Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Landscape Kompetensi Calon Guru Pjok Di STKIP PGRI Sumenep Melalui Pelaksanaan Kegiatan Outbound Di Bumi Perkemahan Bedengan Batu Mas'odi, Mas'odi; Darmayanti, Rani; Basri, Mohammad Hasan; Prasetyo, Dyas Andry; Weldani, Feri; Hidayatullah, Syawal Hari; Dhakal, Amrit
Center of Education Journal (CEJou) Vol. 6 No. 1 (2025): Central Journal of Education (CEJou) July
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55757/cejou.v6i1.567

Abstract

Kegiatan outbound merupakan salah satu metode inovatif untuk meningkatkan kompetensi calon guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK), khususnya dalam aspek keterampilan motorik, kerja sama, dan kepemimpinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis landscape kompetensi 100 calon guru PJOK di STKIP PGRI Sumenep melalui pelaksanaan kegiatan outbound di Bumi Perkemahan Bedengan, Batu. Kegiatan dilaksanakan dalam kondisi lingkungan yang dinamis, termasuk hujan yang menambah tantangan fisik dan mental peserta. Outbound ini dirancang menggunakan permainan berbasis budaya lokal, yaitu "Karapan Pasapean Challenge," untuk mengintegrasikan nilai budaya dalam pembelajaran. Metode penelitian melibatkan observasi, wawancara, dan evaluasi langsung terhadap pelaksanaan kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan outbound secara signifikan meningkatkan keterampilan motorik, komunikasi efektif, dan kemampuan kerja sama peserta. Selain itu, integrasi elemen budaya lokal memberikan pengalaman pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan kebutuhan calon guru, serta mendorong kreativitas mereka dalam mengembangkan modul ajar berbasis permainan tradisional. Penelitian ini merekomendasikan kegiatan outbound berbasis budaya sebagai bagian integral dari kurikulum untuk membekali calon guru PJOK dengan kompetensi yang holistik, relevan, dan berbasis nilai-nilai lokal. Implementasi kegiatan serupa diharapkan dapat memperkuat karakter dan keterampilan guru masa depan yang sesuai dengan kebutuhan generasi Z
Penerapan Pendidikan Jasmani Berbasis Karakter melalui Permainan Gobak Sodor dan Bentengan pada Siswa Kelas V di SDN Pangarangan III Sumenep Elfarita, Nadia; Suparto, Achmad; Basri, Mohammad Hasan
SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga Vol. 6 No. 2 (2025): SPRINTER: Jurnal Ilmu Olahraga
Publisher : MAN Insan Cendekia Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46838/spr.v6i2.722

Abstract

This study aims to describe the implementation of traditional games Gobak Sodor and Bentengan in physical education as a medium for character learning for fifth grade students at SDN Pangarangan III Sumenep. The research method used is a qualitative approach with a descriptive nature, where data is collected through interviews with the principal, physical education teachers, and students, as well as direct observation during learning activities. The results of the study indicate that the implementation of traditional games in physical education contributes to strengthening students' character, especially in aspects of cooperation, sportsmanship, leadership, and responsibility. The Gobak Sodor game emphasizes team coordination and defensive strategies, while Bentengan trains courage and the ability to make decisions quickly. Although there are obstacles such as limited playing fields and students' understanding of the rules of the game, teachers are able to overcome these challenges by modifying the rules and strategies of the game. In addition, students show high enthusiasm for the implementation of this game in learning, because traditional games are considered more interesting and fun than conventional physical activities. Therefore, traditional games can be used as an alternative learning method in physical education that not only improves students' physical fitness but also strengthens important character values ​​in life.
Eksplorasi Profil Fisik Atlet Bolavoli: Studi Kasus Di SMA Negeri 2 Pamekasan Azhar Kamal, Ryan; Basri, Mohammad Hasan; Mas’odi
JURNAL PENJAKORA Vol. 12 No. 1 (2025): April 2025
Publisher : Fakultas Olahraga dan Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jurnalpenjakora.v12i1.93349

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi profil fisik atlet bola voli di SMA Negeri 2 Pamekasan, dengan fokus pada kekuatan otot, kecepatan, kelincahan, dan kapasitas aerobik. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, melibatkan 10 siswa yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengukuran dilakukan menggunakan instrumen test seperti kekuatan otot lengan (push-up 1 menit), kekuatan otot perut (sit up 1 menit), kekuatan otot punggung (back up 1 menit), daya ledak otot tungkai (vertical jump), kecepatan (lari 30 meter), kelincahan (shuttle run 40 meter), dan daya tahan aerobik (mft bleep test). Hasil peneilitian menunjukkan persentase profil kondisi fisik dominan adalah kekuatan otot lengan sebesar 40% (baik), kekuatan otot perut sebesar 80% (sedang), kekuatan otot punggung sebesar 50% (sedang), daya ledak otot tungkai) sebesar 80% (sedang), kecepatansebesar 60% (sedang), kelincahan sebesar 50% (baik), dan daya tahan aerobik sebesar 60% (sedang). Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar profil kondisi fisik atlet bola voli berada pada kategori sedang.
Efektivitas Pembelajaran Berbasis Permainan dalam Pengembangan Keterampilan Motorik Pada Pendidikan PJOK Prasetyo, Dyas Andry; Basri, Mohammad Hasan; Mas'odi, Mas'odi
Jurnal Penelitian Tindakan Kelas Vol. 2 No. 3 (2025): Jurnal Penelitian Tindakan Kelas (Januari)
Publisher : CV Bimbingan Belajar Assyfa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61650/jptk.v2i3.762

Abstract

Penelitian ini menyoroti peran krusial keterampilan motorik bagi calon guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode pembelajaran berbasis permainan (game-based learning) dalam pengembangan keterampilan motorik siswa. Dengan pendekatan eksperimen dan desain pre-test serta post-test, penelitian ini berhasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan motorik siswa setelah penerapan metode tersebut, terbukti dari hasil tes yang lebih baik. Temuan ini menggarisbawahi potensi besar pembelajaran berbasis permainan dalam memaksimalkan pengembangan keterampilan motorik siswa. Penelitian merekomendasikan integrasi metode ini secara lebih luas dalam kurikulum pendidikan PJOK untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengajaran. Pendekatan inovatif ini diharapkan dapat memajukan pendidikan PJOK dan mempersiapkan calon guru yang lebih kompeten.
Integrasi Karapan Pesapean dalam Pembelajaran PJOK untuk Pengembangan Keterampilan Berpikir Kritis Basri, Mohammad Hasan; Prasetyo, Dyas Andry; Mas'odi, Mas'odi
Jurnal Penelitian Tindakan Kelas Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Penelitian Tindakan Kelas (Mei)
Publisher : CV Bimbingan Belajar Assyfa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61650/jptk.v3i1.786

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi potensi Karapan Pesapean, permainan tradisional Madura, sebagai media inovatif dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Dengan pendekatan Research and Development (R&D) menggunakan model ADDIE, penelitian ini mengembangkan media pembelajaran yang mengintegrasikan Karapan Pesapean, tidak hanya untuk melestarikan budaya lokal tetapi juga mendukung pengembangan kompetensi abad ke-21. Implementasi pada siswa kelas IV di Sumenep menunjukkan hasil yang signifikan dalam peningkatan keterampilan berpikir kritis, antusiasme belajar, serta kolaborasi dan komunikasi. Temuan ini menyoroti pentingnya mengintegrasikan permainan tradisional dalam pendidikan modern, menawarkan manfaat ganda berupa peningkatan keterampilan siswa dan pelestarian budaya lokal. Hasil penelitian ini dapat dijadikan landasan bagi pengembangan lebih lanjut sebagai inovasi pendidikan berbasis budaya lokal yang kontekstual dan relevan dalam pembelajaran PJOK.
Brand Identity Jamur Crispy Dua Putri Driyorejo Gresik Untuk Meningkatkan Brand Awareness Basri, Mohammad Hasan; Rizaq, Moh Cholisatur; Ernawati, Ernawati
Jurnal SASAK : Desain Visual dan Komunikasi Vol. 5 No. 2 (2023): SASAK
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/sasak.v5i2.3464

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah Upaya mengenalkan dan meningkatkan brand awareness produk UMKM Jamur crispy Dua Putri dengan merancang brand identity dan diaplikasikan ke media pendukung. Metode penelitian menggunakan penelitian berbasis praktik dengan pendekatan langkah kerja perancangan design thinking. Memulai dari tahap (empathize) yaitu pengumpulan data, kemudian membuat kesimpulan permasalahan data (define), setelah itu melalui proses (ideate) yaitu membuat konsep visual. Kemudian melakukan tahap prototype, dan yang terakhir testing sebagai uji coba hasil perancangan. Hasil perancangan yaitu visual branding yang terdiri atas logo dan media lainnya berupa GSM (Graphic Standar Manual), Fortune whell, kartu, kemasan, Apron, kaos stiker, gantungan kunci, pemasaran pada media instagram, Poster, dan roll Banner sebagai media untuk meningkatkan brand awareness.
Ritual Ya Qowiyu: Pergulatan Makna Modernitas, Agama, Budaya Lokal dan Kapitalisme Basri, Mohammad Hasan
el Harakah: Jurnal Budaya Islam Vol 11, No 2 (2009): EL HARAKAH
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/el.v0i0.426

Abstract

In this article, the writer tries to analyze the contrast between modernity, religion, and culture. Shortly, the contrast between religious teaching (Islam) taught by Ki Ageng Gribig, modernity, and culture (Javanese) is shown in the rituals and social-economic life (capitalism spirit) of Jatinom society, both symbolically and practically. The contrast and meaning relation of the three domains not only result in conflict, tension, and resistance but also relation and new interpretation among the members of society, so that the celebration is held annually. Therefore, the process of interpretation and the different economic, social, cultural, and politic influences will continue from time to time to match with the change experienced by Jatinom society specifically and the population around the area generally. The process of interpretation on religion has changed because of its contrast with the value of modernity. In Jatinom society, the religious process has been formed and influenced by modernity ideas, such as, the process of rationalization on the rituals, that is, the decrease of their belief in ‘blessing’ in apem, but on the other side, they still preserve the rituals to honor their ancestors and customs. They also think that it is economically beneficial because of the visit of thousands of people in the celebration. Pada artikel ini, penulis menganalisis kontras antara modernitas, agama, dan budaya. Pendeknya, kontras antara pengajaran agama (Islam) yang diajarkan oleh Ki Ageng Gribig, modernitas, dan budaya (bahasa Jawa) ditunjukkan dalam ritual dan kehidupan sosial ekonomi (semangat kapitalisme) masyarakat Jatinom, baik secara simbolis maupun praktis. Kontras dan makna hubungan ketiga ranah tersebut tidak hanya berakibat pada konflik, ketegangan, dan perlawanan namun juga hubungan dan interpretasi baru antar anggota masyarakat, sehingga perayaan diadakan setiap tahun. Oleh karena itu, proses penafsiran dan pengaruh ekonomi, sosial, budaya, dan politik yang berbeda akan terus berlanjut dari waktu ke waktu agar sesuai dengan perubahan yang dialami masyarakat Jatinom secara khusus dan populasi di sekitar area umumnya. Proses penafsiran agama telah berubah karena perbedaan dengan nilai modernitas. Dalam masyarakat Jatinom, proses keagamaan telah terbentuk dan dipengaruhi oleh gagasan modernitas, seperti proses rasionalisasi ritual, yaitu penurunan kepercayaan mereka terhadap 'berkah' di masa depan, namun di sisi lain, mereka masih melestarikan ritual untuk menghormati nenek moyang dan adat istiadat mereka. Mereka juga berpikir bahwa hal itu bermanfaat secara ekonomi karena kunjungan ribuan orang dalam perayaan tersebut.