Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

EKSTERNALITAS POSITIF TAMBANG BATUBARA TERHADAP KESEJAHTERAAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Muhammad Suciadi; Eko Priyo Purnomo; Aulia Nur Kasiwi
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3165.366 KB) | DOI: 10.38043/jids.v4i2.2458

Abstract

Kabupaten Kutai Kartanegara, Merupakan daerah yang memproduksi batubara terbanyak di Provinsi Kalimantan timur pada tahun 2017 di produksi perusahaan pemegang izin usaha pertambangan (IUP). Kabupaten Kutai Kartanegara juga menerima Dana Bagi Hasil (DBH) batubara terbesar kedua di Provinsi Kalimantan Timur dengan jumlah Rp2,860 triliun. Produksi tambang batubara sendiri tidak hanya berdampak positif terhadap ekonomi Daerah namun juga berdampak terhadap ekonomi Lokal tempat produksi batubara tersebut dilakukan. Sehingga peneliti akan mencari tahu apa sajakah dampak positif yang ditimbulkan oleh Perusahaan tambang batubara terhadap sosial ekonomi masyarakat yang berada di lingkungan sekitar tambang batubara di Kabupaten Kutai Kartanegara pada tahun 2019. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini menggunakan tipe dan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, adapun data studi didapatkan melalu analisis dokumen, media dan pustaka. Data dalam studi ini dianalisis menggunakan teknik trigangulasi data. Hasil dalam penelitian ini ialah. Pertama, Hadirnya Sektor pertambang di Kabupaten Kutai Kartanegara banyak memberikan dampak positif terhadap linggkungan sosialnya seperti semakin ramainya jumlah penduduk yang berwirausaha di sekitar lingkungan pertambangan. Kedua, meningkatnya kegiatan sosial dalam lingkup masyarakat karena adanya pembangunan infastruktur oleh sektor perusahaan. Ketiga, menunjang pendapatan daerah di sebabkan oleh sektor tambang yang merupakan komoditas yang mendominasi dalam bidang ekonomi dan meningkatnya pendapatan perkapita masyarakat karena semakin luasnya penyerapan ketenagakerjaan yang tersedia oleh perusahaan tambang batubara. Sehingga dengan pertumbuhan ekonomi yang tercipta oleh adanya perusahaan tambang batubara tersebut dapat menjadi penunjang kesejahteraan masyarakat sekitar.
Smart City dalam Memenuhi Hak-Hak Penyandang Difabel di Yogyakarta "Studi Kasus : Infrastruktur Transportasi Publik dalam Memenuhi Hak Penyandang difabel" Muhammad Ibnu Hiban; Eko Priyo Purnomo; Aulia Nurkasiwi
Jurnal Pemerintahan dan Politik Vol 5, No 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jpg.v5i2.1034

Abstract

AbstractThe research method used is descriptive qualitative, according to researchers more suitable to use this study because it is more effective in finding the answers listed in the formulation of the problem. The author also takes references from previous studies that have examined this matter for a long time, but this study is different from previous studies. the results of this study are the concept of smart city is a new inovation to help government services, with the use of technology, information and communication. One of them is public transportation, which is a mode of transportation launched by the government to facilitate public services. Trans Jogja is a mode of transportation launched by the Yogyakarta city government to facilitate its people in safe, comfortable, safe, affordable and environmentally friendly travel. Trans Jogja in fulfilling disability rights still cannot be said to be fulfilled in using the modes of transportation that have been provided by the government, to fulfill the rights of persons with disabilities the government must improve the bus stop infrastructure used by passengers so as to provide comfort and security for people with disabilities. On the other hand the government is also experiencing obstacles In the development of bus stop improvement, the government is experiencing problems, namely the problem of land ownership that would be used as a stop, so that it is hampered in its development. This problem should be quickly resolved, because it is already regulated in Law No. 2 of 2012 which regulates land acquisition for public use.Keywords : smart city, disability rightsAbstrakMetode Penelitian yang digunakan bersifat kualitatif deskriptif, menurut peneliti lebih cocok menggunakan penelitian ini karena lebih efektif dalam menemukan jawaban-jawaban yang tertera dalam rumusan masalah. Penulis juga menggambil referensi dari penelitian sebelumnya yang sudah meneliti hal ini dari lama, namun penelitian ini berbeda dengan penelitian sebelumnya. hasil penelitian ini ialah Konsep smart city adalah inovasi baru untuk membantu pelayanan pemerintahan, dengan pemanfaatan teknologi, informasi dan komunikasi. Salah satunya adalah transportasi public, yang merupakan moda transportasi yang di luncurkan oleh pemerintah untuk mempermudah pelayanan public. Trans jogja adalah moda transportasi yang diluncurkan oleh pemerintah kota Yogyakarta untuk mempermudah masyarakatnya dalam perjalanan yang aman, nyaman, amdal, terjangkau dan ramah lingkungan. Trans jogja dalam pemenuhan hak-hak disabilitas masih belum bisa dikatakan terpenuhi dalam menggunakan moda transportasi yang telah disediakan oleh pemerintah, untuk memenuhi hak-hak penyandang disabilitas pemerintah harus memperbaiki infrastruktur halte yang digunakan oleh penumpang sehingga memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat penyandang disabilitas. Disisi lain pemerintah juga mengalami kendala Dalam pengembangan perbaikan halte bus, pemerintah mengalami kendala yaitu masalah kepemilikan lahan yang mau di jadikan halte, sehingga menjadi terhambat dalam pengembangannya. Permasalah ini seharusnya cepat terselesaikan, karena sudah diatur dalam Undang-Undang No 2 tahun 2012 yang mengatur tentang pembebasan lahan untuk kepentingan umum.Kata kunci : smart city, hak-hak difabel
Transformasi E-Government Berbasis Teknologi Komunikasi dan Informasi Website Sebagai Perwujudan Smart Governance Kota Jogja Bahrul Azis Pratama Putra; Eko Priyo Purnomo; Aulia Nur Kasiwi
Jurnal Pemerintahan dan Politik Vol 5, No 1
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jpg.v5i1.1025

Abstract

AbstractThe web has been started in various fields. is one of the government. Today has a web personal feel something needed by local governments. Local government Jogja, website or later abbreviated Jogja, local government giving information to all visitors website shaped brochures or pamphlet that contains information. services. In the concept of, the local government Jogja through website had tried to carry the lesson in the concept of smart, governance the public service based ICTt ( information communication, and technology ). Electronic government, or e-government is a form of the concrete of the indicators.To improve the performance of e-government diinisasi, jogja city government improve the efficiency and effectiveness public services. Websites municipal Yogyakarta managed by the communication and information . There are 10 icon pictures icon features an interesting and Yogyakarta describes symbolic that in local government the website Jogja provided by web pages had ten .But , there are several aspects be necessary and strategy to be assessed by the local government Jogja. Among other the obstacles and challenges in the formation of the data , on going the use of website , and the sustainability of information and communication.Keywords : Transformation e-government , communication and information , websites government , smart governanceAbstrakPemanfaatan web ini sudah dilakukan di berbagai bidang salah satunya ialah pemerintahan. Di zaman sekarang memiliki web pribadi dirasa sesuatu hal yang wajib dimiliki oleh pemerintah daerah. Website Pemerintah Daerah Jogja, atau selanjutnya disingkat Pemda Jogja, memberikan informasi kepada seluruh pengunjung website berbentuk brosur atau pamflet yang berisikan informasi layanan. Secara konsep, Pemda Jogja melalui website telah berupaya menjunjung nilai yang terkandung dalam konsep Smart Governance, yakni pelayanan publik berbasis ICT (Information, Communication, and Technology). Electronic Government, atau E-Government merupakan bentuk upaya konkrit pencapaian  indikator tersebut. E-Government diinisasi untuk mendorong kinerja pemerintah Kota Jogja, meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan public. Website pemerintah Kota Yogyakarta dikelola oleh dinas komunikasi dan informasi. terdapat 10 icon fitur gambar icon yang menarik dan simbolik Yogyakarta yang memaparkan bahwasanya di dalam website Pemda Jogja tersebut yang disediakan oleh laman web berjumlah sepuluh. Namun, ada beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan dan strategi yang harus dikaji ulang oleh Pemda Jogja. Antara lain yaitu hambatan dan tantangan dalam proses pembentukan data, keberlangsungan penggunaan website, dan keberlanjutan informasi dan komunikasi.Kata kunci : Transformasi E-Government, Komunikasi dan Informasi, Website Pemerintahan, Pemerintahan Cerdas
E-Government Assessment pada Kualitias Aplikasi Jogja Smart Service (JSS) di Kota Yogyakarta Ramadhani Ramadhani; Eko Priyo Purnomo; Aulia Nur Kasiwi
Jurnal Pemerintahan dan Politik Vol 5, No 2
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jpg.v5i2.1031

Abstract

AbstractThe system of government in Indonesia has been quite dynamic and able to keep up with the times. This is evidenced by the electronics government (e-government) programme, with the use of Information and Communication Technology (ICT) in governance to improve performance and the relationship between government and other parties. Information is a very valuable commodity in the era of the industrial revolution 4.0 to be mastered to improve the competitiveness of an organisation. This is evident from the various initiatives the application of ICT, which is present in some local governments. Implementation of e-government in the governing of the city of Yogyakarta has the potential to improve the quality of public services, increasing transparency and accessibility of information. The purpose of this study is to want to assess how well the application Jogja Smart Service (JSS) as public service facilities in implementing smart city concept in the city of Yogyakarta. In this study using the e-government assessment to assess the application of JSS. The analytical method used in the assessment of applications JSS using the method of observation and direct observation on the application of JSS. The next stage of designing an assessment rubric used in the framework of e-government assessment, further testing using the application assessment frameworks assessment e-government. From the results of the study and application of the calculation of Jogja Smart Service (JSS) can be said to be very good to be a means of public service that is cheap, easy, and fast.Keywords : smart city, e-government, JSS, E-government assessmentAbstrakSistem pemerintahan di Indonesia sudah cukup dinamis dan mampu mengikuti perkembangan zaman. Hal ini dibuktikan dengan program E-Government, dengan penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam tata kelola pemerintahan untuk meningkatkan kinerja dan hubungan antar pemerintah dengan pihak lain. Informasi merupakan komoditi yang sangat berharga di era revolusi industry 4.0 untuk dikuasai dalam rangka meningkatkan daya saing suatu organisasi. Hal ini terlihat dari berbagai inisiatif penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), yang hadir dibeberapa Pemda. Penerapan E-Government pada penyelenggaraan pemerintahan di Kota Yogyakarta berpotensi meningkatkan kualitas pelayanan publik, meningkatkan transparansi dan aksesbilitas informasi. Tujuan dari penelitian ini ialah ingin menilai seberapa baik aplikasi Jogja Smart Service (JSS) sebagai fasilitas layanan publik dalam mengimplementasi konsep smart city di Kota Yogyakarta. Dalam penelitian ini menggunakan E-Government Assessment untuk menilai aplikasi Jogja Smart Service (JSS). Metode analisis yang digunakan dalam penilaian aplikasi Jogja Smart Service (JSS) menggunakan metode observasi dan pengamatan langsung pada aplikasi Jogja Smart Service (JSS). Tahap selanjutnya meranang rubrik penilaian yang digunakan pada kerangka kerja E-Government Assessment, selanjutnya melakukan pengujian penilaian aplikasi menggunakan kerangka kerja E-Government Assessment. Dari hasil kajian dan penghitungan aplikasi Jogja Smart Service (JSS) sudah bisa dikatakan sangat baik untuk menjadi sarana layanan public yang murah, mudah, dan cepat.Kata kunci : Smart City, E-Government, Jogja Smart Service (JSS), E-Government Assessment
Collaborative Government dalam Mewujudkan Inovasi Pelayanan Widuri Wulandari; Suranto; Eko Priyo Purnomo
JIP (Jurnal Ilmu Pemerintahan) : Kajian Ilmu Pemerintahan dan Politik Daerah Vol 4 No 1 (2019): General Government Issue
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/jip.4.1.2019.13-28

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis implementasi inovasi pelayanan publik yang digagas oleh Kecamatan Sleman bersama dengan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM). Inovasi pelayanan publik yang dijalankan oleh Kecamatan Sleman dengan KIM disebut dengan Sunmor Sembada Minggu Pahing (SSMP). Penelitian ini menggunakan teori kinerja birokrasi dalam menjalankan pelayanan publik dan ditambahkan dengan teori faktor keberhasilan implementasi kebijakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Temuan bahwa implementasi kegiatan Sunmor Sembada Minggu Pahing di Kecamatan Sleman belum berjalan optimal. Pelaksana lebih fokus dalam bidang ekonomi dan budaya yaitu mempromosikan UMKM dan kelompok seni. Sedangkan bidang pendidikan, kunjungan ke Pepusda masih kurang efektif. Namun dilihat dari kualitas layanan, masyarakat merasa puas dengan adanya kegiatan tersebut. Faktor yang mempengaruhi keberhasilan dari kegiatan ini yaitu, sumber dayamanusia, disposisi dan struktur birokrasi.
E-Services in Sudan During the Covid-19 Pandemic as a Model: a Case Study of University of Bahri-Sudan Adil Hassan Ibrahim; Dyah Mutiarin; Eko Priyo Purnomo
Journal of Governance and Public Policy Vol 8, No 2 (2021): June 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jgpp.v8i2.11422

Abstract

The study aims to explore the barriers of online learning in Sudan. The achievement of the research purpose requires an approach which is not only describes the relations between variables, but also the experience of the stakeholders, therefore, the study adopted mixed mothed approach. To collect data, the study used two sources; secondary, and primary data sources.  The secondary sources included peer-review international journals from recognized publishers, books, newspapers and reports. The primary sources included questionnaires and interviews. 132 participants were surveyed. Two professors were interviewed. SPSS was used to analyze the data. The findings indicate that there are five unique barriers to e-learning adoption in Sudan including; poor network infrastructure, lack of bandwidth in rural areas, electricity outages, lack of electricity in rural areas, and stakeholder’s deficiency of e-skills. Furthermore, the study showed that some professors are old, and they resist the adoption of e-learning. Likewise, the study found that 67% of respondents were not able to access the internet in their areas during Covid19 lockdown, 25% of respondents do not possess computers, 35% of respondents did not receive training for gaining E-skills, and 74% of respondents prefer learning in classrooms. The study concluded that, E-learning to be adopted in Sudan, several steps can be taken such as e-skills intensive training for stakeholders, support of stakeholders, electricity and internet networks connection to whole parts of Sudan, poverty combat, and stimulation of students to accept e-learning.
VERTICAL GARDEN : PENGHIJAUAN UNTUK MENDUKUNG SMART LIVING DI KOTA YOGYAKARTA Aviana Vety Jayanti; Eko Priyo Purnomo; Aulia Nurkasiwi
AL IMARAH : JURNAL PEMERINTAHAN DAN POLITIK ISLAM Vol 5, No 1 (2020): Vol 5, No 1 Tahun 2020: Januari
Publisher : Fakultas Syari'ah Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/imr.v5i1.2916

Abstract

Abstract: Increasingly dynamic city development without being accompanied by the provision of vacant land for reforesting has a negative impact on the environment. Increasing air quality and noise levels make a city have to prepare solutions to solve problems that have an impact on the environment of human life. The concept of vertical garden emerged as an alternative greening that can be applied in cities with a level of availability of narrow vacant land such as the city of Yogyakarta. The impact of applying this concept can overcome problems such as decreased air quality due to pollution. This study uses qualitative methods to describe how the effect of applying vertical gardens as an alternative to greening in supporting smart environments.Keywords: Smart Environment, Vertical Garden, Environment;
ANALISIS UPAYA KOTA SURABAYA UNTUK MEWUJUDKAN KOTA HIJAU (GREEN CITY) Rizky Dwi Kusuma; Eko Priyo Purnomo; Aulia Nur Kasiwi
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 7, No 1 (2020): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dinamika.v7i1.3173

Abstract

Surabaya adalah kota terbesar kedua di Indonesia dengan jumlah penduduk terbesar, dengan total populasi .026 pada tahun 2019. Dengan populasi yang besar tentu saja meningkatkan permintaan dan penggunaan lahan untuk membangun fasilitas untuk mendukung dan memenuhi kebutuhan mereka, yang kemudian akan mengarah pada masalah baru seperti polusi lingkungan (polusi air, udara, tanah, dll.) dan bencana seperti banjir dan kekeringan. Masalah lingkungan yang paling bisa dirasakan adalah perubahan suhu. Maka, untuk mengurangi dan mengatasi masalah tersebut, Pemerintah Kota Surabaya sedang mencoba menerapkan konsep Kota Hijau (green city). Makalah ini dibuat untuk menganalisis bagaimana upaya yang dilakukan oleh Kota Surabaya untuk menjadi Kota Hijau melalui penyediaan ruang terbuka hijau (RTH). Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan atau studi literatur menggunakan data sekunder yang bersumber dari buku, skripsi, artikel jurnal, makalah dan sumber elektronik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Kota Surabaya berusaha memenuhi tiga atribut awal untuk menjadi Kota Hijau, yaitu melalui perencanaan dan desain hijau, ruang terbuka hijau, dan komunitas hijau.
KESIAPAN KOTA YOGYAKARTA DALAM PEMBANGUNAN TRANSPORTASI YANG BERKELANJUTAN Andika Alam Nugraha; Eko Priyo Purnomo; Aulia Nur Kasiwi
Dinamika : Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara Vol 7, No 1 (2020): Dinamika
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/dinamika.v7i1.3174

Abstract

Transportasi berkelanjutan menjadi suatu gagasan baru dalam menyelesaikan permasalahan-permaslahan yang ada di kota-kota besar. Akan tetapi dalam pelaksanaanya dan pembangunaanya tidak semua aspek dalam transportasi dapat terwujud. Oleh karena itu untuk melihat kesiapan kota yogyakarta dalam pembangunan transportasi yang berkelanjutan dapat diukur menggunkan konsep dari brotodewo. Konsep tersebut melihat transportasi dari 3 aspek yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan. Aspek-aspek tersebut dianggap cocok untuk mengukur kesiap kota yogyakarta. Hasilnya menunjukan bahwa 2 indikator dari aspek ekonomi dapat terpenuhi dan mendukung transportasi yang berkelanjutan. Sedangkan 3 aspek sosial hanya 1 yang terpenuhi dan aspek lingkungan dari 2 indikator hanya 1 yang terpenuhi.
Analisis Kesiapan Kota Kotamobagu Dalam Mewujudkan Kotamobagu sebagai Smart City Devita Anggraina Bonde; Eko Priyo Purnomo; Lubna Salsabila
Moderat: Jurnal Ilmiah Ilmu Pemerintahan Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Galuh Ciamis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/moderat.v6i1.3166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesiapan pemerintah kota Kotamobagu menuju kota cerdas tahun 2020. Pada penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif, dalam pengumpulan informasi dan datannya peneliti mendapatkanya dari penelitian di beberapa artikel, jurnal, dokumen, data statistik dan juga berita tentang pembangunan smart city di Kota Kotamobagu dan lain-lain, yang berhubunagan dengan penelitian ini. Hasil penelitian menjunjukan Kotamobagu telah memiliki tingkat kesiapan yang cukup siap untuk menggunakan sarana TIK menuju kota cerdas yang diman kesiapannya telah mencapai 80% kesiapannya. Melihat kesiapan pemerintah kota kotamobagu yang sekarang hampir mencapai 100 % kesiapan maka pemerintah kotamobagu sekarang tinggal terus mengingkatkan potensi yang ada untuk terus mendukung terealisasinya penerapan smart city di kota kotamobagu dengan menambah pengetahuan mengenai pengembangan smart city untuk mendukung implementasi penerapan smart city di kota kotamobagu.