Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Perencanaan Ruang Henti Khusus (RHK) Sepeda Motor Pada Simpang Bersinyal Jalan Ahmad Yani Kota Langsa Yuni Arta Pratiwi; Wan Alamsyah; Eka Mutia
Jurnal Media Teknik Sipil Samudra Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jmtss.v1i2.2882

Abstract

Kota Langsa adalah salah satu kota di Aceh, Indonesia. Kota Langsa adalah kota yang menerapkan hukum Syariat Islam. Kota Langsa terkenal sebagai kota pendidikan, kota perdagangan, kota kuliner/makanan, dan kota wisata. Salah satunya Gedung Balee Juang dan ada juga terdapat lapangan merdeka Kota Langsa yang terletak di pusat Kota Langsa. Lapangan ini adalah Ruang Terbuka Hijau utama Kota Langsa. Setiap hari ramai warga menghabiskan waktu di tempat ini. Penumpukan tidak teratur pada saat nyala merah pada simpang bersinyal, Ruang Henti Khusus (RHK) adalah salah satu cara pengaturan lalu lintas dengan mengatur tempat antrian roda dua dengan kendaraan roda empat atau lebih pada saat berhenti di pendekat simpang bersinyal. Ruang Henti Khusus (RHK) dapat mengefisiensi keadaan pada persimpangan bersinyal dan Mengurangi konflik lalu-lintas sepeda motor dengan kendaraan lain dan melancarkan arus lalu-lintas dan mempercepat arus persimpangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode simulasi. Hasil penelitian ini diperoleh dari perbandingan sebelum dan sesudah penggunaan Ruang Henti Khusus (RHK) nilai tertinggi pada hari jumat sesudah menggunakan Ruang Henti Khusus (RHK) pada simpang 2 sebesar 1717 unit sepeda motor dan didapatkan nilai sebelum menggunakan Ruang Henti Khusus (RHK) 961 unit sepeda motor penumpukan per 63 fase dan didapatkan nilai terendah pada hari senin sebelum menggunakan Ruang Henti Khusus (RHK) pada simpang 3 sebesar 210 unit sepeda motor dan didapatkan nilai sesudah menggunakan Ruang Henti Khusus (RHK) 268 unit sepeda motor penumpukan per 65 fase. Ruang Henti Khusus (RHK) efektif disediakan pada simpang bersinyal, karena simpang pendekat dengan Ruang Henti Khusus (RHK) lebih tertib dibandingkan pendekat tanpa Ruang Henti Khusus (RHK), sehingga Ruang Henti Khusus (RHK) efektif untuk meningkatkan kapasitas pendekat
PELATIHAN PEMANFAATAN AMPAS SEREH WANGI SEBAGAI LILIN PENGUSIR NYAMUK ALAMI UNTUK MENINGKATKAN NILAI TAMBAH PRODUK LOKAL DI KABUPATEN GAYO LUES Eka Mutia; Doli Hutajulu; Ellida Novita Lydia; Meilandy Purwandito
Jurnal Masyarakat Berdikari dan Berkarya (Mardika) Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Masyarakat Berdikari dan Berkarya (MARDIKA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan limbah ampas sereh wangi di Kabupaten Gayo Lues masih belum optimal meskipun memiliki potensi untuk diolah menjadi produk bernilai ekonomi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat melalui pelatihan pembuatan lilin pengusir nyamuk alami berbahan ampas sereh wangi. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi dengan mitra, penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, dan evaluasi kegiatan. Pelatihan dilaksanakan di Desa Ketukah, Desa Remukut, dan Desa Tetinggi dengan melibatkan masyarakat secara partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 87,23% peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, 81,35% peserta memahami proses pemanfaatan ampas sereh wangi dan mampu membuat lilin secara mandiri, serta seluruh peserta berhasil menghasilkan produk lilin pengusir nyamuk alami Serenella. Produk yang dihasilkan memperoleh tanggapan positif dan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk lokal bernilai ekonomi. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan limbah sereh wangi menjadi produk yang bernilai tambah serta mendukung pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.
Rancang Bangun Prototipe Desalinator Untuk Memenuhi Kebutuhan Air Bersih Pada Desa Meurandeh Kecamatan Manyak Payed Juni Prastika; Eka Mutia; Ellida Novita Lydia
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 12 No. 1 (2022): Volume 12 Nomor 1, Maret 2022
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v12i1.734

Abstract

Abstrak Desa Meurandeh, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang yang berada didaerah pesisir mengakibatkan sulitnya mendapatkan air bersih. Air yang digunakan oleh masyarakat adalah air payau yang tidak layak dikonsumsi. Tujuan penelitian yaitu membuat model desalinator dengan tenaga surya dan mengetahui tingkat kualitas air. Maka diperlukan sistem pengolahan air payau menjadi air bersih dengan membuat model prototipe desalinator tenaga surya berukuran 100x100 cm, dengan skala 1:100 menggunakan metode desalinasi evaporasi. Dari pengujian destilasi diperoleh volume air yang kemudian dilakukan analisa debit aliran melalui lubang kecil yang menghasilkan debit nyata Q = 7,838 x 10-8 m3/dtk pada hari ke-1 lebih kecil dari debit teoritis Qt = 7,4 x 10-4 m3/dtk yang disebabkan adanya pelepasan uap panas. Kualitas air hasil destilasi diperoleh warnanya jernih, tidak berasa, tidak berbau, dengan hasil pengujian alat TDS diperoleh nilai 21 Mg/l dan pH meternya 7,3 Mg/l, hasil tersebut sudah sesuai standar baku mutu sehingga airnya layak dikonsumsi. Kata kunci: Desalinasi, evaporasi, kualitas air, debit aliran lubang kecil  Abstract Meurandeh Village, Manyak Payed District, Aceh Tamiang Regency, which is located in a coastal area, makes it difficult to get clean water. The water used by the community is brackish water which is not suitable for consumption. The purpose of the research is to make a desalinator model with solar power and to determine the level of water quality. So we need a brackish water treatment system into clean water by making a prototype model of a solar desalinator measuring 100x100 cm, with a scale of 1:100 using the evaporation desalination method. From the distillation test, the volume of water was obtained which was then analyzed for flow through a small hole which resulted in a real discharge Q = 7,838 x 10-8 m3/s on day 1 which was smaller than the theoretical discharge Qt = 7,4 x 10-4 m3/ s due to the release of hot steam. The quality of the distilled water obtained is clear, tasteless, odorless, with the results of the TDS tool testing the value is 21 Mg/l and the pH meter is 7.3 Mg/l, these results are in accordance with quality standards so that the water is fit for consumption.   Keywords: Desalination, evaporation, water quality, borehole flow rate
IMPLEMENTASI PORTABLE JETSTEAM CORDLESS UNTUK PEMULIHAN RUMAH WARGA PASCA BANJIR AKIBAT SEDIMENTASI ENDAPAN LUMPUR Wan Alamsyah; Muhammad Zacky Ardhyan; Eka Mutia; Muhadist Surya Atmaja; Dian Pratama; Maulana Rahman; R Isma Sri Rizqi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 8 (2026): MARTABE : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i8.3021-3024

Abstract

Indonesia merupakan negara tropis yang rawan banjir akibat curah hujan tinggi dan perubahan pola hidrologi. Bencana banjir yang terjadi selain menimbulkan genangan air, telah membawa sedimentasi dan meninggalkan endapan lumpur di rumah dan infrastruktur permukiman. Peristiwa ini terjadi di sejumlah wilayah Aceh, seperti Aceh Tamiang, Kota Langsa, dan Aceh Timur. Endapan lumpur yang terjadi pasca banjir berpotensi merusak bangunan, mengganggu sanitasi, serta meningkatkan risiko kesehatan masyarakat apabila tidak segera dibersihkan. Kondisi tersebut telah menyebabkan aktivitas sosial dan ekonomi warga terhambat, bersamaan itu terjadi keterbatasan pasokan listrik sehingga hal ini menjadi kendala dalam proses pemulihan. Berdasarkan kondisi tersebut diperlukan alat pembersih yang efisien, aman, dan dapat digunakan tanpa bergantung pada listrik utama. Solusi alat berbasis baterai dengan mekanisme pompa dan alat penyemprot portabel dinilai mampu menjadi alternatif dalam mempercepat penanganan lumpur di tingkat rumah tangga secara mandiri. Penggunaan alat tersebut mendukung pemulihan awal pascabencana, terutama pada daerah yang mengalami keterbatasan akses listrik dan sumber daya lokal.
MENINGKATKAN KESIAPSIAGAAN BENCANA PADA ANAK USIA DINI MELALUI PEMBELAJARAN INTERAKTIF Ellida Novita Lydia; Eka Mutia; Meilandy Purwandito
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 12 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i12.5122-5132

Abstract

Program literasi kesiapsiagaan bencana pada anak usia dini sangat penting, terutama di Indonesia, yang merupakan wilayah rawan bencana alam. Program Pembelajaran Interaktif Kesiapsiagaan Bencana (PIKB) diimplementasikan di TK Negeri Nurul A’la untuk meningkatkan pemahaman anak-anak tentang bencana dan mitigasinya. Kegiatan ini melibatkan senam gempa, permainan ular tangga siaga bencana, dan presentasi visual mengenai berbagai jenis bencana. Hasilnya menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan di kalangan siswa, dengan rata-rata peningkatan dari 41% menjadi 81% setelah kegiatan. Kegiatan fisik seperti senam gempa juga berhasil membantu siswa menginternalisasi tindakan perlindungan yang harus diambil saat terjadi bencana. Permainan ular tangga, yang menggabungkan konsep mitigasi bencana dalam bentuk permainan interaktif, berhasil menarik minat siswa dengan tingkat jawaban benar mencapai 98% terkait tindakan yang harus diambil dalam situasi gempa bumi. Partisipasi aktif siswa dalam program ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran interaktif efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan mereka. Program ini juga didukung oleh para guru yang menyatakan bahwa kegiatan ini membantu meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran kesiapsiagaan bencana.Â