Yuliyati Yuliyati
Universitas Negeri Surabaya

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Wondershare Quiz Media Development in Learning Building Space Materials for Deaf Class X SMALB Students Adinda Ayu Maharani; Yuliyati Yuliyati
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Luar Biasa Vol 7, No 2 (2020): December
Publisher : Department of Special Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um029v7i22020p4-11

Abstract

Students with hearing impairment (deaf) who have obstacles in processing mathematical concepts can experience this anxiety and fear, which causes them to dislike mathematics. The purpose of this research is to develop a game media of mathematics on geometry materials for tenth grade students with hearing impairment in high school special education. This research refers to the steps developed by Borg and Gall 1989 modified into 9 steps. The main field test subjects were 2 people with hearing impairment. The subjects of the operational field test were 12 people with hearing impairment. The results showed that multimedia according to content experts was very valid with a percentage of 87,5%. According to the media expert it was valid with a percentage of 76,67%, and the results of the SMALB teacher validation of 90,91% means very valid. The main field test is very valid with a percentage of 88,33%. The operational field test is very valid with a percentage of 85,83%. It was proven that 66,67% of the trial assessors considered the developed media to be very valid to use and the remaining 33.33% assessed that the developed media was valid to use
Metode Index Card Match untuk Meningkatkan Kemampuan Menyusun Kalimat Tanya pada Peserta Didik Tunarungu Karina Wahyu Dewi; Yuliyati Yuliyati; Endang Purbaningrum; I Ketut Budayasa
Jurnal ORTOPEDAGOGIA Vol 7, No 2 (2021): November
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan upaya meningkatkan kemampuan peserta didik tunarungu dalam menyusun kalimat tanya dengan metode index card match. Subjek dari penelitian ini adalah peserta didik tunarungu kelas VI yang terdiri dari 9 orang. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dengan 2 siklus. Setiap siklusnya merupakan rangkaian kegiatan yang terdiri dari empat tahap yaitu, perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Adapun indikator keberhasilan dilihat dari KKM peserta didik 70 dan ketuntasan klasikal sebesar 75% dari jumlah siswa yang mencapai KKM 70. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode index card match dapat meningkatkan kemampuan menyusun kalimat tanya pada peserta didik tunarungu. Hal ini dapat dilihat dari hasil tes peserta didik saat pre test nilai rata-rata anak 45,55 dengan ketuntasan klasikal 11 %. Kemudian dimulai pada saat siklus 1 rata-rata nilai anak adalah 60 dengan ketuntasan klasikal 33%. Pada siklus II, nilai rata-rata anak adalah 81,11 dengan ketuntasan klasikal 77,78%. Setelah diketahui ketuntasan klasikal telah mencapai angka di atas 75% maka peneliti melakukan post tes dengan hasil rata-rata nilai anak mencapai 82,22 dengan ketuntasan klasikal 100%. Peningkatan nilai tersebut menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan menyusun kalimat tanya dengan metode index card match pada peserta didik kelas VI tunarungu SDLB Negeri Kedungkandang Kota Malang. Oleh karena itu, adanya metode ini dapat diterapkan di sekolah – sekolah karena memberikan hasil yang baik terutama saat kegiatan menanya dalam pembelajaran saintifik.
Family intervention program for autism Luqyana Dhiya Amira; Wagino Wagino; I Ketut Budayasa; Yuliyati Yuliyati
COUNS-EDU: The International Journal of Counseling and Education Vol. 6 No. 2 (2021)
Publisher : Indonesian Counselor Association (IKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23916/0020210633520

Abstract

Interventions can minimize the impact of developmental barriers on autism. Inconsistent interventions result in behavioral deterioration. Parents have a big role to provide consistent intervention to children. This study aims to review home intervention programs that family can do at home. The research method used is a literature review. The data collection method used is the literature related to home-based autism interventions and family intervention. The results of the study show several programs that can be applied by families at home. The results showed the intervention models that can be done by family are ABA, PLAY, dan TEACCH. Through this study, it can be concluded that ABA is the most effective technique that can be used as a basis for implementing family interventions. Comprehensive interventions are also highly recommended for home interventions, such as modifying the environment and providing preschool life skills.
Science learning development for the deaf: A digital literacy-based learning design Rina Dwi Kurniawati; Asri Wijiastuti; Yuliyati Yuliyati
Jurnal Inovasi Pendidikan IPA Vol 7, No 2: Oktober 2021
Publisher : Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jipi.v7i2.41172

Abstract

Digital literacy-based learning is needed for deaf students in understanding style and motion topics. Application assisted learning in the form of e-books is specially designed for the deaf with an attractive design, accompanied by visual animations of the application of style and motion in everyday life. Thus, the understanding of the topic obtained is not only through text. But animations of every kind of style and examples. This research aims to develop and determine the feasibility of digital literacy-based learning designs for deaf teenagers. The development method used in this research is the Dick, Carey and Carey development model with nine stages. The results of this research are a digital literacy-based learning design for style and motion topics for deaf adolescents referring to the 2013 curriculum. 80% percentage, topic expert validation shows 83,5% percentage, and 82.25% special education expert validation. So, the development of digital literacy-based learning designs for the deaf meets the feasibility needs.
TUTORIAL PROGRAM INTERVENSI BELAJAR BERINTERAKSI ANAK DIFABEL USIA DINI BAGI PENDIDIK TAMAN KANAK-KANAK Sri Joeda Andajani; Budiyanto Budiyanto; Endang Purbaningrum; Asri Wijiastuti; Yuliyati Yuliyati
Transformasi dan Inovasi : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 1 (2022): Vol. 2 No. 1 (2022): Volume 2, Nomor 1 Januari 2022
Publisher : Program Studi S1, S2, S3 Mananajemen Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1025.549 KB) | DOI: 10.26740/jpm.v2n1.p21-35

Abstract

Anak difabel usia dini yang dimaksudkan yaitu difabel netra, rungu, hambatan intelektual, daksa, autis, hiperaktif usia pra sekolah 5-6 tahun belajar di taman kanak-kanak. Secara psikologis karakteristik khas anak difabel usia dini untuk tingkat keantusiasan belum dimengerti maksudnya, terhadap yang dilihat, didengar, dan dirasakan dengan tidak mempunyai kemampuan adaptif yang memadai pada lingkungan. Tujuan ini adalah mendeskripsikan keterampilan tutorial program intervensi belajar berinteraksi anak difabel  usia dini bagi pendidik TK. Metode yang digunakan pendekatan deskriptif melalui penilaian video hasil performance tutorial program intervensi belajar berinteraksi pendidik pada anak difabel usia dini di masing-masing Taman Kanak-Kanak. Hasil perolehan uji performance 20 pendidik TK yang memilih membelajarkan dalam aspek perkembangan seni 8 pendidik berpredikat sangat baik, 8 pendidik memilih membelajarkan untuk fisik motorik halus berpredikat sangat baik, dan 4 pendidik membelajarkan sosial emosional berpredikat baik. Artinya bahwa pemahaman keterampilan pendidik dengan memberikan cara tutorial program intervensi belajar berinteraksi berpotensi untuk menangani anak difabel usia dini yang belajar bersama anak regular di Taman Kanak-Kanak