Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Intelektualita

URGENSI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM ISLAM Basidin Mizal
Intelektualita Vol 6, No 01 (2017): Jurnal Intelektualita
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam rangka membina dan mengembangkan seluruh potensi baik jasmani maupun rohani, dapat dilakukan melalui Pendidikan. Dengan proses Pendidikan, manusia mampu membentuk kepribadiannya.Untuk itu perlu diciptakan suasana kondusif agar terbentuk interaksi proses belajar mengajar yang mampu menyentuh dan menghubungkan seluruh aspek peserta didik. Ketersentuhan seluruh aspek anak didik akan mempermudah terangsangnya reaksi dan perhatian serta keinginan peserta didik untuk melaksanakan proses belajar mengajar. Formulasi secara integral dan harmonis dalam setiap interaksi Pendidikan islam menawarkan tiga konsep pendekatan, yaitu al-basyar, al-insan, dan al-nas. Dengan konsep ini akan dapat menumbuhkan minat peserta didik untuk mengembangkan seluruh potensi yang dimilikinya. Guna mewujudkanhal yang demikian itu diperlukan adanya norma akhlak dan aturan nilai moral yang disepakati bersama dan dijadikan sebagai acuan yang dapat membantu merumuskan tujuan Pendidikan, yaitu membentuk manusia agar memiliki akhlak mulia yang ditandai oleh adanya integritas kepribadian yang utuh, satu hati, ucapan dan perbuatan, memiliki tanggung jawab terhadap dirinya, masyarakat dan bangsanya.
KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM PEMBENTUKAN TEAMWORK PEMBELAJARAN DI MAS RUHUL ISLAM ANAK BANGSA, ACEH BESAR Basidin Mizal; Refereni Dewi
Intelektualita Vol 10, No 02 (2021): Jurnal Intelektualita
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepala madrasah memainkan peran yang sangat penting dalam memastikan keberlangsungan pembelajaran pada sebuah institusi pendidikan. Pada institusi pendidikan Islam, seperti madrasah, nilai kepemimpinan dari kepala madrasah diharapkan mampu meningkatkan proses dan hasil pembelajaran. Dalam merealisasikan visi dan misi madrasah, kepala madrasah harus bekerja sama dengan peran atau sosok lainnya, seperti wakil madrasah bagian kurikulum, guru dan tenaga pengajaran ke dalam sebuah kelompok (team) yang suportif. Bentuk kerjasama ini disebut sebagai teamwork. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu strategi dan langkah-langkah yang diambil oleh kepada madrasah di MAS Ruhul Islam Anak Bangsa (RIAB), Aceh Besar dalam membentuk teamwork pembelajaran untuk menjamin proses pembelajaran yang efektif. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan analisis deskriptif. Penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi dalam mengumpulkan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepala MAS RIAB menerapkan beberapa strategi dalam membentuk teamwork pembelajaran, diantaranya: 1) menentukan pemilihan guru yang sesuai dengan latar belakang pendidikan; 2) menjadi penilai dan negosiator yang baik; 3) berperan sebagai penghubung dan pemecah masalah; 4) melakukan komunikasi langsung dengan kolega.
PENDIDIKAN PEMBEBASAN (Memahami Pemikiran Paulo Friere dari Perspektif Islam) Basidin Mizal
Intelektualita Vol 7, No 01 (2018): Jurnal Intelektualita
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Paulo freire ia menjadikan pendidikan sebagai alat atau sarana untuk membebaskan masyarakat dari kepentingan kelompok elit yang menginginkan masyarakat menjadikan objek kepentingannya sehingga terjadi ke senjangan antara kaum elit dan masyarakat pada ilmunya. Dari segi program pemikiran pendidikan Paulo Freire cenderung tidak memilikiagenda atau kurikulum yang harus dicapai. Berbagai hal yang dipelajari tampaknya diserahkan sepenuhnya kepada masyarakat. Sehingga boleh jadi tidak tercapai target kompetensi utama. Di lihat dari sitem yang diterapkan pendidikan bersifat kritis, kesadaran, pemahaman yang mendalam dan bukan bersifat reflektif. Selalu mengedepankan dialog inimenempatkan seseorang dalam posisi yang sejajar tidak menguasai, tidak saling memojok, dan tidak saling merendahkan, setiap orang mempunyai hak yang sama untuk mengemukakan pendapat yang harus di hargai dan di hormati. Inilah mungkin kesamaannya dengan pendidikan Islam yang lebih mengutamakan nilai-nilai akhlak dalam semua diri kesiatanya.
PENGELOLAAN PROGRAM INSERVICE TRAINING DALAM PENGEMBANGAN KEARSIPAN DI SMAN10 FAJAR HARAPAN BANDA ACEH Nadia Archika; Basidin Mizal; Cut Nya Dhin
Intelektualita Vol 9, No 01 (2019): Jurnal Intelektualita
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pengelolaan arsip tidak jarang kita lihat bahwa arsip masih dibiarkan begitu saja di suatu ruangan tanpa ada penanganan khusus. Berdasarkan observasi di lapangan, menunjukkan bahwa kemampuan sumber daya manusia dalam pengelolaan arsip secara manajemen masih lemah. Maka dari itu perlu inservice training untuk mengembangkan kemampuan tenaga kependidikan yang professional yang mampu mengelola dengan baik dan benar mengenai arsip-arsip penting sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan program inservice training dalam pengembangan kearsipan di SMAN 10 Fajar Harapan Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan observasi dan wawancara sebagai teknik pengumpulan data. Subjek dalam penelitian ini adalah Kepala Tata Usaha. Hasil penelitian bahwa pengelolaan program inservice training di SMAN 10 Fajar Harapan Banda Aceh dalam mengembangkan kearsipan memiliki: pertama, tahapan pelaksanaan insrvice training yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan (Actuating) dan evaluasi (controlling). kedua, bentuk pengembangan yang digunakan yaitu secara langsung atau informal. Dengan adanya inservice training terhadap pengembangan kearsipan yaitu dapat meningkatkan kualitas dan pemahaman tenaga kependidikan yang berdampak pada peserta didik dan mutu sekolah.
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM PENINGKATKAN PROFESIONAL GURU DI SMA NEGERI 2 SIMEULUE TENGAH Basidin Mizal; Yuli Triwia Hidayani
Intelektualita Vol 10, No 01 (2021): Jurnal Intelektualita
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepemimpinan merupakan faktor kunci dalam usaha peningkatan profesional Guru dalam berbagai hal, profesional perlu di tingkatkan karna melihat perkembangan ilmu pengetahuan dan tehnologi, untuk menjawab tantangan pengetahuan dan tehnologi guru perlu ditingkatkan profesionalnya agar mampu melaksanakan tugas dengan baik. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk memberikan kontribusi kepada kepala sekolah dalam peningkatan profesional guru, namun permasalahan yang di hadapi oleh kepemimpinan kepala sekolah yaitu masih lemahnya tingkat kesadaran guru dalam peningkatan profesionalnya sehingga secara manajemen perlu ada perbaikan-perbaikan baik program kegiatan pembelajaran, media pembelajaran, dan lingkungan. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif. Sabjek dalam penelitian ini kepala sekolah, wakil kurikulum, dan guru.  Tehnik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tehnik observasi, wawancara dan dokumentasi. Data tersebut di analisis melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah dalam peningkatan profesional guru yaitu dengan menerapkan peraturan yang menyangkut kedisiplinan serta dengan memberikan peluang kepada guru-guru untuk mengikuti diklat dan platihan-platihan yang menyangkut dengan pembelajaran dan juga memberikan arahan atau solusi-solusi terhadap keefektifan dalam proses belajar mengajar baik secara personal maupun kelompok sehingga di harapkan dapat meningkatkan profesional guru.