Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Idea Nursing Journal

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN HEMODIALISIS DI RSUD Dr. PIRNGADI MEDAN Siti Arafah Julianty Hrp; Ida Yustina; Dedy Ardinata
Idea Nursing Journal Vol 6, No 3 (2015): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.308 KB) | DOI: 10.52199/inj.v6i3.6736

Abstract

ABSTRAK                                                                                                                                   Proses  hemodialisis   di  rumah  sakit  dapat  menimbulkan  stres  psikologis   (kecemasan)   dan  fisik  yang mengganggu sistem neurologi seperti kelemahan, fatigue, kecemasan, penurunan konsentrasi.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor (usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pengalaman pengobatan, lama terapi, jenis pembiayaan, dukungan keluarga) yang berhubungan dengan tingkat kecemasan pasien hemodialisis di RSUD Dr. Pirngadi Medan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif “cross sectional” dan pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling dengan 62 pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialisis  di RSUD Dr. Pirngadi Medan. Data dianalisa menggunakan  uji korelasi Spearman. Instrumen yang digunakan kuesioner data demografi, kuesioner faktor-faktor, kuesioner dukungan keluarga, instrumen Spielberger  et al. (1983) State Trait Anxiety Inventory (STAI) Form A-State. Berdasarkan  hasil uji statistik diketahui bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan pasien hemodialisis yaitu faktor usia (p = 0.049), pengalaman  pengobatan (p = 0,008), lama terapi (p = 0,021) dan dukungan keluarga (p = 0,021).  Faktor  jenis  kelamin, tingkat  pendidikan,  jenis  pembiayaan  tidak  berhubungan dengan  tingkat kecemasan pasien dengan hemodialisis. Diharapkan kepada pihak rumah sakit meningkatkan pelayanan keperawatan khususnya di ruangan hemodialisis, melalui pemberian asuhan keperawatan secara holistik bio- psiko-sosial pada pasien gagal ginjal sehingga dapat mengurangi kecemasan,  meningkatkan  angka harapan hidup pasien gagal ginjal yang menjalani hemodialisis.Kata kunci: kecemasan, hemodilisis, gagal ginjal. ABSTRACT                                                                                                                                 Hemodialysis process in hospital can cause psychological and physical stresses (anxiety) which disturbs the neurological  systems,  such  as weakness,  fatigue,  anxiety,  and  decrease  in  concentration.  The research objective is to analyze the factors (age, sex, educational level, curing experience, length of therapy, kinds of cost, and family support) related to the level of anxiety of patients suffering from hemodialysis in RSUD dr. Pirngadi,  Medan.  The  research  is  a  descriptive  cross  sectional  and  the  sample  is  taken  by  purposive sampling  technique  with 62 patients  with kidney  failures  undergoing hemodialysis.  Data are analyzed  by using Spearman’s correlation. The instrument is questionnaires  on data of demography, factors, and family support,  and  the  instrument  of  Spielberger  et  al  (1983) State  Trait  Anxiety  Inventory  (STAI)  form  A- State.Based  on the statistical  test,  it is found  that  the  factors  related  to  the level of  anxiety  of  patients suffering  from  hemodialysis  are age (p = 0.049),  curing  experience  (p = 0.008),  length  of therapy  (p = 0.021),  and  family  support  (p = 0.021).  Factors  of sex, educational  level,  kinds  of cost  are not directly related to the patients’ anxiety. It is expected that the hospital improve the nursing services, especially in the hemodialysis  wards  by  providing  the holistic  bio-psycho-social  nursing  care  to  the  patients  with kidney failures  so  that  it  can  decrease  the  anxiety,  figure  of life expectancy  of  patients  with  kidney  failures undergoing hemodialysis.Keywords: anxiety, hemodialysis, kidney failure.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK NYERI DENGAN KECEMASAN PADA PASIEN KANKER PAYUDARA YANG MENJALANI KEMOTERAPI DI RSUD Dr. PIRNGADI MEDAN Doortua Butar-Butar; Ida Yustina; Ikhsanuddin A.Harahap
Idea Nursing Journal Vol 6, No 3 (2015): Idea Nursing Journal
Publisher : Fakultas Keperawatan-Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.19 KB) | DOI: 10.52199/inj.v6i3.6791

Abstract

ABSTRACTBreast cancer is a disease of malignant neoplasm derived from cells parenchym. Breast cancer and treatment of physical and psychological impact on sufferers of pain and anxiety. This study aimed to analysis the relationship characteristics of pain (pain intensity, pain interference, quality of pain, duration of pain, and pain location) with anxiety in breast cancer patients undergoing chemotherapy in Dr. Pirngadi Medan. This study design was cross-sectional. Samples numbered 52 breast cancer patients undergoing chemotherapy, which is taken by consecutive sampling technique. Results of the study there is a significant correlation between the stage of the cancer with anxiety (r = 0.69; p.value = 0,000), there is a significant relationship between cycles of chemotherapy with anxiety (r = -0.71; p.value = 0,000), there is a significant correlation between the intensity of pain with anxiety (r = 0.95; p.value = 0,000), there is a significant correlation between pain interference with anxiety (r = 0.92; p.value = 0,000), there is a significant relationship between quality of pain with anxiety (r = 0.76; p.value = 0,000), there is a significant relationship between duration of pain with anxiety (r = 0.447; p.value = 0,001), there is a significant correlation between the location of pain with anxiety (r = 0.675; p.value = 0.000). Intensity of pain is a sub variable most dominant characteristic of pain associated with anxiety. necessary to develop the standard format assessment of pain and anxiety that can adopt valid questionnaires from the evidence base and to develop management SOP nonpharmacological pain and anxiety that can be used as guidelines for nurses in dealing with pain and anxiety.Keywords: Patients Suffering from Breast Cancer;Chemotherapy; Pain.ABSTRAKKanker payudara merupakan suatu penyakit neoplasma ganas yang berasal dari sel parenchym. Kanker payudara dan penanganannya memberikan dampak fisik dan psikis terhadap penderitanya berupa nyeri dan kecemasan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan karakteristik nyeri (intensitas nyeri, interfernsi nyeri, kualitas nyeri, durasi nyeri, dan lokasi nyeri) dengan kecemasan pada pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi di RSUD Dr. Pirngadi Medan. Desain penelitian ini adalah cross sectional. Sampel berjumlah 52 orang pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi, yang diambil dengan teknik consecutive sampling. Hasil penelitian terdapat hubungan yang signifikan antara stadium kanker dengan kecemasan (r = 0,69; p.value = 0,000), terdapat hubungan yang signifikan antara siklus kemoterapi dengan kecemasan (r = -0,71; p.value = 0,000), terdapat hubungan yang signifikan antara intensitas nyeri dengan kecemasan (r = 0,95; p.value = 0,000), terdapat hubungan yang signifikan antara interferensi nyeri dengan kecemasan (r = 0,92; p.value = 0,000), terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas nyeri dengan kecemasan (r = 0,76; p.value = 0,000), terdapat hubungan yang signifikan antara durasi nyeri dengan kecemasan (r = 0,447; p.value = 0,001), terdapat hubungan yang signifikan antara lokasi nyeri dengan kecemasan (r = 0,675; p.value = 0,000). Intensitas nyeri merupakan sub variabel karakteristik nyeri yang paling dominan berhubungan dengan kecemasan. Perlu dikembangkan format pengkajian yang standar untuk mengkaji nyeri dan kecemasan yang dapat mengadopsi kuesioner yang valid dari evidence base, dan mengembangkan SOP manajemen nyeri dan kecemasan non-farmakologis yang dapat digunakan sebagai pedoman untuk perawat dalam menangani nyeri dan kecemasan.Kata Kunci: Pasien kanker payudara, Kemoterapi, Karakteristik nyeri.