Meilan Arsanti
Prodi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan Dann Ilmu Pendidikan Universitas Islam Sultan Agung

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pelatihan Pembuatan Iklan berbantuan Aplikasi Canva di Desa Pringsari Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang sebagai Trik Market Online Oktarina Puspita Wardani; Meilan Arsanti; Evi Chamalah; Aida Azizah; Leli Nisfi Setiana; Turahmat Turahmat
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 6, No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.311 KB) | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v6i2.2241

Abstract

ABSTRACTMarketing on social media is one way to promote an item. Promotion also needs the right content. The content provided by social media in the promotion process is able to attract buyers. For this reason, it is necessary to pay attention to the use of content in promoting a product on social media. Because the right content in a business can increase the income of business actors. This method of community service is in the form of training in making persuasive advertising media for online products with the help of the Canva application. Participants went through all stages of the training well, even though the training was carried out according to the conditions of the participants. Some participants also brought their children because they could not be left at home, but participants were still active in the training activities. This service activity is carried out in several steps, namely (1) situation analysis and socialization, (2) implementation, (3) mentoring and practice and (4) follow-up service. The result of community service activities is the design of advertisements for partner online sales. The ad design is tailored to the sales of each participant. The implementation team accompanies and guides how to create attractive ad designs Keywords: advertising, canva apps, pringapus village ABSTRAKPemasaran di media sosial merupakan salah satu cara untuk mempromosikan sebuah barang. Promosi juga butuh konten yang tepat. Konten yang diberikan oleh media sosial pada proses promosi mampu menjadi daya tarik pembeli. Untuk itu, perlu diperhatikan penggunaan konten dalam mempromosikan sebuah produk di media sosial. Karena konten yang tepat dalam sebuah bisnis mampu meningkatkan pendapatan para pelaku usaha. Metode dalam pengabdian masyarakat ini berupa pelatihan pembuatan media iklan persuasif produk online berbantu aplikasi canva. Peserta melalui semua tahap pelatihan dengan baik, waloupun pelatihan dilaksanakan menyesuaikan kondisi peserta. Beberapa peserta juga membawa anak karena tidak bisa ditinggal di rumah, tetapi peserta masih aktif dalam jalannya kegiatan pelatihan. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan beberapa langkah, yaitu (1) analisis situasi dan sosialisasi, (2) penerapan, (3) pendampingan dan praktik dan (4) tindak lanjut pengabdian. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ialah desain iklan untuk penjualan online mitra. Desain iklan disesuaikan dengan penjualan masing-masing peserta. Tim pelaksana mendampingi dan memandu cara pembuatan desain iklan yang menarik Kata Kunci: iklan, aplikasi canva, desa pringapus
ANALISIS PERAN KANTOR URUSAN AGAMA DALAM PENANGANAN KASUS PASANGAN NIKAH SIRI Muhammad Khusni Mubarok; Eny Shofiawanti; Meilan Arsanti
Syakhsia Jurnal Hukum Perdata Islam Vol 24 No 1 (2023): Januari-Juni
Publisher : Islamic Civil Law Departement of Shari'a Faculty at Islamic State University of Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37035/syaksia.v24i1.8188

Abstract

The purpose of this study was to identify and examine the function of the religious affairs office in handling unregistered marriages in Bonang District. Interviews, observations, and documentation were used in this study. This research is a descriptive qualitative research. Qualitative descriptive analysis techniques emphasize empirical studies that aim to obtain legal information by going directly to the regions. The type of data used in this research is primary and secondary data. The results showed that the role of the religious affairs office in tackling unregistered marriages in Bonang District included providing counseling on registration of marriages and happy families to prospective brides and guardians, conducting socialization on the impact of unregistered marriages, and also the importance of registering marriages every time in filling out a events, both recitations and events involving the head of the religious affairs office. Factors that impede the religious service in handling unregistered marriages in Bonang District include incompetent human resources, low public awareness of law, and inadequate facilities and infrastructure.
Dampak Perceraian Terhadap Perkembangan Psikologis Anak Untung Suroso; Meilan Arsanti
Legitima : Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol. 5 No. 2 (2023): Legitima : Jurnal Hukum Keluarga Islam
Publisher : Universitas Islam Tribakti Lirboyo Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/legitima.v5i2.3315

Abstract

Dalam keluarga dibutuhkan hubungan yang harmonis antara kedua orang tua dan juga terhadap anak karena tumbuh kembang dan pendidikan anak sangat terpengaruh dengan suasana dalam keluarga. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa kehidupan manusia sudah dikodratkan dengan suka, duka, kebahagiaan, penderitaan, kesengsaraan serta perselisihan yang datang silih berganti. Penelitian ini menggunakan metode literatur revew dengan menggunakan dengan menggunakan data sekunder dari artikel jurnal Nasional yang sesuai dengan topik pembahasan. Dalam penelitian ini memaparkan bahwa perceraian bukan akhir dari hubungan suami istri, tetapi mereka masih mempunyai tanggung jawab terhadap buah hati atau anak dari hasil hubungan suami istri. Tujuan dari penelitian ini adalah mengupas apa dampak terhadap perkembangan psikologis anak, karena pada umumnya perkembangan psikologis anak sangat terganggu dengan terjadinya perceraian orang tuanya. Selain itu, perceraian juga menimbulkan berkurangnya perhatian dan kasih sayang pasca perceraian terhadap anak. Kurangnya perhatian dan kasih sayang terhadap anak akan menimbulkan perasaan sedih, cemas, galau, bingung, dan malu. Terlebih lagi ketika anak menginjak remaja, maka anak akan mengalami gangguan emosionalnya dan besar kemungkinannya akan lari pada kenakalan remaja bahkan narkoba.
Sosialisasi Pencegahan Speech Delay pada Anak Balita dengan Metode Terapi Wicara berbantu Media Video Edukasi kepada Ibu-Ibu Kelompok Pengajian Aisyiyah di Desa Panusupan, Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga Meilan Arsanti; Oktarina Puspita Wardani; Aida Azizah; Evi Chamalah; Leli Nisfi Setiana; Turahmat Turahmat
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 7, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v7i2.2864

Abstract

ABSTRACTCases of speech delay in children under five in Indonesia have increased during the pandemic. Cases of increasing speech delay are not only in urban areas but also in rural areas. One of the causes of the increase in speech delay cases among toddlers in Panusupan Village, Rembang District, Purbalingga Regency is the number of mothers who provide their children with devices to listen to videos and play games. The use of gadgets in these children is not accompanied by their parents. When playing on mobile devices, children only focus on the screen so they don't interact with the environment. In addition, the use of gadgets in children is also not given a time limit. Because children lack interaction with other people and the environment, their speaking skills do not develop. This causes speech delay in toddlers. However, parents, especially mothers, do not realize that their children have speech  delays, so they assume that there is no problem giving their children a device to watch videos or play games. Therefore, it is necessary to disseminate speech delay prevention to mothers, especially the Aisyiyah recitation group in Panusupan Village, Kec. Rembang, Kab. Purbalingga. The purpose of this outreach is to provide an understanding of the dangers and ways to prevent speech delay in children under five. Speech delay can be prevented by utilizing the videos seen by toddlers on devices using speech therapy methods. Speech therapy methods with the help of educational video media can be used to train toddlers to talk to avoid speech delay. The socialization was carried out in 6 stages, namely 1) preparation (situation analysis), 2) planning (needs analysis), 3) developing materials (instruments), 4) implementation, 5) evaluation, and 6) reporting and dissemination. After participating in the PKM activities, the mothers of the Aisyiyah recitation group had knowledge about the dangers, causes, and ways to prevent speech delay in children under five. In addition, the mothers of the Aisyiyah study group have the skills to apply speech therapy methods with educational video media to prevent children under five from experiencing speech delay. Keywords: speech delay, speech therapy, educational video, aisyiyah mothers  ABSTRAKKasus speech delay pada anak usia balita di Indonesia meningkat selama pandemi. Kasus meningkatnya speech delay tersebut tidak hanya di daerah perkotaan, tetapi juga di daerah pedesaan. Salah satu penyebab naiknya kasus speech delay pada balita di Desa Panusupan, Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga adalah banyaknya ibu yang memberikan gawai untuk menyimak video maupun bermain game kepada anak-anaknya. Penggunaan gawai pada anak-anak tersebut tidak didampingi oleh orang tuanya. Ketika sedang bermain gawai anak-anak hanya fokus pada layar sehingga membuat kurang berinterkasi dengan lingkungan. Selain itu, penggunaan gawai pada anak juga tidak diberi batasan waktu. Oleh karena anak kurang berinterkasi dengan orang lain dan lingkungan maka keterampilan berbicaranya tidak berkembang. Hal tersebut yang menyebabkan speech delay pada anak balita. Akan tetapi, para orangtua khususnya ibu tidak menyadari bahwa anaknya mengalami speech delay sehingga menganggap bahwa memberikan gawai pada anak untuk menyimak video atau bermain game tidak ada masalah. Oleh karena itu, perlu dilakukan sosialisasi pencegahan speech delay pada ibu-ibu khususnya kelompok pengajian Aisyiyah di Desa Panusupan, Kec. Rembang, Kab. Purbalingga. Tujuan sosilisasi tersebut untuk memberikan pemahaman tentang bahaya dan cara pencegahan speech delay pada anak balita. Speech delay dapat dicegah dengan memanfaatkan video-video yang dilihat balita di gawai dengan metode terapi wicara. Metode terapi wicara dengan berbantuan media video edukasi dapat dimanfaatkan untuk melatih bicara balita agar terhindar dari speech delay.  Sosialisasi tersebut dilaksanakan dengan 6 tahap, yaitu 1) persiapan (analisis situasi), 2) perencanaan (analisis kebutuhan), 3) mengembangkan materi (instrument), 4) pelaksanaan, 5) evaluasi, dan 6) pelaporan dan diseminasi. Setelah  mengikuti kegiatan PKM ibu-ibu kelompok pengajian Aisyiyah memiliki pengetahuan tentang bahaya, penyebab, dan cara mencegah speech delay pada anak balita. Selain itu, ibu-ibu kelompok pengajian Aisyiyah juga memiliki keterampilan mengaplikasikan metode terapi wicara dengan media video edukasi untuk mencegah anak-anak usia balita mengalami speech delay. Kata Kunci: speech delay, terapi wicara, video edukasi, ibu-ibu aisyiyah
Skills of 4Cs Prospective Manuscript Editors in the Era of Digitalization (Research of Language Error Analysis Course in MBKM Framework) Meilan Arsanti; Ida Zulaeha; Subyantoro Subyantoro; Nas Haryati Setyaningsih
International Conference on Science, Education, and Technology Vol. 8 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Students of the Indonesian Language and Literature Education Study Program are strongly encouraged to become candidates for manuscript editors. In addition to the 4Cs skills, students must also have the proficiency of Indonesian language skills which can be obtained from the Language Error Analysis course. In this paper, three things are described, namely 1) 4Cs skills that must be mastered by students as a provision in pursuing the profession as a script editor other than as a teacher or educator, 2) the duties and roles of script editors in the era of digitalization, and 3) learning strategies for the Language Error Analysis course within the MBKM framework. The method used in this research is descriptive qualitative to dig up information related to the researched problem. Based on research that in addition to mastering good language skills, manuscript editors must also master skills that are in accordance with 21st century competencies, namely 4C to support their performance in the digitalization era. In this digitalization era, the role of the script editor is very important to maintain the dignity of the Indonesian language so that it is not influenced by foreign languages. These 21st century skills can be obtained from the lecture process and by applying internship programs at book publishers within the framework of Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
TINDAK TUTUR DIREKTIF DALAM FILM AKU INGIN IBU PULANG KARYA MONTY TIWA SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN AJAR TEKS DRAMA KELAS XI SMA Nur Khasanah; Evi Chamalah; Meilan Arsanti
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 8, No 2 (2020): Juli - Desember 2020
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/j.8.2.123-136

Abstract

Bahasa mempunyai peran vital dalam kehidupan manusia. Komunikasi yang dilakukan manusia dilakukan dengan menggunakan bahasa. Film merupakan jenis komunikasi secara tertulis. Dalam film terjadi bentuk komunikasi dan interaksi yang dilakukan tokoh melalui tuturan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi tindak tutur direktif dalam film Aku Ingin Ibu Pulang karya Monty Tiwa serta mendeskripsikan implementasi tindak tutur direktif yang terdapat dalam film Aku Ingin Ibu Pulang karya Monty Tiwa sebagai alternatif bahan ajar teks drama kelas XI SMA. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data ini adalah simak dan catat. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri (human instrument) dibantu dengan alat bantu berupa kartu data. Sedangkan teknik analisis data penelitian ini meliputi, (1) pengumpulan data, (2) reduksi data, (3) penyajian data, dan (4) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, 1) tindak tutur direktif tidak dapat dipisahkan dari kelangsungan hidup manusia dan 2) tindak tutur direktif dalam film Aku Ingin Ibu Pulang karya Monty Tiwa dapat diimplementasikan sebagai alternatif bahan ajar pada pembelajaran teks drama kelas XI SMA.
KESALAHAN EJAAN DALAM KARANGAN TEKS EKSPOSISI KELAS X SMA SULTAN AGUNG 3 SEMARANG Siti Sururiyatur Rohmah; Meilan Arsanti; Oktarina Puspita Wardani
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 8, No 1 (2020): Januari - Juni 2020
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/j.8.1.88-100

Abstract

Dalam pembelejaran keterampilan menulis harus diimbangi dengan penguasaan ejaan. Penguasaan dan analisis kesalahan ejaan dalam sebuah penulisan kata, klausa, kalimat, dan paragraf merupakan elemen penting yang harus diperhatikan dalam penulisan karangan terutama pada karangan teks eksposisi. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan rancangan deskriptif kualitatif untuk menggambarkan bentuk kesalahan dan daerah kesalahan ejaan yang dianlisis pada bidang pemakaian huruf, penulisan kata, tanda baca dan pedoman pemenggalan kata. Selanjutnya kesalahan-kesalahan tersebut diklasifikasikan menurut daerah kesalahannya yang meliputi fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Penelitian ini dilakukan pada peserta didik kelas X IPA 2 dan kelas X IPS 2 SMA Sultan Agung 3 Semarang. Peneliti menggunakan metode simak dan catat dalam menentukan analisis teks peserta didik. Dari hasil penelitian diketahui terdapat 97 kesalahan data dari 48 karangan teks eksposisi kelas X IPA 2 dan X IPS 2 SMA Sultan Agung 3 Semarang. Kesalahan paling banyak pada penggunaan ejaan yang didominasi oleh pemakaian huruf kapital yang berjumlah 38, 26 kesalahan penulisan kata, 24 kesalahan tanda baca, dan 9 kesalahan pemenggalan kata. Kesalahan-kesalahan tersebut kemudian dikalasifikasikan menurut daerah kesalahannya yaitu fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Untuk mempermudah dalam menganalisis data peneliti memberikan tabel kartu data untuk memberikan gambaran data-data yang telah dianalisis. Kesalahan-kesalahan yang ditemukan cenderung diulang-ulang bahkan pengulanganya lebih dari dua kali dalam satu paragraf. Terbukti dari 48 karangan peserta didik yang telah dianalisis rata-rata setiap karangan dari peserta didik ditemukan dua kasus kesalahan ejaan, seperti kesalahan pemakaian huruf kapital dan dan penulisan kata. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa keterampilan menulis peserta didik belum diimbangi dengan penguasaan ejaan. Melihat hal tersebut hendaknya pendidik memberikan pembelajaran mengenai Ejaan Bahasa Indonesia (EBI) secara lebih baik lagi pada peserta didik.
Menumbuhkan Budaya Literasi Anak Sejak Dini melalui Pelatihan Mendongeng Bagi Ibu-Ibu Kelompok Dawis Kacang Tanah III, Kecamatan Genuk, Kota Semarang Meilan Arsanti; Oktarina Puspita Wardani; Evi Chamalah; Aida Azizah; Leli Nisfi Setiana; Turahmat Turahmat
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 8, No 1 (2024): April 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v8i1.3659

Abstract

ABSTRACT Storytelling is a very beneficial activity for children because it can teach children about morals, like language, help achieve development in emotional learning, improve the learning atmosphere, and introduce new values and cultural values to children. Apart from that, storytelling can also foster an interest in reading in children from an early age so that it can foster a culture of literacy in Indonesia. Therefore, storytelling skills are very important for parents, especially mothers who have children under five. To foster a culture of literacy in children, it must be done from an early age and starting from the family environment. Therefore, this PKM was carried out to provide storytelling skills training to the women of the Dawis Kacang Tanah III group in Bangetayu Kulon Village, Genuk District, Semarang City. This training was attended by 13 members of the Dawis Kacang Tanah III group. The method used is training with four stages, namely 1) planning, 2) implementing actions, 3) observation and evaluation, and 4) reflection. The results obtained from the training include mothers who have 1) knowledge about the benefits of fairy tales for young children, 2) storytelling skills using storybooks and finger puppets, and 3) a growing love of storytelling in young children.  Keywords: storytelling, literacy culture, early childhood  ABSTRAK Mendongeng merupakan aktivitas yang sangat bermanfaat bagi anak karena dapat mengajarkan anak tentang moral, menyukai bahasa, membantu pencapaian perkembangan dalam pembelajaran emosi, meningkatkan suasana belajar, dan mengenalkan nilai-nilai baru serta nilai-nilai budaya pada anak. Selain itu, mendongeng juga dapat menumbuhkan minat baca pada anak sejak dini sehingga mampu menumbuhkan budaya litersi di Indonesia. Oleh karenanya keterampilan mendongeng sangat penting dimiliki oleh orang tua khususnya ibu yang memiliki anak balita. Untuk menumbuhkan budaya literasi pada anak harus dilakukan sejak dini dan dimulai dari lingkungan keluarga. Oleh karena itu, PKM ini dilaksanakan untuk memberikan pelatihan keterampilan mendongeng pada ibu-ibu kelompok Dawis Kacang Tanah III di Kelurahan Bangetayu Kulon, Kecamatan Genuk, Kota Semarang. Pelatihan ini diikuti oleh anggota kelompok Dawis Kacang Tanah III sebanyak 13 orang. Metode yang digunakan adalah pelatihan dengan empat tahapan, yaitu 1) perencanaan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) observasi dan evaluasi, dan 4) refleksi. Adapun hasil yang diperoleh dari hasil pelatihan tersebut antara lain ibu-ibu telah memiliki 1) pengetahuan tentang manfaat dongeng bagi anak usia dini, 2) keterampilan mendongeng dengan media buku cerita dan boneka jari, dan 3) tumbuhnya rasa suka terhadap mendongeng pada anak usia dini.      Kata Kunci: mendongeng, budaya literasi, anak usia dini
Pendampingan Penyusunan Modul Ajar Kurikulum Merdeka bagi MGMP Bahasa Indonesia Madrasah Aliyah di Kabupaten Demak Evi Chamalah; Aida Azizah; Meilan Arsanti; Leli Nisfi Setiana; Oktarina Puspita Wardani; Turahmat Turahmat
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 8, No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v8i2.4853

Abstract

                                                          ABSTRACTCurriculum changes are a challenge felt by all educational institutions, especially Madrasah Aliyah (MA). The Independent Curriculum gives teachers the freedom to develop teaching tools, both in the form of Learning Implementation Plans (RPP) and teaching modules. However, the complexity of teaching modules, which are sometimes more detailed than lesson plans, often becomes an obstacle for teachers in designing learning tools. This obstacle is especially felt by Indonesian language teachers who are members of the Indonesian Language Subject Teacher Conference (MGMP). Some of the problems that arise include: (1) lack of knowledge regarding the preparation of Indonesian language teaching modules in MA in the context of the Independent Curriculum; (2) Indonesian Language MGMP MA Demak Regency has never participated in mentoring activities related to the preparation of Indonesian Language teaching modules in the Independent Curriculum; (3) the unavailability of Indonesian language teaching modules in MA according to the needs and characteristics of the school. To overcome this problem, several solutions are proposed, namely: (1) organizing mentoring activities regarding the preparation of Indonesian language teaching modules for the Indonesian Language MGMP Independent Curriculum MA Demak Regency; (2) implementation of learning and training activities related to the preparation of Indonesian language teaching modules for the Indonesian Language Independent Curriculum MGMP MA Demak Regency; (3) preparation of Indonesian language teaching modules in the Independent Curriculum MA in accordance with the needs and characteristics of the school.Keywords: mentoring, preparation of teaching modules, independent curriculum                                                           ABSTRAKPerubahan kurikulum menjadi suatu tantangan yang dirasakan oleh seluruh lembaga pendidikan, khususnya Madrasah Aliyah (MA). Kurikulum Merdeka memberikan kebebasan kepada guru untuk menyusun perangkat ajar, baik berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) maupun modul ajar. Namun, kompleksitas modul ajar, yang kadang lebih rinci daripada RPP, sering menjadi hambatan bagi guru dalam merancang perangkat pembelajaran. Kendala ini khususnya dirasakan oleh guru Bahasa Indonesia yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia. Beberapa permasalahan yang muncul antara lain: (1) minimnya pengetahuan tentang penyusunan modul ajar Bahasa Indonesia di MA dalam konteks Kurikulum Merdeka; (2) MGMP Bahasa Indonesia MA Kabupaten Demak belum pernah mengikuti kegiatan pendampingan terkait penyusunan modul ajar Bahasa Indonesia pada Kurikulum Merdeka; (3) belum tersedianya modul ajar Bahasa Indonesia di MA sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik sekolah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, beberapa solusi diajukan, yakni: (1) penyelenggaraan kegiatan pendampingan tentang penyusunan modul ajar Bahasa Indonesia pada Kurikulum Merdeka untuk MGMP Bahasa Indonesia MA Kabupaten Demak; (2) pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan pelatihan terkait penyusunan modul ajar Bahasa Indonesia Kurikulum Merdeka untuk MGMP Bahasa Indonesia MA Kabupaten Demak; (3) penyusunan modul ajar Bahasa Indonesia di MA pada Kurikulum Merdeka yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik sekolah.Kata Kunci: pendampingan, penyusunan modul ajar, kurikulum merdeka