Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

MEMBATIK DI DESA TORONGREJO KOTA BATU Sumanto Sumanto; Hardiyanto, Hardiyanto,; Basuki Widodo; Nyoman Sudiasa
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 8 No 1 (2018): Inovatif Vol. 8 No. 1
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/industri.v8i1.677

Abstract

Desa Torongrejo juga mempunyai Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) yang mencoba membantu untuk meningkatkan kemandirian masyarakat Desa dan meningkatkan ekonomi masyarakat desa. Dalam pelaksanaannya, LPMD bersinergi dengan Karang Taruna Desa Torongrejo Kota Batu. Salah satu program kerja dari karang taruna ini adalah meningkatkan kemandirian usaha di mana masing-masing anggota dapat menciptakan usaha baik perorangan maupun kelompok. Salah satu keterampilan yang diharapkan dapat meningkatkan kemandirian tersebiut adalah usaha pembuatan batik. Hal ini sejalan dengan program Pemerintah Kota Batu yaitu melestarikan warisan budaya bangsa yaitu batik. sehubungan dengan hal ini pemerintah Kota Batu telah membagikan kain batik khas Kota Batu kepada siswa-siswi sebagai seragam sekolah dari tingkat SD/MI sampai dengan tingkat SMA/SMK/MA. Salah satu kendala yang dihadapi oleh Karang Taruna untuk mewujudkan target ini adalah tidak adanya instruktur membatik. Melihat kondisi seperti ini maka Tim Pengabdi Kepada Mayarakat ITN Malang di bawah LPPM ITN Malang mengadakan pelatihan pembuatan batik bagi Anggota Karang Taruna Desa Torongrejo Kota Batu pada tanggal 13 Agustus 2017 yang diikuti oleh 13 peserta dari 20 yang diharapkan. Pelatihan diikuti dengan antusias oleh peserta, terbukti dengan waktu yang panjang mereka dengan sabar dan teliti dapat menyelesaikan satu lembar kain batik sebagai hasil pelatihan membatik
APLIKASI MESIN MIXER BATAKO UNTUK PENGADUKAN ADONAN SEMEN, PASIR, KORAL DAN PASIR UNTUK MENIGKATKAN KUALITAS BATAKO Basuki Widodo; Wahyu Panji Asmoro; Eko Yohanes Setyawan
JASTEN (Jurnal Aplikasi Sains Teknologi Nasional) Vol. 2 No. 2 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (572.452 KB) | DOI: 10.36040/jasten.v2i2.4309

Abstract

Brick is currently one of the main ingredients in the manufacture of homes and offices, so it is necessary to improve the quality of brick production so that it has a long time of use and is safe in use. So that the service team chose one of the brick-making SMEs in Ds. Sumberbendo, where many people work as brick makers besides going to the fields to do farming. After the service team conducted surveys and discussions with partners, finally a brick mixer machine was made which was used to mix cement, sand, coral and sand into one dough that was used for the process of making bricks according to predetermined standards, with the hope that these bricks had a high selling value. because now many people make houses, housing and also many built offices can be an alternative as an option in making walls. After this service was carried out and tried to analyze in a simple way, when viewed from the production of bricks, it increased by 18% from the previous one which produced 270 pieces per day previously.