p-Index From 2021 - 2026
4.695
P-Index
This Author published in this journals
All Journal SUPREMASI: Jurnal Pemikiran, Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, Hukum dan Pengajarannya ISLAMICA: Jurnal Studi Keislaman JIA (Jurnal Ilmu Agama) UIR LAW REVIEW SOSIOHUMANIORA: Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial dan Humaniora AL-Hikmah: Jurnal Studi Agama-agama Jurnal Analisa Sosiologi Jurnal Dinamika Sosial Budaya Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama (JISA) WAJAH HUKUM DOKTRINA: JOURNAL OF LAW Jurnal Pariwisata Terapan Momentum : Jurnal Sosial dan Keagamaan Journal of Islamic Civilization TARLIM : JURNAL PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Law, Development and Justice Review MIMBAR : Jurnal Penelitian Sosial Dan Politik Majalah Ilmu Pengetahuan dan Pemikiran Keagamaan Tajdid The Journal of Society and Media Jurnal Socius: Journal of Sociology Research and Education Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Jurnal Pemerintahan dan Politik Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (JPIPS) Legalitas: Jurnal Hukum Metafora: Education, Social Sciences and Humanities Journal Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam dan Pendidikan Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) Jurnal ISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Majalah Ilmiah Tabuah: Ta`limat, Budaya, Agama dan Humaniora Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi Jurnal Ilmu Politik dan Pemerintahan Jurnal Penelitian Agama Syiah Kuala Law Journal Alfuad: Jurnal Sosial Keagamaan Nuansa : Jurnal Studi Islam dan Kemasyarakatan Alfuad: Jurnal Sosial Keagamaan FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik
Claim Missing Document
Check
Articles

Partisipasi Politik Dan perilaku Pemilih Pemula Dalam Pemilihan Kepala Desa (Pada Desa Jemundo Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo) Alissa Septania Damayanti; Agus Machfud Fauzi
Law, Development and Justice Review Vol 5, No 2 (2022): Law, Development & Justice Review
Publisher : Faculty of Law, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ldjr.v5i2.17215

Abstract

The purpose of the study was to determine the political participation and political behaviour of novice voters in determining their political choices in the Village Head Election and to determine the supporting factors in their political choices. Data analysis was carried out descriptively using Max Weber's theory of social action. The method used in this article is qualitative research supported by relevant literature studies. It is hoped that novice voters will be more active in participating in political activities by dividing their time between studying and participating in political activities. The results of this study show that the behaviour of novice voters in Jemundo Village, Taman District, Sidoarjo Regency in the Simultaneous Pilkades in 2022 tends to be hesitant when viewed based on political behaviour and attitudes. Novice voters in Jemundo Village are opportunists in political behavior, using inconsistent and pragmatic forms of voter behavior.. Keyword: Novice voters, village head elections. Actions of Rationality. AbstrakTujuan penelitian untuk mengetahui partisipasi politik dan perilaku politik pemilih pemula dalammenentukan pilihan politiknya pada Pemilihan Kepala Desa serta untuk mengetahui faktor pendukung dalam pilihan politik pemilih pemula. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan menggunakan teori tindakan sosial Max Weber. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah penelitian kualitatif dengan didukung oleh studi kepustakaan yang relevan. Diharapkan pemilih pemula lebih aktif berpartisipasi dalam kegiatan politik dengan cara membagi wakti belajar dan mengikuti kegiatan politik. Hasil dari penelitian ini adalah perilaku pemilih pemula pada Desa jemundo Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo pada Pilkades Serentak tahun 2022 cenderung ragu-ragu & bila dipandang berdasarkan perilaku dan sikap politik. Pemilih pemula pada Desa jemundo adalah perilaku politik Opportunis menggunakan bentuk perilaku pemilih yg nir konsisten & pragmatis.
PERUBAHAN MAKNA HAJI PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN LONTAR, KOTA SURABAYA Fransisca Aprillia; Agus Machfud Fauzi
Nuansa : Jurnal Studi Islam dan Kemasyarakatan Vol 14, No 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/njsik.v14i1.4395

Abstract

Di era modern seperti saat ini, nilai yang ada dimasyarakat mengalami pergeseran, termasuk nilai haji. Dahulu, ibadah haji dimaknai sebagai nilai religius yang menjadi identitas bagi umat muslim. Sebagai nilai religius, ibadah Haji merupakan cara umat Islam sebagai penyempurna ibadah. Namun, saat ini ibadah haji lebih mengarah pada nilai simbol yang berfungsi untuk menaikkan status sosial seseorang di tengah masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menggali bagaimana perubahan makna haji pada masyarakat di Kelurahan Lontar Surabaya. Teori konstruksi sosial perspektif Peter L Berger digunakan untuk menganalisis bagaimana pemaknaan masyarakat mengenai ibadah haji diera modern. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa; Pertama, pemaknaan haji di era modern mengalami pergeseran, haji tidak lagi dimaknai sebagai penyempurnaan ibadah dan melaksanakan rukun islam yang kelima, melainkan makna haji telah bergeser menjadi upaya untuk mendapatkan gelar haji yang menjadi simbol untuk menaikkan status sosial dan mendapatkan prestise. Kedua, perubahan makna haji dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu; status sosial, prestise, dan penghargaan.
COMMUNITY PERSPECTIVE ON THE ACTIVITIES OF THE SHOLAWAT ASSEMBLY DURING THE PANDEMIC Nanda Tri Ifkinil Wulandari; Agus Machfud Fauzi
Alfuad: Jurnal Sosial Keagamaan Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batusangkar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31958/jsk.v5i1.3221

Abstract

During the pandemic it is not prohibited by the government and WHO. The public can still carry out activities procedurally. However, religious activities still hold. However, in the religious community they carry out in accordance with government recommendations. One of the activities that do not escape the characteristics of Muslims is the prayer assembly. The sholawat assembly is an activity carried out by a group of people who have such great love for the Prophet and God. The purpose of this study was to look at the views of the Anggaswangi village community, especially Youth Mosques on sholawat assembly activities during the pandemic. The method used is a qualitative research method, because researchers need to make an in-depth approach with the Anggaswangi village community in order to obtain data directly from informants. The theory used is the theory of social behavior from Max Weber. The theory explains that according to Weber, human individuals in society are creative actors and social reality is not a static tool of coercion of social facts. That is, human actions are not determined by norms, habits, values, and so on which are included in the concept of social facts. The initial assumption of this research is that the people of Anggaswangi village view religious activities as a form of love for God, but activities such as Majeliis Sholawat can also be used as activities to pray to God due to the situation during the Covid-19 pandemic. The theory used is the theory of social behavior from Max Weber. The theory explains that according to Weber, human individuals in society are creative actors and social reality is not a static tool of coercion of social facts. That is, human actions are not determined by norms, habits, values, and so on which are included in the concept of social facts. The initial assumption of this research is that the people of Anggaswangi village view religious activities as a form of love for God, but activities such as Majeliis Sholawat can also be used as activities to pray to God due to the situation during the Covid-19 pandemic. The theory used is the theory of social behavior from Max Weber. The theory explains that according to Weber, human individuals in society are creative actors and social reality is not a static tool of coercion of social facts. That is, human actions are not determined by norms, habits, values, and so on which are included in the concept of social facts. The initial assumption of this research is that the people of Anggaswangi village view religious activities as a form of love for God, but activities such as Majeliis Sholawat can also be used as activities to pray to God due to the situation during the Covid-19 pandemic. Human individuals in society are creative actors and social reality is not a static tool of the coercion of social facts. That is, human actions are not determined by norms, habits, values, and so on which are included in the concept of social facts. The initial assumption of this research is that the people of Anggaswangi village view religious activities as a form of love for God, but activities such as Majeliis Sholawat can also be used as activities to pray to God due to the situation during the Covid-19 pandemic. Human individuals in society are creative actors and social reality is not a static tool of the coercion of social facts. That is, human actions are not determined by norms, habits, values, and so on which are included in the concept of social facts. The initial assumption of this research is that the people of Anggaswangi village view religious activities as a form of love for God, but activities such as Majeliis Sholawat can also be used as activities to pray to God due to the situation during the Covid-19 pandemic.
Harmony in Diversity: The Dynamics of Interfaith Families Mochamad Taufiqurrachman; Agus Machfud Fauzi
Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI) Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Program Studi Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/jsai.v4i3.3207

Abstract

In Indonesia, a nation characterized by its diverse religious landscape, the phenomenon of interfaith families provides a distinctive lens to comprehend religious coexistence. This investigation delves into how religious beliefs are shaped within interfaith families, scrutinizing the ways in which these households manage the intricacies of varying religious views. Utilizing qualitative research methodologies, the study zeroes in on four Indonesian families, each hailing from different religious backgrounds. The research method includes thorough interviews and observational techniques, aiming to unravel the nuances of religious observance, communication, and the resolution of conflicts within these families. The results highlight the critical roles of mutual respect, transparent communication, and a collective dedication to familial harmony in preserving a balanced atmosphere. Notwithstanding their religious disparities, these families demonstrate significant levels of tolerance and comprehension, allowing individual members to freely engage in their respective religious practices. This study accentuates the significance of embracing diversity and nurturing tolerance as fundamental factors for the harmonious coexistence of varied religions within a domestic framework. AbstrakDi Indonesia, negara yang ditandai oleh pluralitas agama, fenomena keluarga beda agama menawarkan konteks unik untuk memahami koeksistensi agama. Penelitian ini mengeksplorasi konstruksi kepercayaan agama dalam keluarga beda agama, mengkaji bagaimana keluarga-keluarga ini menavigasi kompleksitas perbedaan keyakinan agama. Menggunakan metode penelitian kualitatif, studi ini berfokus pada empat keluarga Indonesia dengan latar belakang agama yang beragam. Melalui wawancara mendalam dan observasi, penelitian ini menyelidiki dinamika praktik agama, komunikasi, dan resolusi konflik dalam keluarga tersebut. Temuan menunjukkan bahwa saling menghormati, komunikasi terbuka, dan komitmen bersama terhadap kesatuan keluarga sangat penting dalam menjaga harmoni. Meskipun ada perbedaan agama, keluarga menunjukkan tingkat toleransi dan pemahaman yang tinggi, dengan anggota keluarga bebas mempraktikkan keyakinan masing-masing. Studi ini menekankan pentingnya merangkul keragaman dan menumbuhkan toleransi sebagai elemen kunci dalam koeksistensi damai agama yang berbeda dalam satu keluarga.
PERAN KIAI MEMBENTUK KEPATUHAN LANSIA DALAM MENGGUNAKAN MASKER MELALUI PENDEKATAN SPIRITUALITAS THE KIAI ROLE FORMS ELDER OBEDIENCE IN USING THE MASK THROUGH A SPIRITUALITY APPROACH Khoridatus Sa’adah; Agus Machfud Fauzi
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 22 No 1 (2021): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v22i1.9017

Abstract

Lansia atau biasa dikenal dengan sebutan sepuh tidak banyak mengetahui tentang masker dan pandemi covid-19. Hal ini disebabkan keterbatasan pengetahuan yang dimiliki. Pada dasarnya, sosialisasi yang dilakukan tidak banyak memberikan hasil sebab lansia yang tidak pernah mengenal masker selama hidupnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran Kiai dalam upaya mensosialisasikan penggunaan masker melalui spiritualitas masyarakat lansia. Hal menarik dalam penelitian ini adalah keberhasilan peran Kiai bukan dipahami lansia sebab manfaat menggunakan masker. Namun, dorongan untuk bersikap sami’na wa atho’na atau dalam tafsiran lain adalah mendengar dan mematuhi Kiai sebagai individu yang memberikan contoh dan teladan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Teori yang digunakan adalah peran dari Robert Linton dengan melihat peran Kiai dalam pendekatan melalui spiritualitas masyarakat lansia untuk menggunakan masker demi mencegah penyebaran virus covid-19. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran Kiai dalam memberikan anjuran menggunakan masker dilakukan melalui sisi spiritualitas masyarakat lansia. Kebutuhan spiritualitas masyarakat lansia yang dipenuhi dengan banyak mengikuti kajian keagaaman berdampak pada posisi Kiai begitu tinggi di mata masyarakat lansia. Kondisi ini dimanfaatkan oleh Kiai untuk mensosialisasikan atau dalam kata lain memberikan anjuran untuk selalu menggunakan masker dalam berbagai aktivitas demi menjaga diri dari penyebaran virus covid-19.
Persepsi Mahasiswa UNESA Mengenai Golput Pasca Penayangan Film Sexy Killers Dwi Ramadhania; Maya Dwi Susanti; Bilqis Sayyidatul; Nina Anggraeni; Agus Machfud Fauzi
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Vol. 5 No. 1 (2020): May
Publisher : Social and Political Sciences Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/fpb.v5i1.873

Abstract

Screening of sexy killers films ahead of the 2019 elections simultaneously caused propaganda in the community. After the screening of the film, there were abstentions which were quoted on many social media and abstentions have been proven as much as 19.24% of the votes. This then motivates researchers to find out students' perceptions as elements of the academic community assessing abstentions when linked to the screening of sexy killers films. The method used in this research is descriptive qualitative and using interview techniques in information retrieval. The theory used is perception according to Pride and Farrel. The results of this study indicate that the students of Unesa understand the film about the socio-economic impacts felt by the community around the mining area. Besides that the film also explained the other side of the existing paslon figure. Need deep understanding to avoid abstentions. Students are of the view that abstentions can influence the results of the 2019 elections.
DASAR PEMBENTUKAN STRUKTUR SOSIAL PANITIA PILKADES DESA LABANG 2021 Naufalul Ihya’ Ulumuddin; Agus Machfud Fauzi
FisiPublik: Jurnal Ilmu Sosial dan Politik Vol. 7 No. 1 (2022): May
Publisher : Social and Political Sciences Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Proses pembentukan struktur panitia pilkades di desa Labang mengorbankan Pendidikan sebagai Lembaga edukasi generasi bangsa. Keputusan pemilihan ketua panitia pilkades di desa Labang menghadirkan polemik di kalangan masyarakat. Ketua panitia pilkades merupakan guru sekolah dasar di desa Labang. Guru yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam memperbaiki kondisi Pendidikan yang semakin buruk karena pandemi. Namun, pada kenyataan di desa Labang menunjukkan fenomana guru yang merangkap jabatan public lain yakni sebagai panitia pilkades. Sehingga, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dasar pembentukan struktur panitia pilkades di desa Labang. Penelitian ini menggunakan metode kulaitatif dengan pendekatan observasi dan wawancara. Metode ini digunakan agar bisa memperoleh data secara mendalam yang tidak bisa diukur oleh angka-angka kuantitatif. Teori strukturasi menjadi perspektif utama untuk menjadi pisau anlisis dalam penelitian ini. Teori ini relevan untuk analisis pembentukan struktur sosial masyarakat dengan konsep dualitas agen dan struktur. Hasil penelitian menunjukkan adanya keterkaitan antara agen yaitu guru sekolah dasar sebagai ketua panitia pilkades dengan struktur pendukung seperti perangkat desa, instansi Pendidikan, dan tokoh masyarakat.