Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL KESEHATAN PERINTIS

Formulasi Ekstrak Bunga Kembang Bulan Tithonia Diversifolia (Hemsley) A. Gray Dalam Sediaan Serum Sunscreen Fitri, Dewi Rahma; Fajar, In Rahmi Fatria; Syafei, Dedri
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v11i2.1100

Abstract

Salah satu kosmetik yang dapat digunakan untuk melindungi kulit wajah adalah serum. Serum merupakan sediaan cair konsentrat tinggi dengan kemampuan penetrasi lebih dalam menghantarkan bahan aktif ke dalam kulit. Tujuan penelitian ini adalah membuat formula serum wajah dari ekstrak bunga kembang bulan sebagai antioksidan dan tabir surya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Ekstraksi bunga kembang bulan (Tihthonia diversifolia (Hemsley) A. Gray) mengunakan etanol 70% dan dipekatkan menggunakan rotary evaporator. Ekstrak kental dilakukan pengujian aktivitas antioksidan dan penentuan nilai Sun Protection Faktor (SPF) menggunakan metode spektrofotometer UV VIS. Nilai SPF dihitung menggunakan metode Mansur. Formula basis serum dilakukan optimasi penggunaan Tween 80 dan Span 80 untuk mendapatkan formula basis terbaik selanjutnya dibuat formula serum sunscreen. Kosentrasi ekstrak bunga kembang bulan berdasarkan nilai IC50 ekstrak. Hasil penelitian menunjukkan nilai IC50 ekstrak adalah 129, 2 ppm dan nilai SPF ekstrak berturut-turut kosentrasi 100ppm, 200ppm, 300ppm, 400ppm, dan 500ppm adalah 14, 16, 19, 22 dan 33. Hal ini menunjukkan nilai SPF ekstrak bunga kembang bulan masuk kategori maksimal dan ultra. Diperoleh formula basis terbaik adalah kombinasi Tween 80 3,75 dan Span 80 1,25. Hasil diperoleh dari Analisa menggunakan Simple Lattice Desain menggunakan software Desain Expert. Formula serum dibuat menjadi F1, F2 dan F3, dimana F1 adalah basis serum, F2 formula serum dengan kadar ekstrak 1,29 gram dan F3 formula serum dengan kadar ekstrak 2,58 gram. Ketiga formula serum sunscreen mempunyai nilai SPF berturut-turut adalah F1 17, F2 21 dan F3 31. Kesimpulan penelitian ini adalah ketiga formula serum sunscreen mempunyai sifat fisik yang memenuhi persyaratan sediaan topikal yaitu homogen, pH 5, daya sebar 5-7 cm viskositas 1000-7000 cps dan ketiga formula mempunyai nilai SPF dengan kategori proteksi ultra.
Formulasi Ekstrak Bunga Kembang Bulan Tithonia Diversifolia (Hemsley) A. Gray Dalam Sediaan Serum Sunscreen Fitri, Dewi Rahma; Fajar, In Rahmi Fatria; Syafei, Dedri
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 11 No. 2 (2024): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/jkp.v11i2.1100

Abstract

Salah satu kosmetik yang dapat digunakan untuk melindungi kulit wajah adalah serum. Serum merupakan sediaan cair konsentrat tinggi dengan kemampuan penetrasi lebih dalam menghantarkan bahan aktif ke dalam kulit. Tujuan penelitian ini adalah membuat formula serum wajah dari ekstrak bunga kembang bulan sebagai antioksidan dan tabir surya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Ekstraksi bunga kembang bulan (Tihthonia diversifolia (Hemsley) A. Gray) mengunakan etanol 70% dan dipekatkan menggunakan rotary evaporator. Ekstrak kental dilakukan pengujian aktivitas antioksidan dan penentuan nilai Sun Protection Faktor (SPF) menggunakan metode spektrofotometer UV VIS. Nilai SPF dihitung menggunakan metode Mansur. Formula basis serum dilakukan optimasi penggunaan Tween 80 dan Span 80 untuk mendapatkan formula basis terbaik selanjutnya dibuat formula serum sunscreen. Kosentrasi ekstrak bunga kembang bulan berdasarkan nilai IC50 ekstrak. Hasil penelitian menunjukkan nilai IC50 ekstrak adalah 129, 2 ppm dan nilai SPF ekstrak berturut-turut kosentrasi 100ppm, 200ppm, 300ppm, 400ppm, dan 500ppm adalah 14, 16, 19, 22 dan 33. Hal ini menunjukkan nilai SPF ekstrak bunga kembang bulan masuk kategori maksimal dan ultra. Diperoleh formula basis terbaik adalah kombinasi Tween 80 3,75 dan Span 80 1,25. Hasil diperoleh dari Analisa menggunakan Simple Lattice Desain menggunakan software Desain Expert. Formula serum dibuat menjadi F1, F2 dan F3, dimana F1 adalah basis serum, F2 formula serum dengan kadar ekstrak 1,29 gram dan F3 formula serum dengan kadar ekstrak 2,58 gram. Ketiga formula serum sunscreen mempunyai nilai SPF berturut-turut adalah F1 17, F2 21 dan F3 31. Kesimpulan penelitian ini adalah ketiga formula serum sunscreen mempunyai sifat fisik yang memenuhi persyaratan sediaan topikal yaitu homogen, pH 5, daya sebar 5-7 cm viskositas 1000-7000 cps dan ketiga formula mempunyai nilai SPF dengan kategori proteksi ultra.
Formulasi Gel Luka Bakar Nanopartikel Ekstrak Daun Kipait (Tithonia diversifolia (Hemls.) A. Gray) Fitri, Dewi Rahma; Fajar, In Rahmi Fatria; Syafei, Dedri
JURNAL KESEHATAN PERINTIS Vol. 12 No. 2 (2025): Jurnal Kesehatan Perintis
Publisher : LPPM UNIVERSITAS PERINTIS INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33653/z5m74532

Abstract

Penyembuhan luka bakar dapat berlangsung optimal apabila senyawa aktif mampu berpenetrasi dengan baik ke dalam mukosa. Salah satu faktor yang memengaruhi penetrasi adalah ukuran partikel obat. Penerapan teknologi nano di bidang farmasi memiliki berbagai keunggulan, seperti meningkatkan kelarutan senyawa, meningkatkan absorpsi, serta memungkinkan penggunaan dosis yang lebih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh nanoekstrak daun kipait (Tithonia diversifolia (Hemls) A. Gray) dan memformulasikannya ke dalam sediaan gel sebagai agen anti luka bakar. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Ekstraksi daun kipait dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%. Ekstrak kental diuji parameter spesifik meliputi uji organoleptik, identifikasi senyawa metabolit sekunder, penetapan kadar fenol total, serta analisis GC-MS. Parameter nonspesifik yang diuji meliputi kadar air, kadar abu, dan susut pengeringan. Pembuatan nanopartikel dilakukan dengan metode gelasi ionik menggunakan kitosan dan NaTPP. Nanoekstrak diformulasikan dengan variasi perbandingan kitosan 0,3% dan NaTPP 0,1% pada tiga formula (F1, F2, dan F3). Karakteristik nanoekstrak meliputi ukuran partikel, zeta potensial, indeks polidispersitas (PDI), dan morfologi menggunakan SEM. Selanjutnya, nanoekstrak diformulasikan dalam sediaan gel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun kipait mengandung flavonoid, fenol, saponin, alkaloid, serta steroid/terpenoid dengan kadar fenol total 69,6 mg/g GAE. Formula terbaik (F3) menghasilkan ukuran partikel 300 nm, zeta potensial 35,0, PDI 0,489, dan morfologi bulat beraturan. Sediaan gel nanoekstrak pada konsentrasi 0,69% dan 1,38% memenuhi persyaratan mutu fisik gel. Disimpulkan bahwa sediaan gel nanoekstrak daun kipait memiliki kualitas yang baik sebagai sediaan anti luka bakar.