantitative research. The method used to testthe hypothesis is to use an instrument test, normality test, classical assumption test,multiple linear regression analysis and hypothesis testing with simultaneous test (Ftest), coefficient of determination (R2) and partial test (t test). The sample in this studywas 52 respondents with the provisions that each respondent is a consumer of AppleSari beverage products who reside in the Andonosari Village area and consumers whoknow and have consumed Apple Sari beverage products. The data used is primary dataobtained directly through consumer questionnaires on apple cider beverage products inAndonosari village. The results showed that the halal label, product quality and pricehad an effect either partially or simultaneously on purchasing decisions on apple ciderdrink products in Andonosari village. The results of the research on the hypothesis,show that the halal label has a positive and significant effect on purchasing decisions,product quality has a positive and significant effect on purchasing decisions, and pricehas a positive and significant effect on purchasing decisions.
Sinergisitas Kolaborasi Pemerintah Desa Plosorejo dengan Wisata Kampung Coklat dalam Menanggulangi Kemiskinan (Studi Kasus Desa Plosorejo Kec. Kademangan Kab. Blitar) Abdurrohman .; Afifuddin Afifuddin; Hirshi Anadza
Respon Publik Vol 14, No 2 (2020): Respon Publik
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.433 KB)

Abstract

Kemiskinan merupakan permasalahan sosial yang memberikan dampak terhadap individu, keluarga dan masyarakat, sehingga hal tersebut butuh diselesaikan demi untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Dalam mewujudkan kesejateraan sosial Kabupaten Blitar telah melaksanakan kewajibannya yakni menanggulangi kemiskinan. Hal ini dibuktikan dengan adanya penurunan kemiskinan dari tahun 2016-2018 yakni 0,9 %, 0,8%, 0,8%. Pemerintah Kab. Blitar Terus berupaya menekan angka kemiskinan dengan berbagai program dan berkoordinasi dengan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiksinan, yang terdiri dari unsur pemerintah (Pemerintah Desa Plosorejo) dan swasta (Wisata Kampung Coklat), sehingga kolaborasi yang baik antara pemerintah dan swasta dapat menjembatani terwujudnya penurunan kemiskinan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan  diskriptif. Teknik dalam pengumpulan data melalui observasi, wawancara. Kemudian teknik dalam analisis data melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian sinergisitas kolaborasi Pemerintah Desa Plosorejo dengan Wisata Kampung Coklat dalam menanggulangi kemiskinan melalui CSR dan pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu upaya yang tepat sasaran dalam melakukan penanggulangan kemiskinan dikarenakan kegiatan tersebut bergerak sesuai dengan keinginan masyarakat. Dengan adanya CSR dan pemberdayaan masyarakat tersebut perekonomian masyarakat Desa Plosorejo meningkat dan angka kemiskinan hanya 10,4%.. Kata Kunci: Kemiskinan, Kolaborasi, Sinergisitas
DAMPAK PENGEMBANGAN DAN PEMBANGUNAN ALUN-ALUN KOTA WISATA BATU TERHADAP JUMLAH SAMPAH DI KAWASAN ALUN-ALUN KOTA BATU (Studi Kasus : Manajemen Alun-alun Kota Wisata Batu) Dewi Arimbi; Afifuddin Afifuddin; Retno Wulan Sekarsari
Respon Publik Vol 14, No 2 (2020): Respon Publik
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.762 KB)

Abstract

Pariwisata merupakan setor yang tengah digeluti di Idnonesia. KarenaIndonesia memiliki kekayaan alam yang luar biasa maka sector pariwisata sangat dikedepankan. 10 tahu belakangan sector pariwisata sangat gencar dikembangkan dan dipromosikan baik di dalam negeri maupun di luar negeri.Pariwisata local pun tak lupa dikembangkan, setiap kota emiliki prospek kedepan dalam sector pariwisatanya, salah satunya Kota Batu. Kota yang memang dikenal akan kota wisata, Kota Batu terus memusatkan perhatiannya di sector wisata. Pembangunan infastruktur terkait akomodasi-akomodasi wisata teus gencar dilakukan. Salah satunya alun-alun kota . selain sebagai ikon kota, Alun-alun difungsikan sebagai taman kota dan sentra ekonomi yang menjadikan alun-alun menjadi asset tersendiri.Dampak dari pembangunan pun beragam, mulai dari dampaknya terhadap lingkungan, jumlah sampah ekonomi hingga kemcaetan. Dampak yang dirasakan disebabkan oleh meningkatnya aktivitas wisata terutama yang ada di kawasan alun-alun Kota Batu. Pengolahan atas sampah yang dihasilkan perlu diperhatikan lebih lanjut karena jumlah sampah yang dihasilkan turut mempengaruhi kondisi lingkungan saat ini dan nanti kedepannya.Kata Kunci : Pariwisata, Pembangunan, Dampak
PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR JALAN PENGHUBUNG BERBASIS PARTISIPASI MASYARAKAT (Studi Formulasi Kebijakan Infrastruktur Jalan Penghubung Antara Dusun di Desa Kwangko, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu NTB) Hamdani Hamdani; Afifuddin Afifuddin; Hayat Hayat
Respon Publik Vol 13, No 3 (2019): Respon Publik
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.987 KB)

Abstract

Pembangunan merupakan pencapaian dan tujuan akhir untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat .Infrastruktur masih menjadi persoalan serius di negeri ini, terutama ditingkat pedesaan. Tidak sedikit infrastruktur desa yang saat ini kondisinya tidak terurus,bahkan masih banyak desa yang belum memiliki infrastruktur semisal minimnya proses pembangunan jalan. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur jalan penghubung antar dusun adalah salah satu alternatif pembangunan yang produktif untuk memicu segala aspek pertumbuhan baik sosial, ekonomi, serta meningkatan sember daya manusia pada umunya.  Berdasarkan tujuan pembangunan infrastruktur jalan penghubung tersebut, maka pelaksanaannya harus mengarah pada hal - hal yang subtansif sesuai apa yang menjadi kebutuhan masayarakat. Tentunya pada bidang pendidikan, kesehatan, dan lebih khususnya ekonomi. Maka formulasi kebijakan adalah jawaban untuk mewujudkan tujuan yang ingin dicapai menuju desa yang mandiri. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, obsesrvasi dan dokumentasi. Teknik penentuan informan dilakukan dengan purposive sampling, dan untuk teknik analisis data menggunakan reduksi data, pengajian data, dan penarikan kesimpulan.Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan menunjukan bahwa partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa Kwangko dalam formulasi kebijakan yang melibatkan masyarakat yaitu: Dalam proses formulasi kebijakan masyarakat terlibat aktif dalam tahap proses perencanaan pengambilan keputusan. Bentuk partisipasi masyarakat Desa Kwangko tergolong macam-macam seperti ikut mendukung, menyelenggarakan dan ikut serta dalam program, dalam berpartisipasi ada warga yang aktif dan ada juga yang tidak aktif . Usaha aparatur desa dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam formulasi kebijakan yaitu: memberikan arahan, memberikan motivasi, dan memberikan intuksi langsung maupun tidak langsung secara keseluruhanya. Faktor-faktor yang mempengaruhi formulasi kebijakan infrastruktur jalan penghubung antara dusun Desa Kwangko. Bahwa faktor yang menjadi pendukung yakni: faktor kedaran masyarakat dan koordinasi semua stakeholder. Faktor yang menjadi penghambat yakni: masalah anggran dan rendahnya kulitas Pendidikan secara keseluruhannya. Kata Kunci : Pembangunan, Formulasi Kebijakan, dan Partisipasi.