Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

MPPT Menggunakan Algoritme Particle Swarm Optimization dan Artificial Bee Colony Ermanu Azizul Hakim; Tamadar Al Ghufran; Machmud Effendy; Novendra Setyawan
Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Vol 9 No 2: Mei 2020
Publisher : Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1172.478 KB) | DOI: 10.22146/jnteti.v9i2.81

Abstract

Solar power plant is a renewable electricity generator that utilizes heat from sunlight. However, because the intensity of light received by the solar cell and the temperature in the solar cell is always changing, the power generated is not optimal. To optimize the output power of the solar cell, a Maxi-mum Power Point Tracking (MPPT) system is needed. Solar cells can be optimized by looking for MPPT and also by using a DC-DC converter. In this study, boost converter is optimized using Particle Swarm Optimization (PSO) and Artificial Bee Colony (ABC) algorithms. The results show that the highest efficiency obtained from boost converter is 78.25%,using duty cycle of 20%. For the overall system testing conducted at 09:00 WIB until 11:10 WIB, the average power obtained without using MPPT is 12.55 W, the average power of MPPT system using boost converter with PSO algorithm is 16.79 W, and average power of MPPT system using boost converter with ABC algorithm is 14.52 W. From the results, it was concluded that the output power of MPPT system using boost converter with PSO algorithm is more optimal than the MPPT system using boost converter with ABC algorithm.
Desain Maximum Power Point Tracking (MPPT) Pada Photovoltaic Dengan Konverter DC-DC Tipe Cuk Menggunakan Algoritma Artificial Bee Colony Septian Muti Nanda; Nur Alif Mardiyah; Machmud Effendy
SinarFe7 Vol. 1 No. 1 (2018): Sinarfe7-1A 2018
Publisher : FORTEI Regional VII Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.803 KB)

Abstract

Maximum Power Point Tracking (MPPT) pada Photovoltaic (PV) sangat dibutuhkan untuk meningkatkan efesiensi daya yang dihasilkan PV. Meningkatkan efesiensi daya keluaran PV sangat penting mengingat biaya awal yang besar untuk membuat pembangkit listrik menggunakan PV. Photovoltaic merupakan energi yang bersih, gratis karna menggunakan cahaya matahari dan juga bebas dari polusi menjadikan PV energi yang sangat tepat untuk digunakan. Dalam mencari titik kerja maksimum PV salah satu algoritma yang bisa menjadi pilihan adalah Artificial Bee Colony. Algortima Artificial Bee Colony merupakan algoritma yang terinspirasi dari bagaimana lebah mencari madu. Sedangkan untuk konverternya menggunakan konverter dc-dc tipe cuk. Konverter cuk merupakan konverter yang bisa menaikan atau menurunkan tegangan. Efesiensi Daya output yang dihasilkan dengan menggunakan algoritma Artificial Bee Colony dan dengan Cuk konverter adalah 91.37% dimana hasil ini lebih baik jika dibandingkan dengan Sistem tanpa menggunakan MPPT yang menghasi kan efisiensi 84.29% atau sistem yang menggunakan Perturb and Observe (P&O) yang menghasilkan efesiensi 90.79%.
Implementasi Maximum Power Point Tracking pada Photovoltaic Berbasis P&O-Fuzzy Machmud Effendy; Nur Alif Mardiyah; Khusnul Hidayat
Jurnal Nasional Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Vol 6 No 1: Februari 2017
Publisher : Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (923.398 KB)

Abstract

Maximum Power Point Tracking (MPPT) technology is an alternative solution to improve efficiency of solar cells (photovoltaic). The main part of MPPT technology is DC-DC converter circuit and control algorithm. This paper proposes a control algorithm Perturbation and Observe (P&O)-Fuzzy on MPPT, which can improve the efficiency of solar cells, and simultaneously comparing the control algorithms P&O and P&O-Fuzzy. Synchronous buck converter is used to reduce the voltage of solar cells. The buck converter is controlled using P&O and P&O-Fuzzy algorithms. These algorithms use two inputs; change of power and change of voltage, produced by the solar cell. MPPT technology has been tested using solar cells with a capacity of 50 Watt as a source of electrical energy, battery 12V/45aH as energy storage, and resistor as load. The test results indicate that the P&O algorithm has an efficiency of 86% with rise time (tr) and steady state time (ts) at 0.45 seconds, while the P&O-Fuzzy algorithm has an efficiency of 89% with rise time (tr) and steady state time (ts) at 0.3 seconds.
Identifikasi Kerusakan Outer Race Bearing Motor Pada Hoist Crane Menggunakan Metode Short Time Fourier Transform Wahidah Inayati; Nurhadi Nurhadi; Machmud Effendy
Journal of Mechatronic and Electrical Engineering Vol. 1 No. 1 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Motor induksi merupakan motor arus bolak-balik (AC) yang paling luas digunakan. Penggunaan motor di perusahaan industri adalah sebagai penggerak utama proses produksi, dimana untuk menunjang berbagai sistem produksi. Salah satu mesin penunjang proses produksi adalah mesin hoist crane dimana mesin tersebut termasuk jenis pesawat angkat yang banyak dipakai sebagai alat pengangkat dan pengangkut yang terdapat pada bagian dalam maupun luar pabrik. Menurut survey Electric Power Research Institute (EPRI) ada sebanyak 6.312 kasus kerusakan motor sedangkan survey dari Motor Reability Working Group IEEE-IAS ada sebanyak 1.141 kasus kerusakan motor. Survey tersebut banyak disumbang oleh kerusakan bearing baik dari outer-race maupun inner-race yaitu sekitar 41-44% kerusakan. Sehingga diperlukan adanya pendeteksian awal kerusakan pada bagian outer race bearing motor hoist crane sebelum kerusakan nya menjadi semakin parah. Pengolahan data dilakukan oleh program Microsoft Exel yang kemudian menjadi data inputan untuk diolah dengan pemberian algoritma Short Time Fourier Transform (STFT) menggunakan aplikasi MATLAB 2016a. Pengujian juga dilakukan dengan cara pemberian beban variasi tanpa beban, beban seperempat, beban setengah, beban tigaperempat dan beban penuh. Hasil pengujian menunjukkan bahwa algoritma short time fourier transform (STFT) mampu mendeteksi perbedaan kondisi bearing normal maupun rusak pada bagian outer race bearing yang terdapat di motor induksi.
PEMANFAATAN ENERGI SURYA UNTUK MENJAMIN KETERSEDIAAN LISTRIK DI MASJID CHENG-HO KABUPATEN MALANG Machmud Effendy; M. Irfan; Nuralif Nuralif; Zulfatman Zulfatman; Khusnul Hidayat; Amrul Faruq; Basri Nor Cahyadi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.39986

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat (PkM) yang dilaksanakan di masjid Chengho Desa desa Sitiarjo Kabupaten Malang bertujuan untuk mengimplementasikan teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi alternatif. PLTS ini dipasang pada area masjid Chengho untuk menggantikan listrik PLN yang tidak stabil. Mitra memerlukan PLTS untuk menjamin beroperasinya pompa air, pengeras suara dan lampu, sehingga warga sekitar masjid dapat beribadah dengan lebih khidmat dan mendapatkan sanitsasi yang lebih layak. Pengabdian ini melibatkan masyarakat dalam kegiatan instalasi, pengoperasian, perawatan dan pemeliharaan teknologi PLTS, serta edukasi terkait manfaat energi matahari dalam mengurangi pemanasan global. Metode kegiatan pengabdian ini terdiri dari survei lokasi, sosialisasi, penerapan teknologi dan pelatihan. Kegiatan ini bertujuan untuk mendapatkan data primer terkait kebutuhan daya beban dan posisi titik penempatan panel surya. Hasil pengabdian membuktikan bahwa penerapaan PLTS mampu menggantikan listrik PLN dan mengurangi biaya operasional masjid, serta memunculkan citra masjid sebagai tempat ibadah yang ramah lingkungan. Pengabdian ini diharapkan dapat menjadi percontohan bagi tempat ibadah lain di sekitar Kecamatan Sumbermanjing Wetan dalam menerapkan teknologi energi terbarukan sebagai upaya mendukung energi mandiri yang bersih dan pemberdayaan masyarakat lokal.
Transformasi Energi Kampung: Teknologi Solar Panel untuk Rumah Tangga, Pertanian, Dan Kerajinan Lokal Papua Agar Meningkatkan Ekonomi Dan Industri Kreatif Masyarakat Asli Papua Kampung Duwin Teguh Santoso; Syahira Syahira; Wiska Baharuddin; Machmud Effendy; Untung Santoso; Yus Mochamad Cholily
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): August 2026
Publisher : Yayasan Pondok Pesantren Sunan Bonang Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61231/k56qn136

Abstract

This community service program aims to implement solar panel technology to support household electricity needs, local Papuan craft production, agricultural irrigation, corn processing into animal feed, and strengthening the marketing of Duwin Village community products. The activity used a pilot project approach combined with Participatory Rural Appraisal and Rapid Rural Appraisal. Participants consisted of 20 members of the craft group and 20 members of the agricultural group. Data were collected through observation, interviews, and pre-test and post-test questionnaires, then analyzed descriptively qualitatively and quantitatively. The results showed the strongest increase in the application of solar panels for household needs and craft production, with a score increase of 407 points or 92.7% and an average gain of 2.04. Social media training, product arrangement, understanding market trends, and the use of container booths increased the score by 446 points or 89.6%, with an average gain of 2.03. The implementation of solar water pumps and corn grinding machines increased the score by 349 points or 69.8%, with an average gain of 1.74.
PERANCANGAN SISTEM SMART AQUACULTURE BERBASIS IoT UNTUK PENINGKATAN PRODUKTIVITAS IKAN LELE DI BUMDes SIDOREJO MANDIRI, KECAMATAN JABUNG Machmud Effendy; Basri Noor Cahyadi; Zaki Zaki Hanif; Riko Dwi Firmansyah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.58324

Abstract

Pada tahun 2022, BUMDes Sidorejo Mandiri berdiri dengan mengelola beberapa unit usaha di bidang perikanan, pertanian, peternakan, wisata, dan ritel. Salah satu potensi utama desa terletak pada sektor perikanan terutama ikan lele dengan memanfaatkan pekarangan seluas 300m2. Untuk mendukung ketahanan pangan, pada tahun 2025 dibangun beberapa kolam terpal ikan lele dengan ukuran diameter 2m, kedalaman  1m. Rata-rata panen setiap siklus sebanyak 100 kg per siklus per kolam terpal (3 bulan), dengan tingkat mortalitas (kematian ikan) yang tinggi sebesar 30%. Berdasarlan hasil observasi, ada beberapa permasalahan yang menyebabkan tingkat kematian cukup tinggi antara lain  buruknya kualitas air dan tangka keasaman air. Program pengabdian ini menawarkan solusi berupa sistem smart aquaculture berbasis Internet of Things (IoT) yang terintegrasi dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) off-grid. Metode pelaksanaan meliputi observasi, perancangan desain, pembuatan prototipe, pengujian, pemasangan, dan pelatihan. PLTS berkapasitas 1000 Wp dengan baterai 1200 Wh diterapkan untuk mendukung kemandirian energi. Implementasi sistem ini mampu menghasilkan panen ikan lele yang lebih banyak dengan waktu panen yang lebih singkat.
PEMBERDAYAAN PEMBUDIDAYA IKAN DESA PARANGARGO MELALUI DISEMINASI PAKAN MANDIRI DAN TEKNOLOGI RAS BERBASIS SOLAR CELL Yus Mochamad Cholily; Machmud Effendy; Rindya Fery Indrawan; Subairi Subairi; Riza Rahman Hakim; Beti Istanti Suwandayani
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.62914

Abstract

Sektor perikanan budidaya di Desa Parangargo menghadapi kendala tingginya biaya pakan komersial yang mencapai 60–70% dari biaya produksi, penurunan kualitas air kolam akibat penumpukan limbah organik, serta tingginya beban biaya listrik konvensional. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian dan efisiensi operasional pembudidaya ikan melalui integrasi diseminasi pakan mandiri dan teknologi Recirculating Aquaculture System (RAS) berbasis Solar Cell. Kegiatan ini dilaksanakan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang meliputi lima tahap utama: pendidikan masyarakat, pelatihan dan praktik percontohan pembuatan pakan serta sistem RAS-Solar Cell, difusi Ipteks melalui penyerahan peralatan, serta pendampingan berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan pakan mandiri berbahan lokal berhasil menekan biaya pakan sebesar 37% dengan penurunan Feed Conversion Ratio (FCR) menjadi 1,28. Penggunaan energi surya 200 WP mampu memotong biaya listrik pompa dan aerator hingga 100%, serta mempertahankan kualitas air kolam yang berdampak pada peningkatan tingkat kelangsungan hidup ikan (Survival Rate) sebesar 91,5%. Secara ekonomi, kelayakan usaha mitra meningkat signifikan ditunjukkan oleh kenaikan nilai Revenue to Cost Ratio (R/C Ratio) dari 0,83 menjadi 2,26. Penerapan solusi terpadu ini sangat penting dalam mewujudkan kemandirian ekonomi, efisiensi energi, dan keberlanjutan usaha akuakultur perdesaan
Multi-Source Data Integration for Photovoltaic Power Forecasting in Tropical Indonesia Rahma Fitria Ariani; Machmud Effendy; Yepy Komaril Sofi'i
Journal of Electrical Engineering and Computer (JEECOM) Vol 8, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/jeecom.v8i2.17149

Abstract

The variability of photovoltaic (PV) power under tropical weather conditions complicates one-hour-ahead forecasting and operational energy planning. This study evaluates deep learning-based PV power forecasting by integrating historical PV output from a university in Malang, Indonesia with NASA POWER, Solcast, BMKG, and time features. Five data scenarios were assessed using Persistence, LSTM, and GRU, while hybrid architectures and source- and architecture-level ablation tests were evaluated on the complete multi-source configuration. Timestamp continuity was explicitly audited, and 178 holdout sequences that crossed temporal gaps were removed. GRU with the complete configuration achieved the lowest baseline RMSE of 0.218839 kW, with MAE of 0.110686 kW, nRMSE of 6.230669%, and R² of 0.955550. Relative to Persistence, RMSE and MAE decreased by 49.60% and 54.36%, respectively. LSTM with the Solcast scenario produced a nearly identical RMSE of 0.218992 kW, indicating that the benefit of additional data sources was architecture-dependent and non-monotonic. CNN-LSTM was the best hybrid model but remained 3.26% worse in RMSE than GRU, while the tested attention mechanism increased RMSE by 10.02%. Four-fold limited walk-forward validation supported GRU with the lowest mean RMSE of 0.232213 ± 0.019500 kW. The final forecasts were also translated into conceptual Energy Management System decision-support recommendations. Because same-day BMKG daily summaries were used in the main configuration, the findings are primarily interpreted as a retrospective evaluation.