Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : JURNAL AGRILAND

Hubungan antara faktor sosial ekonomi dengan keputusan inovasi penggunaan kartu tani di kelurahan kauman kidul, Kota salatiga Abednego M.M Laleb; Bayu Nuswantara
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 7, No 2 (2019): AGRILAND: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.881 KB) | DOI: 10.30743/agr.v7i2.2023

Abstract

Pemerintah melakukan kebijakan penyediaan pupuk bagi petani melalui subsidi harga pupuk. Kartu tani merupakan kartu elektronik yang didesain khusus untuk petani melalui kebijakan pemerintah, yang dapat berfungsi sebagai kartu debit BRI dan kartu yang dapat membaca kuota pupuk bersubsidi dan EDC BRI. Kebijakan kartu tani ini dibuat, berangkat dari berbagai peristiwa atas tindak penyimpangan pupuk bersubsidi. Sehingga memberikan dampak negatif yang merugikan ke berbagai pihak, terutama bagi petani.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan umur, luas lahan, kunjungan penyuluh  dan pola pendampingan petani dengan pengambilan keputusan inovasi penggunaan kartu tani. Penelitian ini mneggunakan metode Kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan  data primer dan data sekunder. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni sampai bulan Juli 2019 di Kelurahan Kauman Kidul,Kota Salatiga. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor yang memiliki hubungan signifikan yaitu Kunjungan Penyuluh (X3) dan Pola Pendampingan Petani  (X4) dengan Keputusan Penggunaan Kartu Tani (Y), sedangkan Umur (X1), dan Luas Lahan (X2) tidak memiliki hubungan signifikan dengan Keputusan Penggunaan Kartu Tani (Y)
Analisis kelayakan pendapatan usahatani padi sawah di desa Ngrapah kecamatan Banyubiru, Semarang Joshua Bagas Prasetya; Bayu Nuswantara
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 7, No 2 (2019): AGRILAND: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.28 KB) | DOI: 10.30743/agr.v7i2.2021

Abstract

Pada umumnya ciri-ciri usahatani di Indonesia adalah berlahan sempit, modal relatif kecil, pengetahuan petani terbatas, kurang dinamik sehingga berakibat pada rendahnya pendapatan usahatani. Penelitian dilaksanakan di Desa Ngrapah Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang. Tujuan penelitian ini memperoleh gambaran tentang biaya usahatani dan penerimaan serta menganilisis kelayakan pendapatan usahatani padi sawah di Desa Ngrapah. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2019 hingga bulan Mei 2019 dan dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan kuesioner yang dipandu dengan wawancara dan mendeskripsikan masalah. Pada penelitian ini terdapat populasi  yaitu populasi petani padi. Pengambilan sampel petani dilakukan secara  probability sampling dengan teknik simple random sampling. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini meliputi analisis biaya, analisis penerimaan, dan analisis kelayakan usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani di Desa Ngrapah Kecamatan Banyubiru Kabupaten Semarang dapat dikatakan layak untuk dilaksanakan dan menguntungkan bagi petani di Desa Ngrapah
Hubungan antara dimensi kualitas pelayanan dan harga dengan kepuasan pengunjung di Agrowisata Inggit Strawberry Kabupaten Magelang Hermanus Kliver Sibi; Bayu Nuswantara
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8, No 1 (2020): AGRILAND: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v8i1.2522

Abstract

Agrowisata Inggit Strawberry merupakan agrowisata yang bergerak dalam bidang bisnis pertanian kebun strawberry yang mampu bertahan di Jawa Tengah, bahkan mampu berkembang secara berkelanjutan sejak didirikannya pertama kali pada tahun 2006 oleh Pak Yanto. Penelitian ini bertujun untuk menganalisis hubungan antara kualitas pelayanan: wujud fisik, kehandalan, daya tanggap, empati dan jaminan, serta harga dengan kepuasan pengunjung Agrowisata Inggit Strawberry. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September-Oktober 2019. Penelitian menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan metode survey. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan accidental sampling. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 70 responden. Hasil penelitian menunjukkan bawah wujud fisik (X1) memiliki tingkat hubungan yang rendah dan berkorelasi singnifikan terhadap kepuasan pengunjung (Y), kehandalan (X2) memiliki tingkat hubungan yang sedang dan berkorelasi singnifikan terhadap kepuasan pengunjung (Y), daya tanggap (X3) memiliki tingkat hubungan yang sedang dan berkorelasi singnifikan terhadap kepuasan pengunjung (Y), empati (X4) memiliki tingkat hubungan yang sedang dan berkorelasi singnifikan terhadap kepuasan pengunjung (Y), jaminan (X5) memiliki tingkat hubungan yang kuat dan berkorelasi singnifikan terhadap kepuasan pengunjung (Y), harga (X6) memiliki tingkat hubungan yang kuat dan berkorelasi singnifikan terhadap kepuasan pengunjung (Y).
Strategi pemasaran komoditi kopi di kios Bu Sus di Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang Satria Dwi Tama; Bayu Nuswantara
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 2 (2021): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v9i2.4117

Abstract

Perkembangan budidaya kopi, perdagangan komoditas kopi dan industri pengolahannya saat ini sangat bagus, dengan semakin dikenalnya kopi Indonesia di pasaran dalam negeri serta di manca negara. Kabupaten Temanggung dan kabupaten Semarang merupakan wilayah sentra penghasil kopi di wilayah Provinsi Jawa Tengah. Perdagangan kopi dan hasil bumi lainnya di Kabupaten Semarang juga berkembang dengan pesat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemasaran komoditi kopi yang dilakukan Kios  Bu Sus dan untuk menganalisis peran strategi pemasaran komoditi kopi dalam menjalankan bauran pemasaran di Kios Bu Sus. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif, menggunakan tehnik trianggulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi generik pemasaran kopi yang digunakan di Kios Bu SUS adalah strategi Fokus dengan menerapkan keunggulan biaya rendah dan deferensiasi pada segmen terbatas tersebut. Kios Bu SUS juga menetapkan harga yang rendah dan bersaing dengan tetap menjaga kualitas kopi biji untuk pembeli kopi yang telah menjadi pelanggan yang didapat dari petani kopi dan pengepul desa di sekitar Sumowono dan menjual kopi ke produsen kopi bubuk dan pemilik kafe kopi. Memasarkan kopi dengan penjualan langsung ke pembeli. Kios Bu SUS, memilih lokasi di sekitar pasar tradisional Sumowono untuk memudahkan: penanganan produk, distribusi dan pergudangan, dan  proses pemesanan produk kopi.
Pengaruh program corporate social responsibility (CSR) terhadap kesejahteraan masyarakat petani: (Studi pada Coca-Cola Amatil Indonesia Central Java) Rollan Mian Tambunan; Bayu Nuswantara; Hendrik Johanes Nadapdap
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8, No 1 (2020): AGRILAND: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v8i1.2555

Abstract

Coca-Cola Amatil Indonesia Central Java (CCAI-CJ) merupakan salah satu produsen dan distributor minuman non-alkohol siap minum terkemuka dibawah lisensi The Coca-Cola Company. Perusahaan CCAI-CJ memiliki berbagai program Corporate Sosial Responbility (CSR), beberapa diantaranya yaitu program Coke Forest dan Coke Farm. Program dilaksanakan dengan cara menggandeng masyarakat petani sekitar pabrik untuk turut serta terlibat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran program Coke Forest dan Coke Farm dijalankan, serta mengetahui persepsi masyarakat petani terhadap program Coke Forest dan Coke Farm terkait pengaruhnya terhadap kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data primer dilakukan dengan teknik wawancara serta observasi, dengan teknik trianggulasi. Adapun objek penelitian dalam penelitian ini adalah 2 orang key informan dan 3 orang petani penggarap sebagai participant. Hasil penelitian menunjukkan: 1) program Coke Forest dan Coke Farm memberikan manfaat bagi permukiman warga setempat disekitar perusahaan, secara lingkungan dan ekonomi. 2) program Coke Forest dan Coke Farm memberikan pengaruh positif bagi kesejahteraan masyarakat sekitar secara: materi, fisik dan mental, meskipun masih terdapat kekurangan dalam hal jumlah bantuan dan komunikasi dengan masyarakat.
Hubungan antara dimensi kualitas pelayanan dan promosi dengan loyalitas konsumen sayuran organik di Toserba Ada Baru Salatiga Petrus Pasio Papin; Bayu Nuswantara
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 7, No 2 (2019): AGRILAND: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.503 KB) | DOI: 10.30743/agr.v7i2.2022

Abstract

Toserba Ada Baru adalah toko yang selalu menyediakan barang-barang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sekaligus sebagai toko yang dikagumi konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tampilan fisik, kehandalan, daya tanggap, jaminan, empati dan promosi dengan loyalitas konsumen sayur organik di Toserba. Penelitian dilaksanakan di Toserba Ada Baru, Salatiga. Jenis Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif, yaitu penelitan yang dilakukan untuk mengetahui nilai variabel mandiri, baik satu variabel atau lebih (independen) tanpa membuat perbandingan atau menghubungkan dengan variabel yang lain. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan menggunakan metode survey dengan wawancara melalui panduan kuisioner dan data sekunder digunakan sebagai penguat data primer, diperoleh dengan cara studi literatur pada buku, internet, kajian pustaka dari instansi atau lembaga yang terkait. Metode penelitian yang digunakan adalah survey untuk maksud penjajakan (eksploratif), deskriptif, penjelasan yakni untuk menjelaskan hubungan kausal dan pengujian hipotesis, evaluasi, prediksi, penelitian operasional dan pengembangan indikator-indikator social. Hubungan dari setiap variabel bebas (X) dengan loyalitas konsumen (Y) memiliki 2 tingkatan yaitu: variabel tampilan fisik dan empati memiliki tingkat hubungan yang kuat sedangkan variabel kehandalan, daya tanggap, jaminan, promosi memiliki tingkat hubungan yang sedang
Analisis Kelayakan Ekonomi Usahatani Kacang Tanah di Desa Lembu, Kecamatan Bancak, Kabupaten Semarang Muhamad Syarif Hidayatulloh; Bayu Nuswantara
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 10, No 1 (2022): Agriland: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v10i1.5172

Abstract

Indonesia merupakan Negara Agraris, sebagian besar penduduknya mengandalkan sektor pertanian sebagai mata pencaharian. produktivitas kacang tanah dikabupaten Semarang cukup tinggi didukung lokasi dan jenis lahan. Penelitian ini bertujuan : Memperoleh gambaran tentang penggunaan input usahatani kacang tanah di Desa Lembu, menganalisis kelayakan ekonomi usahatani. Jenis penelitian diskriptif kuantitatif dan Jumlah sampel responden 54 diambil dengan metode purposive sampling dan dihitung dengan rumus slovin. Pengumpulan data secara observasi, wawancara dan studi pustaka. Data dianalisis dengan analisis penerimaan, pendapatan, dan analisis kelayakan. Usahatani kacang tanah didesa Lembu, dilakukan dari persiapan lahan, penanaman, pendangiran, pemupukan, dan pemanenan. total biaya rata-rata pengadaan benih adalah Rp. 1.865.266,00,/ha/musim tanam, biaya pupuk Rp. 441.498,00,/ha/musim tanam, biaya pestisida Rp. 637.340,00,/ha/musim tanam, biaya tenaga kerja Rp. 1.745.626,00,/ha/musim tanam, biaya penyusutan alat Rp. 29.989,00/musim tanam dan biaya PBB Rp. 168.148,00/Ha/Tahun. Pendapatan usahatani dengan luas lahan rata-rata 4,627 hektar adalah 545 kg biji kacng tanah kupas, harga jual kacang tanah kupas Rp. 22.074,00/kg. penerimaan usahatani Rp. 12.083.633,39,/ha/musim tanam, atas biaya total Rp. 4.891.332,00,/ha/musim tanam, dan pendapatan usahatani Rp 7.192.301,84/ha/ musim tanam. Analisis kelayakan usahatani dengan R/C Ratio diperoleh nilai sebesar 2,726 memberikan arti usahatani yang dilakukan layak dijalankan. Sedangkan (BEP) Produksi adalah 221,59 kg/Ha dan nilai (BEP) Harga sebesar Rp 8.981,02/kg
Analisis kelayakan usahatani jambu biji di desa Pandean kecamatan Ngablak, Magelang M. Prasirama Deniardhi; Bayu Nuswantara
AGRILAND Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8, No 1 (2020): AGRILAND: Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Islam sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/agr.v8i1.2514

Abstract

Indonesia diberkahi kekayaan alam yang berlimpah baik dalam jenis maupun macamnya. Salah satunya adalah buah-buahan. Oleh karena itu tanaman buah-buahan tepat dikembangkan sebagai usaha agribisnis. Buah jambu biji merupakan buah yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia, namun harga buah jambu biji lebih rendah jika dibandingkan dengan harga buah komoditi lainya. Apabila tanaman jambu biji di panen pada saat bersama buah  lain, harga jambu biji dapat mencapai Rp 2,000/kg. Pada tingkat harga Rp 2,000 petani tidak memperoleh keuntungan dikarenakan hanya bisa menutupi biaya produksi yang dikeluarkan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kelayakan usahatani jambu biji. Penelitian dilaksanakan di desa Pandean kecamatan Ngablak kabupaten Magelang. Penelitian dilaksanakan bulan April sampai dengan Juni 2019. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif dan teknik survey menggunakan kuesioner untuk mewawancarai 32 petani responden . Analisis yang digunakan dalam penelitan ini yaitu revenue Cost ratio atau R/C rasio dan Break Even Point. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa usahatani jambu biji di desa Pandean kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang layak untuk dilaksanakan di desa Pandean dengan nilai R/C rasio rata-rata per hektar sebesar 2.07 dan nilai BEP sebesar Rp 1,639 lebih kecil dari harga rata-rata sebesar Rp 3,371.