Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Tingkat Serangan Hama Ulat Pelipat Daun (Brachmia convolvuli Wals.) dan Hasil Enam Kultivar Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) Alifia Fidri Misbahul Ummah; Hery Haryanto; Bambang Supeno
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i2.7668

Abstract

Ubi jalar (Ipomoea batatas L.) merupakan salah satu komoditas pangan potensial sebagai alternatif pengganti beras. Namun, produktivitas tanaman ini seringkali menurun akibat serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), salah satunya adalah hama ulat pelipat daun (Brachmia convolvuli Wals.). Hama ini menyerang bagian daun dengan cara melipat dan memakan jaringannya, sehingga menghambat proses fotosintesis dan berdampak pada penurunan hasil panen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat serangan ulat pelipat daun (Brachmia convolvuli Wals.) dan hasil enam kultivar ubi jalar (Ipomoea batatas L.). Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode eksperimental. Penelitian dirancang dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 perlakuan kultivar ubi jalar (K). Perlakuan tersebut adalah Kultivar Lato-lato (KA), Cilembu (KB), Tailand (KC), Kentang (KD), Ase (KE) dan Ungu (KF). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga diperoleh sebanyak 24 unit percobaan. Analisis data yang digunakan adalah Analisis of varience (ANOVA), Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) 5% dan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat serangan hama ulat pelipat daun menunjukkan tidak adanya perbedaan nyata. Tingkat serangan hama ulat pelipat daun tertinggi pada umur 63 HST di semua kultivar ubi jalar. Hubungan tingkat serangan dan hasil ubi jalar sangat rendah yaitu sebesar 13,67%.
Pengaruh Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Dengan Kesadaran Wajib Pajak Sebagai Variabel Intervening Shella Karnova; Bambang Supeno; Agus Seswandi
JURNAL ECONOMINA Vol. 3 No. 8 (2024): JURNAL ECONOMINA, Agustus 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi 45 Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/economina.v3i8.1393

Abstract

Regional development includes the ability to effectively monitor local economic resources, which in turn generates income for the region and contributes to governance and regional growth that provides benefits to society. In order to increase regional income and facilitate regional growth, all taxpayers are asked to carry out their tax obligations based on the tax law established by the regional government. This is caused by various things, including reducing vehicle taxes, taxpayer compliance and taxpayer awareness. The aim of this research is to analyze the effect of tax whitening on motor vehicle taxpayer awareness, tax whitening on taxpayer compliance, taxpayer awareness of tax compliance, tax whitening through taxpayer awareness of taxpayer compliance. The research method is quantitative with descriptive explanations, this research uses a sample of 245 and data processing uses SEM PLS. Research findings show that 1) Tax whitening has a positive effect on motor vehicle taxpayer awareness 2) Tax whitening has a positive effect on taxpayer compliance 3) Taxpayer awareness has a positive effect on taxpayer compliance 4) Tax whitening through taxpayer awareness has an effect on taxpayer compliance at the Selat Panjang Samsat.
Pengaruh Warna Pembungkus Buah Jambu Biji Kristal (Psidium guajava var. crystal) Terhadap Serangan Hama Lalat Buah (Diptera: Tephritidae) Ardian Cahyani, Baiq Lisa; Bambang Supeno; Hery Haryanto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v2i3.2650

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui warna pembungkus yang paling berpengaruh terhadap intensitas serangan hama lalat buah dan untuk mengetahui secara fisik warna pembungkus yang paling tepat sebagai pengendalian hama lalat buah. Penelitian ini menggunakan RAK (Rancangan Acak Kelompok) dengan 4 perlakuan, perlakuan tersebut adalah pembungkus warna merah, kuning, hitam, putih dan tanpa dibungkus sebagai kontrol. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan di lahan jambu kristal milik petani di Desa Lelede Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat. Berdasarkan hasil penelitian pembungkus plastik hitam mampu menekan persentase kerusakan buah jambu kristal akibat hama lalat buah hingga 0%, kemudian diikuti oleh pembungkus putih lebih baik dibandingkan dengan pembungkus warna kuning dan merah. Pembungkus warna hitam efektif untuk mencegah kerusakan akibat serangan hama lalat buah serta dari segi kualitas dan kuantitas buah akan lebih baik, tetapi menggunakan plastik hitam ini kurang efisien untuk petani. Lalat buah mulai menginfeksi buah disaat buah berumur 3 minggu setelah dibungkus atau 7 MSA (Minggu Setelah Anthesis) dengan diameter rata-rata 4,55 cm serta rata-rata kekerasan 3,31 mm/g/5s dan gejalanya mulai tampak pada saat buah berumur 4 minggu setelah dibungkus atau 8 MSA (Minggu Setelah Anthesis) dengan diameter rata-rata 5,63 cm serta rata-rata kekerasan 3.04mm/g/5s. Ditemukan 7 spesies lalat buah yang didapatkan berdasarkan hasil host rearing yaitu, Bactrocera pyrifoliae, Bactrocera opiliae, Bactrocera correcta, Bactrocera dorsalis, Bactrocera carambolae, Bactrocera kandiensis dan Bactrocera musae.
Identifikasi Belalang Yang Berasosiasi Pada Beberapa Kultivar Tanaman Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) di Kabupaten Lombok Barat Gardena Aulia Rizkika Yasmin; Bambang Supeno; Hery Haryanto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v3i2.5282

Abstract

Ubi jalar (Ipomoea batatas L.) merupakan salah satu bahan pangan alternatif untuk diversifikasi pangan dalam rangka memperkuat ketahanan pangan Nasional. Namun, produksi ubi jalar cenderung menurun dari tahun ke tahun. Salah satu penyebabnya adalah serangan Organisme Pengganggu Tanaman, yaitu belalang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis belalang, keragaman, kelimpahan serta dominasi belalang yang berasosiasi ada beberapa kultivar tanaman ubi jalar di Kabupaten Lombok Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan teknik survei lapangan. Hasil identifikasi ditemukan belalang dengan dua Subordo, tiga Famili dan enam genus. Subordo terdiri dari Caelifera dan Ensifera. Subordo Caelifera ditemukan dua Famili yaitu Pyrgomorphidae dan Acrididae, sedangkan Subordo Ensifera ditemukan satu Famili yaitu Tettigonidae. Famili Pyrgomorphidae ditemukan satu genus yaitu Atrachtomorpha, Famili Acrididae ditemukan empat genus yaitu Aiolopus, Valanga, Phalaeoba, dan Genus Oxya, dan Famili Tettigonidae ditemukan satu genus yaitu Scudderia.Keragaman hama belalang pada semua kultivar ubi jalar menunjukkan indeks keragaman sedang. Kelimpahan hama belalang tertinggi pada semua kultivar ubi jalar berasal dari genus Atractomorpha, selanjutnya diikuti oleh genus Valanga, kemudian diikuti oleh genus Oxya. Genus Atractomorpha merupakan hama belalang yang mendominasi pada semua kultivar ubi jalar yang ada di Kabupaten Lombok Barat.
Tingkat Kerusakan Hama Penggerek Batang (Omphisa anastomasalis) pada Enam Kultivar Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) Retno Muninggar; Bambang Supeno; Hery Haryanto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i2.7638

Abstract

Ubi jalar (Ipomoea batatas L.) merupakan tanaman yang memiliki potensi besar sebagai pangan fungsional karena kandungan gizinya yang lengkap, termasuk karbohidrat, vitamin, mineral, protein, lemak, betakaroten, antosianin, senyawa fenolik, dan serat. Di Indonesia, ubi jalar dikenal sebagai salah satu sumber karbohidrat alternatif yang berperan penting dalam sektor pangan, industri pakan ternak, serta sebagai bahan baku untuk berbagai keperluan. Tanaman ini dianggap memiliki potensi untuk menggantikan beras sebagai makanan pokok karena lebih efisien dalam menghasilkan energi, serta kaya akan vitamin dan mineral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Tingkat kerusakan hama penggerek batang (Omphisa anastomasalis) pada enam kultivar ubi jalar (Ipomoea batatas L.) Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari enam perlakuan kultivar ubi jalar (A). Keenam kultivar tersebut adalah Lato-lato (A1), Cilembu (A2), Tailan(A3), Kentang (A4), Ase (A5), Ungu (A6). Perlakuan-perlakuan tersebut diulang 4 kali sehingga diperoleh 24 unit perlakuan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa, tingkat kerusakan hama penggerek batang (Omphisa anastomasalis) tidak berbeda nyata pada enam perlakuan ubi jalar (Ipomoea batatas L.) tingkat kerusakan tergolong rendah hingga sedang. Intensitas kerusakan pada batang yaitu kultivar tailan 25,10%, cilembu 22,92%, ase 22,54%, ungu 22,14%, kentang 21,95%, lato-lato20,44%. Sedangkan intensitas kerusakan diameter batang yaitu semakin besar kerusakan diameter batang maka cendrung lebih disukai oleh hama tersebut.
Tingkat Serangan Hama Ulat Pelipat Daun (Brachmia convolvuli Wals.) dan Hasil Enam Kultivar Ubi Jalar (Ipomoea batatas L.) Alifia Fidri Misbahul Ummah; Hery Haryanto; Bambang Supeno
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v4i2.7668

Abstract

Ubi jalar (Ipomoea batatas L.) merupakan salah satu komoditas pangan potensial sebagai alternatif pengganti beras. Namun, produktivitas tanaman ini seringkali menurun akibat serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT), salah satunya adalah hama ulat pelipat daun (Brachmia convolvuli Wals.). Hama ini menyerang bagian daun dengan cara melipat dan memakan jaringannya, sehingga menghambat proses fotosintesis dan berdampak pada penurunan hasil panen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat serangan ulat pelipat daun (Brachmia convolvuli Wals.) dan hasil enam kultivar ubi jalar (Ipomoea batatas L.). Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode eksperimental. Penelitian dirancang dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 perlakuan kultivar ubi jalar (K). Perlakuan tersebut adalah Kultivar Lato-lato (KA), Cilembu (KB), Tailand (KC), Kentang (KD), Ase (KE) dan Ungu (KF). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga diperoleh sebanyak 24 unit percobaan. Analisis data yang digunakan adalah Analisis of varience (ANOVA), Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) 5% dan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat serangan hama ulat pelipat daun menunjukkan tidak adanya perbedaan nyata. Tingkat serangan hama ulat pelipat daun tertinggi pada umur 63 HST di semua kultivar ubi jalar. Hubungan tingkat serangan dan hasil ubi jalar sangat rendah yaitu sebesar 13,67%.