Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Rancangan Teknis Sistem Penyaliran Tambang Tanah Liat di Pit Tlogowaru V PT Semen Indonesia (Persero) Tbk Site Tuban Kadek Dwi Prabawa; Haeruddin Haeruddin; Siti Aminah
JURNAL TEKNOLOGI MINERAL FT UNMUL Vol 14, No 1 (2026): Jurnal Teknologi Mineral FT UNMUL Juni 2026
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jtm.v14i1.20640

Abstract

Kegiatan penambangan tanah liat di Pit Tlogowaru V yang dikelola oleh PT Semen Indonesia (Persero) Tbk sering menghadapi permasalahan berupa genangan air limpasan, terutama pada musim hujan. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap produktivitas tambang karena menghambat pergerakan alat berat. Sistem penyaliran yang digunakan saat ini dinilai belum mampu mengelola debit limpasan secara optimal, sehingga diperlukan perencanaan sistem penyaliran yang lebih komprehensif dan andal secara teknis. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem penyaliran tambang yang mencakup perhitungan debit limpasan, perencanaan kapasitas sump, desain saluran terbuka, dan pemilihan sistem pemompaan yang sesuai dengan kondisi lapangan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif, dengan menganalisis data curah hujan harian selama 20 tahun (2004–2023) menggunakan distribusi Gumbel untuk mendapatkan curah hujan rencana periode ulang dua tahunan. Metode Mononobe digunakan untuk menghitung intensitas hujan, sementara metode Rasional diterapkan untuk menghitung debit limpasan. Hasil perhitungan menunjukkan debit limpasan puncak sebesar 1.159,64 m³/jam, dengan volume air harian mencapai 4.638,57 m³. Sump dirancang berbentuk prisma trapesium dengan volume 12.427,14 m³, melebihi kapasitas minimum 11.327,67 m³ sesuai sesuai ketentuan Keputusan Menteri ESDM RI Nomor 1827K/30/MEM/2018. Sistem penyaliran meliputi satu unit pompa Multiflo MF-420EX dengan debit 792 m³/jam dan pipa HDPE sepanjang 200 meter. Tiga saluran terbuka (Paritan A, B, dan C) dirancang untuk mengalirkan limpasan menuju sump dan bozem dengan debit masing-masing 1.1 m³/s, 1,17 m³/s, dan 0,84 m³/s. Analisis water balance menunjukkan bahwa sistem yang dirancang, diharapkan mampu mengelola limpasan harian secara efektif dan mendukung keberlanjutan operasional tambang. Dengan pendekatan ini, sistem penyaliran yang dihasilkan dinilai layak diterapkan di lapangan sebagai solusi teknis yang aplikatif, dan sesuai dengan kondisi tambang terbuka.
Perancangan Desain Timbunan Batubara dan Pengaruhnya Terhadap Kestabilan Lereng di Sekitar ROM 4 Site DMP PT Cipta Kridatama Fanteri Aji Dharma Suparno; Di Ajeng Arum Kusuma; Haeruddin Haeruddin; Siti Aminah; Emanuel Grace Manek; Utari Sulistyo Rini; Kurnia Dewi Mulyani
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.9.1.2026.36-47

Abstract

Peningkatan produksi batubara di PT Cipta Kridatama site Dizamatra Powerindo memerlukan penambahan area Run of Mine (ROM) untuk menampung kelebihan produksi. ROM 4 sebagai area timbunan baru belum memiliki data teknis terkait daya dukung tanah, tinggi maksimum timbunan, dan kestabilan lereng. Penelitian ini bertujuan mengkaji kondisi geoteknik ROM 4 melalui uji berat volume batubara dan Dynamic Cone Penetrometer (DCP) untuk menentukan tinggi timbunan yang optimal. Analisis kestabilan lereng dilakukan menggunakan empat metode Limit Equilibrium Method (LEM): Bishop, Janbu, Morgenstern-Price, dan Spencer. Hasil penelitian menunjukkan desain optimal timbunan ROM 4 memiliki tinggi maksimum 17 meter, sudut lereng 36°, dan kapasitas 511.594,44 ton. Nilai faktor keamanan (FK) pada kondisi statis >1,3 dan dinamis >1,1. Metode Janbu menghasilkan nilai FK terkecil dibandingkan metode lainnya. Nilai FK setelah pembebanan menurun dibanding sebelum pembebanan akibat pengaruh beban tambahan terhadap kestabilan lereng. Secara keseluruhan, lereng ROM 4 dinyatakan aman dan sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM No. 1827/K/30/MEM/2018.
KOMPARASI METODE PENGGARUAN DAN PELEDAKAN PADA PROSES PEMBERAIAN OVERBURDEN DI PIT E BANKO TENGAH, KABUPATEN MUARA ENIM, SUMATERA SELATAN: COMPARISON OF RIPPING AND BLASTING METHODS FOR OVERBURDEN REMOVAL AT PIT E, CENTRAL BANKO, MUARA ENIM REGENCY, SOUTH SUMATERA Rizqika Nurul 'Aini; Haeruddin
JURNAL TEKNIK PERTAMBANGAN Vol. 26 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : JURUSAN TEKNIK PERTAMBANGAN UPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jtp.v26i1.22626

Abstract

Pemberaian overburden merupakan tahapan penting dalam kegiatan penambangan batubara karena secara langsung berpengaruh terhadap efektivitas penggalian dan pencapaian target produksi. Salah satu perusahaan di Pit E Banko Tengah, Sumatera Selatan, menggunakan dua metode pemberaian yaitu penggaruan dan peledakan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan produktivitas kedua metode tersebut, mengevaluasi efisiensi alat gali-muat, serta menganalisis biaya operasional yang diperlukan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan data yang dibutuhkan yaitu dimensi pemberaian, waktu edar alat, spesifikasi alat, kebutuhan bahan peledak, dan rincian biaya operasional. Analisis dilakukan dengan menghitung produktivitas pemberaian dan alat gali-muat serta menghitung biaya satuan operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas penggaruan sebesar 487.225 BCM/bulan, sedangkan peledakan mencapai 782.271 BCM/bulan. Produktivitas excavator untuk material hasil garu (Komatsu PC1250SP) sebesar 439 BCM/jam dan untuk hasil ledak sebesar 536 BCM/jam. Biaya satuan penggaruan sebesar Rp4.720/BCM, sedangkan peledakan sebesar Rp2.524/BCM. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa metode peledakan lebih efisien dan ekonomis dalam kegiatan pemberaian overburden di Pit E Banko Tengah. Namun, metode penggaruan tetap relevan sebagai alternatif saat peledakan tidak memungkinkan dilakukan. Kata kunci: Overburden, penggaruan, peledakan, produktivitas, biaya operasional
Pengaruh Aktifitas Alat Berat dan Peledakan Terhadap Stabilitas Lereng Timbunan Tambang Batubara Fanteri Aji Dharma Suparno; Siti Aminah; Haeruddin Haeruddin; Utari Retno Sulistyo Rini; Kurnia Dewi Mulyani; Emanuel Grace Manek; Muhammad Akbar Assyarbini
MEDIA KOMUNIKASI TEKNIK SIPIL Volume 31, Nomor 2 (2025)
Publisher : Department of Civil Engineering, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/mkts.v31i2.69177

Abstract

Open-pit mining generates voids backfilled with overburden, forming artificial slopes susceptible to landslides. Improper slope design and external factors such as heavy equipment loads, blasting vibrations, and groundwater may trigger instability. This study examines the stability of a disposal slope adjacent to the blasting zone at PT X Coal Mine in East Kalimantan, Indonesia. The research uses secondary data from PT X. including geotechnical parameters and operational details, Slope stability was evaluated via the Limit Equilibrium Method (Bishop and Morgenstern-Price) and Finite Element Method (FEM). Initial analyses revealed critical safety factors (FoS) of 0.853 (Bishop, Morgenstern-Price) and 0.520 (FEM), indicating high instability under combined dynamic and hydrogeological stresses. A slope redesign was proposed, improving FoS to 3.932 (dry) and 3.523 (wet) via Limit Equilibrium, and 1.570 (dry) and 1.370 (wet) via FEM. These value;s comply with the safety threshold (FoS ≥ 1.1) specified in KEPMEN ESDM No. 1827 K/30/MEM/2018, ensuring operational safety. The study underscores the necessity of integrating geotechnical and operational constraints in slope design to mitigate landslide risks in open-pit mining.