Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Penerapan Metode Pembelajaran Penemuan Terbimbing (Guided Discovery) Untuk Meningkatkan Minat Belajar Statistika B. Fitri Rahmawati; Husnul Mukti; Zidni Zidni; Suhupawati Suhupawati
Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Vol 8 No 2 (2022): Juni
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jhm.v8i2.5688

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode penemuan terbimbing untuk meningkatkan minat dan aktivitas belajar siswa pada mata kuliah statistika pada siswa pendidikan sejarah. Penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan kelas Kemmis dan Taggart, yang dilaksanakan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi untuk mengukur penerapan metode penemuan terbimbing dan aktivitas belajar siswa serta angket untuk mengukur minat siswa. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif, baik kuantitatif maupun kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode penemuan terbimbing dapat meningkatkan minat dan aktivitas belajar siswa. Pada siklus I, keterlaksanaan metode pembelajaran mencapai 75%. Meningkat menjadi 80% pada siklus kedua; aktivitas belajar siswa mencapai 60% dan pada siklus II 80%. Minat siswa mencapai 60% dan meningkat menjadi 80% pada siklus II. Hasil penelitian ini menyiratkan praktik mengajar bahwa metode penemuan terbimbing dapat digunakan sebagai alternatif untuk mengembangkan minat siswa dan menyediakan lingkungan belajar yang kondusif untuk aktivitas, keterlibatan, dan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran.
Peranan Palang Merah Indonesia Cabang Yogyakarta pada Masa Perang Kemerdekaan II di Yogyakarta, 1948-1949 Muchamad Triyanto; Bambang Eka Saputra; Abdul Hafiz; Zidni Zidni; Suhupawati Suhupawati
Jurnal Humanitas: Katalisator Perubahan dan Inovator Pendidikan Vol 10 No 4 (2024): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jhm.v10i4.27483

Abstract

This study aims to reveal the crucial role of the Yogyakarta Branch of the Indonesian Red Cross (PMI) during the Second War of Independence, particularly in the 1948-1949 period when Yogyakarta became one of the centers of battle and Dutch military aggression. This research is highly relevant, considering that during this period, the Indonesian nation was at the height of its struggle to defend its independence, which had been proclaimed on August 17, 1945. Specifically, the second military aggression launched by the Dutch on December 19, 1948, caused widespread chaos in Yogyakarta, affecting both the Indonesian National Army (TNI) and civilians. Using historical research methods, which include the stages of heuristics, source criticism, interpretation, and historiography, this study reveals the significant contribution of PMI in its humanitarian mission during the conflict. The Yogyakarta Branch of PMI played a vital role in providing medical aid, treating wounded victims, and organizing public kitchens for fighters and civilians affected by the war. PMI not only assisted the TNI on the battlefield but also supported civilians who became victims of Dutch attacks. Through its efforts, PMI contributed to defending Indonesia’s independence by carrying out critical humanitarian activities during the war, making them an integral part of the nation's struggle.