Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

KAJIAN REVITALISASI DAN PEMBANGUNAN PASAR TUMBIHE TERHADAP PENGELOLAAN DAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP Olii, Muhammad Ramdhan; Pakaya, Ririn; Olii, Aleks; Putra Olii, Muh. Yasin Umsini
Insan Cita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2021): Agustus 2021 - Insan Cita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.572 KB) | DOI: 10.32662/insancita.v3i2.1456

Abstract

ABSTRAKRevitalisasi dan pembangunan Pasar Tumbihe akan dilaksanakan pada Tahun 2020 dan tertunda hingga tahun 2021 akibat dari bencana wabah COVID 19. Oleh karena itu, sebelum melaksanakan revitalisasi diperlukan kajian Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL) sebagai salah satu syarat pembangunan suatu proyek. Kajian ini merupakan kajian mengenai identifikasi dampak dampak dari suatu rencana usaha dan/atau kegiatan yang tidak wajib dilengkapi dengan AMDAL disusun berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.26/MENLHK/SETJEN/KUM.1/7/2018 Tentang Pedoman Penyusunan dan Penilaian Serta Pemeriksaan Dokumen Lingkungan Hidup Dalam Pelaksanaan Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik. Upaya Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UPL). Hasil yang diperoleh berupa upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang wajib dilaksanakan pada tahap pra kontruksi, tahap kontruksi dan tahan pasca konstruksi oleh pemrakarsa terhadap dampak-dampak yang kemungkinan dan akan terjadi disebabkan oleh revitalisasi dan pembangunan pasar. Rencana selanjutnya adalah melakukan evaluasi terkait upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang telah atau belum dilakukan terhadap dampak yang terjadi di Pasar Tumbihe. Kata kunci: UKL, UPL, Pasar Tumbihe 
ANALISIS KARAKTERISTIK BETON MENGGUNAKAN TEMPURUNG KELAPA PENGGANTI SEBAGIAN AGREGAT KASAR DENGAN MUTU FC 20 MPA Nento, Sartan; Abdullah, Julius Tri Octavian R.; Doda, Nurhayati; Olii, Muh. Ramdhan; Djau, Rahman A
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 10 No. 2 (2022): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Analisis Karakteristik Beton Menggunakan Tempurung Kelapa Pengganti Sebagian Agregat Kasar Dengan Mutu Fc 20 MPA. Teknologi bahan serta teknik-teknik pelaksanaan yang diperoleh dari hasil penelitian dan percobaan dimaksudkan untuk menjawab tuntutan yang semakin tinggi terhadap pemakaian beton serta mengatasi kendala-kendala yang sering terjadi pada pengerjaan di lapangan. Peningkatan mutu beton dapat dilakukan dengan memberikan bahan ganti atau bahan tambah, Salah satu bahan alternatif yang dapat digunakan sebagai bahan pengganti yaitu pecahan tempurung kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik, nilai kuat tekan beton pada umur 28 hari yang telah menggunakan pecahan tempurung kelapa pengganti sebagian agregat kasar pada kadar 3%, 5.5%, 7.5%, 9.5% dan 11.5%. Pengumpulan data dilakukan dengan uji Laboratorium berdasarkan SNI 2012. Analisis data dilakukan dengan menghitung rata-rata hasil pengujian kemudian dibandingkan dengan SNI-7656 2012. Dari hasil penelitian pada kadar 3% tempurung kelapa didapatkan nilai kuat tekan 20.66 MPA di bandingkan dengan kuat tekan beton normal rencana menurut SNI 7656: 2012 yaitu 20 MPA mengalami kenaikan sebesar 3.3%. Jadi dengan menggunakan Pecahan tempurung kelapa sebagai bahan pengganti sebagian agregat kasar pada campuran beton dapat menghasilkan nilai kuat tekan beton lebih tinggi daripada kuat tekan yang direncanakan. Kata kunci :Tempurung Kelapa; Agregat Kasar; Beton Abstract: Analysis of Concrete Characteristics Using Coconut Shell as Partial Substitute for Coarse Aggregate with Fc Quality 20 MPA. Material technology and implementation techniques obtained from the results of research and experiments are intended to answer the increasingly high demands on the use of concrete and overcome obstacles that often occur in field work. Improving the quality of concrete can be done by providing substitute materials or added materials. One alternative material that can be used as a substitute is coconut shell fragments. This study was conducted to determine the characteristics of the compressive strength of concrete at the age of 28 days using coconut shell fraction as a partial replacement for coarse aggregate at levels of 3%, 5.5%, 7.5%, 9.5% and 11.5%. Data collection was carried out by laboratory tests based on SNI 2012. Data analysis was carried out by calculating the average test results and then compared with SNI-7656 2012. From the results of the study at the level of 3% coconut shell, the compressive strength value of 20.66 MPA was compared with the compressive strength of normal concrete. The plan according to SNI 7656: 2012 which is 20 MPA increased by 3.3%. Therefore, by using coconut shell fragments as a partial substitute for coarse aggregate in the concrete mixture, it can produce a higher compressive strength value of concrete than the planned compressive strength. Keywords: coconut shell; Coarse Aggregate; Concrete
PERENCANAAN GEDUNG RAWAT INAP RS MM DUNDA MENGUNAKAN SOFTWARE SAP 2000 Nento, Sartan; Otto, Abdul Rajab; Olii, Muh Ramdhan; Olii, Aleks; Doda, Nurhayati
RADIAL : Jurnal Peradaban Sains, Rekayasa dan Teknologi Vol. 11 No. 2 (2023): RADIAL: JuRnal PerADaban SaIns RekAyasan dan TeknoLogi
Publisher : Universitas Bina Taruna Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37971/radial.v11i2.413

Abstract

This research aims to analyze the structural analysis of a building using software Since computerization is used to complete every building plan or design, the development of technology and information, especially computerization in the world of construction, cannot be separated anymore and is not a new phenomenon. The decision to use a computer to complete construction plans was based on the fact that computers have the advantage of not only being able to finish quickly but also having accuracy, effectiveness, and ease of use (Dwi Deshariyanto, Anita Intan Nura Diana 2021). The following findings have been achieved based on the final results of the development of this final report. using the SAP 2000 version 22 program to calculate reinforcement in columns, beams, and floor slabs, Using earthquake response spectrum design analysis, earthquake load calculations refer to SNI 1726: 2019 (Procedures for Planning Earthquake Resistance for Buildings and Non-Buildings), The design of this building is based on the type of reinforced concrete structure and the Unique Moment Resisting Frame System (SRPMK). The floor difference is in accordance with the relevant SNI criteria
Integrating Machine Learning With Geographic Information Systems and Remote Sensing for Erosion Risk Mapping in The Tamalate Watershed Olii, Muhammad Ramdhan; Nento, Sartan; Pakaya, Ririn; Isnaen Muhidin, Moh.; Anshari, Erwin
Jurnal Teknik Sumber Daya Air Vol. 5 No. 2 (Desember 2025)
Publisher : Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56860/jtsda.v5i2.157

Abstract

Soil erosion poses a significant threat to environmental sustainability, particularly in regions with complex topographic and hydrological characteristics. Accurate erosion risk mapping is essential for effective land management and mitigation strategies. This study aims to evaluate the performance of five machine learning models—Random Forest (RF), Gradient Boosting Tree (GBT), Decision Tree (DT), Generalized Linear Model (GLM), and Support Vector Machine (SVM)—in predicting erosion risk using remote sensing-derived indices. Eight environmental variables, including topographic, hydrological, and vegetation indicators, were analyzed after confirming no harmful multicollinearity (VIF < 3). Model performance was assessed using metrics such as accuracy, AUC, precision, recall, and F-measure. Results show that RF achieved the highest predictive accuracy (0.727) and AUC (0.772), with topographic wetness index (TWI) and normalized difference moisture index (NDMI) being the most influential variables. Conversely, DT tended to overestimate high-risk areas due to overfitting, while SVM and GBT provided more balanced classifications. The spatial classification outcomes revealed that model structure significantly impacts risk distribution, with ensemble models offering more reliable results. Although recall and sensitivity were high across models, specificity was generally low, particularly in GLM and DT, indicating difficulty in detecting non-risk areas. The study highlights the importance of selecting appropriate machine learning approaches and integrating diverse environmental indicators. Future research should address class imbalance and incorporate additional biophysical and socio-economic variables to enhance model robustness and policy relevance.
Machine Learning Approaches to Soil Erosion Risk Mapping: A Comparison between Logistic Regression and Fast Large Margin Olii, Muhammad Ramdhan; Mokarram, Marzieh; Anshari, Erwin; Olii, Rizky Selly Nazarina; Pakaya, Ririn
Journal of the Civil Engineering Forum Vol. 12 No. 2 (May 2026)
Publisher : Department of Civil and Environmental Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jcef.24796

Abstract

Soil erosion is a critical environmental issue that accelerates land degradation, reduces agricultural productivity, and increases sedimentation in water bodies. Despite its importance, spatial prediction of erosion risk remains a challenge due to the complex interaction of topographic and vegetation-related factors. Previous studies have often overlooked the integration of topographic and remote sensing indices into advanced predictive models, thereby limiting the accuracy of erosion risk mapping. This study aims to evaluate the spatial distribution of soil erosion risk in the Tamalate Watershed, Gorontalo Province, Indonesia, by integrating topographic and remote sensing conditioning factors into Logistic Regression (LR) and Fast Large Margin (FLM) models. Eight conditioning factors—Normalized Difference Moisture Index (NDMI), Terrain Ruggedness Index (TRI), Stream Power Index (STI), Soil Adjusted Vegetation Index (SAVI), Normalized Difference Tillage Index (NDTI), Topographic Wetness Index (TWI), Sediment Power Index (SPI), and Vegetation Condition Index (VCI)—were analyzed using multicollinearity diagnostics and weighted scoring to quantify their relative importance. The results revealed that NDMI (0.253 in LR; 0.258 in FLM) and TRI (0.193 in LR; 0.244 in FLM) were the most influential factors controlling erosion risk, followed by STI (0.186 in LR; 0.166 in FLM). Spatially, both models classified most of the watershed into moderate risk (44.26% in LR; 48.31% in FLM) and high risk (26.09% in LR; 22.35% in FLM) categories, while very high-risk areas were minimal (<0.2%), yet critically important for soil conservation. The findings confirm that integrating topographic and remote sensing indices enhances the precision of erosion risk assessment. This research contributes theoretically and practically by demonstrating the robustness of the FLM approach in soil erosion risk modeling and by providing spatial evidence to support land management and conservation strategies in tropical watershed environments.
ANALISIS PERENCANAAN TEBAL PERKERASAN JALAN PADA RUAS JALAN PINONTOYONGA MENGGUNAKAN METODE MANUAL DESAIN PERKERASAN (MDP), METODE ANALISIS KOMPONEN (MAK), DAN AASHTO 1993 Syahril Panigoro; Ilyas Ichsan; Muhammad Ramdhan Olii
SIPILART (Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur) Vol. 1 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Indiepress

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lapis perkerasan lentur jalan terbagi atas lapis permukaan  (Surface Course). lapis pondasi atas (Base Cource). lapis pondasi bawah (Subbase Cource) dan tanah dasar (Subgrade). Faktor utama yang mempengaruhi tebal lapis perkerasan tersebut adalah beban lalu lintas (LHR). kondisi lingkungan dan karakteristis material (Dinata et al.. 2017). Perencanaan perkerasan jalan dikatakan baik apabila konstruksi tersebut memberikan bebrapa sifat yaitu kuat. nyaman dan bernilai ekonomis (Nuryati. 2015). Konstruksi perkerassan harus mampu mendukung beban lalu lintas serta ketahanannya terhadap kondisi lingkungannya. Dengann latar belakang  maka penulis mengangkat judul Analisis Perencanaan tebal perkerasan jalan menggunakan metode Manual desain Perkerasa (MDP). Metode Analisis Komponen (MAK) dan AASHTO pada ruas jalan Pinontoyonga. Desa Pinontoyonga. Kec. Atinggola. Berdasarkan Hasil Analisis menggunakan Metode Manual Desain Perkerasan (MDP) Didapatkan tebal perkerasan sebesar 210 mm dimana, tebal AC BC sebesar 60 mm dan tebal AC WC sebesar 40 mm. Berdasarkan Hasil Analisis menggunakan Metode Analisa Komponen Didapat Tebal Perkerasan 42 cm dengan rincian lapisan permukaan (surface course) digunakan Laston MS 340 kg dengan tebal 5 cm, lapisan pondasi atas (base course) digunakan Batu Pecah Kelas C dengan tebal 20cm, lapisan pondasi bawah (subbase course) digunakan Sirtu Kelas C dengan tebal 17 cm. Berdasarkan Hasil Analisis Menggunakan Metode AASHTO 1993 Didapatkan hasil tebal perkerasan Sebesar sebesar 25 cm dengan rincian, lapisan permukaan (surface course) digunakan lapis permukaan beton aspal dengan tebal 4 cm, lapisan pondasi atas (base course) digunakan lapis pondasi granular dengan tebal 6 cm, lapisan  pondasi  bawah  (subbase  course)  digunakan  lapis  pondasi  bawah  granular dengan tebal 15 cm.
Pengaruh Penambahan Abu Tongkol Jagung Terhadap Sifat Fisik dan Kuat Tekan Bata Ringan Juhra Winata; Muhammad Ramdhan Olii; Rahman Abdul Djau
SIPILART (Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur) Vol. 1 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Indiepress

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan abu tongkol jagung terhadap sifat fisik dan kuat tekan bata ringan, serta persentase optimal penambahannya. Pengumpulan data dilakukan dengan metode pengamatan dengan acuan yang digunakan adalah SNI 8640-2018.pengujian dilaksanakan pada umur 28 hari. Variasi benda uji terdiri dari variasi normal dan variasi penambahan abu tongkol jagung 5%, 10%, dan 15%. Hasil pengujian bata ringan variasi normal dengan berat isi kering sebesar 592,00 kg/m3, penyerapan air sebesar 15,02% dan kuat tekan sebesar 2,06 Mpa. Bata ringan variasi penambahan abu tongkol jagung 5%, 10% dan 15% dengan berat isi kering sebesar 553,48 kg/m3, 538,07 kg/m3 dan 504,30 kg/m3; penyerapan air sebesar 16,06%, 16,52% dan 16,64%; kuat tekan sebesar 1,95 Mpa, 1,70 Mpa dan 1,74 Mpa. Persentase optimal didapatkan pada variasi penambahan abu tongkol jagung sebesar 5% dengan hasil pengujian berat isi kering sebesar 553,48 kg/m3, penyerapan air sebesar 16,06% dan kuat tekan sebesar 1,95 Mpa. Hal ini menunjukan bahwa semakin banyak penambahan abu tongkol jagung maka kinerja bata ringan semakin berkurang.
PENGARUH SUBSTITUSI SEMEN MENGGUNAKAN ABU BONGGOL JAGUNG DAN ADMIXTURE SIKA VISCOCRETE 3115 N TERHADAP KUAT TEKAN BETON Islamuddin ismul; Ilyas Ichsan; Muhammad Ramdhan Olii
SIPILART (Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur) Vol. 1 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Indiepress

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penambahan abu bonggol jagung diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap beton. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai kuat tekan beton akibat substitusi abu bonggol jagung terhadap sebagian semen ditambah admixture Sika Viscocrete 3115 N dan menganalisa persentase optimalnya. Penelitian ini menggunakan data kuantitatif melalui metode observasi, dimana peneliti terlibat langsung di laboratorium. Acuan yang digunakan adalah SNI 7656:2012. Benda uji beton yang digunakan berbentuk kubus dengan 5 sampel setiap variasinya. Variasi benda uji adalah variasi beton normal (tanpa substitusi abu bonggol jagung dan penambahan admixture Sika Viscocrete 3115 N) dan variasi 5%, 10% dan 15% ditambah admixture Sika Viscocrete 3115 N sebesar 0,5% dengan kuat tekan rencana 20,75 MPa. Pengujian kuat tekan beton dilaksanakan pada umur 28 hari. Dari pengujian kuat tekan beton, didapatkan hasil kuat tekan karakteristik pada variasi beton normal sebesar 20,83 MPa. Sementara untuk variasi 5%, 10% dan 15% kuat tekan karakteristik yang didapat sebesar 21,08 MPa, 17,35 MPa dan 15,39 MPa. Persentase optimal ditunjukkan pada variasi 5% dengan hasil kuat tekan karakteristik sebesar 21,08 MPa. Hal ini menunjukkan substitusi abu bonggol jagung dan penambahan admixture Sika Viscocrete 3115 N 0,5% tidak boleh lebih dari 5%.
Pemanfaatan Abu Ampas Tebu Sebagai Subtitusi Parsial Semen Pada Pembuatan Beton Michael Rorimpandey; Muhammad Ramdhan Olii; Ilyas Ichsan
SIPILART (Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur) Vol. 1 No. 1 (2025): Maret 2025
Publisher : Indiepress

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tebu dalam pemanfaatannya diambil sari-sarinya untuk dijadikan gula. Namun, faktanya hanya 10 % dari berat isi tebu yang bisa terekstraksi, sisanya sebesar 90% limbahnya beberapa hanya digunakan sebagai pakan ternak, pupuk organik, dan bahan pembuatan tisu. AAT (Abu Ampas Tebu) yang memiliki kandungan silikat sebesar 68,5% mempunyai potensi untuk menjadi pengganti parsial untuk bahan material konstruksi yaitu semen. Pemeriksaan karakteristik agregat yang dilakukan dalam penelitian ini mengacu pada SNI 7656:2012. Didalam penelitian ini penulis mencoba menggunakan metode SNI 7656-2012 dalam perencanaan campuran beton. Pengujian nilai slump dilakukan mengikuti standar SNI 7656-2012. Pengujian kuat tekan beton dilakukan mengikuti standar SNI 7656-2012. Experiment ini dilaksanakan di Laboratorium Terpadu Universitas Gorontalo. Penelitian ini menggunakan abu ampas tebu dari PT. PG. Gorontalo Unit Tolangohula yang berlokasi di Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Gorontalo. Dari hasil pengujian kuat tekan beton normal didapatkan nilai kuat tekan rata-rata sebesar 21,57 Mpa dan nilai kuat tekan karakteristik sebesar 20,20 Mpa. Hasil Pengujian pada variasi pertama meningkat menjadi rata-rata 21,57 Mpa, dengan perbandingan 10% abu ampas tebu terhadap 90% semen. Rata-rata kuat tekan variasi 15% abu ampas tebu dan 85% semen adalah 22,64 Mpa. Variasi kedua ini merupakan variasi dengan nilai kuat tekan tertinggi. Variasi ketiga, ketika persentase abu ampas tebu 20% sedangkan semen 80%, nilai kuat tekan rata-rata yang dimiliki 20,85 Mpa
Pengaruh Penambahan Abu Tongkol Jagung Terhadap Sifat Fisik Dan Kuat Tekan Bata Ringan Juhra Winata; Muhammad Ramdhan Olii; Rahman Abdul Djau
SIPILART (Jurnal Teknik Sipil dan Arsitektur) Vol. 2 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Indiepress

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66865/nc2rr229

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan abu tongkol jagung terhadap sifat fisik dan kuat tekan bata ringan, serta persentase optimal penambahannya. Pengumpulan data dilakukan dengan metode pengamatan dengan acuan yang digunakan adalah SNI 8640-2018.pengujian dilaksanakan pada umur 28 hari. Variasi benda uji terdiri dari variasi normal dan variasi penambahan abu tongkol jagung 5%, 10%, dan 15%. Hasil pengujian bata ringan variasi normal dengan berat isi kering sebesar 592,00 kg/m3, penyerapan air sebesar 15,02% dan kuat tekan sebesar 2,06 Mpa. Bata ringan variasi penambahan abu tongkol jagung 5%, 10% dan 15% dengan berat isi kering sebesar 553,48 kg/m3, 538,07 kg/m3 dan 504,30 kg/m3; penyerapan air sebesar 16,06%, 16,52% dan 16,64%; kuat tekan sebesar 1,95 Mpa, 1,70 Mpa dan 1,74 Mpa. Persentase optimal didapatkan pada variasi penambahan abu tongkol jagung sebesar 5% dengan hasil pengujian berat isi kering sebesar 553,48 kg/m3, penyerapan air sebesar 16,06% dan kuat tekan sebesar 1,95 Mpa. Hal ini menunjukan bahwa semakin banyak penambahan abu tongkol jagung maka kinerja bata ringan semakin berkurang.