Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

KOMPARASI TEBAL PERKERASAN LENTUR METODE AASHTO 1993 DENGAN METODE BINA MARGA Wesli Wesli; Said Jalalul Akbar
TERAS JURNAL Vol 4, No 2 (2014): TERAS JURNAL, VOL.4, NO.2, SEPTEMBER 2014
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.439 KB) | DOI: 10.29103/tj.v4i2.25

Abstract

Komparasi Metode AASHTO 1993 dengan Metode Bina Marga berdasarkan data pada jalan Beureughang-Sido Mulyo. Penelitian ini membandingkan parameter tebal perkerasan, sehingga akan diketahui perbedaan dan persamaan parameter tersebut. Perencanaan tebal perkerasan dengan kedua metode tersebut bertujuan untuk mengetahui sejauh mana perbedaan yang terdapat dari kedua metode tersebut dalam merencanakan tebal perkerasan lentur jalan raya. Dari hasil analisa Metode AASHTO 1993 didapat tebal lapisan pondasi bawah (Sub Base Coarse) dengan jenis bahan sirtu (kelas C) sebesar 17 cm, lapisan pondasi atas (Base Coarse) dengan jenis batu pecah (kelas A) sebesar 10 cm, lapisan permukaan (Surface Coarse) dengan jenis Laston sebesar 5 cm. Sedangkan untuk Metode Bina Marga didapatkan tebal lapisan pondasi bawah (Sub Base Coarse) dengan jenis bahan sirtu (kelas C) sebesar 12 cm, lapisan pondasi atas (Base Coarse) dengan jenis bahan batu pecah (kelas A) sebesar 15 cm, lapisan permukaan (Surface Coarse) dengan jenis bahan Laston sebesar 5 cm.Kata Kunci: Komparasi, Metode AASHTO 1993, Metode Bina Marga
ANALISIS TRANSPORTASI KOTA LHOKSEUMAWE Said Jalalul Akbar
TERAS JURNAL Vol 1, No 1 (2011): Teras Jurnal, Vol.1, No.1, Maret 2011
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (82.992 KB) | DOI: 10.29103/tj.v1i1.59

Abstract

Kota Lhokseumawe salah satu kota sedang berkembang di provinsi Aceh,saat ini mengalami kemacetan dan rasa kurang nyaman bagi pengguna jalandi titik tertentu pada ruas jalan dalam kota maupun pinggiran kota, sehinggaperlu dilakukan suatu kajian/analisis terhadap sistem transportasi yangsedang berlangsung saat ini. Tujuan penelitian ini ingin mengetahui kondisifaktual sistem transportasi yang sedang diterapkan dan langkah solusi apakahyang seharusnya dilakukan oleh pemerintah kota agar nantinya sesuai denganperundang-undangan traspotasi. Metode yang digunakan dalam penelitian inidengan pengamatan langsung di lapangan pada titik-titik tertentu sesuaipedoman serta rujukan yang telah diatur didalam peraturan yang berlaku.Dari hasil penelitian diperoleh beberapa jawaban tentang sistem transportasiyang sedang berlaku yaitu jumlah penduduk yang tidak seimbang denganukuran (kapasitas) jalan, banyaknya hambatan samping yang disebabkan olehpara pedangang kaki lima, banyaknya terjadi kecelakaan lalulintas yangdisebabkan oleh ulah pengemudi yang pakir disembarang tempat, kurangmematuhi peraturan lalulintas dan banyaknya pengemudi dibawah umur,serta masih kurangnya rambu lalulintas pada titik-titik tertentu. Langkah sertasolusi yang perlu dilakukan untuk menanggulangi hal tersebut adalah denganmenambah jaringan jalan pada beberapa daerah tertentu, memperlebarukuran jalan sesuai kapasitas lalulintas yang dilayani, menambah ramburambulalulintas pada beberapa tempat dan memeperbaiki kembali ramburambulama yang telah rusak dan kurang jelas serta memperjelas garis markajalan pada tempat-tempat tertentu. Untuk meningkatkan kesadaran akanperaturan lalulintas oleh para pengemudi perlu dilakukan sosialisasi melaluimedia cetak, elektronik maupun stiker-stiker.Kata Kunci : Transportasi, jalan dan lalulintas
STUDI KORELASI FAKTOR AIR SEMEN (WATER CEMENT RATIO) DENGAN KUAT TEKAN BETON STRUKTURAL Wesli Wesli; Said Jalalul Akbar; Burhanuddin Burhanuddin
TERAS JURNAL Vol 1, No 1 (2011): Teras Jurnal, Vol.1, No.1, Maret 2011
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.873 KB) | DOI: 10.29103/tj.v1i1.64

Abstract

Pada dasarnya kekuatan beton terhadap tekan cenderung ditentukan oleh material yang digunakan seperti agregat kasar (kerikil), agregat halus (pasir kasar dan pasir halus), serta seme, Pada penelitian ini jumlah benda uji sebanyak 135 benda uji yang terdiri dari bentuk kubus bersisi 15 cm, bentuk kubus bersisi 20 cm dan bentuk silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm ditinjau dari pengaruh faktor air semen (water cement ratio) yang selanjutnya disingkat dengan w/c ratio yang dibuat dengan 9 jenis dari w/c ratio 0,450 sampai dengan w/c ratio 0,650 masing-masing dengan range 0,050 dan diuji dengan mesin tekan dengan berbagai factor umur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan beton sangat ditentukan oleh bentuk benda uji, umur benda uji dan faktor air semen (water cement ratio) di mana diperoleh kesimpulan bahwa makin kecil w/c ratio maka makin besar kuat tekan beton yang dihasilkan.Kata kunci: Faktor Air Semen, Kuat Tekan Beton Struktural
A Channel Drainage Slope Modified as Discharge Supply Chain in the Coastal Area Wesli Wesli; Said Jalalul Akbar
International Journal of Supply Chain Management Vol 9, No 2 (2020): International Journal of Supply Chain Management (IJSCM)
Publisher : International Journal of Supply Chain Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.624 KB)

Abstract

Slope in the drainage channel system is a primary factor that determines the quantity of water to be gravity discharged. By having bigger slope, the flow velocity becomes larger and the capacity of water discharged becomes more so that there will be no surface runoff. Lhokseumawe is a city located in the coastal area with its height is only 0.95 m above sea level. It is difficult to build the appropriate slope of the channel. For this reason, innovation is needed by modifying the slope of the channel in stages and tiered at each distance of 50 m, by which for channels along the 1,350 m will have 27 stages. The discharge capacity required to flow the rainfall is based on a 2-year return period of 5.10 m3/ sec. Slopes under normal conditions are 0.0013 to get a flow velocity of 1.27 m/sec. Using a section area of 1.32 m2 channel it can get discharge capacity of 1.67 m3/ sec. Furthermore, the slope of the channel was modified to 0.005 at each distance of 50 m and this obtained a flow velocity of 2.46 m/sec so that it was able to drain a discharge capacity of 3.24 m3/ sec. By modifying this channel slope can increase the discharge by 1.57 m3/sec or 93.7% compared to the slope without modified. It has not been able to multiply the overall discharge but at least can reduce the discharge 93.7%.
PENGARUH HAMBATAN SAMPING TERHADAP KELANCARAN ARUS LALU LINTAS Said Jalalul Akbar; N.S. Ersa; Rini Astuti
Jurnal Teknologi Terapan and Sains 4.0 Vol 3, No 2 (2022): Jurnal Teknologi Terapan & Sains
Publisher : Jurnal Teknologi Terapan and Sains 4.0

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.1976/tts 4.0.v3i2.7764

Abstract

Tingginya nilai hambatan samping pada suatu ruas jalan akan menyebabkan penurunan pada arus lalu lintas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penurunan kelancaran arus lalu lintas pada beberapa kondisi hambatan samping. Penelitian yang dilakukan meliputi survei mengenai volume lalu lintas, kecepatan kendaraan, dan hambatan samping. Penelitian dilakukan selama 7 hari. Lokasi penelitian   di Jalan Prof. A. Majid Ibrahim Kota Sigli, Panjang segmen lokasi penelitian adalah 350 meter. Dari hasil survei didapat data yang selanjutnya akan dihitung menggunakan Pedoman Kapasita Jalan Indonesia (PKJI 2014) untuk jalan perkotaan. Dari data survei dan kemudian diolah menggunakan pedoman PKJI 2014 didapat arus lalu lintas tertinggi pada hari minggu sebesar 785,1 skr/jam. Kecepatan kendaraan rata-rata 25.28 km/jam, bobot hambatan samping sebesar 875,06 dengan kelas hambatan samping tinggi (T), kapasitas ruas jalan (C) sebesar 2.597,25 skr/jam, derajat kejenuhan (DJ) 0,30 dan tingkat pelayanan jalan B yaitu kondisi arus lalu lintas stabil, tetapi kecepatan operasi mulai dibatasi oleh kondisi lalu lintas.
Performance Analysis Of Simpang Empat Matang Seulimeng Roundabout, West Langsa District, Langsa City Azkia Salsabila; Lis Ayu Widari; Teuku Mudi Hafli; Said Jalalul Akbar; Muthmainnah
Jurnal Perencanaan dan Penelitian Teknik Sipil Vol 4 No 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/prince.v4i1.907

Abstract

In West Langsa District, Langsa City, you can find Gampong Matang Seulimeng. Langsa is now home to a sizable urban population. Obviously, this will lead to daily traffic congestion in Langsa City, which in turn will result in delays, long queues, and congestion at intersections and highways. Many cars, each with its own agenda, starting point and end destination, collide at the roundabout. There are many roads leading to the Simpang Matang Seulimeng Roundabout in Langsa City, including Jalan Prof. A Madjid Ibrahim and Jalan Jendral Sudirman. The research team in Matang Seulimeng wanted to know how well the roundabout at the intersection worked and what kind of side obstacles it encountered. The results of this study, which uses PKJI 2014, suggest a new approach to improve the functionality of roundabouts. The medium class score of 494 was obtained from the data of side obstacles. The saturation degree value is 0.37 (LOS B) on Jl Prof. A. Majid AB. The intersection, 0.53 (LOS B) on Jl. Jenderal Sudirman BC, 0.87 (LOS D) on Jl. Prof. A. Majid CD, and 0.53 (LOS B) on Jl. Jenderal Sudirman DA were determined through roundabout performance analysis. These values indicate stable traffic, unstable traffic, unstable traffic, and stable traffic, respectively.
Analysis Probability Of Public Transportation Mode Choice Between Bus And Hiace Minibus On The Lhokseumawe - Banda Aceh Route Said Jalalul Akbar; Hafli, Teuku Mudi; M. Fauzan; Muthmainnah; Nura Usrina; Ikhsan Maulana
Jurnal Perencanaan dan Penelitian Teknik Sipil Vol 4 No 2 (2025): Juli
Publisher : Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/prince.v4i2.1011

Abstract

Transportasi memegang peran penting dalam mendukung pembangunan nasional, berfungsi sebagai penggerak, fasilitator, dan penghubung antarwilayah. Dalam perencanaan transportasi, pemodelan pemilihan moda menjadi aspek krusial mengingat peran strategis angkutan umum dalam membentuk kebijakan transportasi. Pada rute Lhokseumawe–Banda Aceh, penumpang dihadapkan pada pilihan antara dua jenis transportasi umum berbasis jalan: bus antar kota Putra Pelangi dan minibus HiAce. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik pengguna transportasi umum, faktor yang memengaruhi pemilihan moda, serta probabilitas pemilihan bus Putra Pelangi atau minibus HiAce pada rute tersebut. Metode stated preference digunakan, dengan analisis data mengacu pada model binary logit melalui perangkat lunak SPSS. Hasil survei menunjukkan kecenderungan responden: 38 orang memilih bus Putra Pelangi, sedangkan 62 orang memilih minibus HiAce. Mayoritas penumpang berusia 20–30 tahun. Responden laki-laki cenderung memilih bus, sementara perempuan lebih memilih minibus HiAce. Dari segi pendapatan, penumpang dengan penghasilan Rp500.000–Rp1.000.000 per bulan cenderung memilih bus, sedangkan yang berpenghasilan di atas Rp3.000.000 lebih memilih minibus HiAce. Faktor-faktor tersebut terbukti signifikan memengaruhi pemilihan moda, dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,963 atau 96,3%, menunjukkan kekuatan penjelas model yang tinggi. Fungsi utilitas yang diperoleh dari model binary logit adalah: Ubus-UHiace = 0.569 + 0.022X₁ + 0.108X₂ + 0.019X₃ + 0.129X₄ + 0.018X₅ Analisis probabilitas menunjukkan bahwa jika kedua moda transportasi ditawarkan dengan tarif yang sama, kemungkinan pemilihan bus Putra Pelangi hanya 4%, sedangkan minibus HiAce dipilih oleh 96% responden. Namun, jika tarif bus Putra Pelangi diturunkan sekitar Rp90.000, probabilitas pemilihan kedua moda akan setara, masing-masing dipilih oleh 50% penumpang.
Analisis Karakteristik Marshall Campuran Aspal AC-WC Pada Kondisi Ambient Temperature Fitra Aulia Azmi; Said Jalalul Akbar; Maizuar Maizuar
Konstruksi: Publikasi Ilmu Teknik, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik Sipil Vol. 4 No. 1 (2026): Januari : Konstruksi: Publikasi Ilmu Teknik, Perencanaan Tata Ruang dan Teknik
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/konstruksi.v4i1.1282

Abstract

Highways play a strategic role in supporting economic development, so the quality of pavement materials (flexible pavement) must meet previously established quality standards. The Asphalt Concrete Wearing Course (AC-WC) layer, as the topmost layer of flexible pavement, is susceptible to damage caused by aging triggered by environmental conditions, particularly ambient temperature. Temperatures above 30°C are known to accelerate plastic deformation (rutting) and reduce pavement bearing capacity. The Meteorology, Climatology, and Geophysics Agency indicates that temperatures in Lhokseumawe City, North Aceh, range from 33.7–35.3°C with day-night fluctuations that could potentially accelerate the degradation of mechanical properties. This study aims to analyze the Marshall characteristics of AC-WC asphalt mixtures under ambient temperature conditions. The testing was conducted with varying exposure times of 0, 15, 30, 45, 60, 75, and 90 days at a minimum temperature of 23.90°C and a maximum temperature of 31.80°C, with an average humidity of 87.93%. The test results showed that the AC-WC asphalt mixture experienced a decrease in stability value of 21.37% and an increase in flow value of 36.36%, resulting in a decrease in the Marshall Quotient (MQ) value of 42.52%.