Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Analysis of Student's Creative Thinking Ability on Arithmetic Sequences in the Lesson Study Framework Rayinda Aseti Prafianti; Novitasari Novitasari; M Ulul Albab; Dian Novi Ambarwati
Vygotsky: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika Vol. 5 No. 1 (2023): Vygotsky: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/voj.v5i1.700

Abstract

This research aims to determine the creative thinking ability of students in arranging and solving contextual problems on arithmetic sequence. This research is a descriptive quantitative study through a Lesson Study framework with a subject of 18 students of the Mathematics Education study program at the Islamic University of Lamongan. The instruments in this study include attitude assessment sheets used to measure student activity in participating in learning and Student Worksheets used to measure students' creative thinking ability in arranging and solving contextual problems on arithmetic sequences. The results of the analysis show that the average score of student activities during learning is 85.13% while the average score of students' creative thinking ability is 71.875% in the Enough category.
Membangun Generasi Berakhlak Sejak Dini: Konstruksi Pendidikan Karakter dalam Kitab Akhlaq Lil Banin Ahmad Fauzan; Winarto Eka wahyudi; Hayyan Ahmad Ulul Albab
Al Mudzakarah Vol. 3 No. 1 (2026): Al-Mudzakarah: Journal of Islamic Studies
Publisher : LPPM IAI PERSIS GARUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65876/jis.v3i1.199

Abstract

Pendidikan karakter anak usia dini merupakan fondasi penting dalam pendidikan kepribadian dan akhlak manusia. Fenomena degradasi moral pada anak mendorong perlunya penguatan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi pendidikan karakter dalam Kitab Akhlaq Lil Banin karya Syekh Umar Achmad Baradja serta relevansinya terhadap pendidikan karakter anak usia dini di era modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research) melalui analisis isi terhadap teks kitab dan literatur pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kitab Akhlaq Lil Banin mengonstruksi pendidikan karakter melalui penanaman adab, sopan santun, tanggung jawab, dan kewajiban yang disajikan secara sistematis, bertahap, dan aplikatif sesuai perkembangan anak. Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi yang kuat dengan kebutuhan pendidikan karakter kontemporer dan dapat diimplementasikan dalam lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat untuk membentuk generasi yang berakhlak mulia sejak dini.
Integrasi Pendidikan Formal dan Diniyah dalam Pembentukan Karakter Religius Siswa: Studi Kasus di MI Al Aziz dan Madin Ula Al Aziz Lamongan Heri Sugianto; Winarto Eka Wahyudi; Hayyan Ahmad Ulul Albab
Al Mudzakarah Vol. 3 No. 1 (2026): Al-Mudzakarah: Journal of Islamic Studies
Publisher : LPPM IAI PERSIS GARUT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65876/jis.v3i1.223

Abstract

Integrasi pendidikan formal dan madrasah diniyah merupakan upaya untuk memperkuat kompetensi keagamaan peserta didik melalui pembelajaran yang terpadu. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk dan model integrasi pembelajaran formal dan diniyah di MI Al Aziz dan Madin Ula Al Aziz. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi pembelajaran dilaksanakan melalui integrasi struktural, kurikulum, materi, metode, waktu, evaluasi, dan output. Integrasi struktural tampak pada sinergi kelembagaan dan sumber daya guru, sedangkan integrasi kurikulum dan materi diwujudkan melalui penguatan mata pelajaran agama formal dengan kajian kitab di madrasah diniyah. Integrasi metode menggabungkan pembelajaran klasikal dengan metode pesantren seperti sorogan, hafalan, dan pembiasaan ibadah. Keseluruhan praktik tersebut membentuk Model Integrasi Holistik-Komplementer Berbasis Pesantren yang berorientasi pada penguatan kompetensi keagamaan dan kesiapan peserta didik melanjutkan pendidikan ke pesantren.