Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Purchasing power, fruits vegetables consumption, nutrition status among elementary school student Yohan Fallo; Adi Magna Patriadi Nuhriwangsa; Diffah Hanim
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 8, No 1: March 2019
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.839 KB) | DOI: 10.11591/ijphs.v8i1.16304

Abstract

Food purchasing power is usually defined as a household's economic ability to obtain food which is determined by measuring the income allocated for food purchase, the price of food consumed, and the number of family members. More than 50% of the sub-districts in South Central Timor are vulnerable to food consumption due to their low purchasing power, thus causing low fruits and vegetables consumption. To analyze the correlation between purchasing power, fruits and vegetables consumption, with nutrition status of elementary school students. Analytic observational using a cross sectional design. Sample size of 108 students was achieved using simple random sampling method. Independent variables are purchasing power, fruits and vegetables consumption. Dependent variable is nutrition status. Fruits and vegetables consumption data was collected using food frequency, purchasing power data was collected using questionnaires, and nutrition status was collected by calculating IMT/U. The statistics tests used were chi square test. The mean number of fruits and vegetables consumption of the elementary students was 0,36±0,483 and the mean number of purchasing power was 2,80±0,405. Bivariate study test results show a significant correlation between purchasing power and nutrition status (p=0,039) and a significant correlation between fruits and vegetables consumption and nutrition status (p=0,000). There is a correlation between purchasing power, fruits and vegetables consumption, and nutrition status in elementary school students.
Vitamin B6, B12, Asam Folat, Tekanan Darah dan Demensia pada Lanjut Usia Bekti Krisdyana; Diffah Hanim; Sugiarto Sugiarto
Amerta Nutrition Vol. 4 No. 2 (2020): AMERTA NUTRITION
Publisher : Universitas Airlangga, Kampus C, Mulyorejo, Surabaya-60115, East Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.632 KB) | DOI: 10.20473/amnt.v4i2.2020.123-131

Abstract

Background: Dementia is a multifactorial disease due to genetic and environmental influences. Lack of intake of vitamins B6, B12, folic acid and blood pressure are one of the environmental factors that cause dementia.Objective: To analyze the relationship between the adequacy of vitamins B6, B12, folic acid and blood pressure with dementia in the elderlyMethod: This research was a cross sectional study, which was carried out in Tulungagung Regency. The sampling technique was cluster random sampling and a sample size of 100 elderly from 7 elderly Posyandu in Tulungagung Regency, with independent variables such as adequacy of vitamin B6, B12, folic acid and blood pressure, while the dependent variable was dementia. Data were analyzed with chi square testResults: Respondents in this study were generally aged 60-74 years (70.0%), women (48.0%), were educated in elementary / junior high school (60.0%) and did not work (69.0%). Most respondents have insufficient vitamin B6, B12 and folic acid in the less category, with percentages of 57.0%, 54% and 64%, respectively. There was an association between the adequacy of vitamins B6, B12 and folic acid with dementia in the elderly (OR=2.302; 95% CI=1.011-5.241; p=0.045; OR=2.397; 95% CI=1.060-5.422; p=0.034; OR=2.516; 95% CI=1.015-6.238; p=0.043). Blood pressure is associated with dementia in the elderly (OR=3.000; 95% CI=1.288-6.988; p=0.010). The average consumption of vitamin B6, B12 and folic acid in the normal group was higher than the dementia group, with a difference of 0.16 ± 0.04 mg, 0.54 ± 0.05 mcg and 65.89 ± 4.95 respectively mcgConclusionABSTRAKLatar Belakang: Demensia merupakan penyakit multifaktorial karena pengaruh genetik dan lingkungan. Minimnya asupan vitamin B6, B12, asam folat dan tekanan darah menjadi salah satu faktor lingkungan yang menyebabkan demensia.Tujuan:  Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara kecukupan vitamin B6, B12, asam folat dan tekanan darah dengan demensia pada lanjut usiaMetode: Penelitian ini berupa penelitian cross sectional, yang dilakukan di Kabupaten Tulungagung. Teknik sampling dengan cluster random sampling dan besar sampel 100 lansia dari 7 posyandu lansia di Kabupaten Tulungagung, dengan variabel bebas berupa kecukupan vitamin B6, B12, asam folat dan tekanan darah, sedangkan variabel terikatnya adalah demensia. Data dianalisis dengan uji chi squareHasil: Responden penelitian ini umumnya berusia 60-74 tahun (70,0 %), wanita (48,0 %), berpendidikan terakhir SD/SMP (60,0 %) dan tidak bekerja (69,0 %). Kebanyakan responden memiliki kecukupan vitamin B6, B12 dan asam folat dalam kategori kurang, dengan persentase masing-masing  57,0 %, 54 % dan 64 %. Ditemukan hubungan antara kecukupan vitamin B6, B12 dan asam folat dengan demensia pada lanjut usia (OR=2,302, 95% CI=1,011-5,241, p=0,045; OR=2,397, 95% CI=1,060-5,422, p=0,034; OR=2,516,95% CI=1,015-6,238, p=0,043). Tekanan darah berhubungan dengan demensia pada lanjut usia (OR=3,000,95% CI=1,288-6,988,p=0,010). Rata-rata konsumsi vitamin B6, B12 dan asam folat kelompok normal lebih tinggi dibandingkan kelompok demensia, dengan selisih masing-masing sebesar 0,16±0,04 mg, 0,54±0,05 mcg dan 65,89 ±4,95 mcg.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kecukupan vitamin B6, B12, asam folat dan tekanan darah dengan demensia pada lanjut usia. 
Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Nawangan, Kabupaten Pacitan Melalui Penganekaragaman Olahan Daun Cincau Hitam (Mesona Palustris BL) Ardhea Mustika Sari; Sumani Sumani; Diffah Hanim; Supriyadi Supriyadi
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 2 (2019): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Mempersiapkan Masyarakat Menghadapi Era I
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.388 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v2i0.422

Abstract

Black cincau leaf (Mesona palustris BL) is one of the main commodities of Nawangan District, Pacitan Regency which has high fiber and antioxidant content. In general, the cincau leaves produced at Nawangan are only sold in the form of dried leaves so that their economic value is low. Processing of dried black grass jelly leaves into processed food products can increase its economic value. The problem faced by the Nawangan community in an effort to increase the economic value of cincau leaves is that the Nawangan people do not yet have the skills and knowledge regarding various forms of processed which have a higher selling value. Through the Community Empowerment Community Service program, efforts are made to diversify processed products of black cincau leaves in the form of pastry products (nastar and cookies). This program aims to improve the skills of the Nawangan community in processing black cincau leaves into several food products that have high selling value. This activity was carried out in three stages, namely socialization, implementation of training and monitoring. The outputs produced in this activity are processed products of black cincau leaves which are expected to be the superior products of the Nawangan District
HUBUNGAN FREKUENSI MAKAN DI LUAR RUMAH DAN JUMLAH UANG JAJAN DENGAN KEJADIAN GIZI LEBIH PADA MAHASISWI DI SURAKARTA Anis Prabowo; Diffah Hanim; Budiyanti Wiboworini
Jurnal Gizi Kesehatan Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi Pascasarjana Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Estimasi global WHO (2008) lebih dari 1,4 milyar orang usia 20 tahun atau lebih mengalami kelebihan berat badan. Terjadinya obesitas pada mahasiswa sering dihubungkan dengan perubahan gaya hidup dan pola makan. Hal ini seiring dengan perkembangan zaman yang menuntun mahasiswa lebih cenderung senang dengan makanan jajanan di luar rumah. Makanan jajanan dalam porsi besar sangat mudah dijumpai di restoran, tempat makan cepat saji, bioskop, mall, supermarket, maupun kantin kampus. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan frekuensi makan di luar rumah dan jumlah uang jajan dengan kejadian gizi lebih pada mahasiswi di Surakarta.Metode Penelitian : Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Populasinya semua mahasiswi STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta. Teknik sampling menggunakan consecutive sampling diperoleh sebanyak 55 mahasiswa. Data status gizi diperoleh dengan mengukur IMT, kebiasaan makan diukur dengan recal 24 jam, dan data status social ekonomi mahasiswi dengan menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan uji  bivariat menggunakan uji Chi Square dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 5%).Hasil : Frekuensi makan di luar rumah berhubungan nyata dengan kejadian gizi lebih pada mahasiswi (p= 0,025) dan memiliki nilai OR=3,5. Jumlah uang yang dikeluarkan untuk membeli makanan di luar rumah memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian gizi lebih pada mahasiswi di Surakarta (p = 0,001). Jenis makanan di luar rumah tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan kejadian gizi lebih pada mahasiswi (p= 0,412).Kesimpulan : Semakin sering frekuensi makan di luar rumah maka semakin besar risiko kejadian gizi lebih pada mahasiswi di Surakarta. Semakin banyak  jumah uang yang dikeluarkan untuk membeli makanan di luar rumah  maka semakin besar risiko kejadian gizi lebih pada mahasiswi di Surakarta. Kata Kunci : Makan di luar rumah, gizi lebih.
HUBUNGAN KURANG ENERGI KRONIK DAN ANEMIA PADA IBU HAMIL DENGAN STATUS GIZI BAYI USIA 6-12 BULAN DI KABUPATEN BOYOLALI (CORRELATION CHRONIC ENERGY DEFICIENCY AND ANEMIA DURING PREGNANCY WITH NUTRITIONAL STATUS OF INFANT 6 – 12 MONTHS IN BOYOLALI REGENCY) Yunilla Prabandari; Diffah Hanim; Risya Cilmiaty AR; Dono Indarto
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) Vol. 39 No. 1 (2016)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v39i1.5964.1-8

Abstract

ABSTRACTMalnutrition still becomes a problem in developing countries such as Indonesia. In Boyolali regency the prevalence of stunting and wasting of infants was 27,5 percent and 6,6 percent respectively. The aim of this study was to analyze the correlation between chronic energy deficiency and Anemia on pregnant mothers with the nutritional status of infants aged 6-12 months. Prospective cohort design was implemented in authorized administration of 6 Community Health Centers of Boyolali Regency. A number of 40 pregnant mothers who had record of chronic energy deficiency and Anemia during third trimester and have infants aged 6-12 months participated in the study. Statistic analyzed were performed using the Peason’s Correlation method. The study failed to show the relationship between chronic energy deficiency during pregnancy and z-score of weight for age (WAZ), height for age (HAZ) and weight for height (WHZ) of infants p>0.05 while anemic pregnant mother found a correlation with Z-score of weight for height (WHZ) of infants (p<0.05), but had not correlation with z-score of weight for age (WAZ), height for age (HAZ) (p>0.05) of infant 6-12 months. Thus, early improvement nutrition program for adolescence should be done to prevent malnutrition in pregnant mothers such as chronic energy deficiency and anemia.ABSTRAK Gangguan gizi masih merupakan masalah di negara berkembang termasuk Indonesia. Di Kabupaten Boyolali prevalensi balita pendek (stunting) sebesar 27,5 persen dan kurus (wasting) 6,6 persen. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan riwayat kurang energi kronik (KEK) dan anemia pada ibu hamil dengan status gizi bayi usia 6-12 bulan. Desain Penelitian adalah kohort prospektif di enam wilayah Puskesmas, di Kabupaten Boyolali. Partisipan terdiri dari 40 ibu yang memiliki riwayat KEK dan anemia pada kehamilan trimester III, memiliki bayi berusia 6-12 bulan. Analisis statistik menggunakan uji korelasi pearson. Pada penelitian ini tidak ditemukan hubungan riwayat KEK pada ibu hamil dengan status gizi bayi usia 6-12 bulan (Indeks BB/U, PB/U dan BB/PB) (p>0,05). Riwayat anemia pada ibu hamil berhubungan dengan status gizi bayi indeks BB/PB (p<0,05), akan tetapi tidak berhubungan dengan status gizi indeks BB/U dan PB/U (p>0,05). Perbaikan pencegahan kurang gizi dan anemia pada masa remaja atau calon pengantin diperlukan untuk mencegah terjadinya gizi kurang pada ibu hamil dan generasi selanjutnya.
RISIKO INISIASI MENYUSU DINI DAN PRAKTEK ASI EKSKLUSIF TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA ANAK 6-24 BULAN (EARLY BREASTFEEDING INITIATION AND EXCLUSIVE BREASTFEEDING AS RISK FACTORS OF STUNTING CHILDREN 6-24 MONTHS-OLD) M Rizal Permadi; Diffah Hanim; Kusnandar Kusnandar; Dono Indarto
Penelitian Gizi dan Makanan (The Journal of Nutrition and Food Research) Vol. 39 No. 1 (2016)
Publisher : Persagi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/pgm.v39i1.5965.9-14

Abstract

ABSTRACTSome of causes of stunting are the deferment of early breastfeeding initiation and the administration of the non-exclusive breastfeeding. The objective of this study was to elaborate relationship of early breastfeeding initiation and exclusive breastfeeding administration history to the stunting. This sudy used the observational analytical research method with the cross-sectional design. Its subjects were 33 stunting and 77 non-stunting children aged 6-24 months in Boyolali Regency. Data was analyzed by using the chi-square test and multiple logistic regression analysis. The stunting children who got the early breastfeeding initiation were 14, and those who did not get the early breastfeeding initiation were 19. The stunting children who got the exclusive breastfeeding were 4 and those who did not get the exclusive breastfeeding were 29. Early breastfeeding initiation and exclusive breastfeeding had a significant correlation with the stunting as indicated by the p-value <0.05. The children who did not get the early breastfeeding initiation have the possibility of 3.69 times higher to suffer from stunting than those who got the early breastfeeding initiation. In addition, the children who did not get the exclusive breastfeeding have the possibility of 9.5 times higher to suffer from stunting than those who got the exclusive breastfeeding. Therefore, nutrition education to the gestational mothers on the importance of exclusive breastfeeding administration is required.ABSTRAK Penyebab masalah stunting antara lain akibat dari penundaan inisiasi menyusu dini (IMD), dan pemberian air susu ibu (ASI) tidak eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan IMD dan ASI eksklusif dengan kejadian stunting. Penelitian observasional ini dilaksanakan di Boyolali dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Partisipan terdiri dari 33 anak stunting dan 77 anak tidak stunting berusia 6-24 bulan. Analisis data menggunakan uji chi-square dan regresi logistik berganda. Partisipan anak stunting yang mendapatkan IMD sebanyak 14 orang dan tidak mendapatkan IMD sebanyak 19 orang. Anak stunting yang mendapatkan ASI eksklusif sebanyak 4 orang dan yang tidak sebanyak 29 orang. Inisiasi menyusu dini dan ASI eksklusif memiliki hubungan yang bermakna dengan kejadian stunting (p<0,05). Anak yang tidak mendapatkan IMD memiliki kemungkinan 2,63 (1,02-6,82) kali lebih tinggi mengalami kejadian stunting, selain itu anak yang tidak mendapatkan ASI eksklusif memiliki risiko mengalami kejadian stunting 7,86 (2,43-25,4) kali lebih tinggi dibandingkan anak yang mendapatkan ASI eksklusif. Oleh karena itu, diperlukan edukasi gizi kepada ibu hamil mengenai pentingnya pemberian ASI eksklusif.
Pengaruh Jenis Permainan Kecil dan Permainan Tradisional Terhadap Penguasaan Ketrampilan Gerak Menurut Jenis Kelamin (Studi pada Anak kelas 4 dan 5 SDN Babadan, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun) Anita Kurniawati; Kiyatno Kiyatno; Diffah Hanim
Jurnal Gizi Kesehatan Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi Pascasarjana Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : penurunan keterampilan gerak pada anak SD kelas 4 dan 5 yang diakibatkan perubahan permainan kearah gaya hidup sedentary, yaitu permainan dengan komputer dan tablet yang banyak duduk tapi kurang gerak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jenis permainan kecil dan permainan tradisional terhadap keterampilan gerak berdasarkan jenis kelamin.Metode:  eksperimental dengan rancangan faktorial 2 x 2. Populasi adalah siswa SD Babadan kelas 4 dan 5 sebanyak 72 siswa. Sampel sebanyak 40 siswa yang diambil dengan teknik Purposive Rondom Sampling. Variabel bebas  adalah jenis permainan kecil dan permainan tradisionaal, Variabel artributif yaitu jenis kelamin, dan Variabel terikat (dependen) yaitu keterampilan gerak.Teknik pengumpulan data dengan melakukan permainan kecil dan permainan tradisional serta tes ketrampilan gerak yaitu  menggunaka Basic Motor Ability Test (BMAT). Perlakuan  selama 16 kali pertemuan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis Varians (ANAVA).Hasil : siswa yang mendapatkan jenis permainan kecil mempunyai peningkatan keterampilan gerak yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang mendapatkan jenis permainan tradisional. Siswa laki-laki memiliki peningkatan keterampilan gerak yang lebih baik dari dari pada siswa perempuan. Ada interaksi antara jenis kelamin dan keterampilan gerak.Kesimpulan : ada pengaruh antara jenis permainan kecil dan permainan tradisional terhadap peningkatan  keterampilan gerak (p = 0,000). Ada perbedaan pengaruh antara siswa laki-laki dan siswa perempuan terhadap peningkatan keterampilan gerak (p = 0,03). Ada interaksi antara jenis kelamin terhadap keterampilan gerak, siswa laki-laki lebih baik menggunakan permainan kecil dan siswa perempuan menggunakan permainan tradisional. Kata Kunci: Permainan Kecil, Permainan Tradisional, Ketrampilan Gerak
Pengaruh Pendidikan Anemia Gizi Audio Visual dan Leaflet terhadap Tingkat Pengetahuan dan Perilaku Mengkonsumsi Tablet Fe Serta Kadar Hemoglobin pada Remaja Putri Deddi Haryono; Diffah Hanim; Kusnandar Kusnandar
Jurnal Gizi Kesehatan Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi Pascasarjana Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang : Anemia gizi merupakan masalah gizi utama di dunia termasuk Indonesia, yang disebabkan karena kekurangan zat besi. Adanya prevalensi anemia pada remaja putri 22,7% menurut Kementerian Kesehatan RI (2013), remaja putri sebagai calon ibu hamil dan mengalami menstruasi setiap bulan serta pendidikan anemia gizi selama ini belum dilakukan secara terstruktur di lingkungan SLTA juga tidak mempunyai kebiasaan mengkonsumsi tablet Fe, maka perlu dilakukan pendidikan anemia gizi terkait pengetahuan dan perilaku mengkonsumsi tablet Fe serta pemeriksaan kadar Hemoglobin. Tujuan  penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pendidikan anemia gizi audio visual dan atau tanpa leaflet terhadap tingkat pengetahuan dan perilaku mengkonsumsi tablet Fe serta kadar hemoglobin pada remaja putri di Kota Madiun.Metode : eksperimen semu (quasi experiment) dengan pretest posttest group design. Variabel bebas yaitu Pendidikan Anemia Gizi Audio Visual serta Pendidikan Anemia Gizi Audio Visual dan leaflet. Variabel terikat yaitu Tingkat  Pengetahuan Tentang Anemia, Perilaku Mengkonsumsi Tablet Fe dan Asupan Gizi Remaja Putri. Uji statistik paired t-test untuk mengetahui perbedaan pengetahuan  dan perilaku serta kadar hemoglobin sebelum dan sesudah dilakukan intervensi pada kelompok media LCD dengan dan tanpa leaflet (pada kelompok perlakuan yang sama) dan uji independent t-test untuk mengetahui perbedaan pengaruh pendidikan dengan media LCD dan atau tanpa leaflet terhadap pengetahuan dan perilaku serta kadar hemoglobin (pada kedua kelompok perlakuan).Hasil Penelitian : 1). Terdapat pengaruh pendidikan anemia gizi audio visual tanpa leaflet terhadap tingkat pengetahuan (p = 0,000), perilaku minum tablet Fe (p = 0,012) dan asupan protein makanan (p = 0,001); 2). Terdapat pengaruh pendidikan anemia gizi audio visual dengan leaflet terhadap tingkat pengetahuan (p = 0,000), perilaku minum tablet Fe (p = 0,010) dan asupan protein (p = 0,008) serta asupan Fe (p = 0,006); 3). Terdapat perbedaan tingkat pengetahuan (p = 0,005) responden pada pendidikan anemia gizi audio visual tanpa leaflet dibandingkan dengan menggunakan leaflet.Kesimpulan : Terdapat pengaruh pendidikan anemia gizi audio visual tanpa atau dengan leaflet dalam meningkatkan pengetahuan anemia gizi pada remaja putri, perilaku minum tablet Fe dan asupan protein. Terdapat perbedaan tingkat pengetahuan responden pada pendidikan anemia gizi audio visual dibandingkan dengan pada pendidikan anemia gizi audio visual dengan leaflet. Kata kunci : pendidikan anemia gizi audio visual, tingkat pengetahuan, perilaku minum tablet Fe, asupan protein, asupan Fe dan kadar hemoglobin
Pengaruh Suplementasi Besi Terhadap Profil Darah dan Skor Tes Potensi Akademik Pada Mahasiswa AKPER Dharma Husada Kediri Erna Susilowati; Diffah Hanim; Tonang Dwi Ardiyanto
Jurnal Gizi Kesehatan Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi Pascasarjana Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi anemia di Indonesia masih tinggi dan perlu penanggulangan khusus dengan intervensi yang tepat. Kadar besi bagi remaja putri sangat dipengaruhi oleh jumlah konsumsinya melalui makanan, bagian yang diserap melalui saluran pencernaan, cadangan zat besi dalam jaringan, ekskresi dan kekebalan tubuh. TujuanPenelitian ini  untuk mengetahui pengaruh suplementasi besi terhadap profil darah dan skor tes potensi akademik mahasiswi AKPER Dharma Husada KediriMetode:Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan rancangan Randomized Control Trial pada populasi mahasiswi AKPER Dharma Husada Kediri. Subjek diambil secara simple random sampling sebanyak 40 mahasiswi dan dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 20 mahasiswi pada kelompok perlakuan A di beri suplementasi 1 tablet zat besi setiap haridan 20 mahasiswi pada kelompok perlakuan B diberi suplementasi 1tablet zat besi setiap minggu selama 6 minggu. Data anemia mahasiswa diperoleh dengan pengambilan sampel darah dan diperiksa profil darahnya di laboratorium Sam Husada Kediri. Data skor potensi akademik diperoleh dari tespotensi akademik BAPPENAS. Data asupan gizi diperoleh dari data food recall 24 jam dan diolah menggunakan nutria survei .Analisis data menggunakan uji paired t tes untuk mengetahui perubahan profil darah pada masing – masing kelompok, independen t test untuk mengetahui perbedaan profil darah antar kelompok dan uji Mann Whitney U test untuk mengetahui perbedaan skor TPA antar  kelompok dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 5%)Hasil:Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prevalensi anemia pada mahasiswi AKPER Dharma Husada Kediri sebesar 44,3%. Suplementasi besi dapat meningkatkan kadar profil darah kedua kelompok (p Hb = 0,000, p eritrosit = 0,000, p MCV = 0,000, p MCH = 0,013 dan p MCHC = 0,003) dan tidak ada perbedaan yang signifikan pada kadar profil darah antar kedua kelompok (p Hb= 0,661, p eritrosit = 0,250, p MCV = 0,413, p MCH = 0,76dan p MCHC = 0,5935). Pemberian suplementasizat besi 1 tablet setiap hari secara signifikan berpengaruh terhadap skor TPA (p = 0,037) sedangkan pemberian suplementasi zat besi 1 tablet setiap minggu tidak berpengaruh terhadap skor TPA (p = 0,075)Kesimpulan:.Pengaruh suplementasi besi terhadap profil darah mahasiswi yang berumur 18 – 20 tahun secara statistic tidak bermakna, sedangkan terhadap skor TPA secara statistic signifikan (p= 0,037). Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk memperjelas faktor yang dapat mempengaruhi suplementasi zat besi dalam pencegahan anemia di AKPER Dharma Husada KediriKata Kunci: Anemia, Suplementasi Besi, Mahasiswi, Profil darah,SkorTes Potensi Akademik
Perbedaan Pengaruh Pelajaran Gizi Menggunakan Media Animasi Dan Ceramah Terhadap Pengetahuan Gizi, Sikap Dan Perilaku Konsumsi Buah Dan Sayur Pada Anak Sekolah Dasar Enggar Anggraeni; Didik Gunawan Tamtomo; Diffah Hanim
Jurnal Gizi Kesehatan Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi Pascasarjana Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Konsumsi buah dan sayuran yang cukup merupakan salah satu indikator gizi seimbang. Anak SD memiliki persepsi yang positif terhadap buah  dan sayuran tetapi perilaku makan anak SD masih belum memenuhi angka kecukupan gizi (AKG) atau sebatas sebagai pelengkap saja. Pelajaran gizi merupakan salah satu cara untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku konsumsi buah dan sayur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pengaruh  pelajaran gizi menggunakan media animasi dan ceramah terhadap pengetahuan gizi, sikap dan perilaku konsumsi buah dan sayur pada anak sekolah dasar.Metode: Jenis penelitian ini adalah quasi experimental dengan menggunakan rancangan pre-experimental (pre-post test with control group design). Subjek penelitian adalah   anak kelas III yang terdaftar di 4  sekolah  dasar negeri yang terakreditasi A  di kecamatan  Kota Kediri, Jawa Timur. Subjek diambil secara cluster random sampling sebanyak 92 anak. Tehnik pengumpulan data dengan wawancara langsung dan pengisian kuesioner pengetahuan gizi, sikap dan perilaku konsumsi sayur dan buah pada anak SD. Data dianalisis dengan analisis uji t-independent  dengan  tingkat  kepercayaan  95% (α=0,05), dan diolah dengan SPSS 17,0 for Windows.Hasil: Penelitian ini menunjukkan sampel perempuan sebanyak 51 anak (55,44%) dan laki-laki 41 anak (44,66%). Terdapat perbedaan pengaruh sebelum pelajaran gizi menggunakan media animasi  dan ceramah terhadap pengetahuan gizi pada anak sekolah dasar secara signifikan (p=0,000), tidak terdapat perbedaan pengaruh setelah pelajaran gizi menggunakan animasi dan ceramah terhadap pengetahuan gizi pada anak sekolah dasar secara signifikan (p=0,397). Tidak terdapat perbedaan pengaruh pelajaran gizi yang signifikan menggunakan media animasi dan ceramah terhadap sikap gizi pada anak sekolah dasar secara signifikan (p=0,160) begitu juga setelah pemberian pelajaran gizi (0,689). Terdapat perbedaan pengaruh sebelum pelajaran gizi yang signifikan menggunakan media animasi dan ceramah terhadap perilaku konsumsi buah dan sayur pada anak sekolah dasar (p=0,029) begitu pula sesudah pemberian pelajaran gizi (0,046).Simpulan: Terdapat perbedaan yang bermakna terhadap pengetahuan  gizi dan sikap anak setelah intervensi menggunakan media animasi tetapi tidak terhadap perilaku konsumsi buah dan sayur pada anak. Kata Kunci: Media animasi, Pengetahuan Gizi, Sikap, Perilaku buah dan sayur